Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Haruskah Melawannya...


__ADS_3

Aisyah mulai jenuh pada situasi ini karena harus terus menghindar dari kejaran raksasa foxglove.


Berlari, melompat, melambung bahkan harus melayang di udara yang harus dilakukannya.


Namun, sayangnya dia memang tidak mampu berbuat banyak untuk menghadapi raksasa besar itu dan hanya mampu menghindari pertempuran di antara mereka.


Terlihat Aisyah meloncat tinggi saat bola-bola api itu berhasil menyusul dirinya, nyaris mengenai tubuhnya yang terbalut tunik panjang berwarna cokelat muda.


Pada saat yang bersamaan bola-bola api yang datang berhamburan ke arah dirinya meledak ketika beberapa menit di udara.


Mengeluarkan suara ledakan keras yang beruntun serta membuat serpihan halus yang sama berbahayanya dengan bola-bola api itu jika terkena serpihannya.


"DUM... DUM... DUM... DUUUM..."


Terdengar rentetan ledakan dari bola-bola api yang bersamaan.


"Bola-bola api itu meledak dengan sendirinya walaupun tidak mengenai diriku, saat bola-bola api itu berada di udara langsung meledak secara beruntun... Hmm...", kata Aisyah seraya bergumam.


Aisyah menoleh ke arah raksasa foxglove yang berdiri jauh dari dirinya diantara hamparan tanaman foxglove di padang kering.


"Sepertinya aku punya idea baru...", ucap Aisyah.


Gadis berparas bening itu kembali memperhatikan bekas serpihan tadi serta barisan bola api yang bergerak meluncur ke arahnya.


"Aku akan mengalihkan barisan bola api itu kepada raksasa foxglove saja mungkin ini dapat menghentikan aksi dari raksasa itu", kata Aisyah.


Aisyah yang melihat bola-bola api yang bergerak ke arah dirinya kemudian memutuskan untuk mendekati raksasa foxglove dengan niat meledakkan barisan bola api itu tepat disekitar raksasa besar itu.


Dia terbang melayang cepat di udara menuju raksasa foxglove yang berada di tengah-tengah padang tanaman menjalar yang berbunga berbentuk seperti lonceng.


Aisyah melihat tajam ke arah raksasa foxglove yang terus-menerus mengeluarkan bola-bola api dari tangannya yang terbuat dari kumpulan foxglove.


Raksasa foxglove itu tidak menyadari kedatangan Aisyah yang terbang melayang mendekati dirinya.


"Hmmm... Ini adalah saat yang tepat untuk meledakkan bunga berbentuk lonceng yang berubah menjadi bola-bola api itu disekitar raksasa besar itu...", kata Aisyah.


Dia menoleh kembali ke arah barisan bola-bola api dari foxglove yang mengejar dirinya dari arah belakang.


Bola-bola api itu tampak berderet membentuk barisan panjang yang bergerak lurus ke arah Aisyah yang sedang terbang melayang di depan.


Mengejarnya seperti sedang berburu mangsa, tak berhenti sedikitpun dan terus memburunya.


Aisyah yang telah berada tepat dihadapan raksasa foxglove itu lantas terbang mengelilingi raksasa itu dengan diikuti barisan bola api.


"Hmmm... Ini saatnya yang tepat...", gumam Aisyah sembari melirik raksasa foxglove yang tampak kebingungan.


Berputar terus hingga hitungan ketiga kemudian ia melompat tinggi ke atas dan menjauh dari raksasa foxglove.


Terlihat putaran barisan bola-bola api dari foxglove yang mengelilingi badan raksasa besar itu dengan sangat cepatnya berputar-putar dan meledak.


Suara keras terdengar dari arah padang foxglove dan diantara kepulan asap yang membumbung tinggi ke atas.


Aisyah lantas tersenyum simpul sembari melayang di udara saat ia melihat ledakan-ledakan tersebut.


"Hmmm..., akhirnya ia terkena senjatanya sendiri...", gumam Aisyah.


Aisyah memandangi kepulan asap yang tak jauh dari dirinya, menunggu sesaat reaksi yang terjadi saat bola-bola api dari bunga berbentuk seperti lonceng meledak mengenai raksasa besar itu.


Muncul sesosok berukuran besar dari dalam kepulan asap, bergerak keluar perlahan-lahan lalu roboh tergeletak kebawah.


"Apa !?", ucap Aisyah kaget.


Gadis muda itu tidak menyangka jika ledakan dari bola-bola api itu akan menyebabkan kekalahan pada raksasa foxglove.


"Raksasa foxglove itu tumbang ? Semudah itukah raksasa itu kalah ?", kata Aisyah.


"Apakah anda baik-baik saja, Nona Aisyah ?", tanya cermin kecil itu.


