
Jam antik kuno memberikan idea untuk kembali ke karavan sara dengan alasan bahwa tinggal disana akan aman.
Burung garuda putih terbang menuju karavan sara dan mendarat tepat di kamar karavan yang dulu pernah ditinggali oleh Aisyah serta jam antik kuno.
"Kita akan tinggal di karavan sara selama berada di Persia", ucap jam antik kuno.
"Tempat apakah ini wahai jam antik kuno", kata Aisyah kemudian.
"Ini adalah karavan sara sebuah tempat untuk menginap orang-orang yang singgah di Persia saat mereka melakukan perjalanan", sahut jam antik kuno.
"Karavan sara ini sangat unik sekali dan sangat lengkap", ucap Aisyah.
"Hamba menambahkan perlengkapan lainnya sebelum kita dulu meninggalkan karavan sara ke negeri asal anda, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Maaf, jika aku tidak mengingat semuanya", kata Aisyah.
"Tidak apa-apa, nanti ingatan anda berangsur-angsur pulih kembali", ucap jam antik kuno.
"Wow ! Kamar ini sungguh unik sekali !", ucap Bilqis.
Ketika mereka masuk ke dalam salah satu kamar di karavan sara. Masih terlihat lengkap barang-barang yang ditinggalkan oleh mereka saat pergi untuk melarikan diri dari tuan agung suci.
"Barang apakah ini ?", tanya Bilqis keheranan.
Dia berjalan menuju ke sebuah kotak di pojok ruangan kamar karavan sara.
"Itu lemari es, tempat menyimpan makanan atau minuman supaya tetap awet", ucap jam antik kuno.
"Lemari es ? Aku baru mendengarnya dan melihat barang seunik ini", kata Bilqis.
"Kamu dapat mengambil makanan di dalam lemari es yang telah tersedia", ucap jam antik kuno.
"Apakah makanannya masih baik-baik semua, wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.
"Masih, bukankah semua makanan yang anda siapkan merupakan makanan konsumtif, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Maaf, kalau itu aku juga tidak ingat sama sekali", kata Aisyah.
Aisyah berjalan menuju tempat tidur lalu duduk di atasnya disusul oleh Tabib Naia yang hendak memeriksa kesehatannya.
"Aisyah, aku akan memeriksa kesehatanmu lagi", ucap tabib wanita itu seraya duduk disamping Aisyah.
"Iya tabib", sahut Aisyah.
Tabib Naia mulai memeriksa titik nadi Aisyah lalu membuatkan ramuan obat untuk diminum oleh Aisyah.
__ADS_1
"Minumlah ramuan obat ini dahulu Aisyah karena ini akan membuat ingatan di kepalamu akan menjadi kuat", ucap Tabib Naia.
"Terimakasih, tabib", kata Aisyah.
"Bagaimana kesehatan Nona Aisyah sekarang ini, tabib ?", tanya jam antik kuno.
"Saya rasa mulai ada perkembangannya daripada kondisinya yang kemarin, saat pertama kali saya melihat Aisyah", sahut Tabib Naia.
"Aku juga sudah tidak merasa pusing seperti biasanya setelah aku meminum ramuan obat darimu, tabib", kata Aisyah.
"Syukurlah kalau begitu Aisyah karena saya merasa bahagia ketika mendengar perkembangan kesehatanmu dan usaha yang telah saya lakukan tidaklah menjadi sia-sia", ucap Tabib Naia.
"Terimakasih Tabib Naia", kata Aisyah.
Aisyah menghabiskan ramuan obatnya lalu bertanya kepada jam antik kuno mengenai kamar untuk Tabib Naia di karavan sara.
"Apakah kamu tidak menyediakan kamar untuk Tabib Naia ? Tidak mungkin jika dia tidur di satu ruangan kamar denganku karena tempat tidur di kamar ini cuma ada satu, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.
"Tidak Nona Aisyah, karena hamba memang hanya menyediakan satu kamar saja untuk kita semua tinggal di karavan sara ini", ucap jam antik kuno.
"Kenapa wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.
"Karena akan memudahkan hamba untuk memantau keadaan kalian selama tinggal di karavan sara", sahut jam antik kuno.
"Tetapi alangkah baiknya jika kita menyediakan mereka masing-masing kamar di karavan sara ini", kata Aisyah.
"Hmmm, benar juga, aku berpikir akan terlalu mencolok buat kita jika terlihat keseringan berjalan di karavan sara ini", kata Aisyah.
"Memang benar, hamba telah melindungi karavan sara ini dengan mantera pelindung yang kuat tetapi kita juga perlu berhati-hati dengan orang-orang di karavan sara ini", ucap jam antik kuno.
"Iya, aku mengerti, lalu dimana mereka akan tidur, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.
"Hamba akan menyediakan tempat tidur buat Bilqis maupun Tabib Naia di satu kamar tidur ini, Nona Aisyah", jawab jam antik kuno.
"Itu adalah idea yang bagus, menurutku wahai jam antik kuno sehingga mereka dapat beristirahat", kata Aisyah.
