
Aisyah berdiri di depan pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi dengan ekspresi wajah serius.
Terbersit dalam ingatannya sepotong kenangan yang samar tentang pintu-pintu yang dia temui di istana awan putih.
Tidak jelas, namun Aisyah ingat saat dia memasuki keempat pintu di istana awan putih, dia harus membuka pintu-pintu itu dengan kunci-kunci khusus yang di dapatnya dari pintu sebelumnya dan hanya ingatan itu yang tertinggal di kepalanya.
Aisyah memandangi kedua benda di tangannya, yaitu benda berbentuk harimau putih serta benda gulali bulat atau lingkaran.
Kedua benda yang dia dapatkan dalam dunia mimpi pada saat dia jatuh koma oleh sengatan anemon laut.
Aisyah lalu mengingat kembali petunjuk pada layar monitor kereta gulali roller coaster mengenai pintu kelima yang ada di hadapannya, berisi keterangan panjang tentang pintu terakhir di istana awan putih ini.
"BUKALAH PINTU BERUPA MANISAN LOLIPOP BENING YANG DIHIASI PELANGI DI ISTANA AWAN PUTIH INI DENGAN KUNCI KHUSUS DARI TAMAN HALUS LALU PECAHKANLAH KODE DI DALAM PINTU KELIMA ITU SETELAH MENYELESAIKAN TUGAS DI PINTU KELIMA MAKA WAKTU AKAN BERPUTAR KEMBALI MEMBUKA PINTU ISTANA AWAN PUTIH, JAM ANTIK KUNO AKAN KEMBALI AKTIF DAN TUGAS DI ISTANA AWAN PUTIH SELESAI..."
Aisyah terdiam.
Tidak ada kata yang ingin dia ucapkan atau yang keluar dari bibirnya yang mungil.
Dia sangat serius sekali saat melihat ke arah pintu yang ada di depannya itu.
Aisyah lalu melangkahkan kedua kakinya lebih dekat ke pintu kelima dan meraba pintu berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi.
Tampak tanaman menjalar foxglove yang keluar dari kereta gulali roller coaster masih ada dan menempel disekitar pintu kelima.
Aisyah kembali menatap kedua benda di tangannya lalu mencoba untuk memasukkan salah satu benda asing tersebut.
"Nona Aisyah...", panggil cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib terbang mendekat ke arah Aisyah yang tengah berdiri tepat di depan pintu.
Aisyah menolehkan kepalanya kepada cermin kristal ajaib disebelahnya.
"Iya...", sahut Aisyah singkat.
"Apakah anda sudah memilih benda yang akan anda masukkan ke dalam lubang pintu kelima itu ?", tanya cermin ajaib.
"Tidak !", jawab Aisyah.
Gadis berwajah bening bagaikan mutiara laut itu hanya menggerakkan kepalanya seperti menggeleng saat cermin kristal ajaib itu bertanya kepadanya.
Wajah Aisyah berubah bingung, dia tidak tahu harus memilih benda mana yang akan dia masukkan, hanya mengira saja tanpa berpikir dahulu.
"Jika anda hanya asal memilih kunci untuk membuka pintu terakhir maka akan membuang waktu saja, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Aku tahu itu... Tetapi jujur, aku tidak tahu benda yang benar-benar tepat untuk kunci pintu kelima di istana ini..., wahai cermin ajaib", sahut Aisyah pelan.
"Coba hamba lihat kedua benda itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, aku akan menunjukkannya kepadamu", kata Aisyah.
Aisyah lalu membuka kedua telapak tangannya dan terlihat dua benda berupa harimau putih metalik serta gulali lingkaran yang bening.
Kedua benda itu sangat berkilauan ketika cermin kristal ajaib itu melihatnya.
Cermin ajaib mendekat seraya mengamati dengan teliti kedua benda asing yang berasal dari dunia mimpi Aisyah.
"Mmmm... Hamba rasa benda berbentuk gulali lingkaran yang tepat untuk membuka pintu kelima ini, karena dilihat dari jenisnya yang sama-sama terbuat dari manisan atau permen maka benda gulali inilah yang cocok untuk kunci pintu kelima ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Kenapa kamu begitu yakinnya dengan benda gulali berbentuk bulat lingkaran ini ?", tanya Aisyah.
"Yah, karena dari jenisnya yaitu sama-sama terbuat dari manisan serta permen maka hamba menyimpulkan kalau benda yang terbuat dari gulali inilah yang sangat cocok untuk membuka pintu terakhir di istana ini", sahut cermin ajaib.
"Hmmm...", Aisyah bergumam pelan.
__ADS_1
Dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu kelima di depannya seraya menatap pintu itu dengan serius sekali.
"Aku juga berpikiran sama denganmu kalau benda gulali berbentuk bulat lingkaran ini adalah kunci pintu kelima", ucap Aisyah.
