
Aisyah tampak duduk di atas cermin kristal besar yang sedang melayang terbang mengitari atas permukaan dasar taman halus yang tertutup dengan langit-langit yang semuanya terbuat dari manisan cokelat tua.
Berkeliling pelan mencari jalan keluar dari dalam dasar taman halus yang sangat curam dan terjal, kembali lagi ke dasar lalu berputar ke atas lagi untuk mencari-cari celah yang dapat di tembus dan ke bawah lagi, terus berulang-ulang kali.
Sayangnya tidak ada celah untuk keluar dari dalam dasar taman halus, semuanya tertutup oleh lapisan manisan cokelat tua, hampir tidak ditemukan jalan untuk menuju ke atas taman halus.
"Sepertinya kita hanya berputar-putar saja sedari tadi dan tidak menemukan apa-apa di atas sini, bahkan celah untuk keluar tidak ada sama sekali, semua tertutup", kata Aisyah.
"Benar sekali, nona, tapi kita pasti akan menemukan pintu keluar itu, dan jangan takut, Nona Aisyah", jawab cermin kristal ajaib padanya.
"Aku tidak takut, wahai cermin kristal ajaib, hanya aku merasa khawatir saja jika kita akan terjebak di dasar taman halus ini selamanya, lalu bagaimana kita akan hidup di tempat sesunyi ini !?'', kata Aisyah.
Gadis berwajah bening itu menolehkan kepalanya ke arah kanan dan kiri, mencari-cari jika ada cahaya yang masuk ke dalam dasar taman halus, berusaha menemukan jalan tembus yang menjadi jalan masuk sinar matahari tetapi tidak satupun celah yang terlihat di atas permukaan langit-langit dasar taman halus.
Mereka tidak menemukan apa-apa di atas sana, semuanya tertutup rapat oleh manisan cokelat tua, nyaris rata dengan lapisan cokelat yang padat.
"Mungkin kita harus mencari jalan keluar di tempat lain, karena aku lihat tidak ada satupun celah di atas sini, mungkin saja jalan keluar ada di area lainnya", kata Aisyah.
"Sebentar, nona, hamba akan mencoba kekuatan ajaib hamba dulu, mungkin saja dapat membantu kita keluar dari tempat ini", jawab cermin kristal ajaib.
"Kamu akan menggunakan kekuatan ajaibmu, wahai cermin kristal ajaib ?'', tanya Aisyah menoleh ke arah bawah.
"Benar, nona, tapi hamba harus menurunkan diri anda dulu karena hamba tidak dapat menggunakan kekuatan ajaib hamba apabila anda berada di atas badan cermin ini", sahut cermin kristal ajaib.
Cermin kristal ajaib itu bergerak perlahan-lahan turun ke arah bawah, kemudian meletakkan Aisyah di atas permukaan tanah dari cokelat.
Aisyah memandangi cermin kristal itu bergerak kembali ke atas dan berputar-putar disana, cermin kristal ajaib itu lalu mengeluarkan cahaya berwarna-warni yang sangat harum.
Cahaya warna-warni itu lalu membentuk pusaran awan yang berjumlah sangat banyak dan pusaran itu mirip dengan sebuah palu godam yang besar sekali bentuknya.
"Wow !? Benda apakah itu ? Besar sekali ?", gumam Aisyah tercengang kaget.
Benda berbentuk palu godam yang terbuat dari kumpulan awan itu lalu mulai menggerakkan dirinya ke atas. Dan memukul-mukul permukaan langit-langit dasar taman halus yang tebal serta sangat keras.
Mengeluarkan suara yang sangat nyaring sekali, hampir membuat gema di dalam dasar taman halus yang luas tersebut.
'DUM... DUM... DUM... DUM...", terdengar suara bertalu-talu yang menggema dari arah palu godam dari pusaran awan.
Aisyah yang melihat itu semua hanya dapat memandanginya dengan tatapan takjub tanpa sedkitpun mengeluarkan suara tatkala melihatnya.
"Pusaran awan yang berbentuk palu godam itu dapat bergerak cepat dan memukul dengan sangat kerasnya ke arah permukaan langit-langit dasar taman halus", kata Aisyah seraya berdecak kagum.
