
Kulit tubuh Aisyah berubah menjadi putih pucat serta mengeluarkan asap es diseluruh tubuhnya, ia melihat baju yang ia kenakan berubah menjadi berwarna serba putih keperakan mulai dari ujung kepala hingga ujung kakinya. Ia meraba wajahnya yang sangat dingin sekali hampir seperti batu es.
Aisyah melihat kearah tubuhnya yang berubah semua menjadi putih pucat dan terasa membeku, ia kini merasa jika dirinya bagaikan sebongkah es batu yang sangat beku dan mungkin kini penampilannya terlihat seperti sebuah patung es yang hidup.
Hatinya teriris sembilu sembari mendongakkan kepalanya kearah atas tempatnya berpijak. Ia mengeluh lirih seraya memejamkan kedua matanya yang berair dengan kedua tangan menggenggam erat.
Tampak jejak kaki es yang tertinggal ditempat Aisyah memijakkan kedua kakinya, dan jejak itu merambat terus menjadi pecahan es dingin disekitar tempat Aisyah berdiri lalu retak dan pecah menjadi pecahan kristal-kristal kecil.
"AAAHHHHHH...!!!", terdengar suara lengkingan keras yang menggema diseluruh langit kota.
Hujan masih turun dengan derasnya dan semakin air turun dari langit membanjiri seluruh jalanan kota.
Terlihat bayangan secepat kilat melintasi langit serta bangunan-bangunan kota. Bayangan itu bagaikan petir yang menyambar dan meninggalkan jejak pecahan kristal-kristal kecil es disetiap tempat yang ditinggalkan.
"BRAAAKKK !!!", terdengar suara pintu kamar terbuka lebar dan daun pintu terbanting sangat keras.
Jam antik kuno yang tengah berbaring diatas meja kamar langsung terbangun dan bergerak melayang. Ia terkejut ketika melihat seorang gadis masuk kedalam kamar dengan tubuh putih pucat tanpa pupil hitam dimatanya.
"S--ssiapa k-kamu ?", kata jam antik kuno waspada.
"AAAAHHHHH !!!!", hanya terdengar suara jeritan yang mengiris hati yang keluar dari mulut Aisyah.
Kedua mata Aisyah yang putih sepenuhnya tanpa pupil mata hitam membuat wajah Aisyah sungguh sangat menyeramkan dengan tubuh putih pucat pasi semakin menambah seram penampilan Aisyah sekarang. Ia berjalan masuk kedalam kamar dengan langkah kaki yang teramat berat dan hampir setiap jejak kaki yang tertinggal terlihat jejak serpihan es dimana-mana.
Aisyah mencoba meraih jam antik kuno tapi saat ia menyentuh meja dikamarnya, meja tersebut berubah menjadi bongkahan es batu.
"AAAHHHHH...!!!", suara Aisyah terdengar serak dan parau.
Aisyah sendiri merasa sangat ketakutan saat melihat meja yang ia sentuh tadi berubah menjadi bongkahan es batu. Ia menolehkan kepalanya kearah jam antik kuno yang tengah terbang melayang diatasnya dan terlihat menghindari dirinya.
Sekali lagi Aisyah bersuara dengan mendongakkan kepalanya kearah atas tempat jam antik kuno berada.
"AAAAHHHH...!?", hanya suara itu yang keluar dari mulut Aisyah.
Perasaan Aisyah sangat kalut dan ketakutan melihat apa yang terjadi pada dirinya saat ini, ia berlari cepat kearah cermin didinding ruangan kamar tidurnya. Tapi saat ia menyentuh cermin itu, ia menjerit kaget dan takut.
"AAAAAHHHHH....!!!", jerit Aisyah memilukan dan terlihat matanya berair tapi ia tidak menangis.
Suara Aisyah terdengar sangat menyayat hati yang mendengarnya dan perubahan yang dialami Aisyah menjadi sebuah sayatan luka yang dalam dan teramat perih serta sakit.
"PRAANG !!!", suara cermin pecah kelantai dan serpihan kacanya berserakan memenuhi permukaan lantai kamar.
__ADS_1
Aisyah melemparkan cermin didinding ruangan kamar kearah lantai dengan berteriak keras dan kesal. Ia juga berusaha menggapai jam antik kuno tapi ia merasa tubuhnya terasa sangat amat berat dan kaku seperti membeku dan saat ia hendak menyentuh jam antik kuno, tubuh Aisyah tumbang dan jatuh terbaring diatas lantai kamarnya.
