Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
PINTU KEEMPAT


__ADS_3

Aisyah mengedarkan pandangannya ke arah kedua pintu yang tersisa didalam istana awan putih ini. Ia melihat dengan sangat serius ke arah kedua pintu tersebut.


"Tinggal dua pintu yang ada saat ini, dan aku tidak melihat petunjuk yang mengarah untuk memilih pintu mana yang harus aku tuju !", kata Aisyah.


Aisyah sejenak menatap kembali kedua pintu yang ada didepannya kemudian melangkahkan kedua kakinya menuju arah kedua pintu.


"Aku tidak memiliki kunci untuk masuk ke ruang pintu keempat ini tapi aku juga tidak bisa sembarangan memilih pintu untuk melanjutkan perjalanan waktu ini dan aku tidak dapat mengembalikan waktu yang berhenti berputar jika pergi dari tempat ini ?", kata Aisyah.


Aisyah hanya mampu menghela nafas panjangnya seraya memandangi sekitarnya.


Suasana di dalam Istana Awan Putih ini sangat hening sekali tanpa adanya tanda-tanda munculnya petunjuk dari layar monitor Sistem Kabut menuntunnya setelah dari danau merah.


"Apakah sistem itu telah rusak akibat kejadian di danau merah ? Tetapi itu sangat berbahaya jika sistem berhenti karena waktu tidak dapat kembali berputar lagi !", kata Aisyah. "Atau sistem tengah memperbaiki dirinya !?"


Istana Awan Putih ini benar-benar sangat lenggang tanpa adanya suara dari sistem ataupun suara celoteh jam antik kuno yang biasanya terdengar di setiap perjalanan waktu mereka. Ia melihat tanpa sengaja pakaian panjangnya yang berwarna merah menyala tampak sesuatu menyembul dari balik saku pakaiannya.


Aisyah lalu mengeluarkan benda yang ada didalam saku pakaiannya itu, dan betapa terkejutnya ketika ia melihat benda yang ia keluarkan dari dalam saku pakaiannya.


"Ikan Adu Siam ?", pekik Aisyah terkejut. "Bagaimana, bagaimana bisa ikan ini berada didalam saku pakaianku ? Bukankah ikan itu sangat besar sekali ? Ya, Tuhan !?"


Aisyah memandangi badan ikan adu siam yang ada digenggaman tangannya saat ia memperhatikan seluruh badan ikan adu siam itu, ia melihat ikan laga itu berbentuk mirip sebuah kunci. Badannya yang ikan mampu mengelabui pandangan mata yang melihatnya jika sebenarnya ikan laga atau ikan adu siam yang ada ditangannya itu adalah sebuah kunci.


"Ini ternyata kunci ? Tetapi bagaimana bisa ikan laga raksasa itu berubah menjadi sebuah kunci dan berada didalam saku pakaianku ini !?", kata Aisyah tertegun.


Pandangan Aisyah beralih kepada kedua pintu yang ada didepannya itu lalu memandangi kedua pintu itu secara bergantian. Ia tampak sangat bingung untuk memilih pintu mana yang harus ia buka agar bisa segera menyelesaikan misi dari Sistem Kabut yang telah diaktifkan ini.


Aisyah berpikir jika dirinya mampu menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh sistem Kabut dengan sebaik-baiknya serta memenuhi semua target maka ia akan dapat menggunakan sistem tersebut dalam perjalanan waktunya ke masa lima ratus tahun yang lalu untuk menemukan rahasia cara mengembalikan jam antik kuno itu kewujud asalnya. Karena ia berpikir bahwa ia tidak bisa selalu mengandalkan sihir atau keajaiban saja untuk membantunya menyelesaikan misi dalam perjalanan waktu dan ia berpikir sistem secanggih ini pastinya akan memiliki kelebihan tertentu yang bisa membantunya dan agar ia sendiri dapat menolong jam antik kuno untuk kembali kewujud asalnya.


Walaupun ia sepenuhnya telah menyerahkan seluruh hasil akhirnya kepada takdir Ilahi dan memilih untuk pasrah akan tetapi dalam keyakinan yang Aisyah miliki adalah bahwa dirinya harus berusaha dengan sebaik-baiknya dan harus menjadikan dirinya sangat kuat tak tertandingi dalam menghadapi peristiwa-peristiwa yang akan terjadi diperjalanan waktu nantinya.


