
Aisyah memandangi pemandangan di dalam air yang tergenang di seluruh istana awan putih.
Berasa di sebuah aquarium raksasa yang dipenuhi anemon laut, suasana menjadi sangat tenang meski berada di dalam kereta gulali roller coaster, Aisyah masih merasakan dinginnya suasana di dalam air, itu berasal dari uap kaca kereta yang mengembun hingga ke dalam kereta.
"Apakah kamu telah memikirkan cara untuk keluar dari genangan air ini, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.
"Belum, karena hamba tidak menemukan idea untuk itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Memang sulit untuk keluar dari tempat ini bahakan sekarang ditambah oleh genangan air di seluruh istana awan kabut putih", kata Aisyah.
"Hamba rasa kita harus mengeluarkan air yang menggenangi tempat ini karena hanya itu satu-satunya cara untuk keluar dari sini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Tapi bagaimana caranya karena kita tidak mungkin untuk keluar dari kereta gulali ini sedangkan air dan anemon masih ada ?", kata Aisyah dengan bertanya-tanya.
"Benar juga, permasalahannya sekarang adalah air serta anemon laut. Karena selama masih ada di istana ini maka kita tidak dapat keluar dari tempat ini", sahut cermin ajaib.
"Itulah masalahnya sekarang yang kita hadapi, tidaklah mungkin bagi kita untuk keluar dari sini tanpa melewati genangan air serta anemon tersebut", kata Aisyah.
"Kenapa tidak anda tanyakan kepada sistem yang dapat berbicara itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin memberi saran.
"Berbicara kepada sistem itu, mana mungkin !?", sahut Aisyah seraya bersandar.
"Mengapa tidak, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Apakah kamu tidak melihat air yang tergenang di seluruh istana ini ?", tanya Aisyah.
"Hamba melihatnya, lantas adakah hubungannya antara sistem dengan genangan air, Nona Aisyah ?", tanya cermin lagi.
"Aku harus berbicara dengan sistem lewat layar monitor sedangkan di luar sana, air menggenang seperti lautan, itu sangat mustahil wahai cermin ajaib, karena aku harus keluar dari kereta jika ingin berbicara dengan sistem yang ada di istana ini", sahut Aisyah.
"Itu artinya jika anda ingin berbicara pada sistem maka anda harus menghidupkan layar sistem yang ada di istana, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Tepat sekali !", jawab Aisyah singkat.
"Rumit !? Ini sangat rumit sekali, dan cukup beresiko tinggi buat anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Hmmm..., kamu mengerti juga akhirnya, itu alasannya aku tidak dapat berbicara dengan sistem itu, wahai cermin ajaib...", kata Aisyah sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Astaga... Kita tidak dapat memecahkan persoalan yang satu ini karena kita tidak menemukan solusinya", ucap cermin ajaib.
"Nah, itulah sekarang masalah kita, terjebak !", kata Aisyah.
"Oh Tidak !?", ucap cermin ajaib.
Kereta gulali roller coaster mengambang di dalam genangan air yang memenuhi istana awan kabut putih.
Membawa Aisyah serta cermin kristal ajaib berenang mengitari istana awan putih yang tergenang air.
Tampak anemon-anemon laut bergerak melayang-layang kian kemari di dalam air, warnanya yang hijau membuat air turut terlihat kehijauan kekuningan karena anemon-anemon apabila tertimpa cahaya cerah dari sinar matahari.
Makhluk hidup yang mirip seperti bunga mawar karena bentuknya yang memiliki kelopak memang sangat menyerupai mawar dan cantik sekali.
"Kereta membawa kita bergerak mengelilingi istana awan putih ini di dalam genangan air, terasa berada di dalam lautan yang sesungguhnya", ucap cermin ajaib.
"Indah bukan ? Tapi sayangnya kita tidak bisa berenang menyelam keluar sana karena kita tidak memiliki kemampuan itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Benar sekali yang anda ucapkan itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Hmmm...", gumam Aisyah pelan seraya menghela nafas panjang.
"Lalu sampai kapan kita berada disini, Nona Aisyah !?", tanya cermin ajaib.
"Aku juga tidak tahu, kita akan berada disini sampai kapan, hanya saja kita harus mencari cara untuk mengeluarkan air ini dari istana awan putih agar kita dapat keluar dari kereta gulali roller coaster", sahut Aisyah.
"Bukan tugas yang mudah untuk kita lakukan, disamping kita tidak tahu cara untuk keluar dari tempat ini, kita juga tidak tahu cara untuk berbicara dengan sistem untuk bertanya", ucap cermin ajaib.
__ADS_1
"Itulah masalahnya sekarang buat kita, jika aku dapat bertanya kepada sistem mungkin akan sangat mudah untuk kita menyelesaikan semuanya", kata Aisyah.
