Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Melanjutkan Perjalanan...


__ADS_3

Aisyah dengan bantuan cermin kristal ajaib mengangkat kereta gulali roller coaster yang terbalik ke tempatnya semula.


Mereka bersama-sama masuk kembali ke dalam kereta gulali seraya memperhatikan kondisi ruangan di dalam kereta gulali roller coaster.


Tidak ada kerusakan yang terjadi pada kereta tersebut akibat pertempuran yang terjadi tadi dan keadaan kereta gulali semuanya tampak seperti biasanya, bersih dan tanpa goresan.


Kelihatannya kereta gulali roller coaster itu sangat kuat dan tahan dengan serangan apapun, meski tadi api membara menghantam kerasnya pada badan kereta dan membalikkan kereta gulali ke udara serta menjatuhkannya ke jalan.


"Kita pergi dari sini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Ya, kita akan melanjutkan lagi perjalanan kita sekarang. Apakah kamu sudah siap ?", tanya Aisyah.


"Hamba selalu siap untuk menemani perjalanan ini dan akan terus mendampingi anda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Hmmm, baiklah. Mari, kita lanjutkan perjalanan ini dan selesaikan tugas misi di pintu kelima ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Baik, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Oh, iya, wahai cermin ajaib. Apakah kamu masih punya pil obat itu ?", tanya Aisyah.


"Pil obat !? Oh, maksudnya pil obat waktu anda merasa pusing pada saat di dunia alam mimpi ketika di terowongan transparan itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, waktu aku masih koma dan berada di alam mimpi. Apakah kamu masih mempunyai pil obat itu ?", kata Aisyah lalu bertanya pada cermin ajaib.


"Oh, tentu saja, hamba masih memiliki pil obat itu. Lalu untuk apa anda menanyakannya, Nona Aisyah ?", sahut cermin ajaib balik menanyakannya.


"Bolehkah aku memintanya lagi padamu pil obat itu ?", tanya Aisyah.


"Tentu, anda boleh memintanya lagi tetapi untuk apa anda menginginkan pil obat itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Aku ingin meminumnya agar luka dalamku seratus persen pulih. Yah..., meski aku sudah merasa baikan tapi aku ingin lebih sehat lagi dari sekarang ini", sahut Aisyah.


"Apakah anda merasakan sakit di badan anda, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib. "Bagian tubuh mana yang anda rasakan masih sakit ?", sambungnya bertanya.


"Aku hanya merasakan sesak napas saja akibat pertempuran itu dan aku pikir kamu memiliki pil obat mujarab itu", kata Aisyah.


Aisyah melihat kereta gulali roller coaster kembali melaju seperti semula. Bergerak pelan menuju ke depan melewati jalan berkelok yang sangat panjang.


Jalan di ruangan pintu kelima yang kali ini ditemui oleh Aisyah lebih berbeda dari jalan-jalan yang dia jumpai pada pintu keempat yang masih diingatnya dan unik sekali kelihatannya.


Aisyah mengendarai kereta gulali roller coaster dengan mengarahkan tuas pengungkit ke arah samping kanan dan secara otomatis kereta yang dia naiki bersama cermin kristal ajaib berjalan dengan sendirinya.


"Sebaiknya anda meminum ramuan obat ajaib yang anda punyai, karena hamba rasa kalau ramuan itu lebih mujarab dan efektif daripada pil obat ciptaan hamba, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Ramuan ajaib ?", tanya Aisyah lupa.


Aisyah ternyata tidak mengingat bahwa dia mempunyai ramuan obat yang ajaib yang merupakan pemberian dari jam antik kuno. Dan gadis muda itu tampaknya telah melupakannya lagi kalau dia masih menyimpan ratusan ramuan obat ajaib dalam kantung kain.


Dia hanya menatap ke arah cermin ajaib dengan ekspresi wajah bingung.


"Ramuan obat ajaib apa, wahai cermin ajaib !?", tanya Aisyah.


"Anda menyimpannya di dalam kantung kain yang anda sematkan pada ikat pinggang anda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Ikat pinggang ? Maksudmu ikat pinggang yanh aku kenakan ini, sekarang !?", tanya Aisyah.


Aisyah menundukkan kepalanya ke arah ikat pinggang yang dia kenakan itu lalu melihat sebuah kantung yang terbuat dari kain sutra tenunan tangan yang mewah dengan benang-benang halus dari anyaman emas tersemat di antara ikat pinggangnya.


Dia lalu melepaskan kain kantung itu dari ikat pinggangnya dan memperhatikan kantung tersebut dengan seksama dan cermat.

__ADS_1


Membukanya kemudian memasukkan tangannya ke dalam kantung kain sutra itu dan saat tangannya berada di dalam kantung kain, dia merasakan menyentuh sesuatu.


