Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
BUKU PETUNJUK...


__ADS_3

Kereta gulali roller coaster kembali bergerak melaju ke depan melesat kencang di atas jalan-jalan berkelok-kelok.


Berhenti tepat di depan palang yang terbuat dari emas berhiaskan permata ruby.


Berbeda dari palang pintu pertama yang hanya terbuat dari emas bergaris-garis yang menghalangi jalan masuk pada jalan berkelok-kelok.


Suara dari loket yang berbicara serta perintah untuk memasukkan kode sandi yang ada pada sistem, sama persis pada saat hendak masuk di loket pertama.


Loket Kedua...


"SELAMAT DATANG DI JALAN UTAMA PINTU KELIMA, UNTUK BISA MELANJUTKAN PERJALANAN ANDA MAKA MASUKKAN KODE SANDI PADA SISTEM !"


Loket itu bersuara tanpa ada penjaga yang bertugas disana.


TING... NOENG... NOENG...


Suaranya tidak sama seperti di loket pertama, bunyinya lebih unik dan kedengaran lucu di telinga.


Aisyah memperhatikan layar monitor sistem dan melihat kolom perintah sistem untuk memasukkan kode sandi khusus membuka palang pintu pada loket kedua jalan berkelok.


Sistem bekerja secara otomatis langsung terhubung pada perintah loket kedua. Dan tertera kalimat perintah di layar sistem.


Perintah : KETIK KEMBALI DERETAN ANGKA YANG ADA DI SUDUT KOMENTAR PADA LAYAR MONITOR.


Kalimat yang sama seperti pada loket kedua untuk membuka palang pintu yang menghadang jalan masuk kereta gulali roller coaster.


Aisyah melihat susunan angka acak yang ada pada sudut komentar bagian atas. Dan kali ini sangat rumit sekali dari kode angka di loket pertama.


Perintah : QR20913Q KINKU SUSUN KODE KHUSUS MENJADI KATA YANG BENAR


Muncul petunjuk untuk memenyusun kode menjadi susunan kata yang cocok pada layar monitor sistem kabut awan putih.


Aisyah kembali sibuk mengutak-atik kode yang tertera pada layar monitor yang ada di dalam kolom.


Berkali-kali dia mengetikkan kode sandi dan mengubah-ubahnya terus tetapi Aisyah tidak menemukan kata yang tepat untuk memasukkan kode sandi tersebut.


Aisyah hampir menyerah karena dia gagal merangkaikan kata menjadi kata yang sesuai dan dia tidak berhasil membuka palang pintu yang menutup jalan masuk di loket kedua.


BEP...


Layar monitor sistem pada kereta gulali roller coaster berbunyi lagi saat Aisyah mengetikkan kode sandi yang tepat.


"Akhirnya aku dapat memecahkan kode sandi unik ini", ucap Aisyah.


"ANDA BERHASIL MEMASUKKAN KODE SANDI KUNCI UNTUK MEMBUKA JALAN PADA LOKET KEDUA, SILAHKAN LANJUTKAN PERJALANAN ANDA DI JALAN MASUK MENUJU TUJUAN SELANJUTNYA... SELAMAT DATANG !"


Suara terdengar di loket kedua kembali bersuara kencangnya.


Palang terbuat dari emas berhiaskan ruby yang menutupi jalan masuk ke jalan berkelok di loket kedua mulai terangkat ke atas.


"SELAMAT DATANG PADA JALAN SELANJUTNYA ! BERSIAPLAH MENGHADAPI RINTANGAN SELANJUTNYA !"


Aisyah memperhatikan arah depan jalan masuk pada loket kedua yang tergambar jelas pada layar monitor di kereta gulali roller coaster.


Kereta gulali yang dinaiki oleh Aisyah dan cermin kristal ajaib bergerak maju memasuki sebuah cahaya terang yang melingkar berdiri di depan jalan masuk loket kedua.


Saat kereta telah berada di dalam cahaya terang lalu keluar ke jalan mirip lorong panjang yang ujungnya tidak kelihatan.


"AKAL Menginginkan pengendalian diri dan manusia menginginkan kekuasaan."


Tertera tulisan dengan huruf besar pada saat kereta memasuki jalan berkelok setelah loket kedua.


"ANDA BERHASIL MEMASUKI JALAN LORONG LOKET KEDUA, SILAHKAN LANJUTKAN PERJALANAN ANDA... SELAMAT DATANG DI LAYANAN VIRTUAL TANPA BATAS ! SAMPAI JUMPA !"


Aisyah menengadahkan kepalanya ke atas ruangan kereta gulali roller coaster yang bergerak masuk ke dalam lorong bercahaya emas yang melingkar-lingkar berputar.


Suasana di lorong loket kedua hampir mirip ruangan dansa yang penuh lampu berpijar-pijar bagaikan neon berwarna-warni cerah.


"Tempat apakah ini !?", tanya Aisyah terheran-heran.


"Entahlah, hamba tidak mengerti tempat apakah ini", ucap cermin ajaib.