"Kalau begitu langsung saja anda masukkan gulali berbentuk bulat lingkaran itu pada lubang kunci pintu kelima, dan jangan menunggu lama karena anda harus keluar dari istana ini untuk mengembalikan jam antik kuno, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib mengingatkan.
"Hmmm...", gumam gadis muda itu lagi.
"Semangatlah dan jangan menunda waktu lagi, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib memberi semangat kepada Aisyah.
"Baiklah, aku akan memasukkan benda gulali berbentuk bulat lingkaran ini ke pintu kelima. Dan bersiaplah kalian berdua untuk menerima yang akan terjadi pada saat pintu kelima ini terbuka, kalian mengerti !?", kata Aisyah.
"Siap, Nona Aisyah !", sahut cermin ajaib.
Aisyah lalu menoleh ke arah anemon laut yang ada di belakangnya.
"Bagaimana denganmu anemon laut ? Apakah kamu telah siap ?", tanya Aisyah dengan menatap serius.
"Yah, aku sudah siap dan tenanglah, nona muda", ucap anemon laut.
"Baik, aku akan mencoba membuka pintu kelima ini", kata Aisyah.
Aisyah sejenak memejamkan kedua matanya seraya menarik nafas panjang kemudian terdiam dan memandang pintu kelima itu sekali lagi.
"Semoga langit melindungi kita semua ! Amien !", ucap Aisyah.
Satu... Dua... Tiga...
Aisyah memasukkan gagang gulali berbentuk bulat lingakaran di tangannya ke dalam lubang kunci pintu kelima.
Tidak butuh waktu lama, pintu terakhir di istana awan putih itu memancarkan cahaya terang berkilauan berwarna-warni mirip pelangi pada saat gulali bulat lingkaran itu masuk ke lubang kunci pintu kelima. Dan pada saat pintu itu bercahaya benderang, Aisyah berjalan mundur beberapa langkah dari pintu tersebut.
"Apa yang terjadi ?", kata Aisyah.
"Hamba tidak tahu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Baik...", ucap cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib lalu masuk ke dalam saku tunik Aisyah dan bersembunyi di sana, sedangkan Aisyah berlari ke arah anemon laut seraya berdiri di balik tubuh anemon laut ketika pintu kelima bercahaya terang.
Pintu berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi itu bergerak-gerak cepat mengeluarkan suara keras.
BRAK... BRAK... BRAK...
Daun pintu kelima itu bergerak terbuka dan tertutup dengan sendirinya saat mengeluarkan cahaya dan muncul bintang-bintang dari dalam pintu tersebut.
Bintang-bintang itu membentuk kilat yang besar serta tertancap berdiri di depan muka pintu kelima. Dan pintu kembali tertutup rapat.
Aisyah yang berdiri di balik anemon laut lalu berjalan keluar menuju ke arah benda kilat yang besar itu dan menghampirinya.
"Benda apakah ini !? Bentuknya seperti kilat tetapi sangat besar sekali. Apakah kamu tahu fungsi benda kilat ini, wahai cermin ajaib ?", kata Aisyah sembari bertanya.
"Emm, terus terang hamba tidak paham betul fungsi dari benda kilat berukuran besar itu tetapi setelah anda memasukkan gulali berbentuk bulat lingkaran pada pintu kelima, benda itu muncul, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Benar, aku juga melihatnya, dan kini pintu kelima tertutup kembali", kata Aisyah.
Aisyah menengok ke arah pintu kelima yang telah tertutup rapat setelah dia berhasil membuka pintu kelima itu dengan gulali berbentuk bulat lingkaran.
Dia menghela nafas panjang karena merasa usahanya menjadi sia-sia sekarang.
"Hmmm... Aku tidak dapat membuka pintu kelima itu dan usahaku gagal, wahai cermin ajaib...", kata Aisyah seraya menundukkan kepalanya lesu.
"Tidak, Nona Aisyah. Hamba rasa masih belum terbuka sepenuhnya karena hamba lihat anda telah berhasil membuka kunci pintu kelima. Dan buktinya keluar benda kilat ini", ucap cermin ajaib dari saku tunik Aisyah.
__ADS_1
"Iya, aku tahu, tetapi pintu kelima masih tertutup dan aku tidak dapat masuk kesana, itu artinya aku gagal", kata Aisyah.
"Emmm, hamba kira tidak gagal, karena anda belum mencoba kegunaan dari benda kilat besar ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Aisyah lalu mendongakkan kepalanya ke atas seraya memperhatikan benda berbentuk kilat di depannya.
Benda kilat itu sangatlah besar serta berpijar-pijar terang, badannya yang mengkilat bening seperti kaca hampir mirip cermin karena saat berdiri di depan benda kilat itu akan terlihat pantulan wajah kita di badan kilat.
