Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Perjalanan Ke Tujuh Mata Air Part V...


__ADS_3

Aisyah terus menyelam hingga dasar danau ovan tetapi sekali lagi dia tidak melihat keberadaan jam antik kuno.


"Dimana jam antik itu ?", ucap Aisyah.


Aisyah memang bisa berbicara dalam air, dan kemampuannya ini di dapatnya ketika berada di istana awan putih.


"Aku harus segera menemukan jam antik kuno itu dan pergi dari danau ovan ini", kata Aisyah.


Aisyah terus berenang menyelam di dalam air danau ovan untuk mencari jam antik kuno yang dibawa oleh bayangan hitam.


Seseorang bergerak ke arah Aisyah sembari menyelam mendekatinya.


Orang itu menepuk pundak Aisyah beberapa kali, dan Aisyah menolehkan kepalanya ke arah orang itu.


"Aidl !", ucap Aisyah terkejut.


"Kenapa kamu menyelam di dalam danau ovan ini, Aisyah ?", tanya Aidl.


"Aku sedang mencari jam antik kuno, Aidl", sahut Aisyah.


"Kemana jam antik itu ?", tanya Aidl lagi.


"Aku melihatnya tadi saat jam antik kuno itu hendak keluar dari dalam danau ovan, sebuah bayangan hitam menarik keras jam antik itu hingga ke dasar danau", sahut Aisyah.


"Dan dimana jam antik itu sekarang ?", kata Aidl.


"Aku tidak tahu, karena saat aku menyelam untuk mengikuti jam antik kuno yang terseret oleh bayangan hitam itu, aku sudah tidak melihatnya lagi", sahut Aisyah.


"Sebaiknya kita segera mencarinya karena kita tidak bisa lama-lama berada terus di dalam air, Aisyah", ucap Aidl.


"Benar, Aidl..., ternyata kamu dapat menyelam di dasar air, dan dapat berbicara", kata Aisyah.


"Sejak aku melintasi waktu ke masa lalu di Persia ini, aku langsung memiliki kemampuan khusus yang tak terduga oleh ku", sahut Aidl.


"Luar biasa sekali...", kata Aisyah kagum.


"Mari, kita cari jam antik kuno itu, Aisyah !", ucap Aidl.


"Iya... Mari kita segera mencarinya, Aidl", sahut Aisyah.


Mereka lalu berenang di dalam dasar danau ovan dan terus mencari jam antik kuno itu.


Di dasar danau ovan terdapat batu-batuan berbagai ukuran, tidak ada tumbuhan yang tampak di dasar danau ovan.


"Aku masih tidak melihat jam antik itu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Aidl ?", tanya Aisyah.


"Kita cari terus jam antik kuno itu, jika masih belum ketemu aku akan menggunakan alat pendeteksi logam untuk mencarinya", sahut Aidl.


"Kenapa kamu tidak menggunakan alat itu sekarang karena akan memudahkan kita untuk menemukan jam antik kuno itu, Aidl ?", tanya Aisyah.


"Baik, aku akan memakai alat pendeteksi logam itu sekarang juga agar lebih cepat kita menemukan jam antik itu", sahut Aidl.

__ADS_1


"Iya, aku rasa itu lebih baik untuk kita, dan aku meminta tolong pada mu, Aidl", ucap Aisyah.


"Yah, aku akan menolong mu mencari jam antik kuno itu, Aisyah", sahut Aidl.


Aidl mengeluarkan alat pendeteksi logam dari tas kulit yang selalu dia selempangkan di bahunya.


"Alat ini akan memudahkan kita mencari jam antik kuno yang terbuat dari logam emas dan aku harap kita cepat menemukannya, Aisyah", kata Aidl.


"Iya, aku harap kita segera menemukannya, Aidl", sahut Aisyah.


Mereka berdua lalu menelusuri area danau ovan yang dalam dengan bantuan alat pendeteksi logam yang dibawa oleh Aidl untuk mencari jam antik kuno.


Aidl berenang kian kemari sambil menggerakkan alat pendeteksi logam yang ada di tangannya.


Alat itu terus bergerak-gerak seperti mencari sesuatu di dalam danau ovan.


Cukup lama mereka mencari keberadaan jam antik kuno yang tidak terlihat itu, dan mengelilingi dasar danau ovan berulangkali.


"Kita masih tidak menemukan jam antik kuno itu, lalu kita harus mencarinya kemana sekarang, Aidl", ucap Aisyah.


"Sudah lama juga kita mencarinya tetapi hasilnya tetap nihil", kata Aidl.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang ?", ucap Aisyah gelisah.


"Kita juga tidak bisa berlama-lama di dalam dasar danau ovan ini karena waktu kita untuk bertahan lama di dalam air terbatas, Aisyah", sahut Aidl.