"Huft !? Susah juga tugas yang anda harus selesaikan ini. Hamba saja tidak sanggup melakukannya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib mengeluh.
"Sudahlah tidak usah kamu pikirkan lagi, lebih baik kita menunggu sejenak sampai kita mendapatkan jalan keluarnya dari sini, sepertinya kita harus bersabar", kata Aisyah.
"Baiklah, hamba akan menunggu dengan sabar, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Kereta gulali roller coaster tampak mengelilingi istana awan putih yang dipenuhi genangan air.
Aisyah memperhatikan ruangan di dalam kereta gulali roller coaster, tampak sangat berbeda sekali dengan kereta gulali di dunia mimpi.
Kereta gulali ini dipenuhi oleh tombol-tombol yang mirip papan keyboard komputer serta dilengkapi layar monitor yang hampir sama seperti di dalam ruangan kendali pesawat.
"Aku baru menyadari jika di dalam kereta selengkap ini, dan berbeda dengan kereta gulali yang ada di dalam dunia mimpi", kata Aisyah terkejut.
"Berbeda ? Apakah yang berbeda dari kereta gulali roller coaster ini, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Apakah kamu tidak perhatikan ruangan kereta ini, lihatlah ! Kereta ini dilengkapi oleh layar monitor serta tombol yang mirip komputer !?", kata Aisyah lalu mendekat ke arah depan di dalam ruangan kereta gulali.
"Komputer ? Apakah yang dimaksud dengan komputer, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Komputer, ya !? Mmmm... Komputer adalah peralatan elektronik yang menerima masukan data, mengolah data dan memberikan hasil keluaran dalam bentuk informasi, baik itu berupa gambar, teks, suara ataupun video. Komputer generasi pertama dibuat pada tahun 1946 silam yang menggunakan media tabung vakum sebagai komponen dasarnya", jawab Aisyah mencoba menerangkan arti dari komputer.
"Hamba mulai memahaminya, tetapi agak rumit untuk di mengerti karena hamba baru tahu yang namanya komputer dari penjelasan anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Aku akan melihatnya dan mungkin saja aku dapat menghubungi sistem itu dari sini, aku akan mencobanya, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
Aisyah lalu menggosok kedua telapak tangannya untuk memulai mengoperasikan komputer yang ada di dalam kereta gulali.
Dia mulai menekan tombol yang ada di papan keyboard layar monitor, berwarna merah.
Saat Aisyah menyentuh tombol merah di atas papan tuts, terdengar bunyi dari layar yang mirip komputer itu.
"Tit... Tit... Tit...", suara dari layar yang mulai menyala.
"Benar sekali, dan sekarang aku akan memulai menjalankannya, wahai cermin ajaib", kata Aisyah bersemangat.
Aisyah mulai mengutak-atik tombol-tombol yang ada dihadapannya itu saat layar monitor mulai menyala.
Terdapat ribuan angka serta kalimat asing yang susah untuk dimengerti tetapi daya ingat Aisyah mengenai komputer masa depan yang dulu ia kuasai masih tajam dan melekat kuat di dalam pikirannya.
"Hmmm... Aku akan menyusun angka acak ini menjadi susunan domain elektron agar aku dapat memecahkan kunci sandi sistem kereta gulali ini, jika aku berhasil menembus sandi rahasia itu kemungkinan aku dapat menghubungi sistem istana itu...", kata Aisyah.
"Apakah itu !?", tanya cermin ajaib sambil bergumam.
"Sangat rumit untuk menjelaskannya, yang terpenting kita telah menemukan cara untuk menghubungi sistem, ini lebih baik daripada tidak sama sekali", sahut Aisyah yang tampak sibuk.
"Kenapa ingatan anda tentang komputer masih melekat kuat dalam kepala anda sedangkan ingatan yang lainnya tidak anda ingat sama sekali, Nona Aisyah !?", tanya cermin ajaib keheranan.
"Aku juga tidak tahu, atau itu mungkin disebabkan karena ingatan itu berupa keahlian yang biasa dikerjakan sehari-hari olehku dibanding ingatan lainnya", jawab Aisyah.
"Hmmm...", gumam cermin ajaib.
"SISTEM TERHUBUNG !", terdengar suara dalam layar monitor kereta gulali roller coaster.
"Yeay ! Akhirnya, aku dapat menerobos masuk ke dalam sistem setelah berhasil memecahkan kunci sandi ini, kita dapat menghubungi sistem istana itu lagi, wahai cermin ajaib", kata Aisyah senang.
"Luar biasa sekali keahlian anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Yach... Hal kecil buatku untuk meretas komputer manapun dan itu sangat mudah sekali asal tersedia komputer untukku maka aku akan mudah mengerjakannya", jawab Aisyah lalu tersenyum lebar.