"Kegunaannya !?", ucap Aisyah pelan.
"Iya Nona Aisyah, kita belum tahu akan fungsi benda kilat ini dan untuk apa benda itu berdiri di tengah-tengah muka pintu kelima", ucap cermin ajaib.
"Benar juga, pasti ada maksud di balik benda kilat ini. Dan kenapa benda ini ada disini !?", kata Aisyah. "Apalagi pintu kelima tertutup lagi karena benda kilat ini"
"Tidakkah anda perlu mencoba benda kilat ini, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Mencobanya ? Bagaimana caranya aku mencoba benda berbentuk kilat ini sedangkan aku tidak tahu kegunaannya atau caranya, wahai cermin ajaib ?", kata Aisyah.
"Apakah anda tidak ingin bertanya pada sistem, Nona Aisyah ?", ujar cermin ajaib dengan nada bertanya.
"Oh iya, aku hampir melupakan sistem itu. Baiklah aku akan menanyakan kepada sistem itu, tunggu sebentar !", sahut Aisyah.
Gadis muda berwajah bening bagaikan mutiara laut itu mengeluarkan benda berbentuk harimau putih metalik dari dalam saku tuniknya.
Aisyah menatapnya sesaat kemudian mengarahkan benda tersebut ke arah benda kilat besar yang berdiri menancap di atas lantai depan pintu kelima.
TIT...
TIT...
TIT...
Benda berbentuk harimau putih metalik berbunyi saat Aisyah mengarahkan benda itu ke kilat yang fungsinya sebagai alat pemindai sistem.
Muncul sejumlah keterangan pada layar transparan di badan benda kilat besar itu ketika Aisyah berhasil memindai sistem pada benda tersebut.
"Lihatlah, ada sejumlah keterangan tertulis pada layar transparan di badan kilat besar ! Coba kita baca, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Iya, Nona Aisyah... Tetapi sayangnya hamba tidak dapat membaca huruf atau tulisan...", sahut cermin ajaib.
"Emm... Kamu buta huruf !?", kata Aisyah sedikit kaget mendengar jawaban cermin kristal ajaib itu.
"Bukan buta huruf melainkan hamba tidak mengerti tulisan manusia zaman sekarang, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib menjelaskan alasannya yang tidak memahami tulisan.
"Oh, iya ! Maaf, aku juga hilang ingatan akan peristiwa munculnya keberadaanmu bersamaku dan menjadi benda milikku, maafkan aku, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Tidak apa-apa, hamba tercipta pada zaman Persia dan itulah yang menyebabkan hamba tidak mengerti tulisan atau huruf pada zaman masa depan ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Mmmm... Aku tidak ingat jika kamu berasal dari zaman Persia dan itu sangatlah kuno karena itulah kamu tidak mengerti huruf atau tulisan zaman sekarang", kata Aisyah.
"Iya...", jawab cermin ajaib tersipu malu.
"Tetapi anehnya kamu dapat mengerti ucapanku dan bisa berbicara dengan bahasaku, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Karena hamba adalah cermin kristal ajaib maka itulah keistimewaannya, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Hmmm... Aku paham itu... Baiklah, aku akan membaca keterangan mengenai benda kilat ini dan dengarkanlah yang aku ucapkan", kata Aisyah.
Aisyah lalu memperhatikan tulisan berisi keterangan serta penjelasan tentang benda kilat besar yang ada di depannya yang tertera pada layar transparan sistem.
"PUTARLAH BENDA KILAT DI DEPAN ANDA ! DAN BARANG SIAPA YANG MAMPU MENCABUT KILAT INI MAKA AKAN TERHUBUNG PADA PINTU KELIMA ISTANA AWAN PUTIH DAN SETELAH BERHASIL MELEWATI UJIAN PADA TUGAS MISI PINTU KELIMA MAKA WAKTU AKAN BERPUTAR KEMBALI SEPERTI SEDIAKALA, SELAMAT MENCOBA PETUALANGAN BARU ANDA DI PINTU KELIMA !"
Aisyah membaca keterangan yang sangat panjang itu dan sedikit rumit penjelasannya mengenai pintu kelima serta fungsi benda kilat itu.
__ADS_1
Dia harus memutar benda kilat besar itu dan mencabutnya sedangkan tubuh Aisyah yang ukurannya kalah besar dengan benda berbentuk kilat yang ada di depannya itu, tentu kerepotan dan sangat tidak memungkinkan untuk Aisyah melakukannya seperti pada penjelasan yang tertera pada layar transparan sistem.
Aisyah diam bergeming menatap benda kilat besar yang menghalangi pintu masuk pada pintu kelima istana awan putih. Karena dia sadari tugas itu sangatlah berat bagi gadis muda itu dan dia tahu tanpa melakukannya maka dia tidak akan pernah keluar dari istana awan putih dan waktu akan tetap berhenti.