
Bilqis langsung menerjang keluar dari dalam kios kosong itu dan menyerang tuan agung besar dengan kekuatan magicnya.
Tentu saja serangan itu sangat mengejutkan tuan suci yang berdiri bercakap-cakap dengan kawannya.
SYAT... SYAT... SYAT...
"Apa ini !?", ucap tuan agung besar itu.
Dia melompat mundur menghidari serangan dari Bilqis yang datangnya secara bertubi-tubi dan nyaris tidak memberinya kesempatan.
"Oh kamu perempuan dari Sheba, rupanya kamu dapat keluar dari istana emas yang mengurung mu itu", kata tuan berjubah putih itu dengan tajamnya.
"Iyah, aku menuntut balas akan perbuatan mu padaku yang bertindak sewenang-wenang", sahut Bilqis penuh emosi.
"Kamu patut mendapatkan hukuman itu karena kamu tidak tunduk pada kekuasaan kerajaan Persia", sahut tuan agung itu.
"Tidak sepatutnya aku harus tunduk pada perintah kalian karena aku memiliki kekuasaan sendiri dan tidak seorangpun boleh memerintah negeriku, tuan", ucap Bilqis.
"Peraturan tetap harus aku tegakkan ratu, bagaimanapun juga aku hanyalah seorang utusan yang harus menaati perintah negeriku", sahut tuan agung besar itu.
"Kembalikan pusaka milik kerajaanku !", kata Bilqis.
"Maaf, pusaka itu merupakan barang pampasan saat aku menaklukkan mu ratu dan tidak mungkin kamu bisa mengambilnya semau mu", sahut tuan agung.
"Berani sekali kamu mengambil pusaka kerajaan milik kami, dan sekarang waktunya kamu menyerahkannya kembali padaku, tuan", ucap Bilqis.
"Silahkan ! Jika kamu mampu mengambilnya dari tanganku, nona", lanjut tuan agung.
"Aku akan merebut pusaka itu dari mu dengan paksa, wahai orang suci", kata Bilqis.
Bilqis melesat cepat melakukan serangan-serangan ajaibnya kepada tuan agung besar, tampak sekali tuan bersorban itu kewalahan dengan serangan dari Bilqis.
"Terimalah ini orang suci ! Kekuatan Sheba !", teriak Bilqis berapi-api.
Keluar cahaya emas dari telapak tangan Bilqis yang mengarah lurus ke tuan agung besar itu.
Cahaya emas hampir mengenai tubuh pria berjubah itu, dengan sangat cepat tuan suci dari Persia melompat mundur untuk menghindari serangan dari Bilqis.
DAK...
Ledakan muncul saat cahaya emas itu mengenai sebuah lapak penjual buah-buahan serta menluluh lantakkan lapak itu.
"Menyerahlah wahai tuan suci yang agung !", ucap Bilqis mengingatkan.
"Tidak semudah itu aku menyerah", sahut tuan agung besar.
"Baiklah, jangan salahkan jika aku memakai kekerasanku wahai tuan agung besar", ucap Bilqis.
Kembali Bilqis melemparkan serangannya secara bertubi-tubi kepada tuan agung besar itu.
Aisyah yang melihat pertempuran antara Bilqis dan tuan agung dari arah atas bunga tulip raksasa dengan hati was-was.
Dia takut jika tuan agung besar itu akan melukai Bilqis karena Aisyah tahu kekuatan pria bersorban putih yang sebenarnya.
DASH...
Bilqis kembali mengarahkan sinar cahaya dari kedua tangannya ke arah tuan agung besar yang tampak terpojok.
Ternyata kekuatan ajaib milik Ratu Bilqis sungguh luar biasa dahsyatnya bahkan hampir menghancurkan seluruh area pasar tradisional yang ada di kota Persia.
"Apakah Bilqis mampu menghadapi tuan agung besar itu ?", tanya Aisyah.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera membantu Bilqis agar ratu itu tidak dapat dikalahkan, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Bagaimana menurutmu Badar ?", tanya Aisyah.
