Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Negoisasi Tercapai...


__ADS_3

Aisyah tidak tahu harus berbuat apa untuk melakukan negoisasi diantara mereka dengan raksasa foxglove.


"Apa yang harus kita lakukan untuk bernegoisasi dengan raksasa besar itu ?", tanya Aisyah.


"Mmm, hamba akan memikirkan cara untuk mencapai negoisasi dengan raksasa foxglove, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Bagaimana caranya ?", tanya Aisyah.


"Hamba masih bingung untuk membuat teman raksasa foxglove itu, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Nah, itu dia, tidak adakah cara lain untuk mewujudkan itu semua", tanya Aisyah.


"Hamba juga pusing memikirkannya, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


Aisyah terdiam memandangi raksasa foxglove itu dari arah pembatas pelindung cahaya.


Dia melihat raksasa foxglove itu tampak murung sekali, seperti merasa kesepian.


"Hufh... Bagaimana ini ? Kita tidak punya jalan keluar, untuk meninggalkan raksasa foxglove itu juga tidak mungkin, kita lakukan !?", kata Aisyah sambil menghela nafas panjang.


"Tapi meninggalkan raksasa foxglove itu sendirian, bukan hal yang pantas kita lakukan, bagaimanapun kita telah bernegoisasi dengan raksasa foxglove itu", ucap cermin ajaib.


"Hah !? Benar sekali ucapanmu, wahai cermin ajaib", ucap Aisyah.


Mereka kembali menatap raksasa foxglove itu dan tenggelam pada pikiran masing-masing, tidak tahu harus apa lagi.


Buntu, benar-benar tidak menemukan jalan keluar dari permasalahan itu.


Aisyah lalu mengusap kepalanya yang tertutup kain penutup panjang selaras dengan warna tunik yang ia kenakan.


"Bagaimana kalau kita membuat teman raksasa foxglove juga sama terbuat dari tanaman menjalar itu ?", tanya Aisyah.


"Masalahnya bukan bahan membuat teman raksasa foxglove itu yang sulit kita dapatkan melainkan cara untuk membuat raksasa foxglovenya itulah yang sulit, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Benar juga yang kamu katakan itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Keduanya termenung memandangi raksasa yang berada didalam batas pelindung itu.


Kesulitan menemukan jawabannya dan berkutat pada pikiran mereka.


Aisyah lantas berbicara lagi kepada cermin ajaib yang melayang-layang di udara.


"Bukankah kamu memiliki cahaya ajaib didalam tubuhmu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah lalu menolehkan kepalanya ke arah cermin ajaib.


"Yah, aku tahu itu tapi ini sangat sulit untuk mewujudkannya, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.


"Membuat teman raksasa foxglove itu !?", tanya Aisyah.


"Benar, karena hanya jam antik kunolah yang mampu melakukannya, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Jam antik kuno ? Siapa itu ?", tanya Aisyah seraya memalingkan mukanya ke arah cermin ajaib.


"Astaga !? Anda tidak mengingat jam antik kuno, itu artinya anda masih belum mengingat apa-apa, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.


"Tidak mengingat apa-apa... Bukankah, aku memang berasal dari tempat ini, didalam dunia mimpi ini !?", ucap Aisyah.


"Tuhan..., anda masih mengira jika anda berasal dari tempat ini...!? Ya Tuhanku !?", kata cermin ajaib.


"Sudahlah jangan mempersalahkan hal itu, nanti kita bahas tentang ingatanku yang hilang dan mencari solusinya", ucap Aisyah.


"Baiklah, jika itu yang anda inginkan, hamba akan patuh pada perintah anda, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.


"Bagaimana kalau kita mengganti teman rakasasa foxglove dengan boneka saja ? Hanya itu yang kita lakukan untuk raksasa besar itu agar ia tidak merasa kesepian", kata Aisyah.


"Boneka !?", tanya cermin ajaib.

__ADS_1


"Yah, boneka, sebuah boneka yang bisa berbicara yang mirip dengannya, raksasa besar itu", kata Aisyah.


"Hmmm....!?", gumam cermin ajaib.


"Sementara itu yang dapat kita lakukan untuk raksasa besar itu", jawab Aisyah seraya mengangkat kedua bahunya.


"Mmm... Apakah ia tidak akan marah jika raksasa foxglove itu mengetahuinya bahwa itu cuma boneka !?", tanya cermin ajaib gamang.


"Yeah... Bagaimana lagi ? Hanya itu satu-satunya cara untuk mengelabui raksasa foxglove...", kata Aisyah.


