
Aisyah mengingat kembali semua kenangan-kenangan di masa lalunya termasuk ingatannya ketika pertama bertemu dengan jam antik kuno.
Dia langsung terbangun dari kursi terapinya seraya melepaskan penutup kepala yang mirip helm dari atas kepalanya.
"Aisyah", sapa Aidl.
"Aku baik-baik saja Aidl dan aku sudah sembuh", ucap Aisyah.
"Benarkah kamu sudah sembuh Aisyah ?", tanya Aidl kaget.
"Iya, ingatanku telah kembali sediakala", sahut Aisyah.
"Syukurlah, tapi bisakah kamu memberitahukan kepadaku, sedikit saja tentang kenangan yang menunjukkan kondisi ingatan mu telah pulih, Aisyah", kata Aidl.
"Contohnya, seperti apa Aidl !?", tanya Aisyah.
"Seperti pengalaman mu saat pertama bertemu denganku atau pengalaman mu dengan yang lainnya", sahut Aidl.
"Kalau cerita saat pertama bertemu denganmu adalah ketika kamu menjadi penari karam baba pada festival nowruz di karavan sara", kata Aisyah.
"Wow ! Itu benar sekali Aisyah ! Lalu ingatan apalagi yang masih kamu ingat ?", lanjut Aidl penasaran.
"Aku ingat bahwa aku pernah berjanji akan membantu mu kembali ke asal mu setelah jam antik kuno dapat aktif kembali dan waktu itu jam antik kuno tengah terluka", kata Aisyah.
"Hmm, benar Aisyah ! Yang kamu katakan itu benar sekali bahkan semua cerita itu hampir seratus persen sempurna, Aisyah !", ucap Aidl.
"Apakah anda masih mengingat hamba Nona Aisyah ?", tanya jam antik kuno.
"Iya, aku masih ingat bagaimana awal aku berjumpa dengan mu wahai jam antik kuno", sahut Aisyah lalu tersenyum.
"Tolong anda ceritakan sebagian kisah pertemuan kita, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
Aisyah lalu menyerahkan helm terapi medis itu kepada Aidl dan meraih jam antik kuno ke dalam genggamannya.
"Agak panjang ceritanya...", kata Aisyah.
"Tidak apa-apa, Aisyah", ucap Aidl. "Tolong kamu ceritakan saja maka kamu akan tahu sendiri sampai dimana tingkat kesembuhan mu, Aisyah", sambungnya.
Aisyah menceritakan awal mula dia bertemu dengan jam antik kuno, mulai dari tanda-tanda akan berjumpa dengan jam antik kuno itu, perkembangan saat keduanya menjadi dekat dan saling percaya hingga kepergian mereka ke masa lima ratus tahun yang lalu ke negeri Persia.
Bertujuan untuk mencari tuan agung dan mengembalikan jam antik kuno ke wujud asalnya yaitu bangsa jin serta kembali ke dunianya.
Semua Aisyah ceritakan kembali saat-saat mereka bertemu hingga dia sampai ke istana awan putih dan di tempat itulah, Aisyah menghadapi suatu peristiwa yaitu waktu yang tiba-tiba berhenti berputar.
Dimana Aisyah harus kehilangan jam antik kuno bersamaan dengan berhentinya waktu di istana awan putih.
"Kapan tepatnya kamu mengalami amnesia itu ?", tanya Aidl.
"Ketika aku menyelesaikan tugas misiku di pintu keempat, waktu itu aku tersengat anemon laut yang menyebabkan aku kehilangan ingatan", sahut Aisyah.
__ADS_1
"Itu artinya kamu sudah cukup lama mengalami hilang ingatan, Aisyah", kata Aidl.
"Benar sekali bahkan aku sempat mengalami koma ketika aku masih berada di istana awan putih", sahut Aisyah.
"Sangat mengerikan sekali perjalanan mu di istana awan putih, Aisyah", kata Aidl.
"Iya, karena itulah kamu tidak dapat menemukanku di karavan sara, Aidl", lanjut Aisyah.
"Kenapa kamu pergi dari karavan sara ini, Aisyah ?", tanya Aidl.
"Kami menghindari seorang tuan agung yang berada di karavan sara ini, saat itu dia sedang terluka parah akibat sebuah pertempuran", sahut Aisyah.
"Lalu kenapa kalian pergi darinya jika tuan agung itu sedang terluka parah, bukankah tidak menjadi masalah buat kalian untuk tetap tinggal di karavan sara !?", ucap Aidl.
"Bukan kami menghindar karena takut melainkan kami pergi meninggalkan karavan sara ini karena kami tidak ingin tuan agung itu menemukan keberadaan kami disini", sahut jam antik kuno.
"Aku pikir sebaiknya kalian langsung menghadapi tuan agung itu tanpa harus kabur darinya saat itu juga, pada waktu tuan agung itu masih berada di karavan sara", kata Aidl.
Aisyah lalu menoleh ke arah jam antik kuno seraya menganggukkan kepalanya pelan.
"Bukan semudah yang kamu bayangkan, Aidl", lanjut Aisyah.
"Lantas !?", ucap Aidl.
"Kami tidak memiliki kemampuan yang hebat untuk melawan tuan agung besar itu bahkan kami harus mengasah kekuatan kami agar kuat sehingga dapat menghadapi tuan agung besar dari Persia itu", ucap Aisyah.
"Apakah tuan agung yang kalian hadapi itu sangatlah kuat sekali ?", tanya Aidl.
"Hmmm... Ternyata tuan agung yang kalian hadapi sangatlah hebat sekali...", kata Aidl.