"AAAAAHHHH...!!!", Aisyah terjatuh kelantai seraya memegangi kepalanya dengan erat.
Rintihan Aisyah terdengar memelas penuh kesakitan, matanya berair tapi ia tidak menangis. Ia memegangi dadanya sambil berusaha bangun tapi tubuhnya terasa membeku. Ia kembali tergeletak diatas lantai kamar dengan mata menatap tajam kearah jam antik kuno tanpa pupil mata.
Tangannya mencoba meraih-raih kearah jam antik kuno yang terbang melayang diatasnya.
"Ap-ap-apakah anda nona Aisyah ???", ucap jam antik kuno terkejut melihat perubahan yang dialami Aisyah, tuannya.
"AAHHH !!", sahut Aisyah tertahan.
"Astaga nona Aisyah ! Apa yang sebenarnya terjadi padamu !? Kenapa bisa begini nona ???", kata jam antik kuno langsung menghampiri Aisyah yang terbaring lemah.
Tubuh Aisyah benar-benar berubah total dan aura dingin terpancar dari tubuh Aisyah, gadis muda itu hanya bisa melihat tanpa mampu berbicara. Jam antik kuno lalu menghentikan gerakannya yang hendak menyentuh Aisyah. Ia baru sadar jika ia menyentuh Aisyah maka ia akan berubah menjadi sebuah bongkahan es batu seperti meja dikamar ini.
Jam antik kuno juga melihat kearah jejak langkah kaki Aisyah yang berubah menjadi serpihan kaca es dimana-mana. Hampir lantai kamar tempat Aisyah berpijak tertutup oleh lapisan es yang membeku.
"Bagaimana ini !?", kata jam antik kuno kebingungan dengan apa yang terjadi pada Aisyah.
Biasanya tuannya sangat kuat sekali dengan semua yang ia alami dalam perjalanan waktu ini baik itu ujiannya ataupun perubahan-perubahan yang terjadi selama perjalanan waktu tapi lain dengan saat ini, tuannya yang bernama Aisyah terlihat sangat kesakitan dan lemah.
Jam antik kuno juga tidak mengerti apa yang sebenarnya telah terjadi pada Aisyah.
"Nona Aisyah, apa yang harus hamba lakukan sekarang ? Apa yang sebenarnya nona lakukan ?", kata jam antik kuno bingung.
Jam antik kuno hanya bisa melihat keadaan Aisyah tanpa bisa menolongnya. Ia sendiri tidak tahu apa yang telah menyebabkan Aisyah seperti itu. Jam antik mencoba mendekati Aisyah lagi tapi ia tidak bisa menyentuh gadis malang itu. Karena jika ia menyentuh Aisyah maka ia akan berubah menjadi sebuah es batu.
Kenapa perubahan Aisyah saat ini sangat berbeda dan diluar kemampuan jam antik kuno, bahkan jam antik kuno itu tidak mengetahui apa penyebab tuannya itu berubah seperti itu.
Aisyah masih terlihat berbaring lemah dan hanya mengeluarkan suara erangan yang terdengar memilukan hati.
"Bagaimana ini !? Apa yang harus aku lakukan sekarang !? Aku harus mencari tahu darimana perihal ini semua ??", kata jam antik kuno bingung.
Terlihat jam antik kuno itu bergerak mondar-mandir tidak menentu arah, jam antik kuno itu tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi ini semua.
Hari telah berganti hari dan pagipun menjelang. Jam antik kuno lalu bergerak mendekati Aisyah yang masih terdiam membisu diatas lantai kamar, jam antik kuno itu terus menemani Aisyah semalaman tanpa istirahat sedikitpun. Ia tidak mungkin bisa meninggalkan Aisyah yang seperti itu untuk beristirahat.
Perlahan-lahan tubuh Aisyah berangsur-angsur berubah kembali semula saat semburat sinar matahari menerpa tubuh Aisyah, mulai dari kulitnya yang tadi putih pucat pasi pelan-pelan kembali kewujud asalnya dan tidak sepucat tadi.
Sinar terang menyeruak menyinari seluruh tubuh Aisyah dan sinar matahari yang bercahaya menerangi tubuh Aisyah membuat Aisyah kembali normal sediakala.
__ADS_1
"Lihatlah nona Aisyah ! Anda kembali seperti sediakala lagi !", pekik jam antik kuno senang saat melihat perubahan tubuh Aisyah yang kembali normal pada wujud asalnya.
