Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Bertarung...


__ADS_3


Aisyah menekan Bilqis yang berada di dinding, terlihat dia kesulitan untuk bernafas bahkan bergerak, Bilqis tidak bisa melakukannya.


"Katakan Ratu Bilqis ! Siapa yang menyuruhmu melakukan ini !", ucap Aisyah.


"Ugh !?", keluh Bilqis.


"Katakan dan jangan berkelit !", kata Aisyah.


"Le--lepaskan aku...", ucap Bilqis.


"Katakan Bilqis !", kata Aisyah meninggikan suaranya.


"Tidak ada yang menyuruhku untuk melakukannya, Aisyah !", teriak Bilqis.


Aisyah melepaskan Bilqis lalu mundur memperhatikan perempuan cantik bermahkota itu.


"Kalau bukan kamu lalu siapa yang telah membuat kaki burung garuda itu terikat rantai ?", tanya Aisyah.


"Aku tidak tahu, Aisyah ! Aku tidak tahu !", sahut Bilqis.


Aisyah menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya kemudian.


Dia berjalan menghampiri burung garuda berwarna putih itu seraya menatapnya, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada burung garuda itu bahkan dia tidak melihat sesuatu yang mencurigakan di tempat itu.


"Bagaimana bisa burung garuda putih ini berada disini ?", tanya Aisyah.


Aisyah mengedarkan pandangannya ke arah sekitar lorong dan berbalik menghadap Bilqis yang tengah bersandar di dinding tanpa berkedip sedikitpun.


"Aku juga tidak tahu hal itu, Aisyah", ucap Bilqis.


"Bagaimana cara kita menyelidikinya ?", tanya Aisyah.


"Entahlah, karena aku sendiri tidak mengetahui caranya dan memang aku tidak tahu tentang ini semuanya", sahut Bilqis.


"Hmm...", gumam Aisyah pelan.


Aisyah lalu duduk di sebuah batu emas yang ada disekitar lorong dan terdiam memandangi burung garuda itu.


"Lalu dimana jalan keluar dari istana emas ini sedangkan aku tidak melihat pintu keluar manapun disini", ucap Aisyah.


"Aku benar-benar tidak tahu, Aisyah", kata Biliqis lalu tertunduk.


"Aku heran padamu wahai Ratu Bilqis, kamu adalah pemilik istana emas ini tetapi kamu tidak tahu sama sekali keadaan istana emas ini", ucap Aisyah.


"Tapi aku memang tidak mengetahui mengenai lorong emas ini bahkan melihatnya tidak pernah", kata Bilqis.


"Dan batu itu bagaimana bisa berada didalam istana emas ini", ucap Aisyah.


"Setelah aku terperangkap didalam istana emas ini, aku baru melihat batu besar dari bongkahan emas yang telah terletak di ruangan istana emas", kata Bilqis.

__ADS_1


Aisyah lalu berjalan mendekat ke arah burung garuda putih itu lalu mengangkat kedua tangannya ke atas sembari memegang pedang awan putih kemudian memutus rantai yang mengikat kaki burung garuda putih.


"KLANG... KLANG... KLANG...


Aisyah menoleh ke arah burung garuda dan pada saat rantai terputus oleh pedang awan putih miliknya.


Burung garuda itu mengepakkan kedua sayapnya kuat sehingga menimbulkan hembusan angin yang keras.


"Burung garuda itu bereaksi terhadap kita yang ada disini", ucap Aisyah.


"Apakah dia sedang ingin terbang ?", tanya Bilqis.


"Kenapa ?", tanya Aisyah.


"Kalau begitu kita langsung naik saja ke atas burung garuda putih itu", sahut Bilqis.


"Naik ke atas punggung burung garuda itu, maksudmu ?", kata Aisyah.


"Benar sekali, sebelum burung garuda itu pergi terbang dari lorong ini, sebaiknya kita segera naik ke atas burung garuda sebelum burung itu pergi", ucap Bilqis.


"Hmm...", gumam Aisyah sambil berpikir tentang ucapan Bilqis.


"Ayo ! Cepat naik ke atas burung garuda putih itu dan pergi dari lorong emas ini !", ucap Bilqis.


"Baiklah, pegang tanganku Ratu Bilqis !", kata Aisyah seraya mengulurkan tangannya ke arah Biliqis.


Sesaat Bilqis terdiam memandangi tangan Aisyah yang terulur kepada dirinya, dan baru pertama kalinya, dia merasakan sesuatu yang aneh di hatinya.