__ADS_1


"Aneh kelihatannya tetapi indah sekali, aku tidak pernah membayangkan akan ada tempat seindah ini", kata Aisyah.


"Benar, tempat ini sangat indah tetapi ada aura yang berbeda saat memasuki lorong ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benarkah ?", tanya Aisyah.


"Pada saat kereta ini memasuki lorong ini, hamba merasakan sesuatu yang menghipnotis kita", sahut cermin ajaib.


"Dari alur lingkaran yang terus berputar di sepanjang lorong ini, memang terasa aneh, terasa sangat asing dan agak seram karena suasananya remang", kata Aisyah.


"Apakah anda merasa takut ?", tanya cermin ajaib.


"Tidak", sahut Aisyah.


"Hamba rasa kita perlu meningkatkan kewaspadaan kita di lorong ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Yah, aku rasa juga begitu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


Aisyah kembali mengamati jalan di depan kereta gulali roller coaster yang terus bergerak pelan melewati lorong cahaya emas yang terus menerus berputar.


Terdengar dari lorong suara yang tengah mengajaknya berbicara tetapi tidak ada seorangpun yang terlihat.


"Apakah kamu menyukai lorong ini ?",


Suara menggema di ruangan lorong bercahaya emas itu dan terus menerus melingkar-lingkar.


"Emm, suara apakah itu ? Apa kamu mendengarnya, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Iya, hamba mendengarnya, tetapi hamba tidak mengetahui siapa itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Ini sangat aneh sekali", kata Aisyah lagi.


"Benar, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


Suara asing dari arah lorong melingkar kembali terdengar menggema.


"Apakah kamu menyukai lorong ini ?", ucap suara asing itu.


Aisyah lalu menoleh ke arah belakang tempat cermin kristal ajaib berada yang tengah mengawasi area belakang kereta gulali roller coaster.


Cermin kristal ajaib itu lalu terbang berputar mencari sumber suara yang berbicara itu dari dalam kereta gulali roller coaster.


"Suara itu datangnya darimana, hamba tidak dapat melihatnya dari cermin kristal hamba, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Apakah aku harus menjawab ucapan yang menggema itu ataukah kita diamkan saja ?", tanya Aisyah pada cermin ajaib.


"Hmmm, hamba rasa, bagaimana kalau kita mencobanya saja, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Maksudmu ? Apa yang harus kita coba sekarang ini ?", tanya Aisyah tidak mengerti.


"Kita diamkan saja dan kita lihat reaksi dari suara yang menggema itu", sahut cermin ajaib memberi saran.


"Em, aku juga berpikir sama denganmu hanya saja apakah ada resikonya jika kita tidak memperdulikannnya ?", kata Aisyah penasaran.


"Itu yang hamba pikirkan, seandainya kita tidak mengindahkan keberadaan suara itu apakah yang akan terjadi selanjutnya !?", ucap cermin ajaib.


"Aku setuju dengan ucapanmu itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Aisyah kembali mengalihkan pandangannya ke arah layar monitor sistem yang ada di dalam kereta gulali roller coaster dan berkonsentrasi.


Dia tidak menjawab ucapan dari suara yang menggema di dalam lorong panjang yang melingkar-lingkar berputar itu.


Hening sekali, suasana menjadi sangat sunyi ketika Aisyah mendiamkan ucapan suara yang menggema itu. Tidak terdengar lagi suara yang berbicara padanya.


"Suara itu tidak terdengar lagi", kata Aisyah.


Kereta gulali roller coaster mulai bergerak cepat melewati lorong bercahaya yang semua dindingnya berlapis emas, hal itulah yang menyebabkan lorong itu bercahaya sangat kemilau di terpa lampu sorot dari arah kereta gulali yang dinaiki Aisyah.


Tiba-tiba terdengar suara tawa anak kecil dari dalam lorong berputar itu dan tawanya sangat keras sekali.


Aisyah mengawasi layar monitor yang ada didepannya lebih seksama seraya berkata, "Suara apakah itu ?"

__ADS_1


Suara tawa itu kembali menggema di lorong bercahaya emas itu, hanya saja tidak ada seorangpun yang terlihat di dalam lorong itu, hanya suara tawa anak kecil yang terdengar.


Tawa anak-anak kecil yang riang gembira dan saling berteriak penuh canda tawa memenuhi seluruh ruangan lorong.


Terkadang terdengar sangat jelas dan kadang samar seperti seolah-olah suara itu menjauh dari lorong bercahaya emas lalu kembali tawa anak kecil terdengar mendekat. Dan anehnya, hanya terdengar suara tawa anak-anak kecil tetapi tidak ada siapapun yang terlihat di area lorong emas bercahaya itu.


"Apakah kamu mendengarnya, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Iya, hamba mendengar suara tawa anak kecil tetapi hamba tidak melihat siapa-siapa di luar kereta gulali roller coaster ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Aku juga tidak melihat apa-apa pada layar monitor sistem ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Ini mungkin sebuah ilusi yang diciptakan secara visual dari lorong bercahaya emas oleh sistem itu", ucap cermin ajaib.