"Mmmm... Apakah ini ?", tanya Aisyah penasaran.


Dia mengambil benda itu lalu mengeluarkannya dari dalam kantung kain sutra.


"Sebuah botol keramik yang sangat bercahaya !? Apakah ini wadah untuk menyimpan ramuan obat ajaib itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


Aisyah hanya memandangi botol keramik buatan tangan yang penuh lukisan alam dengan hati bertanya-tanya tetapi dia menyikapinya sangat serius sekali walaupun dia tidak tahu akan fungsi dari ramuan obat yang tersimpan didalam botol keramik itu.


"Botol keramik itu sebelumnya tidak bercahaya seperti ini, sama sekali, bahkan terlihat sangat kusam seperti botol keramik kuno pada umumnya", ucap cermin ajaib.


"Benarkah !?", tanya Aisyah seraya mengerutkan dahinya.


"Benar, Nona Aisyah. Pada saat pertama kalinya hamba melihat botol keramik milik anda ini, hamba melihat penampilan botol keramik ini biasa-biasa saja, tidak betcahaya sedikitpun", jawab cermin ajaib.


"Tetapi botol keramik yang aku lihat ini, bercahaya terang serta sangat berkilauan indahnya", kata Aisyah seraya memperhatikan botol keramik yang ada di tangannya.


"Mungkin ramuan obat ini memiliki khasiat yang berbeda dari sebelumnya, dan kenapa anda tidak mencobanya, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.


"Mencobanya ? Maksudnya meminum ramuan obat ajaib ini ?", tanya Aisyah menimang-nimang botol keramik yang ada di tangannya itu.


"Benar... Sebaiknya anda mencobanya, mungkin saja ini maksud dari jam antik kuno memberikannya kepada anda sebelum waktu berhenti berputar, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hmmm... ", gumam Aisyah dengan bertanya-tanya.


"Jangan ragu dan minumlah ! Hamba yakin anda akan mendapatkan kekuatan ajaib dari ramuan obat itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hmmm, baiklah, aku akan segera meminumnya dan jika terjadi sesuatu padaku..., maka aku sarankan kamu juga bersiap-siap, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Siap, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


Aroma wangi tercium dari dalam botol keramik bercahaya yang dia pegang lalu dia menghirup aroma yang keluar itu dalam-dalam kemudian perlahan meminumnya sampai habis.


GLEK... GLEK... GLEK...


Aisyah meminum ramuan ajaib tersebut hingga tidak tersisa setetes sedikitpun.


Tidak ada reaksi yang terjadi pada gadis muda itu setelah meminum habis ramuan ajaib yang ada di botol keramik. Dan setelah dia menghabiskan minumannya pada botol keramik, dia tidak lagi melihat botol keramik itu bercahaya kembali.


Aisyah mencoba mengamati botol keramik kusam itu lagi ketika dia meminum ramuan ajaib di tangannya.


"Tidak bercahaya... Botol keramik ini tidak lagi mengeluarkan cahayanya yang terang. Apakah itu dikarenakan aku telah menghabiskan ramuan ajaib itu ?", tanya Aisyah keheranan.


"Tapi... Tapi... Lihatlah, Nona Aisyah ! Tubuh anda berpendar-pendar memancarkan cahaya terang sekali, dan sangat berkilauan !", pekik cermin ajaib seraya terbang mengelilingi tubuh Aisyah.


"Oh iya !? Tubuhku bercahaya terang sekali !?", kata Aisyah kaget.


"Hmmm, ternyata cahaya itu telah pindah ke tubuh anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benar, cahaya itu berpindah ke tubuhku sekarang, wahai cermin ajaib", kata Aisyah terpana kagum.


Cermin ajaib memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuh Aisyah dengan kedua mata yang terbuka lebar-lebar.


Aisyah juga turut melihat tubuhnya yang berubah bercahaya terang itu dan tiba-tiba dia merasakan kehangatan yang sangat nyaman di tubuhnya.


"Apakah anda baik-baik saja, Nona Aisyah ? Adakah yang anda rasakan sakit pada badan anda ?", tanya cermin kristal ajaib itu.


"Aku hanya merasakan tubuhku menjadi hangat setelah meminum habis ramuan ajaib yang ada di botol keramik itu dan rasanya sangat nyaman sekali, wahai cermin ajaib", kata Aisyah menjawab pertanyaan cermin ajaib yang terlihat mencemaskannya.

__ADS_1


"Syukurlah... Dan apakah luka anda tidak terasa sakit lagi ? Bagaimana kondisi tubuh anda sekarang, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib lalu berhenti bergerak.