"Ayo, ikut denganku dan pergi dari istana emas ini bersamaku", kata Aisyah seraya tersenyun.


"Iya... Ayo kita pergi dari sini, Aisyah...", kata Bilqis.


Aisyah dan Bilqis lalu melompat tinggi ke atas punggung burung garuda putih yang tengah mengepakkan kedua sayapnya kuat-kuat dan burung garuda putih itu kemudian terbang melesat cepat ke atas atap lorong emas yang terbuka.


"Woah... ! Kita terbang keluar dari istana emas ini...", seru Aisyah ceria.


"Yahuiii !!!", teriak Bilqis dengan senangnya.


"Berpeganglah Bilqis ! Dan waktunya kita bersinar terang ! Kita akhirnya berhasil keluar dari istana emas dan pintu kelima !", teriak Aisyah.


Aisyah merentangkan kedua tangannya lebar-lebar seraya tertawa cerah sedangkan Bilqis berpegangan erat di badan Aisyah.


"Kita pergi dari sini ! Wahai burung garuda, aku perintahkan kepadamu untuk pergi dari istana emas ini !", ucap Aisyah.


"Iyaaa !!!", jerit Bilqis.


Burung garuda putih yang ditunggangi kedua perempuan berbeda dunia itu terbang tinggi ke udara dengan bebas.


Membawa mereka keluar dari istana emas yang berada di hamparan pasir emas di pintu kelima menuju ke istana awan putih.


Burung garuda putih itu terus mengepakkan kedua sayapnya kuat pergi terbang meninggalkan pintu kelima.

__ADS_1


"Yahuiii... !!!", teriak Aisyah.


"Hore ! Kita dapat pergi dari istana emas itu ! Kita berhasil ! Kita berhasil !", jerit Bilqis kegirangan.


"Ha... Ha... Ha... Ha...", tawa Aisyah.


Terlihat burung garuda putih itu terbang cepat di atas langit-langit yang berwarna putih serta penuh kedamaian.


"Yahui !", teriak Bilqis.


"Syukurlah, kita akhirnya keluar dari pintu kelima", ucap Aisyah.


"Benar, Nona Aisyah", sahut Badar dari dalam pedang awan putih.


"Kamu lega Badar mengetahui jika kita dapat pergi dari pintu kelima", kata Aisyah.


"Tentu saja, Nona Aisyah", ucap Badar.


Burung garuda itu terbang melesat ke arah sebuah bagunan megah dari awan putih dan melesat cepat masuk ke dalam ruangan istana awan putih.


Mereka tiba di istana awan putih, saat mereka datang ke dalam istana tiba-tiba seberkas cahaya terang muncul dari dalam istana awan putih yang terang benderang.


Muncul sebuah jam antik kuno melayang di tengah-tengah ruangan istana awan putih seraya berdiri tegak mengeluarkan kilau cahaya yang indah.


Suasana istana awan putih menjadi hangat serta cerah. Tepat jarum jam antik kuno kembali berdetak pelan.


"Jam antik kuno ?", ucap Aisyah termenung.


"Iya, itu adalah jam antik kuno milik Kerajaan Persia", sahut Badar.


"Milik Kerajaan Persia !?", kata Aisyah.


"Benar, jam antik kuno itu adalah salah satu barang pusaka milik Kerajaan Persia di masa lalu", ucap Badar.


"Hmmm...", gumam Aisyah.


"Jam antik kuno itu sangat unik sekali...", ucap Bilqis.


"Benar, aku juga berpendapat sama denganmu, Ratu Bilqis", kata Aisyah.


"Jam antik kuno yang sangat indah dari masanya", sahut Badar.


"Yang kamu ucapkan itu benar sekali, Bilqis", kata Aisyah.


Terlihat jarum jam antik kuno itu perlahan-lahan bergerak pelan dan mulai berputar sangat cepat.


Aisyah terkejut melihat ke arah perputaran jarum jam antik kuno yang terbuat dari emas murni itu. Dan jam antik kuno itu berputar semakin lama semakin kencang.


Terdengar suara gemuruh dari sekitar istana awan putih yang sangat hebat dan semakin mendekat.


Pada saat bersamaan seluruh istana awan putih, tempat mereka berada tengah berputar-putar dengan kencangnya.

__ADS_1


Namun tidak membuat semua yang ada di istana awan putih itu menjadi ikut berputar melainkan semuanya diam di tempat ketika istana awan putih itu berputar menurut arah perputaran jam antik kuno.


__ADS_2