
Aisyah mengedarkan pandangannya ke sekitar ruangan istana yang tampak porak poranda akibat genangan air, setelah berhasil menghilangkan air yang menggenangi istana, tempat itu kembali normal seperti sediakala dan mengering.
Walaupun meninggalkan istana yang seluruhnya hancur tetapi perlahan-lahan kondisi di istana awan putih terlihat rapi dan tertata semula.
Hampir tidak terlihat tanda-tanda sisa genangan air di istana awan putih yang tadi menggenang bagaikan lautan.
"Ajaib, istana ini kembali seperti semula bahkan nyaris tidak terlihat tanda-tanda air yang habis tergenang !?", ucap Aisyah lalu berjalan menghampiri pintu keempat yang tertutup seperti semula.
"Benar, ini sangat ajaib sekali, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib seraya terbang mendekat.
"Luar biasa... sungguh sangat menakjubkan... Coba kita bayangkan, air yang menggenang bagaikan lautan tadi dan kini tiba-tiba menghilang tak berbekas sama sekali di istana ini !?", kata Aisyah.
"Ini bukan hanya menakjubkan melainkan juga sangat hebat karena seluruh istana yang tadinya tergenang dan tertutup oleh air seperti laut, berubah seratus persen mengering serta kembali semula", sahut cermin ajaib.
"Iya, hampir tidak terlihat sedikitpun sisa air di ruangan istana ini bahkan istana ini tampak kembali sediakala, seperti tidak pernah terjadi apa-apa disini", kata Aisyah.
Aisyah menghentikan langkah kakinya tepat di depan pintu keempat.
Dia juga memperhatikan pintu-pintu lainnya yang ada di ruangan istana awan putih itu.
Ruangan istana berbentuk setengah lingkaran dengan pilar-pilar besar yang menopang di setiap sisi-sisi pintu tampak berdiri kokoh.
Aisyah tengah melihat satu per satu pintu yang ada di hadapannya dengan seksama, ada sekitar lima buah pintu utama berukuran besar di ruangan tersebut.
Keempat pintu memiliki tanda tertentu di tiap-tiap badan pintu seperti tanda berbentuk awan putih yang menyembul sedangkan satu pintu yang tidak memiliki tanda awan di pintunya dan hanya tinggal satu pintu dari kelima pintu yang belum dibuka oleh Aisyah.
Setelah menyelesaikan tiap misi yang ada di masing-masing keempat pintu maka akan keluar sebuah tanda seperti stempel khusus yang akan terbentuk di badan pintu seperti awan.
"Empat pintu memiliki tanda awan di tiap-tiap badan pintunya dan hanya tinggal satu pintu saja yang masih tertinggal dan belum memiliki tanda awan", kata Aisyah.
"Benar, tinggal satu pintu di ruangan istana ini yang tidak mempunyai tanda awan yaitu pintu berbentuk manisan lolipop yang ada di pojok sana !", ucap cermin ajaib.
"Hmmm... Iya, itu benar sekali, satu pintu saja yang tersisa yang masih tidak memiliki tanda itu", kata Aisyah seraya memalingkan wajahnya ke arah pintu paling sudut di ruangan istana awan putih.
"Apakah anda telah menyelesaikan semua tugas anda pada keempat pintu yang bertanda awan putih itu, Nona Aisyah !?", tanya cermin ajaib.
"Mmmm, aku tidak mengingatnya, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
"Oh, hamba lupa bahwa sebenarnya anda masih hilang ingatan setelah jatuh koma, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Iya, karena keracunan anemon laut itu maka membuatku koma dan hilang ingatan sehingga aku tidak mengingat apapun termasuk ingatan akan keempat pintu itu", kata Aisyah.
"Aku turut prihatin mendengarnya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Terimakasih atas perhatiannya, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya tersenyum.
Aisyah lalu berjalan mendekat ke arah pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi.
Berhenti, seraya memperhatikan pintu di depannya dengan serius.
"Bagaimana cara membuka pintu ini ?", ucap Aisyah.
"Sebaiknya anda mencari jawabannya di sistem pada layar monitor kereta gulali roller coaster itu, Nona Aisyah", saran cermin ajaib.
"Hmmm... Baiklah... Mari kita mencari jawaban untuk membuka pintu ini pada sistem", kata Aisyah.
"Iya, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Aisyah sekilas melihat tanaman menjalar foxglove yang merambat di dinding-dinding ruangan istana awan putih kemudian ia membalikkan badannya menuju ke arah kereta gulali roller coaster.