Pusaran awan yang berbentuk palu godam itu berputar, memukul lalu bergerak ke arah samping kanan dan kiri untuk mencari permukaan dasar taman halus yang tipis yang memungkinkan menjadi jalan keluar.
__ADS_1
Berulang kali palu godam berukuran besar itu memukul-mukul dinding permukaan langit-langit dasar taman halus dengan sangat kerasnya dan menggema, tetapi tiada hasilnya sama sekali.
Dinding langit-langit permukaan dasar taman halus itu tidak dapat di hancurkan bahkan tetap bergeming seperti sediakala, tetap kokoh dan kuat. Nyaris tidak terpengaruh oleh hantaman palu godam besar itu.
''DUM... DUM... DUM... DUM...", terdengar lagi suara palu godam yang memukul di atas sana.
Menggema keras di seluruh ruangan dalam dasar taman halus yang luas itu, menggetarkannya dan hampir mengguncangkan isi dasar taman halus tetapi tidak satupun retakan yang terlihat di atas sana.
"Dinding langit-langit itu sangat kuat sekali dan benar-benar tidak dapat di hancurkan, padahal tempat ini seluruhnya hanya terbuat dari manisan cokelat yang melapisi permukaan atas dasar taman halus ini", kata Aisyah terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang di lihatnya itu.
Aisyah menatap ke arah palu godam besar itu yang terus bergerak-gerak, dan berputar cepat sembari memukul-mukul ke langit-langit dasar taman halus tersebut.
"Apakah lebih baik kamu hentikan saja, wahai cermin kristal ajaib ? Karena aku lihat langit-langit permukaan dasar taman halus ini tidak dapat di hancurkan !?'', kata Aisyah sambil berteriak keras dari arah bawah.
Aisyah melihat cermin kristal ajaib yang berubah menjadi sangat besar itu terus mengeluarkan cahaya terang yang sangat kuat sekali dan dari dalam cahaya muncul pusaran awan yang terus menerus keluar tanpa henti-hentinya.
Aisyah kembali berteriak keras kepada cermin kristal ajaib itu agar cermin itu menghentikan aksinya.
"Wahai cermin ajaib, tolong hentikan itu semuanya ! Dan cepatlah segera turun ke bawah !", kata Aisyah dengan kerasnya.
"Tunggu sebentar, Nona Aisyah, tunggulah sebentar lagi, pasti hamba dapat menghancurkan dinding langit-langit ini", sahut cermin ajaib kristal itu pada Aisyah.
"Turunlah wahai cermin kristal ajaib, kita cari saja tempat lainnya, karena jika aku lihat, dinding langit-langit dasar taman halus itu tidak dapat di hancurkan", kata Aisyah dengan bersuara kerasnya.
"Baiklah... Aku akan menunggunya lagi...", sahut Aisyah sambil memperhatikan ke arah cermin kristal ajaib yang ada di atasnya.
Cermin itu hanya terdiam dan terus mengeluarkan cahaya terang dari dalam badannya, sedangkan palu godam besar dari pusaran awan itu terus bergerak memukul-mukul ke arah dinding langit-langit yang terbuat dari lapisan manisan cokelat tua.
Tidak ada perubahan yang ditunjukkan oleh palu godam besar itu bahkan permukaan dinding langit-langit dasar taman halus tidak sedikitpun tampak goyah ataupun hancur, tetap kokoh di atas sana.
"Benar-benar sangat kuat sekali, aku rasa dinding langit-langit dasar taman halus itu memang tidak dapat di hancurkan", kata Aisyah.
Aisyah kemudian berteriak lagi ke arah cermin kristal ajaib yang ada di atasnya dan memerintahkan cermin tersebut untuk segera turun ke bawah.
"Turunlah wahai cermin ajaib, turunlah dan aku memerintahkan kepadamu untuk turun dari atas sana !", ucap Aisyah.
"Baiklah, Nona Aisyah, hamba akan segera turun ke bawah", sahut cermin tersebut.
