
Aisyah berdiri melayang di atas danau Urmia bersama Aidl, pria yang berasal sama dengannya dari masa depan.
Keduanya menunggu jam antik kuno yang berada didalam danau Urmia muncul ke permukaan danau berwarna merah.
"Sepertinya kita harus menunggu dengan sabar, Aisyah", ucap Aidl.
"Iya...", sahut Aisyah.
"Sudah hampir satu jam lebih kita menunggu di atas danau Urmia ini", kata Aidl.
"Lebih lama dari sebelumnya", lanjut Aisyah.
"Apalagi kita tidak tahu seberapa dalam dasar danau merah ini", kata Aidl.
"Karena danau Urmia ini tidak bisa kita masuki karena kandungan garamnya yang tinggi dan agak membahayakan kita jika menyelam kesana", sahut Aisyah.
"Iya, benar yang kamu katakan lebih baik kita menunggunya diluar saja dengan sabar", ucap Aidl menimpali.
"Iya...", sahut Aisyah singkat.
Masih belum terlihat tanda-tanda dari jam antik kuno itu akan keluar dari dalam air danau Urmia.
Aisyah menunggunya dengan sangat sabar tanpa mengeluh sedikitpun.
Waktu terus berlalu dan suasana disekitar danau Urmia masih lenggang serta sepi.
Tidak ada tanda kehidupan di area danau Urmia, semuanya tampak tenang bahkan air danau yang berwarna merah tidak beriak sedikitpun.
"Ini benar-benar sangat lama", ucap Aidl.
"Kita tunggu sebentar lagi", sahut Aisyah.
"Tetapi aku sudah tidak sabar dan ingin melihatnya ke dalam danau Urmia itu, Aisyah", kata Aidl.
"Jangan ! Danau Urmia sangat misterius dan tampak berbahaya, aku takut terjadi sesuatu denganmu jika kamu menyelam kesana, Aidl", jawab Aisyah.
"Fuih... ! Baiklah...", sahut Aidl.
Kembali keduanya terdiam bergeming di atas danau Urmia seraya memandangi air danau yang berwarna merah tanpa bersuara.
Sejenak, air danau merah menunjukkan tanda, mulai terlihat air bergerak-gerak membentuk lingkaran spiral yang berputar.
"Lihatlah air danau itu bereaksi !", kata Aisyah.
"Artinya jam antik kuno itu akan muncul dari dalam danau Urmia", sahut Aidl.
"Kita tunggu saja disini, mungkin saja reaksi dari hewan yang ada di dalam danau Urmia", kata Aisyah.
"Baiklah, kita tunggu diluar saja", sahut Aidl.
Air danau Urmia semakin lama semakin bergerak cepatnya lalu muncul semburan air yang sangat keras dari dalam danau merah keluar ke atas.
"Air danau merah itu menyembur kemana-mana, apa yang sedang terjadi ?", tanya Aisyah.
"Apa itu yang keluar dari danau merah ?", kata Aidl.
Terlihat banyak tumbuhan alga warna merah semburat keluar dari dalam air danau Urmia dan tersebar keseluruh penjuru danau.
__ADS_1
"Ada apa ini !?", ucap Aidl.
"Awas Aidl ! Tanaman itu berbahaya !", teriak Aisyah.
"Apa !?", kata Aidl.
Aidl memalingkan mukanya ke arah Aisyah yang menariknya menjauh dari atas danau merah.
"Lihatlah ! Alga merah itu berasap !", ucap Aisyah.
Aisyah menunjuk ke arah tepian danau yang terdapat tanaman alga merah berserakan di atasnya.
Alga-alga merah itu terlihat mengeluarkan asap seperti terbakar dan membuat sekitar tepian danau berwarna merah.
"Itu sangat berbahaya jika mengenai kita, karena mungkin saja alga merah itu beracun", lanjut Aisyah.
"Benar yang kamu katakan, Aisyah", ucap Aidl.
"Apa yang terjadi ? Dan kenapa tiba-tiba danau merah yang tadinya tenang lalu berubah beriak seperti itu !?", kata Aidl.
"Bahkan tidak ada tanda jam antik kuno itu akan muncul dari arah danau", sahut Aisyah.
"Mungkin ini sekedar reaksi dari dalam danau Urmia", kata Aidl.
WUSH... WUSH... WUSH...
Semburan air mulai muncul kembali dari dalam danau Urmia dan berputar kencangnya.
Cahaya merah terlihat keluar memancar keseluruh area danau Urmia hingga batas luar danau yang berwarna merah.
"Lihat sesuatu keluar dari dalam danau merah !", teriak Aisyah.
"Cahaya itu sangat memancar terang !", kata Aisyah.
Sesosok bayangan putih lalu muncul dari dalam danau Urmia melesat cepat kemudian melayang di atas danau merah.
Aisyah terperangah kaget ketika melihat sosok bayangan putih yang tak asing dilihatnya.