"Mmm...!?", Aisyah bergumam pelan.
Aisyah membuka kedua matanya yang terpejam pelan-pelan terbuka lebar. Ia merasakan tubuhnya yang membeku dan sangat berat untuk digerakkan kini terasa ringan walaupun ia masih merasakan pusing yang teramat dikepalanya akibat perubahan wujud tubuhnya yang mendadak drastis.
Dampak besar terhadap dirinya saat ia melihat perubahan yang terjadi pada tubuhnya yaitu ia menjadi ketakutan jika ia berubah sewaktu-waktu, Aisyah sangat kaget saat tubuhnya menjadi kaku dingin dan membeku bahkan seluruh tubuhnya menjadi putih pucat pasi dan sulit untuk digerakkan.
"Selamat pagi nona Aisyah ! Apa kabarmu ? Bagaimana keadaaanmu sekarang nona ?", kata jam antik kuno begitu kegirangan melihat Aisyah.
"Se-se-lamat pagi wahai jam antik kuno !? Apa yang sebenarnya sedang terjadi pada diriku ?", kata Aisyah gelisah.
Aisyah mencoba bangun dari tempatnya berbaring dan duduk. Ia berusaha untuk tetap tenang menghadapi ini semua meski hatinya merasa bimbang dan berat menerima wujud barunya yang sangat menyeramkan bahkan perubahan wujud barunya sangat menyakitkan untuk Aisyah.
"Aduh ! Kepalaku pusing sekali !", kata Aisyah pelan.
"Minumlah air putih ini dulu nona Aisyah !", kata jam antik kuno memberikan sebuah gelas minuman berisi air putih kepada Aisyah dengan cara menerbangkannya melayang diudara kearah Aisyah yang terduduk diatas lantai.
"T--terima kasih wahai jam antik kuno !", kata Aisyah lalu menegak habis segelas air putih ditangannya. "Glek...Glek...Glek..!!!", suara air masuk kedalam rongga tenggorokan Aisyah pelan-pelan.
"Syukurlah nona Aisyah sembuh sediakala ! Hamba sangat mencemaskan keadaan nona !", kata jam antik kuno sumringah.
"Iya, aku juga sangat bersyukur dapat kembali seperti semula ! Aku juga tidak dapat membayangkan bagaimana jadinya aku dengan wujud baru itu !", kata Aisyah sambil menghela nafasnya pelan.
"Tapi yang terpenting anda telah kembali sediakala nona Aisyah ! Anda tidak tahu bagaimana khawatirnya diri hamba saat melihat nona seperti itu !?", kata jam antik kuno cemas.
"Hmm...!?", sahut Aisyah bergumam pelan.
Aisyah mencoba berdiri tegak dan berjalan menuju kearah ranjang tidurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang masih terasa berat dan sakit semua.
"Hati-hati nona Aisyah ! Sebaiknya nona tidak terlalu banyak bergerak ! Aku akan membantu nona untuk beristirahat ditempat tidur !", kata jam antik kuno.
"Terimakasih atas perhatiannya wahai jam antik kuno !", kata Aisyah mencoba tersenyum dan berdiri.
"BHALAZAAM...!!!!", terdengar suara jam antik kuno lantang.
Aisyah merasakan tubuhnya melayang pelan menuju kearah tempat tidurnya dan ia melihat tubuhnya lalu bergerak perlahan-lahan diatas ranjang tidurnya dan terbaring tidur. Ia menyandarkan kepalanya pada bantalan yang empuk dan ia terlihat nyaman.
"Beristirahatlah dahulu nona Aisyah agar keadaan nona kembali sehat seperti semula setelah mengalami perubahan yang begitu cepat dan mendadak !", kata jam antik kuno.
"Hmph ! Aku rasa apa yang kamu katakan benar wahai jam antik kuno, dan sepertinya aku lebih baik tidur karena semalaman aku tidak bisa tidur atau memejamkan kedua mataku !", kata Aisyah.
__ADS_1
"Tidurlah dan pergi beristirahatlah nona Aisyah ! Aku akan menunggumu sampai anda terbangun nanti !", kata jam antik kuno kemudian ia menyelimuti tubuh Aisyah dengan selimut tebal yang hangat secara ajaib.
"Terimakasih...atas...kebaikanmu...wahai jam antik kuno...!", kata Aisyah sambil memejamkan kedua matanya dan jatuh tertidur lelap.