"Tapi bukankah Bilqis adalah sosok bangsa jin, untuk apa kita menyediakan tempat tidur buatnya", ucap Badar dari dalam pedang awan putih.
"Hai Badar ! Meski aku adalah sosok jin tapi aku juga perlu beristirahat, mengertilah !", kata Bilqis.
"Kamu bisa tidur dimana saja bahkan tanpa tempat tidurpun kamu dapat tidur, Bilqis", sahut Badar.
"Aku ini adalah seorang Ratu Bilqis, dan jangan sembarangan kamu berbicara seperti itu tentangku, tidur dimana saja ? Aku biasa tidur di atas ranjang yang sangat nyaman bahkan seluruh tempat tidurku terbuat dari emas", kata Bilqis.
"Karena itulah aku katakan bahwa kamu bisa tidur dimana saja karena tempat tidurmu saja terbuat dari bongkahan emas yang keras", ucap Badar.
"Bukan di bongkahan emasnya melainkan di atas ranjang tidur yang empuk dengan tempat tidur terbuat dari emas murni", kata Bilqis.
__ADS_1
"Astaga ! Apakah itu tidak sama saja !?", sahut Badar.
"Tidak !", kata Bilqis kesal.
"Sudah-sudah... Jangan bertengkar lagi, akan semakin memperburuk suasana yang sudah tidak baik ini...", ucap jam antik kuno.
Aisyah hanya tertawa kecil ketika melihat Badar dan Bilqis masih saja berdebat mengenai tempat tidur.
"Tidak apa-apa kalau saya harus tinggal satu kamar di karavan sara, menurut saya itu juga sangat bagus sekali buat saya untuk sering-sering memantau kesehatan Aisyah", kata Tabib Naia.
"Biarlah jam antik kuno yang akan menyediakan tempat tidur untuk Tabib Naia beristirahat di karavan sara ini", kata Aisyah seraya tersenyum.
"Oh, saya sangat berterimakasih sekali mendengar ucapanmu Aisyah, saya senang tinggal satu ruangan kamar dengan kalian semua", kata Tabib Naia.
"Wahai jam antik kuno, tolong segera kamu siapkan tempat tidur untuk Tabib Naia maupun untuk Bilqis supaya mereka segera beristirahat karena kita memerlukan tenaga banyak untuk melanjutkan misi kita di Persia", kata Aisyah.
"Baik, Nona Aisyah. Akan hamba segera laksanakan perintah anda", sahut jam antik kuno.
Aisyah menganggukkan kepalanya pelan seraya memperhatikan kondisi kamar tidur yang merupakan bagian di karavan sara itu.
Memang Aisyah tidak mengingat semuanya tetapi dia merasakan bahwa tempat yang dia tinggali sekarang sangatlah akrab. Seakan-akan Aisyah pernah mengunjungi tempat itu.
Terlihat jam antik kuno mempersiapkan ranjang tidur untuk Bilqis serta Tabib Naia di dalam ruangan kamar tidur.
Muncul dua buah ranjang tidur yang lebih kecil dari tempat tidur milik Aisyah.
"Wah ! Aku akan segera pergi beristirahat setelah melakukan perjalanan panjang", kata Bilqis.
Bilqis langsung melompat ke atas ranjang tidurnya dan segera beristirahat sedangkan Tabib Naia berjalan pelan menuju ke tempat tidurnya.
"Apakah kamu senang sekarang Bilqis ?", tanya Aisyah.
"Tentu saja, aku sangat senang karena aku dapat tidur sekarang, Aisyah", kata Bilqis menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Aisyah.
"Bagaimana denganmu Tabib Naia ? Aku harap kamu juga menyukai ranjang tidur yang telah disediakan oleh jam antik kuno untukmu", kata Aisyah.
"Yah, aku juga sangat senang karena sejak tadi badanku terasa pegal dan tegang setelah memeriksa kesehatanmu, Aisyah", sahut Tabib Naia.
"Karena hari sudah mulai menjelang malam maka sebaiknya kita semua pergi beristirahat dahulu agar tubuh kita kembali segar esok harinya", kata Aisyah.
"Iya, tidak terasa kalau hari sudah mulai menjelang malam, dan sebaiknya kita segera beristirahat", kata Tabib Naia.
"Benar, akan lebih baik buat kita semua untuk tidur malam ini", kata Aisyah.
Karavan Sara mulai terlihat gelap suasananya di luar sana. Bintang-bintang mulai bertaburan di atas langit menandakan hari berganti malam.
Aisyah melihat ke arah sekitar kamar dan semua tampak hening terasa olehnya. Dia perlahan-lahan merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur dan memejamkan kedua matanya untuk beristirahat setelah dia meminum ramuan obat dari Tabib Naia.
__ADS_1
Bersiap-siap untuk menyambut hari selanjutnya, dan melanjutkan kembali misi mereka di Persia yang sempat tertunda karena berada cukup lama di istana awan putih.