__ADS_1
Dari arah kejauhan, Aisyah melihat sesuatu di atas kereta gulali dan ukurannya cukup besar.
"Apa itu yang ada di atas atap kereta gulali ?", tanya Aisyah seraya mengerutkan keningnya.
"Ada apa, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Aku melihat sesuatu di atap itu, cobalah lihat disana !", kata Aisyah.
"Sesuatu di atas atap kereta gulali, apakah itu ?", tanya cermin ajaib.
"Entahlah, tapi aku akan melihatnya", sahut Aisyah lalu bergerak ke atas atap kereta gulali roller coaster.
Aisyah berlompatan dengan cepat ke arah atap kereta gulali disusul oleh cermin kristal ajaib dari arah belakang.
Sebuah benda berukuran cukup besar tergeletak di atas atap kereta gulali roller coaster, hampir mirip dengan anemon laut.
"Ada anemon laut di atas kereta gulali. Kenapa hewan air ini masih tertinggal disini ?", tanya Aisyah.
"Mungkinkah suara jatuh di atas tadi berasal dari anemon laut ini, hanya tinggal satu anemon laut berukuran besar yang tertinggal", ucap cermin ajaib.
"Bagaimana kalau kita singkirkan saja anemon itu dari atap kereta gulali ini dan kita lanjutkan rencana kita yang tertunda yaitu keluar dari istana ini", kata Aisyah.
"Baiklah, hamba akan membuang anemon itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Ayo, kita lakukan secara bersama-sama untuk menyingkirkan makhluk laut itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Jangan, Nona Aisyah ! Karena anemon laut itu sangat berbahaya dan beracun. Biarkan saja hamba yang melakukan untuk menyingkirkan hewan tersebut", ucap cermin ajaib.
"Hmmm, baiklah, aku serahkan tugas ini kepadamu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah lalu melompat turun ke arah bawah.
Cermin kristal berbingkai emas itu lalu mengeluarkan cahaya terang dari badannya dan muncul sinar yang mengarah ke arah anemon laut.
"Apa yang terjadi ini ? Kenapa anemon laut itu menjadi begitu banyaknya ?", kata Aisyah saat melihat hewan laut itu membelah diri sangat banyaknya.
"Mmmm, hamba tidak tahu, saat sinar mengenai badan anemon laut itu, tiba-tiba hewan tersebut menjadi banyak", ucap cermin ajaib.
"Hati-hati wahai cermin ajaib ! Anemon laut itu bergerak kembali dan mereka dapat terbang tanpa adanya media air !?", kata Aisyah dengan suara keras.
"Astaga !? Anemon laut itu rupanya sedang mencari masalah !?", ucap cermin ajaib lalu terbang turun ke arah bawah kereta gulali.
Aisyah berjalan mundur menjauhi kereta gulali roller coaster yang atapnya dipenuhi oleh anemon-anemon laut dalam jumlah yang sangat banyak.
"Oh tidak, ini adalah bahaya buat kita karena anemon laut itu tampaknya tidak bersahabat dan sangat garang", kata Aisyah seraya menarik cermin kristal ajaib dengan tangannya.
"Aih iya, iya, Nona Aisyah !? Hamba rasa mereka sangat tidak suka akan kehadiran kita disini", ucap cermin ajaib.
"Benar, karena kita telah menyebabkan habitat tempat tinggal anemon laut itu yaitu genangan air menghilang dari mereka sehingga mereka kesulitan untuk hidup di istana ini", kata Aisyah.
"Itu benar, sepertinya mereka tengah mengincar kita, jadi berhati-hatilah terhadap mereka, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Benar yang kamu ucapkan itu, sebaiknya kita bersikap siaga terhadap anemon laut itu karena kita tidak tahu yang akan mereka lakukan kepada kita", sahut Aisyah.
"Astaga, satu masalah selesai sekarang muncul masalah baru lagi", ucap cermin ajaib.
Anemon-anemon laut terlihat melayang di udara saat mereka membelah diri, dan beberapa hewan laut itu bergerak ke arah Aisyah.
"Lihatlah, anemon laut itu ke arah kita, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
"Apa yang harus kita lakukan untuk menghindari ini, wahai cermin ajaib ?", kata Aisyah.
"Hamba juga tidak tahu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
__ADS_1
"Lebih baik kita menghindar dari anemon-anemon laut itu dan lari dari sini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Baik, Nona Aisyah ! Mari kita lari menghindari anemon-anemon laut itu dan segera mencari tempat persembunyian dari hewan laut itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
"Ayo ! Ayo ! Ayo ! Kita segera lari dari sini dan bersembunyi dari anemon laut itu, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah.