"Lalu apa saran mu mengenai hal ini, Aidl ?", tanya Aisyah.


"Tapi..., bukankah ini adalah kemampuan ajaib, Aidl !?", tanya Aisyah.


"Meski ini hanya kemampuan ajaib tetapi paru-paru kita bukan hal yang ajaib dan bisa rusak, Aisyah", sahut Aidl.


Aisyah terdiam ketika mendengarkan ucapan dari Aidl dan dia juga membenarkan perkataan Aidl, jika mereka memiliki keterbatasan kemampuan sebagai manusia.


"Baiklah, aku akan mengikuti saran mu, Aidl", ucap Aisyah.


"Ayo, kita segera pergi sebelum hari menjelang malam, Aisyah", kata Aidl.


Aisyah menyetujui ajakan Aidl untuk pergi dari dalam danau ovan.


Ketika mereka hendak berenang meninggalkan dasar danau ovan, muncul seberkas cahaya terang yang sangat kuat memancar ke seluruh area danau ovan.


"Cahaya apakah itu ?", tanya Aisyah.


"Cahaya !?", sahut Aidl.


Keduanya lalu bergerak mendekati cahaya terang yang sangat kuat itu dari balik batu berukuran besar di dalam danau ovan.


"Arah cahaya itu dari balik batu itu, Aidl", kata Aisyah.


Aisyah berenang sambil menunjukkan jari telunjuk tangannya ke arah batu besar itu.

__ADS_1


"Ayo, kita dekati cahaya itu, mungkin saja itu adalah jam antik kuno, Aisyah", sahut Aidl.


"Kalau di lihat dari cahayanya yang terang benderang sepertinya memang berasal dari jam antik kuno", kata Aisyah.


Aisyah dan Aidl segera mendekat ke arah cahaya terang benderang yang memancar dari balik batu besar itu.


Pada saat mereka melihat di balik batu besar itu, terlihat jam antik kuno yang diselubungi oleh bayangan hitam.


"Itu memang benar jam antik kuno, Aidl !", pekik Aisyah terkejut.


"Bayangan hitam apakah itu yang ada di sekitar badan jam antik kuno ? Hampir mirip ubur-ubur laut", kata Aidl.


"Aku akan menarik jam antik kuno agar terlepas dari jeratan bayangan hitam itu dan bantulah aku untuk menariknya, Aidl", ucap Aisyah.


"Baik, Aisyah", sahut Aidl.


Aisyah mulai bergerak mendekati jam antik kuno untuk menariknya dari selubung bayangan hitam.


Di belakang Aisyah, tampak Aidl berenang mengikutinya dan bersiap-siap untuk membantu Aisyah.


Aisyah bergegas berenang ke arah jam antik kuno yang memancarkan sinar cahaya terang benderang.


Dia lalu menarik jam antik kuno itu sekuat tenaga dari selubung bayangan hitam.


"Bantu aku untuk menariknya, Aidl !", kata Aisyah setengah berteriak.


"Siap, Aisyah", sahut Aidl.


"Tarik Aidl ! Cepat !", teriak Aisyah.


Aisyah dengan sangat cepat menarik jam antik kuno itu dari selubung bayangan hitam hingga terlepas.


"Ayo kita pergi dari sini !", teriak Aisyah.


Aidl menarik tubuh Aisyah berenang ke atas permukaan danau ovan.


"Aidl ! Cepatlah ! Bayangan hitam itu mengikuti kita, Aidl !", teriak Aisyah panik.


Aidl menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat bayangan hitam itu dan membuat Aidl terus bergerak ke atas seraya mempercepat gerakan kakinya untuk berenang hingga mencapai keluar danau ovan.


"Oh tidak ! Bayangan hitam itu mengejar kita !'', teriak Aisyah panik.


Dia ikut menggerakkan kedua kakinya dengan cepat agar tubuh dia dan Aidl lebih cepat terdorong ke atas permukaan danau ovan.


Aidl menggerakkan kakinya keluar dari dalam danau ovan dan meloncat keluar menjauh dari danau ovan.


Melambung cepat di atas danau ovan menuju ke pinggir danau serta mendarat dengan keadaan selamat.


Akhirnya Aidl berhasil membawa Aisyah serta jam antik kuno keluar dari dalam danau ovan, dab mereka semua segera pergi menuju ke dalam kereta rollercoaster gulali.


Meninggalkan danau ovan penuh misteri itu dan kembali melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari mata air yang ketiga.

__ADS_1


Kereta rollercoaster gulali bergerak cepat meliuk-liuk di atas langit diantara awan-awan putih yang terbentang luas.


__ADS_2