Terlihat cermin kristal ajaib itu tengah terbang mendekat ke arah Aisyah yang melayang di udara.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, tidak perlu khawatirkan diriku tetapi coba kamu lihat ke arah raksasa foxglove itu", kata Aisyah.


"Dia tumbang dengan mudahnya", ucap cermin ajaib.


"Iya, aku juga tidak menyangka ia akan semudah itu di kalahkan oleh senjatanya sendiri", kata Aisyah.


"Bagaimana jika kita segera pergi dari sini selagi raksasa foxglove itu tumbang, Nona Aisyah ?", ucap cermin ajaib.


"Mmm... Baiklah, mari kita pergi sebelum raksasa itu terbangun, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Belum sempat mereka pergi, terdengar suara dentuman keras dari arah raksasa foxglove yang tiba-tiba terbangun dan melesatkan bom berbentuk bunga seperti lonceng kepada mereka berdua.


Aisyah menyadari bahaya yang datang ke arah mereka dan bergerak dengan sigap menghindari serangan bom.


"Ya Tuhan, raksasa itu bangun lagi", kata Aisyah tertegun.


"Astaga ! Benar, dia terbangun lagi, nona !?", ucap cermin ajaib melongo.


"Dia menyerang kita dengan bom, haruskah kita membalas serangan raksasa itu !?", kata Aisyah sambil mengapit cermin kristal ajaib di lengannya.


"Ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, Nona Aisyah", kata cermin ajaib yang menyembul keluar diantara lengan Aisyah.


"Benar sekali yang kamu ucapkan itu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


"Lihat raksasa foxglove itu bergerak lagi dan di tangannya keluar bulatan bunga berbentuk seperti lonceng", kata cermin ajaib.


Raksasa foxglove berdiri diantara hamparan bunga berbentuk lonceng dan ditangannya keluar kumpulan foxglove bulat yang berukuran cukup besar.


"Dia akan melemparkan bom itu", ucap Aisyah.


"Benar, nona", sahut cermin ajaib.


Kumpulan foxglove bulat berukuran besar bergerak ke arah Aisyah serta cermin kristal ajaib.


Berputar-putar cepat lalu terbelah menjadi beberapa bagian dan keluar beberapa kabel yang ujung-ujungnya mengeluarkan semburan api pijar.


"Sebaiknya kita hancurkan saja benda itu daripada kita terus-menerus menghindarinya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Bagaimana cara untuk melawannya ?", tanya Aisyah.


"Tenanglah, hamba akan menciptakan senjata untuk menandingi benda aneh itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Apakah itu ?", tanya Aisyah.


"Tunggu sebentar, hamba akan memikirkannya", sahut cermin ajaib.


"Cepatlah sedikit, benda aneh itu sudah mendekat kemari, cepatlah, wahai cermin ajaib !", perintah Aisyah.


"Baiklah, hamba akan mengeluarkan benda untuk melawan benda buatan raksasa foxglove itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Sebuah benda mirip pemukul kasti muncul dari sinar cahaya yang keluar dari badan cermin kristal ajaib lalu berputar-putar cepat di udara.


"Pemukul kasti ?", tanya Aisyah terperanjat kaget.


"Iya, sebuah pemukul kasti untuk menghancurkan benda buatan raksasa foxglove yang berbentuk bulat mirip bola itu", jawab cermin ajaib.


"Apa tidak salah ? Pemukul kasti ? Bagaimana cara kerjanya ?", tanya Aisyah.


"Tidak usah bingung, pemukul kasti ini akan bekerja dengan sendirinya untuk menghadang benda aneh ciptaan raksasa foxglove, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Mmmm..., baiklah, aku mengerti, maka lakukanlah segera, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Benda dengan kabel-kabel yang menjulur keluar dan mengeluarkan semburan api itu sudah berada tak jauh di depan mereka.


Melontarkan api yang menyala ke arah Aisyah dan cermin kristal ajaib.


"Cepatlah, wahai cermin ajaib ! Api itu mengarah ke kita !", teriak Aisyah panik.


"WAHAI PEMUKUL AJAIB, AKU PERINTAHKAN HANCURKANLAH LEMPARAN API ITU !", ucap cermin ajaib dengan suara kerasnya kepada pemukul kasti itu.

__ADS_1


Pemukul kasti itu mengayun-ayun kuat kemudian bergerak cepat menyentuh api-api yang terlontar dari benda aneh dan melemparkannya kembali ke arah benda aneh itu.


Lontaran api-api langsung berhamburan ke arah benda aneh dengan kabel-kabel menjuntai panjang yang bergerak itu dan langsung meledak disekitar benda tersebut.


Tampak semburan api kembali terlihat diseluruh benda aneh itu.


Menghancur leburkan benda ciptaan raksasa foxglove sampai tak tersisa.