Aisyah lalu menarik cermin ajaib itu seraya berlari cepat dengan berlompatan menghindari kejaran anemon laut.
"Sepertinya yang kamu katakan itu benar bahwa anemon laut itu sangat berbahaya sekali dan sedang mengincar kita", kata Aisyah yang berlarian di sekitar ruangan istana awan putih.
"I--iya itu benar sekali, hamba rasa kalau kita telah membuat hewan laut itu marah, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Karena itulah kita harus menghindari anemon itu secepatnya, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah dengan berlari.
Anemon-anemon laut itu terbang mengejar Aisyah yang tengah berlari mengelilingi istana awan putih.
Terlihat dari tubuh hewan laut itu keluar cahaya kilat yang menyambar-nyambar di sekitar anemon laut. Dan makhluk laut itu melemparkan kilatan cahaya ke arah Aisyah sehingga nyaris mengenai tubuh gadis muda itu.
"JEDAR !!! JEDAR !!! JEDAR !!!", suara cahaya kilat menggema di istana awan putih.
"Aduh ! Cahaya kilat itu hampir mengenai pakaian tunikku. Dan, oh tidak, ada percikan api di pakaian tunikku !", kata Aisyah saat ia menoleh ke arah belakang.
"Astaga ! Api itu merambat ke atas pakaian tunik anda, Nona Aisyah ! Lihatlah !", ucap cermin ajaib ikut panik ketika melihat pakaian Aisyah yang terbakar.
"Tolonglah aku, wahai cermin ajaib ! Bisakah kamu membuat api itu padam !?", kata Aisyah masih berlari dari kejaran anemon-anemon laut.
"Baiklah, hamba akan memadamkan api di pakaian anda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib lalu terlihat kembali mengeluarkan cahaya yang mengarah ke api yang mulai merambat naik ke atas pakaian Aisyah.
Sekejap saja api yang mengenai pakaian Aisyah langsung padam oleh sinar cahaya terang yang keluar dari badan cermin kristal ajaib.
"Sekarang kita mencari cara supaya anemon-anemon laut itu menjauh dari kereta gulali roller coaster agar kita dapat masuk kembali ke dalam kereta", kata Aisyah.
"Hamba akan mencoba mengalihkan anemon-anemon itu dari kereta gulali roller coaster, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
Cermin ajaib itu lalu mengalihkan sinar cahaya yang menerangi badan cerminnya ke arah anemon-anemon laut itu hingga barisan hewan laut itu sedikit kacau balau terkena imbasan cahaya dari cermin ajaib.
Aisyah lalu teringat dengan benda-benda yang ia dapatkan dari dunia mimpi, yaitu benda harimau putih dan gulali berbentuk lingkaran.
"Aku hampir melupakan benda dari dunia mimpi itu, mungkin ada manfaatnya dari benda itu untuk menghadapi anemon laut itu", kata Aisyah.
Aisyah lalu memasukkan tangannya ke dalam saku tuniknya dan mencari-cari benda yang dicarinya itu dengan cepat.
Tangan Aisyah menyentuh sebuah benda yang ada di saku tuniknya itu kemudian ia mengeluarkan benda tersebut.
"Emmm... Aku belum mencoba gulali berbentuk lingkaran ini... Mungkin aku harus mencobanya sekarang...", kata Aisyah.
Aisyah masih berlarian di sekeliling ruangan istana awan putih dengan kencangnya dan berusaha menghindari anemon-anemon laut yang mengejarnya.
Dia memegang cermin kristal ajaib di salah satu tangannya sedangkan salah satu tangannya memegang gulali berbentuk lingkaran.
"Hmmm... Bagaimana kegunaan gulali ini ? Apakah aku harus memutarnya ?", tanya Aisyah kebingungan.
Ketika ia berlari ke arah yang berseberangan dengan anemon-anemon laut itu, ia melihat hewan laut itu mulai menjauh dari kereta gulali roller coaster.
Aisyah lalu menghentakkan ujung kakinya kuat-kuat dan melompat terbang tinggi ke atas menuju ke arah kereta gulali tersebut.
Dia terlihat berlompatan di dinding-dinding istana awan putih dengan sangat lincahnya hingga mencapai kereta gulali dan sesampainya ia di depan pintu kereta gulali, Aisyah langsung masuk ke dalam kereta gulali roller coaster.
__ADS_1