"Tapi, kalau dia marah, bagaimana !?", tanya cermin ajaib.


"Kita sudah pergi dari tempat ini, mana mungkin ia dapat mengejar kita, raksasa besar itu juga tidak akan tahu bahwa teman pengganti yang kita berikan padanya adalah sebuah boneka mainan", jawab Aisyah seraya tersenyum simpul.


"Mmmm... Baiklah...", gumam cermin ajaib.


"Lakukanlah, kita tidak perlu menunggu lama lagi, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Yah... Baiklah...", jawab cermin ajaib.


Akhirnya cermin ajaib mengikuti saran Aisyah untuk membuat boneka yang mirip dengan raksasa foxglove itu maka ia mengeluarkan cahaya warna-warni andalan cermin ajaib untuk membuat boneka pengganti itu.


Muncul sebuah boneka ajaib yang dapat berbicara dan mirip sekali dengan raksasa foxglove dengan ukuran badan yang sama pula dengan raksasa besar itu.


Teman raksasa foxglove telah dibuat oleh cermin kristal ajaib dan masalah telah teratasi.


"Mmm... Bagaimana menurut anda, boneka raksasa foxglove ini, mirip tidak, Nona Aisyah !?", tanya cermin ajaib.


"Wow ! Ini benar-benar luar biasa, sangat mirip sekali, wahai cermin ajaib ! Hebat sekali !", jawab Aisyah kagum.


"Baiklah, mari kita berikan boneka pengganti itu pada raksasa foxglove", ucap cermin ajaib.


"Ayo, kita bawa boneka itu kepada raksasa foxglove, wahai cermin ajaib !", seru Aisyah.


Mereka lalu membawa boneka pengganti itu kepada raksasa foxglove dan uniknya boneka itu dapat berjalan, tidak seperti raksasa besar itu yang hanya diam diantara hamparan tanaman foxglove yang luas.


Cermin ajaib lalu memberikan boneka yang mirip dengan raksasa foxglove kepada raksasa besar itu setelah ia membuka batas pelindung yang melingkupi raksasa foxglove.


Meminta imbalan atas boneka itu dari raksasa foxglove yaitu untuk membantu Aisyah keluar dari bentangan tanaman menjalar itu.


"Bagaimana cara kami dapat keluar dari tempat ini, raksasa foxglove ?", tanya Aisyah.


"Sebentar, biar hamba yang berbicara kepada raksasa foxglove itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib menimpali pertanyaan Aisyah.


Cermin kristal ajaib terbang mendekat ke arah raksasa foxglove seraya diikuti oleh raksasa besar itu.


Tampak kegembiraan menyertai raksasa foxglove saat ia melihat raksasa yang mirip dengannya yakni boneka pengganti menghampirinya.


Raksasa foxglove itu langsung memeluk boneka pengganti dan betapa senangnya raksasa besar itu memiliki teman di padang kering yang ditumbuhi tanaman menjalar.


Cermin ajaib lalu berbicara pada raksasa foxglove dalam bahasa raksasa, ia menanyakan arah jalan keluar dari bentangan tanaman menjalar itu.


Cukup lama mereka berbincang-bincang kemudian cermin ajaib bergerak ke arah Aisyah yang berdiri tak jauh darinya.


"Bagaimana hasil keputusan atas negoisasi itu, wahai cermin ajaib ?", ucap Aisyah buru-buru menanyakannya.


"Masalah telah diselesaikan dengan sangat baik, kita tinggal pergi dari tempat ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Syukurlah, kalau begitu mari kita segera keluar dari padang kering ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah dengan mata berbinar-binar senang.


"Iya, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib itu.


Cermin ajaib lantas membawa Aisyah ke suatu lokasi dimana terdapat kumpulan manisan. Dan berhenti disana.


"Kenapa kita berhenti disini ?", tanya Aisyah.

__ADS_1


"Raksasa foxglove mengatakan bahwa ini adalah pintu keluar dari sini, Nona Aisyah"; sahut cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib itu lalu berputar mengelilingi kumpulan manisan itu.


"Apakah kita akan terjun ke dalam sini ?", tanya cermin ajaib bingung.


"Nah, kenapa kamu balik bertanya padaku, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah ikut kebingungan.


"Mungkinkah kita telah ditipu oleh raksasa itu ?", tanya cermin ajaib


"Emmm...", gumam Aisyah.