"Aku tidak merasakan sakit lagi di dalam dadaku dan aku juga merasa sangat sehat kembali setelah meminumnya", sahut Aisyah.


Hampir dua puluh menit tubuh Aisyah bercahaya seperti itu dan tidak terlihat perubahan jika tubuhnya akan kembali normal.


Lebih sepuluh menit.


Tidak ada tanda-tanda tubuh gadis muda itu berubah seperti semula. Dan dia masih melihat tubuhnya tetap memancarkan cahaya terang benderang dari dalam.


Aisyah duduk di atas kursi penumpang kereta gulali roller coaster untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Dia berpikir mungkin tubuhnya sebentar lagi akan kembali normal.


Menghela napas panjang seraya mendongakkan kepalanya ke atas, berusaha bertafakur mengingat kebesaran nama-Nya.


"Tubuh anda masih bercahaya dan ini hampir empat puluh lima menit, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Yah, aku tahu itu...", kata Aisyah.


"Ya Tuhan...", ucap cermin ajaib.


"Tidak apa-apa, yang terpenting aku sehat dan tidak terjadi apa-apa padaku, wahai cermin ajaib", kata Aisyah berusaha tersenyum.


"Jalan berkelok ini masih sangat panjang sepertinya, dan hamba lihat tidak ada ujungnya, artinya perjalanan di pintu kelima ini membutuhkan waktu lama, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Aku mengerti itu, tapi percayalah kalau kita telah mengambil keputusan terbaik dan tepat", kata Aisyah.


"Yah, hamba mengerti, Nona Aisyah. Dan hamba berharap anda tetap bersemangat meski keadaan anda terlihat aneh sekarang", ucap cermin ajaib.


Aisyah hanya tersenyum tipis dan beranjak dari kursi lalu berjalan ke arah layar monitor yang ada tersedia di kereta gulali roller coaster.


Dia sangat serius saat memperhatikan layar monitor dan mengamati arah jalan berkelok yang ada di depan kereta gulali roller coaster yang bergerak pelahan.


Aisyah tetap mengawasi kendali laju kereta di jalan berkelok-kelok itu dan selalu memantau keadaan selama perjalanan di dalam pintu kelima.


"Beristirahatlah Nona Aisyah ! Biarkan hamba yang menggantikan anda untuk mengawasi laju kereta gulali roller coaster ini !", ucap cermin ajaib.


"Kamu ?", tanya Aisyah kaget.


"Iya, hamba dengan senang hati melakukannya sampai tubuh anda normal kembali, hamba yang akan menggantikan anda mengawasi laju kereta ini, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Tidak perlu, biarkan aku yang memantau keadaan laju kereta gulali roller coaster ini", kata Aisyah. "Percayalah padaku !"


"Sungguh !? Anda baik-baik saja !?", tanya cermin ajaib agak gelisah.


Aisyah menganggukkan kepalanya pelan serta tersenyum lembut ke arah cermin kristal ajaib itu.


Dia kembali mengawasi laju kereta gualali roller coaster yang bergerak pelan menuju ke depan melewati jalan berkelok-kelok di area itu.


Cermin kristal ajaib kembali ke atas kursi penumpang kereta gulali dan turut mengawasi keadaan di luar kereta lewat kaca cermin ajaib yang ada di badannya.


Kereta gulali roller coaster melaju pelan dan bergoyang-goyang ketika bergerak maju, kereta gulali turut berjalan berkelok mengikuti lajur jalan di sepanjang area di dalam pintu kelima sedangkan tubuh Aisyah masih berpendar-pendar bercahaya terang ketika dia mengawasi laju kereta gulali roller coaster di depannya.


Aisyah tidak merasakan kesakitan lagi setelah meminum ramuan ajaib itu bahkan kini dia merasakan tubuhnya terasa sangat hangat sekali meskipun bercahaya terus menerus sehingga membuat cermin kristal ajaib merasa cemas pada gadis muda itu. Aisyah merasa dirinya baik-baik saja dan dia tidak merasa khawatir dengan kondisi tubuhnya hanya saja tubuhnya bercahaya itu saja dan tidaklah aneh sebenarnya. Bukankah itu hal yang wajar jika terjadi ketika kita berada di suatu area yang isinya penuh keajaiban.


Sama halnya keajaiban Al-Qur'an tentang sungai di bawah laut.


"Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al-Furqan : 53).

__ADS_1


Dalam beberapa kitab tafsir dijelaskan bahwa ayat tentang pertemuan dua lautan namun airnya tak bercampur ini digambarkan sebagai muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air asin dari laut dan air tawar dari sungai. Inilah yang disebut sebuah keajaiban dari Tuhan Yang Maha Kuasa.


__ADS_2