"Pintu mana yang harus aku pilih saat ini ?", kata Aisyah lalu menggerakkan tubuhnya menuju ke arah kedua pintu yang ada didepannya itu. "Sedangkan kunci ikan laga ini berbeda !?"

__ADS_1


Aisyah lalu membungkukkan badannya mengamati lubang kunci kedua pintu didepannya secara bergantian sambil mencocokkan bentuk kunci ikan laga dengan lubang kunci.


"Kenapa tidak ada yang cocok sama sekali dengan lubang kunci kedua pintu ini ?", kata Aisyah keheranan. "Apakah ini bukan kunci pintu-pintu ini ?"


Akhirnya Aisyah mengambil sebuah keputusan untuk mencoba ikan laga berbentuk kunci ini memasukkannya kearah lubang-lubang kunci pintu satu persatu.


Saat memilih pintu pertama untuk memasukkan kunci ikan laga ini, ia tidak melihat reaksi pada pintu itu sama sekali. Ia mencoba untuk menunggu beberapa menit mungkin pintu pertama pilihannya itu akan memberikan reaksi tertentu.


"Aku akan menunggu pintu pilihan pertama itu terbuka, mungkin sebentar lagi pintu itu akan bereaksi serta terbuka dengan sendirinya setelah aku memasukkan kunci ikan laga itu ?", kata Aisyah. "Tapi kenapa saat kunci ikan laga itu saat dimasukkan kedalam lubang kunci pintu sangat cocok sekali ? Padahal ikan kunci laga bentuknya dengan lubang kunci pintu tidak ada yang cocok sama sekali !?"


Aisyah lalu berdiri tegak memandangi pintu yang ada didepannya itu dan menunggu sambil duduk diatas awan yang sedang melayang-layang yang ada didalam istana awan putih ini.


Waktu didalam Istana Awan Putih ini sangatlah berbeda dan perubahan waktu ditempat ini tidak mengalami perubahan sama sekali bahkan cenderung stabil.


"Kenapa masih saja tidak ada perubahan dipintu itu ?", kata Aisyah bingung. "Mungkin ini bukan kunci untuk pintu itu !? Aku lebih baik melepaskan saja kunci dari ikan laga itu !"


Cukup lama Aisyah menunggu pintu yang ada didepannya itu terbuka tetapi tetap saja pintu bergeming tidak terbuka. Ia kemudian berjalan mendekat ke arah pintu lalu buru-buru melepaskan kunci berbentuk ikan laga dari lubang kunci pintu.


"Mungkin ikan laga berbentuk kunci ini lebih cocok jika dimasukkan kedalam lubang kunci pintu yang satu ini !?", kata Aisyah.


Tiba-tiba pintu yang tadi ia masukkan kunci ikan laga itu terbuka keras dengan sendirinya dan daun pintunya bergerak-gerak cepat mengeluarkan suara gaduh yang teramat kerasnya.


"BRAK ! BRAAK ! BRAAAK !!! BRAAAAKKK !!!", terdengar suara keras dari pintu yang terbuka lebar itu. "BRAK ! BRAK ! BRAK !!!"


Aisyah diam tercengang melihat kearah pintu yang terbuka lebar dengan kerasnya itu. Ia memandangi pintu membuka dan menutup dengan sendirinya, gadis berwajah bening itu hanya berdiri bergemin melihat pintu itu.


"A-a-p-a pintu, pintu itu ada hantunya !?", kata Aisyah berjalan mundur beberapa langkah kebelakang serta tersentak kaget. "Kenapa, kenapa pintu itu bisa terbuka dengan sendirinya ? Pad-pada-hal aku, aku telah melepaskan ikan laga berbentuk kunci itu dari pintu !?"


Aisyah lalu berlari menjauh seraya bersembunyi dibalik meja awan putih itu yang ada ditengah-tengah ruangan istana awan putih ini.


"Mungkinkah ini pintu keempat untuk menyelesaikan misi sistem kabut ?", kata Aisyah. "Tapi kenapa tidak sedari tadi pintu ini terbuka dan baru sekarang ?"