"Benda aneh itu lenyap dan menjadi debu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah dengan mata terbelalak kaget.


"Benar, nona. Apakah anda senang sekarang ?", tanya cermin ajaib.


"Tentu saja aku sangat senang, selanjutnya adalah target utama kita yaitu raksasa foxglove itu", jawab Aisyah.


"Baiklah Nona Aisyah, ayo kita hajar raksasa foxglove yang tidak tahu diri itu", ucap cermin ajaib.


Aisyah hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya kemudian terbang meluncur ke arah raksasa foxglove bersama cermin ajaib serta pemukul kasti ajaib itu.


Mereka langsung menyerang raksasa foxglove bersamaan.


Aisyah terbang mengelilingi raksasa foxglove untuk membuat raksasa itu kebingungan dan teralihkan perhatiannya sedangkan cermin ajaib mengeluarkan bola cahaya supaya pemukul kasti ajaib itu memukul bola-bola cahaya itu ke arah raksasa besar tersebut.


Raksasa foxglove tampak sangat kewalahan akibat serangan mereka semua, dia berusaha melindungi dirinya dari gencarnya serangan itu dengan kedua tangan raksasanya.


"Hai raksasa foxglove, dengarkanlah ! Aku hendak mengajakmu bernegoisasi bukan ingin bertempur denganmu, bisakah kamu mendengarkan diriku !", teriak Aisyah yang mengelilingi raksasa besar itu.


"Dengarkan raksasa ! Kami ingin berbicara baik-baik denganmu, apakah kamu mau mendengarkan kami ?", ucap cermin ajaib dengan tidak sabaran.


"Mungkinkah raksasa itu mengerti bahasa kita, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Mmmm..., kalau dia tidak mengerti aku akan berbicara dengannya dalam bahasa mereka, bahasa raksasa, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Baiklah, terserah kepadamu, wahai cermin ajaib, katakan padanya bahwa kita akan bernegoisasi untuk keluar dari dalam sini dan katakan juga padanya kita akan menukarnya dengan sesuatu yang diinginkan raksasa foxglove", kata Aisyah.


"Siap, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib cepat.


Aisyah melihat cermin kristal ajaib bergerak menghampiri raksasa foxglove yang telah menyerah dan duduk bertekuk lutut.


Cermin ajaib membuat sebuah pelindung yang memisahkan antara raksasa foxglove dengan mereka.


Dia mulai berbicara kepada raksasa besar itu dengan kumparan berukuran yang sama besarnya dengan badan raksasa foxglove.


"Mudah-mudahan raksasa besar itu mau diajak bernegoisasi agar kami dapat keluar dari tempat ini", kata Aisyah bergumam sendirian.


Aisyah melayang dengan mondar-mandir di sekitar padang foxglove, menunggu kepastian dari hasil pembicaraan antara cermin ajaib dengan raksasa foxglove.


Terlihat tidak sabar, terbang mengelilingi hamparan foxglove kemudian terbang mendekat ke arah cermin ajaib yang tengah berbicara dengan raksasa itu, mendengarkannya, sedangkan Aisyah hanya berdiri melayang disamping cermin ajaib dan tidak mengerti sedikitpun bahasa yang mereka gunakan.


Hampir sejam, cermin kristal ajaib dan raksasa foxglove berbicara untuk melakukan negoisasi agar tidak ada pertempuran diantara mereka.


Akhirnya cermin ajaib itu selesai mengajak raksasa besar itu bernegoisasi lalu menoleh ke arah Aisyah yang sudah menunggunya disisinya sedari tadi.


"Bagaimana ? Apakah ia mau bernegoisasi dengan kita ?", tanya Aisyah pelan.


"Syukurlah, raksasa foxglove itu mau diajak bekerjasama baik-baik, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Kalau begitu kapan kita bisa keluar dari tempat ini ?", tanya Aisyah kembali.


"Setelah kita memberinya teman untuk raksasa foxglove itu, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.


"Teman ? Raksasa foxglove itu meminta teman ? Teman seperti apa ?", tanya Aisyah terkejut setengah mati.


"Teman yang sama dengan dirinya, yaitu teman raksasa foxglove", jawab cermin ajaib.


Aisyah hanya terdiam saat mendengar perkataan dari cermin kristal ajaib itu tentang permintaan raksasa foxglove yang diluar pikiran Aisyah.


Diam tertegun lalu memandang ke arah raksasa foxglove yang terpisahkan oleh batas pelindung.


Aisyah tidak dapat berkata-kata lagi setelah mendengar cermin ajaib itu menyampaikan isi pembicaraan mereka dan ia hanya bisa berpikir keras untuk mendapatkan solusi dari hasil negoisasi antara mereka dengan raksasa foxglove.

__ADS_1


__ADS_2