"Sistem kabut awan putih yang ada di dalam layar monitor ini !?", kata Aisyah terkejut.


"Hamba rasa demikian, bukankah setiap kita melewati loket akan ada petintah untuk memasukkan kode sandi ke dalam sistem", ucap cermin ajaib.


"Iya, itu benar, lalu ?", kata Aisyah seraya mengerutkan alisnya.


"Hamba pikir lagi suara-suara tawa anak kecil serta munculnya bocah kecil dan suara menggema yang berbicara itu berasal dari sistem yang terhubung pada area pintu kelima ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Artinya, ini cuma efek visual saja tetapi kenapa aku bisa merasakan sakit saat bertempur dengan bocah itu dan terluka dalam ?", tanya Aisyah semakin penasaran.


"Dikarenakan efek visual dari sistem itu benar-benar ada wujudnya yang seperti manusia, hampir mirip sebuah robot", sahut cermin ajaib.


"Seperti robot emas berukuran besar yang kita temui di awal masuk pintu emas, pintu di dalam pintu kelima ini", kata Aisyah.


"Tepat sekali ! Itu hamba pikir adalah ciptaan dari sistem sehingga pada saat kita memasuki setiap tempat yang ada di tiap loket maka kita akan langsung terhubung pada sistem", ucap cermin ajaib.


"Karena itulah semua yang ada di tempat ini tidak tampak nyata", kata Aisyah.


"Yah, mungkin saja tidak nyata tetapi sistem menciptakannya dengan wujud dan bentuk yang nyata, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Apakah sistem yang membuatnya seperti itu ataukah memang terprogram demikian agar kita menghadapi sistem itu !? Lalu apa tujuannya jika sistem menciptakan aral bahaya yang melintang itu ?", tanya Aisyah bingung.


"Menguji", sahut cermin ajaib singkat.


"Menguji !? Maksudmu sistem pada pintu kelima ini tengah menguji kita ?", tanya Aisyah tersentak kaget.


"Hmm, iya, sistem tengah menguji kelayakan daya kemampuan kita dalam menghadapi bahaya serta ujian yang sengaja diciptakan sistem istana awan putih ini, mengetes sampai dimana tingkat kemampuan kita dalam menyelesaikan tiap-tiap misi yang sistem berikan", jawab cermin ajaib.


"Itu artinya setiap peristiwa yang kita alami sepanjang perjalanan baik itu di pintu keempat dan pintu kelima serta pintu-pintu sebelumnya adalah rekayasa sistem", kata Aisyah.


"Yah, hamba rasa demikian, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Seandainya kita tidak dapat menyelesaikan tiap ujian yang ada pada tempat ini maka kita akan terjebak selamanya", kata Aisyah.


"Tepatnya kita tidak akan pernah bisa keluar dari istana awan putih ini", ucap cermin ajaib.


"Tetapi aku merasakan seperti semuanya tampak ajaib ?", kata Aisyah.


"Ada sisi dimana itu berbeda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Maksudmu, berbeda seperti apa ?", tanya Aisyah.


"Pada saat anda berada di dunia mimpi itu adalah kenyataan dan pada saat anda berada di ruangan istana awan putih itu juga nyata", ucap cermin ajaib.


"Bagaimana bisa seperti itu ?", kata Aisyah bertanya-tanya penasaran.


"Artinya dua tempat yang anda lihat dan anda temui adalah sesuatu yang benar-benar terjadi nyata sedangkan ketika anda menyelesaikan tugas misi di dalam istana awan putih, terutama pada tiap-tiap pintu di istana ini, itu adalah bentuk imajinasi sistem yang divisualisasikan dalam wujud nyata", sahut cermin ajaib.


"Aku benar-benar tidak memahaminya, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Yah, memang agak sulit untuk menjabarkannya karena semuanya tidak dapat dibedakan dan terlihat sangat nyata", ucap cermin ajaib.


"Benar, sangat susah untuk dibedakan karena aku seperti berada di dalam peristiwa itu dan mengalaminya sendiri", kata Aisyah.


"Memang sistem menciptakan demikian, seolah-olah anda berada di sana dan itu adalah ujian yang diberikan oleh sistem istana awan putih untuk memecahkan masalah yang terjadi di tempat ini", ucap cermin ajaib.


"Masalah !? Maksudmu masalah seperti waktu yang tiba-tiba berhenti berputar di istana awan putih tetapi semua yang diciptakan sistem tidak terpengaruh oleh waktu yang berputar itu", kata Aisyah.

__ADS_1


"Yah, benar sekali, tepatnya tugas pada tiap-tiap pintu adalah ujiannya", sahut cermin ajaib.


Aisyah terdiam meresapi perkataan yang diucapkan oleh cermin kristal ajaib tentang sistem yang menciptakan semua kejadian yang terjadi pada istana awan putih.


__ADS_2