"Anda memang hebat, Nona Aisyah", puji cermin ajaib.
"Tentu saja", sahut Aisyah bangga.
__ADS_1
Aisyah lalu menekan kembali tuts-tuts di atas papan keyboard di depannya dan ia terlihat sibuk lagi.
"Apa yang anda lakukan lagi ? Bukankah sistem telah terhubung, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib keheranan.
"Tunggu sebentar, masih ada yang harus aku selesaikan untuk menyempurnakan domain elektron ini supaya lebih mudah menghubungi sistem itu", kata Aisyah.
"Rumitnya...", ucap cermin ajaib lalu bersandar di atas kursi kereta gulali yang terbuat dari manisan jelly.
"Sabar..., tidak lama untuk menyelesaikannya, tunggu sebentar saja, aku pasti dapat berbicara dengan sistem istana itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
Terdengar suara dari layar monitor berbunyi lagi dan kali ini lebih cepat bunyinya dari yang tadi.
"Tiiiit... Tiiiit... Tiiiiiit... Tiiiiiit... Tiiiiiiit..."
"SISTEM KABUT ISTANA AWAN PUTIH TERHUBUNG ! ANDA MEMASUKI DUNIA VIRTUAL SISTEM KABUT ! BERSIAP-SIAP UNTUK TERHUBUNG DENGAN SISTEM !", suara dari layar monitor.
"Akhirnya aku dapat menembus sistem kabut itu, kita dapat berbicara dengannya sekarang", kata Aisyah.
"Benarkah ?", tanya cermin ajaib lalu terbang menghampiri Aisyah.
"Tunggulah, sebentar lagi kita dapat berbicara dengan sistem itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah lega.
Cukup lama untuk memecahkan kunci sandi agar dapat menghubungi sistem kabut istana awan putih karena harus memecahkan rangkaian angka yang lebih rumit lagi untuk menerobos masuk ke sistem kabut.
"SELAMAT DATANG KEMBALI DALAM SISTEM KABUT ISTANA AWAN PUTIH ! ANDA MENDAPATKAN KESEMPATAN UTAMA KARENA BERHASIL MEMECAHKAN KUNCI SANDI SISTEM KABUT", terdengar suara sistem berbunyi.
"Apa kabarmu, sistem ? Sangat sulit sekali untuk terhubung denganmu, sistem !?", kata Aisyah.
"APA KABAR ANDA NONA, SISTEM TELAH ANDA AKTIFKAN KEMBALI DAN ANDA BERHASIL MELAKUKANNYA DENGAN BAIK", suara sistem berbicara.
"Kabarku baik, sistem. Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, sistem", kata Aisyah.
"APAKAH ITU ? TANYAKANLAH !", sahut sistem.
"Bagaimana caranya aku dapat keluar dari istana ini ?", tanya Aisyah.
"SISTEM MENGANALISA PERTANYAAN DAN SEDANG MENJABARKAN ARTI DARI PERTANYAAN. DIHARAP MENUNGGU SEBENTAR, SISTEM MASIH MENGOLAH PERTANYAAN !", jawab sistem kabut.
"Baiklah, aku akan menunggunya, sistem kabut", sahut Aisyah.
"TIT... TIT... TIT... ", terdengar bunyi dari layar monitor sistem.
Tiba-tiba layar monitor berubah, tidak menampilkan lagi barisan angka panjang melainkan muncul gambar pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi.
"Pintu ?", ucap Aisyah heran.
"Sebuah pintu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Benar, hanya itu yang ditampilkan oleh sistem kabut istana awan putih setelah berhasil terhubung dengannya", kata Aisyah.
"Coba anda tanyakanlah lagi kepada sistem itu, apa maksud dari gambar pintu tersebut, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, aku akan mencoba bertanya lagi kepada sistem kabut itu", sahut Aisyah.
"Hamba rasa itu idea yang bagus, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Sistem kabut, apa yang harus aku lakukan dengan pintu itu ?", tanya Aisyah.
Tidak ada jawaban, hanya ada deretan tulisan berupa kalimat panjang yang muncul pada layar monitor saat Aisyah bertanya kepada sistem kabut istana awan putih.
"Pecahkan kode di dalam layar monitor lalu tulislah pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada sistem...", kata Aisyah membaca kalimat yang tertera pada layar monitor.
"Kenapa sistem itu tidak menjawab lagi ? Apakah rusak, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Aku tidak tahu, hanya ada tulisan di dalam layar monitor ini yang muncul dan mungkin seperti itu cara kerjanya sistem ini", sahut Aisyah lalu mengetik pertanyaan pada layar monitor.
__ADS_1
Aisyah lalu mengetik di atas papan tuts untuk memecahkan kode sistem agar ia dapat mengajukan pertanyaan kepada sistem, cara untuk keluar dari istana awan putih ini.