"Benar yang diucapkan oleh jam antik kuno itu, lebih baik kita segera membantu Ratu Bilqis menghadapi tuan agung", sahut Badar.
"Baiklah, kita turun sekarang", kata Aisyah.
Aisyah langsung melompat ke arah bawah bersamaan itu dia langsung melesat cepat ke arah tuan agung besar itu.
Tangan Aisyah langsung keluar perisai pelindung berbentuk bintang saat dia terbang cepat.
"Bilqis berhati-hatilah !", ucap Aisyah.
Aisyah mengarahkan perisai bintangnya yang mengeluarkan cahaya terang tetapi tuan agung besar itu sangatlah sakti karena dia mampu menghindari serangan-serangan dari perisai bintang milik Aisyah dengan cepatnya.
Dari arah berlawanan datang serangan dari Bilqis yang membabi buta.
Namun, tuan agung besar itu sangatlah kuat sekali bahkan dia mampu mengembalikan serangan milik Aisyah maupun milik Bilqis kepada mereka berdua.
"Awas Aisyah !", teriak keras Aidl.
Pria berwajah tampan itu langsung bergerak cepat ke arah Aisyah dan membawa gadis muda itu menjauh dari serangan balik tuan agung besar itu.
"Hati-hati Aisyah !", kata Aidl lalu menghela lega.
"Terimakasih Aidl atas bantuannya...", sahut Aisyah.
"Rupanya tuan itu bukanlah lawan yang sebanding untuk mu, Aisyah", ucap Aidl.
"Aku tahu, Aidl, karena itulah aku melakukan perjalanan yang amat panjang selama melintasi waktu untuk mengasah kemampuanku bertarung", lanjut Aisyah.
"Tetapi dia bukanlah lawan yang mudah untuk kamu hadapi, Aisyah", kata Aidl.
Betapa terkejutnya Aisyah ketika melihat Bilqis yang tengah terkapar di bawah, Aisyah hendak menuju Bilqis tetapi di tahan oleh Aidl.
"Jangan ke sana, tuan agung itu terlihat akan menangkap Bilqis !", kata Aidl seraya memegangi tangan Aisyah erat-erat.
"Oh tidak, Aidl... Aku harus menolong Bilqis kalau tidak dia akan terkurung kembali...", ucap Aisyah.
"Aisyah !", teriak Aidl teekejut.
Aisyah berhasil lepas dari genggaman tangan Aidl serta melesat kencang ke arah Ratu Bilqis yang tengah terkapar di tanah pasir.
"Wahai perisai pelindungku, aku perintahkan padamu untuk melindungi kami ! Jadilah besar !", perintah Aisyah pada Bintang Roh yang ada di tangannya.
Perisai pelindung miliknya lepas dari tangan Aisyah kemudian langsung berubah menjadi besar dan berdiri melindungi Aisyah yang tengah bergerak mendekati Bilqis.
"Bilqis !", teriak Aisyah terkejut saat perempuan berparas jelita itu diam di atas tanah.
Aisyah menghampiri Bilqis lalu mengangkat kepala perempuan itu, terlihat darah mengalir dari arah mulut Bilqis yang tertutup rapat.
"Bilqis ! Sadarlah ! Bilqis !", ucap Aisyah.
DANG... DANG... DANG...
Terdengar suara keras yang menghantam perisai pelindung milik Aisyah yang berbentuk bintang.
Suara hantaman itu sangat mengejutkan Aisyah sehingga dia langsung memutar badannya ke arah perisai pelindung yang berada tepat di depannya.
DANG ! DANG ! DANG !
Kerasnya hantaman itu mampu membuat perisai pelindung milik Aisyah bergetar hebat bahkan mampu bergeser sedikit dari tempatnya berdiri
__ADS_1
"Oh tidak, apa yang harus aku lakukan saat ini ?", tanya Aisyah kebingungan.
"Tenanglah Nona Aisyah ! Pelindung bintang milik anda sangatlah kuat dan tidak akan mampu dihancurkan", ucap jam antik kuno dari dalam saku pakaian Aisyah.