"Iya, bagaimana kalau kamu bersiap-siap untuk kembali ke masa depan ke tempat asalmu lagi, Aidl", ucap jam antik kuno.
"Sekarang !?", kata Aidl.
"Sesuai janji Nona Aisyah, jika kamu dapat menyembuhkan Nona Aisyah maka kami akan mengembalikan mu ke masa depan dimana kamu berasal, Aidl", ucap jam antik kuno.
"Mmmm....", gumam Aidl.
Aidl berjalan ke sebuah kursi berbentuk galaksi lalu duduk di atasnya dan diam termenung.
"Kenapa dengannya ?", tanya Aisyah bingung saat melihat sikap Aidl.
"Entahlah, hamba tidak memahaminya, Nona Aisyah", jawab jam antik kuno.
"Bukankah dia sangat menginginkan untuk pulang ke tempat asalnya tetapi kenapa sekarang dia bersikap seperti itu seakan tidak bersemangat seperti tadi", kata Aisyah keheranan.
"Hamba tidak mengerti Nona Aisyah...", sahut jam antik kuno.
Aisyah memandangi Aidl yang terlihat bimbang ketika jam antik kuno menawarkan kesanggupannya untuk memulangkan Aidl ke masa depan ke tempat asalnya.
Namun, sikap Aidl tiba-tiba berubah dan seperti tidak memiliki semangat lagi. Dan terlihat berulangkali mengusap kepalanya yang mengenakan sorban.
__ADS_1
"Kenapa denganmu Aidl !?", kata Aisyah.
Aidl hanya menatap ke arah Aisyah tanpa bersuara kemudian menopangkan kedua tangannya di atas paha kakinya dan melamun kembali.
"Ada apa Aidl !? Bukankah kamu sangat menginginkan untuk pulang ke asalmu dan ini saatnya kamu kembali ke masa depan setelah kamu berhasil menyembuhkan ingatanku !?", kata Aisyah.
"Sesuai janji kami kepadamu untuk mengembalikan mu ke masa depan maka bersiaplah sekarang, Aidl !", ucap jam antik kuno.
"Hmm... Tidak, aku tidak ingin kembali sekarang, Aisyah", sahut Aidl dengan wajah sangat serius.
"Maksudmu !?", tanya Aisyah heran.
"Begini Aisyah... Aku berubah pikiran... Aisyah...", sahut Aidl lalu mendongakkan kepalanya ke arah Aisyah.
"Berubah pikiran !? Apa maksudmu Aidl !?", kata Aisyah semakin kebingungan dengan jawaban Aidl.
"Aku akan tetap tinggal di Persia dan membantu kalian untuk menghadapi tuan agung besar itu", ucap Aidl mantap.
"Apa yang kamu katakan tidak salah, Aidl ?", kata Aisyah terbengong dan semakin tidak mengerti dengan maksud ucapan Aidl.
"Tidak sama sekali, aku tidak salah ucap maupun salah berpikir, Aisyah", sahut Aidl lalu beranjak berdiri menghadap Aisyah dan jam antik kuno.
"Ya Tuhan ! Apa sekarang dia yang mengalami amnesia !?", kata Aisyah terheran-heran.
"Hamba kira tidak, karena hamba melihat dia baik-baik saja, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Tidak Aisyah, aku berkata sunguh-sungguh dan aku ingin menolong kalian untuk menghadapi tuan agung besar itu dan setelah kalian berhasil menyelesaikan misi kalian maka aku akan bersama-sama denganmu kembali ke masa depan, Aisyah", kata Aidl.
"Aidl...", ucap Aisyah terharu.
"Percayalah Aisyah, aku akan ikut membantu mu untuk menghadapi tuan agung besar itu dan aku berjanji akan selalu bersama kalian hingga misi di Persia selesai", kata Aidl.
Aidl tersenyum melihat Aisyah yang sangat haru mendengar ucapannya dan keduanya saling melempar senyuman.
Aisyah menjabat tangan Aidl dengan erat sebagai tanda bahwa dia adalah sahabat Aidl mulai sekarang.
"Aku akan berjanji menyelesaikan misiku di Persia secepatnya dan membawa kita pulang ke masa depan, Aidl", kata Aisyah.
"Terimakasih Aisyah telah memberiku kesempatan untuk membantu mu selama di Persia ini", ucap Aidl.
Aidl menganggukkan kepalanya serta tersenyum saat melihat kebahagiaan di wajah Aisyah tatkala mendengar Aidl akan tinggal menemaninya dan membantunya menghadapi tuan agung besar.
"Aku ucapkan terimakasih Aidl, dan aku sangat senang dengan bantuan mu kepada kami", kata Aisyah. "Semoga Tuhan membalas kebaikan mu, Aidl", sambungnya.
"Iya, Aisyah", ucap Aidl sangat senangnya.
Semuanya berkumpul merayakan kesembuhan Aisyah di istana kubah milik Aidl.
Terlihat suasana meriah ketika mereka berkumpul untuk menyambut ingatan Aisyah yang pulih kembali sediakala.
Kebahagiaan tampak jelas di sekitar bangunan kubah besar yang penuh gemerlap lampu yang menerangi suasana istana milik Aidl, beberapa hidangan khas Persia disuguhkan kepada semua orang yang ada di istana kubah besar itu.
__ADS_1
Mereka sangat menikmati suasana perayaan kesembuhan Aisyah dan menggelar pesta sehari semalam sebelum melanjutkan kembali misi mereka mencari tuan agung besar di Persia.