"Dia...", ucap Aisyah.
Sesosok bayangan putih itu lalu bergerak mendekat ke arah Aisyah dan melayang dihadapannya.
"Hosh Amadid, nona Aisyah !", sapa sesosok bayangan putih itu.
"Kamu ?", sahut Aisyah terkejut kaget.
"Iya, apa kabar anda, nona Aisyah !?", ucap sesosok bayangan putih.
"Siapakah kamu ?", tanya Aisyah.
"Hamba adalah jin yang dikutuk masuk ke dalam jam antik kuno", sahut sesosok bayangan putih itu
"Kamu... Kamu adalah jam antik kuno itu !? Dan kamu telah berhasil keluar dari jam antik kuno itu !?", tanya Aisyah.
"Benar, nona Aisyah..., tetapi hamba belum sepenuhnya kembali ke wujud asal hamba", sahut sesosok bayangan putih.
"Benarkah !? Berarti kamu masih harus berendam ke mata air selanjutnya, dan bagaimana aku memanggilmu ?", kata Aisyah.
__ADS_1
Sesosok bayangan putih itu lalu mengeluarkan jam antik kuno yang merupakan tempat dia bersemayam selama ini.
"Nama hamba Sulaiman...", sahut sesosok bayangan putih itu.
"Sulaiman...", kata Aisyah.
"Benar, hamba adalah bangsa jin yang bermukim di negeri Persia antara dunia manusia dan dunia jin", sahut jin Sulaiman.
Sesosok bayangan putih yang bernama Sulaiman itu lalu memberikan jam antik kuno terbuat dari emas murni kepada Aisyah.
"Ambillah jam antik kuno ini, nona Aisyah", ucap jin Sulaiman.
"Untukku !?", tanya Aisyah.
"Benar, hamba memberikannya khusus untuk anda sebagai hadiah karena telah membebaskan hamba dari jam antik kuno ini, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
"Oh !?", ucap Aisyah. "Tetapi aku belum mengembalikanmu ke wujud asalmu dan kita masih harus melanjutkan lagi perjalanan kita", sambung Aisyah.
"Tidak apa-apa, dengan wujud hamba yang masih berupa bayangan ini, hamba sudah merasa berterimakasih pada anda, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
"Baiklah, aku akan menerima jam antik kuno pemberianmu ini dan menyimpannya sebagai kenang-kenangan", kata Aisyah.
Aisyah menyimpan jam antik kuno yang terbuat dari logam emas itu ke dalam saku tuniknya.
"Mari kita lanjutkan lagi perjalanan kita menuju ke mata air selanjutnya karena masih ada dua mata air yang tersisa", kata Aisyah.
"Baik, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
Aisyah melambung cepat menuju ke arah kereta rollercoaster gulali disusul oleh Aidl yang terbang di belakangnya.
Jin Sulaiman menghilang lalu muncul di atas kereta rollercoaster gulali.
"Ayo teman-teman, kita lanjutkan kembali perjalanan kita menuju ke mata air selanjutnya", ucap Aisyah kepada yang lainnya.
"Iya, Aisyah, kita lanjutkan perjalanan kita ke danau tak berpenghuni", sahut Keroshy.
"Danau tak berpenghuni !?", sahut Aisyah.
Aisyah terdiam seraya menoleh ke arah Keroshy.
"Danau tak berpenghuni itu cukup dekat dari daerah danau Urmia, hanya butuh waktu kurang lebih setengah jam dari sini", kata Keroshy.
"Aisyah !", panggil Tabib Naia sambil menarik tangan Aisyah. "Apakah itu sosok jin yang ada di dalam jam antik kuno ?", tanya Tabib Naia.
"Iya, namanya jin Sulaiman tetapi dia belum berhasil kembali ke wujud asalnya dan kita masih harus ke mata air selanjutnya", sahut Aisyah.
"Astaga ! Tubuhnya bisa berwujud sesosok bayangan putih..., dan apakah dia tidak bisa turun dari atas kereta itu !?", ucap Tabib Naia.
"Biarkan saja, dia seperti itu, dan jika dia menyukainya, biarkan saja", kata Aisyah.
"Tetapi apakah tidak terlalu mencolok sekali, Aisyah ?", tanya Tabib Naia setengah berbisik.
"Tidak, aku rasa itu hal biasa dan wajar dilakukannya sebagai bangsa jin, lagipula kereta tidak muat untuk kita semua", sahut Aisyah.
"Oh, iya, iya...", kata Tabib Naia.
Aisyah dan lainnya kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke danau tak berpenghuni di Tehran.
__ADS_1
Kereta rollercoaster gulali mulai bergerak lambat diatas langit diantara kumpulan awan-awan putih sedangkan jin Sulaiman duduk diatas kereta sambil menggerakkan tangannya yang bercahaya bintang ke arah kereta agar kereta gulali melaju kencang menuju ke mata air keenam.