"Baguslah, kamu mengerti, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
Cermin kristal ajaib itu lalu menghentikan cahaya yang keluar dari dalam badannya, kemudian berangsur-angsur pusaran awan yang membentuk palu godam itu menghilang dari sekitar cermin tersebut.
Bergerak pelan turun ke arah Aisyah yang berada di bawah dan berubah menjadi kecil seperti semula, kembali ke bentuknya yaitu cermin kristal kecil.
__ADS_1
Aisyah menggantungkan cermin kecil itu di ikat pinggangnya yang ia lilitkan di pakaian tuniknya berwarna cokelat, mengikatnya dengan erat dan kuat sekali.
"Hmmm... Sebaiknya kita pergi dari sini, wahai cermin kristal ajaib, dan mari kita temukan jalan keluar dari dalam dasar taman halus ini", kata Aisyah kemudian kepada cermin miliknya
"Ah, iya, iya, nona, baiklah, mari kita segera pergi dari sini dan mencari jalan keluar", jawab cermin kecil itu sambil mendesah pelan.
"Sepertinya dinding langit-langit itu memang tidak dapat di tembus dan mungkin bukan itu jalan keluar dari tempat ini", kata Aisyah sambil menoleh ke arah atas.
"Maafkan hamba, nona, karena tidak dapat membantu anda untuk keluar dari dalam dasar taman halus ini", ucap cermin ajaib.
"Tidak apa-apa wahai cermin ajaib, aku tidak mempermasalahkannya, memang sangat sulit untuk keluar dari sini, aku saja yang terjebak di tempat ini sudah berusaha mencarinya akan tetapi aku tetap tidak menemukan jalan keluar dari sini", kata Aisyah.
"Mungkinkah memang tidak ada jalan keluar, nona ?", tanya cermin ajaib.
"Tidak mungkin jika tidak ada jalan keluar, pasti kita akan menemukannya walaupun membutuhkan waktu yang lama", jawab Aisyah.
"Apakah anda yakin itu, Nona Aisyah ?'', tanya cermin ajaib.
"Yah, tentu saja, wahai cermin ajaib, aku pasti akan menemukan jalan keluar itu karena aku pernah mendengar ada suara gemericik air di ruangan dasar taman halus ini", kata Aisyah.
"Suara gemericik air ? Dimanakah tempatnya, nona ?'', tanya cermin ajaib.
"Entahlah, wahai cermin ajaib, aku tidak tahu dari mana datangnya suara air itu tapi aku yakin jika ada air maka ada sebuah kehidupan di tempat ini dan di sekitarnya pasti ada jalan keluar", kata Aisyah.
"Air ?'', ucap cermin ajaib.
"Benar, ada air di dalam dasar taman halus ini tapi aku masih tidak menemukan sumber air gemericik itu, semakin aku berjalan untuk mencari sumber air itu tetap tidak dapat menemukannya, hanya terdengar suara gemericik air saja yang aku dengar", sahut Aisyah.
"Gemericik air ? Dari manakah sumber air itu berasal, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Aku juga tidak tahu tapi aku hanya mendengarnya dari kejauhan dan tidak melihatnya, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
"Mmm..., baiklah, mari kita segera mencari air tersebut, nona dan menemukan jalan keluar dari tempat ini", kata cermin ajaib.
"Iya, ayo kita segera temukan sumber air yang gemericik itu dan keluar dari tempat ini", jawab Aisyah.
Tampak Aisyah berjalan dengan langkah pelan dan menyeret karena menahan rasa sakit di tubuhnya akibat luka terjatuh.
Cermin kristal ajaib itu lalu bergerak-gerak di ikat pinggang Aisyah lalu melepaskan dirinya dan berubah menjadi besar seperti tadi.
Mengangkat tubuh Aisyah perlahan-lahan ke atas badan cermin kristal ajaib yang berukuran besar itu lalu meletakkannya. Dan membawa Aisyah terbang melayang-layang di dalam dasar taman halus yang luas tak terbatas.
Pergi membawa gadis muda nan pemberani, bernama Aisyah itu mencari sumber air yang tak terlihat serta menemukan jalan keluar yang penuh misteri.
__ADS_1