Keduanya saling berpandangan dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Tidak mungkin jika raksasa foxglove itu membohongi kita, hamba yakin sekali jika raksasa besar itu tidak menipu kita, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib


"Kalau begitu kita langsung terjun kedalam kumpulan manisan lolipop itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Cermin kristal ajaib itu lantas bergerak berputar-putar di atas kumpulan manisan itu kemudian ia mengeluarkan cahaya terang berwarna-warni dari dalam badannya.


"Baiklah, mari kita lakukan karena hamba telah melindungi tubuh kita dengan cahaya pelindung maka kita tidak perlu khawatir terluka, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hmmm... Baiklah kalau begitu, ayo kita segera melompat ke dalam kumpulan manisan lolipop itu", ucap Aisyah.


"Iya, Nona Aisyah, mari kita segera pergi dari tempat ini !", sahut cermin ajaib.


Tubuh penuh dengan kilauan cahaya berwarna-warni mereka memutuskan untuk terjun kedalam kumpulan manisan lolipop.


Aisyah menganggukkan kepalanya tegas kemudian memandangi kumpulan manisan itu.


"Ayo, kita terjun kedalam sana, wahai cermin ajaib, mari kita lakukan pada hitungan ketiga, satu..., dua..., dan TIGAAAA !!!!", teriak Aisyah kemudian.


Keduanya lalu terjun masuk kedalam kumpulan lolipop itu seraya berteriak kencang-kencang.


"AAAAAAAAHHHHH...!!!", teriak mereka berdua bersama-sama.


Didalam kumpulan manisan lolipop terdapat jalan yang mirip dengan jalan di kolam air waterbom yang meliuk-liuk kearah bawah.


Mereka menuruni lintasan jalan dengan kecepatan yang tinggi, membuat mereka terus berteriak kencang saat melewati jalan tersebut.


Disamping jalan lintasan menurun itu, tampak pemandangan berupa pohon-pohon yang berbuah manisan yang berwarna-warni indah serta buahnya yang mirip buah apel jelly dapat mudah dipetik.


Sayangnya Aisyah tidak dapat melakukannya karena ia sibuk memperhatikan jalan lintasan saat menuruninya.


Gadis berwajah bening itu terlihat sangat tegang ketika melewati jalan berliuk-liuk yang sangat panjang sekali.


"AAAAAAAAHHHH !!!", teriak Aisyah bebarengan dengan teriakan dari cermin ajaib yang ikut terbang turun.


"Lintasan menurun ini mirip kolam air waterbom hanya saja bukan air yang sebagai sarana untuk meluncur kebawah melainkan gulali yang licin", ucap Aisyah dengan nada tinggi.


"Iiiyaaa... Jalan lintasan ini sangat licin sekali, jadi berhati-hatilah karena kita tidak tahu dibawah sana apakah sesuatu yang berbahaya atau tidak...", sahut cermin ajaib.


Aisyah kembali memperhatikan jalan lintasan yang meliuk-liuk dan sangat panjang itu tanpa mengetahui ujung dari jalan tersebut.


Dia berteriak kencang lagi dan berusaha menjaga kestabilannya agar tidak terguling-guling saat menuruni jalan lintasan itu.


Ujung jalan dari lintasan gulali itu memang tidak terlihat ujungnya, hanya ada jalan panjang yang meliuk-liuk mirip kolam air waterbom.


Tubuh Aisyah meluncur dengan sangat cepat sekali, hanya anehnya meski jalan lintasan menurun itu sangat curam dan dialiri gulali yang licin tetapi tubuh gadis muda itu tidak terlihat dilumuri oleh gulali, benar-benar kering dan tidak terpengaruh dengan gulali itu.


Hampir berjam-jam mereka menuruni jalan lintasan yang licin itu dan mulai terlihat jika Aisyah kelelahan tetapi dia harus tetap bertahan karena lintasan itu adalah satu-satunya jalan yang harus mereka lalui supaya keluar dari tempat itu.


"Aku mulai capek, apakah masih lama kita untuk sampai di ujung jalan keluar ini ?", tanya Aisyah.


"Hamba tidak tahu, Nona Aisyah tetapi tetaplah bertahan", jawab cermin ajaib.

__ADS_1


Aisyah terdiam tanpa menjawab perkataan dari cermin ajaib itu dan terlihat tubuhnya bergerak cepat saat menuruni jalan lintasan yang meliuk-liuk itu.


Dia hanya mampu menerima itu semua dengan pasrah dan bersabar.


__ADS_2