__ADS_1


Aisyah teringat dengan wanita berkerudung putih itu yang menyerupai wajah ibunya itu. Ia ingat jika wanita itu merupakan penjelmaan dari hantu yang sangat menyeramkan serta tampangnya sungguh menakutkan. Ia sempat bergidik gemetar jika mengingatnya.


Pintu itu masih terbuka lebar dengan sendirinya dan Aisyah tidak melihat sesuatu yang aneh yang keluar dari dalam pintu tersebut.


"Sepertinya aman-aman saja ! Aku akan mencoba melihatnya !", kata Aisyah lalu menghampiri pintu yang ada didepannya itu. "Tidak ada apa-apa yang terjadi didalam ruangan pintu keempat ini !?"


Aisyah mencoba berjalan masuk kedalam ruangan pintu keempat akan tetapi saat kakinya masuk kedalam ruangan pintu keempat keluar air dari dalam ruangan tersebut dan membasahi seluruh ruangan didalam istana awan putih ini.


"Ya Ampuun !!!", teriak Aisyah kaget ketika air itu menerpa wajahnya dengan sangat kerasnya. "Air darimana ini ???"


Air terus keluar dari dalam ruangan pintu keempat dan membanjiri istana awan putih ini. Ia melihat seluruh tempat ini tergenang oleh air. Ia berusaha untuk tetap bertahan didepan pintu keempat dan menunggu air dari dalam ruangan pintu keempat surut dan berhenti. Akan tetapi air itu tidak ada henti-hentinya dan terus keluar dari dalam ruangan pintu keempat.


"Kenapa air ini tidak berhenti juga dan airnya tetap deras mengalir keluar dari dalam ruangan pintu keempat ?", kata Aisyah sambil menutupi wajahnya dengan kedua lengan tangannya. "Apa yang sebenarnya sedang terjadi sekarang ini !?"


Aisyah melihat seluruh istana awan putih ini tergenang air yang keluar dari dalam ruangan pintu keempat dan air terus mengalir tiada henti-hentinya tetapi hal itu tidak membuat surut langkah Aisyah untuk masuk kedalam ruangan pintu keempat yang anehnya didalam ruangan pintu keempat ini air tidak menggenangi ruangan didalam pintu keempat ini meski air terus keluar mengalir deras dari tempat ini.


Air memang terus mengalir keluar dari lantai ruangan pintu keempat tetapi didalam sini sama sekali tidak terlihat air memenuhi ruangan ini.


"Ruang dipintu keempat tidak dipenuhi oleh air sama sekali tetapi air diluar sana membuat istana awan putih tergenang penuh dengan air !? Ini sangat aneh sekali !", kata Aisyah.


Air tampak semakin tinggi menutup jalan pintu keluar ruang pintu keempat dan anehnya air itu tidak masuk kedalam ruangan pintu keempat ini. Hanya terlihat seperti ia sedang berada didalam sebuah kapal selam yang sekelilingnya dipenuhi oleh air atau seperti ia sedang melihat akuarium raksasa diluar sana.


"Wow !? Apa ini !? Aku seolah-olah berada didalam sebuah akuarium raksasa dengan panorama air !?", pekik Aisyah bergambah takjub. "Ini ajaib sekali ! Dan aku tidak percaya ini benar-benar terjadi dihadapanku sekarang ini !?"


Pemandangan yang Aisyah lihat dari dalam ruangan pintu keempat seperti ia sedang berada didalam lautan yang dalam.


Air memenuhi seluruh ruangan istana awan putih diluar sana dan tidak ditempat Aisyah berada karena air hanya mengalir deras keluar dari dalam ruangan pintu keempat tapi tidak membuat ruangan ini banjir seperti diluar sana.


Tiba-tiba terdengar suara aneh yang keluar dari dalam air yang mengalir deras didalam ruangan pintu keempat ini dan suaranya terdengar seperti benda keras.


Aisyah terbelalak kaget saat melihat apa yang terjadi dihadapannya itu dan tampak sekali ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Aisyah sangat serius dan ia tercengang tak percaya apa yang sedang Aisyah lihat didepannya itu.

__ADS_1


__ADS_2