"Tetapi kita tidak mungkin terus bertahan di belakang perisai ini, karena kita harus membawa Bilqis secepatnya dari sini", kata Aisyah.
"Baiklah, hamba akan memanggil bunga tulip kuning raksasa itu kemari, Nona Aisyah !", sahut jam antik kuno.
"Cepatlah ! Cepatlah !", ucap Aisyah.
Sebelum jam antik kuno sempat memanggil bunga tulip kuning raksasa itu, tiba-tiba dari tubuh Bilqis keluar cahaya yang menyilaukan kedua mata Aisyah
"Ada apa ini !?", pekik Aisyah.
Tubuh Ratu Bilqis langsung terbang melayang ke atas dan berputar-putar kencang sehingga membuat pusaran angin yang mampu menerbangkan semua yang ada di area itu.
"Astaga...", ucap jam antik kuno.
"Apa itu ?", tanya Aisyah.
"Dia berubah menjadi sosok ratu penguasa negeri Sheba yaitu ratu jin", sahut jam antik kuno.
"Bukankah dia memang seorang ratu dari bangsa jin, apa ada yang salah !?", kata Aisyah.
"Tidak, memang tidak ada yang salah tetapi sekarang kita harus berhadapan dengan seorang ratu jin yang sangat kuat sekali", jawab jam antik kuno.
"Benarkah !?", ucap Aisyah.
Bilqis menjelma menjadi sosok jin yang berukuran besar dengan tubuh berkilauan, dia memandang ke arah bawah dengan mata penuh amarah.
"Wahai tuan agung besar, aku perintahkan kepadamu untuk mengembalikan pusaka kerajaan milikku !", pinta Ratu Bilqis.
Suara ratu jin terdengar menggelegar keras di area tempat orang-orang Persia tengah bertransaksi yang dikenal dengan istilah pasar tradisional Persia.
"Hai ratu jin, aku tidak akan mengembalikan pusaka milikmu itu kepadamu", sahut tuan agung besar itu dengan nada yang tegas.
"Apa yang kamu sedang melawanku ?", tanya Ratu Bilqis.
"Tidak, aku hanya berusaha mencegah petaka yang lebih besar dari ini, wahai ratu jin", sahut tuan agung besar.
"Kamu benar-benar membuat kesabaranku menghilang, wahai orang suci", ucap ratu jin itu marah.
"Sayangnya, usahamu untuk mendapatkan kembali pusaka itu tidak akan pernah terwujud", lanjut tuan agung besar itu.
"Baiklah kalau kamu memaksanya seperti itu maka jangan salahkan aku untuk menghancur leburkan seluruh tempat ini", sahut ratu jin yang berukuran raksasa itu.
"Itu artinya kamu harus berhadapan dengan Kerajaan Persia, wahai ratu jin", kata tuan agung besar itu.
Aisyah yang mendengar pembicaraan mereka hanya mampu memperhatikan mereka dari tempatnya berdiri.
"Apa yang mereka bicarakan sebenarnya ?", tanya Aisyah semakin bingung.
"Sebaiknya kita ikuti arah pembicaraan diantara mereka, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Haruskah Bilqis menghancurkan seluruh Persia demi mengambil pusaka miliknya itu !?", tanya Aisyah.
"Entahlah, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno. "Tetapi kita telah membangunkan ratu jin penguasa dunia bangsa jin", sambungnya.
"Ini sungguh berbahaya bagi keselamatan setiap umat manusia, wahai jam antik kuno", kata Aisyah cemas.
"Benar sekali, karena akan ada bencana besar di negeri Persia ini karena kedatangan ratu jin penguasa yang mampu menghancurkan seluruh negeri ini, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
Aisyah tidak mampu berkata-kata lagi dengan semua kejadian yang ada dihadapannya itu dan dia hanya terdiam melihat Bilqis yang menjelma menjadi sosok ratu jin yang sangat besar ukuran tubuhnya.
__ADS_1
Menatap tajam penuh amarah kepada tuan agung besar yang ada di bawahnya dan berdiri dihadapannya dengan sikap gagah.