
Aisyah keluar dari ruangan kamar pintu kedua dengan terbang melayang cepat, ia bergeming menatap lurus kearah pintu istana awan putih ini. Tinggal tiga pintu yang tersisa dan belum berhasil ia buka. Ia melirik kembali kearah kunci berwarna emas berhias ukiran bunga Tulip kuning ditangannya.
Tidak terdengar lagi suara dari layar besar itu lagi untuk memberitahukan petunjuk padanya, suasana tampak lenggang didalam ruangan istana awan putih ini. Ia mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah itu lalu terbang berputar-putar didepan pintu-pintu istana awan putih ini.
"Pintu manakah yang harus aku pilih lagi sekarang ini ?", kata Aisyah sembari mengepakkan kedua sayapnya.
Aisyah mengedarkan pandangannya kearah sekeliling ruangan istana awan putih ini, tidak ada lagi suara dari layar besar itu yang menggema untuk sekedar memberitahukan padanya pintu yang harus ia buka.
"Haruskah aku memilih secara acak atau asal saja ? Toh, ini semua terserah kepadaku ?", kata Aisyah lalu turun kebawah dan berjalan menuju kearah pintu istana awan putih.
Semua niatnya untuk memilih secara asal-asalan mendadak lenyap karena sesuatu yang asing tiba-tiba muncul menyelinap diantara celah-celah pintu disebelah Aisyah berdiri.
Aisyah mengerutkan alis lalu berjalan mendekat kearah pintu sebelah tempatnya berdiri. "Ada sesuatu dibalik pintu ini yang sangat aneh ?", kata Aisyah bergumam pelan.
Dilihatnya kunci berwarna emas berhias ukiran bunga Tulip kuning yang ada digenggaman tangannya lalu ia menolehkan kepalanya kearah pintu didepan ia berdiri.
Kedua sayap Aisyah bergerak-gerak aneh dan menghentak-hentakan tubuhnya dengan keras, Aisyah terpekik keras dan terkejut kaget saat sayap-sayap miliknya bergerak cepat dengan sendirinya.
Aisyah tampak sangat kesakitan saat tubuhnya menghentak keras kearah depan dan kebelakang tanpa henti-hentinya.
"ADUUUUUH !!! Ada apa ini !?", kata Aisyah seraya menoleh kearah samping untuk melihat kebelakang.
Kepakkan kedua sayap Aisyah semakin bergerak cepat dengan sendirinya dan hampir membuat tubuhnya menghantam pintu didepannya. Ia sendiri tidak mampu menahan kepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah itu karena dorongannya sangat kuat sekali.
Untungnya dengan cepat Aisyah menahan tubuhnya agar tidak menghantam pintu dengan kedua tangannya.
"Kenapa dengan kedua sayapku ini !? Kenapa bisa bergerak sendiri !?", kata Aisyah gelisah.
Aisyah menahan tubuhnya dengan kedua tangannya kuat-kuat, ia merasakan seluruh tubuhnya kesakitan karena hentakan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah itu sangat kuat dan cepat. Ia merasa sangat kebingungan dengan apa yang sedang terjadi pada dirinya saag ini.
Rasa sakit semakin menjalar kuat diseluruh tubuhnya yang terus menghentak-hentak kuat dan sangat cepat sekali. Ia melirik kearah kunci berwarna emas berhias ukiran bunga Tulip kuning ditangannya itu dan tanpa banyak berpikir lagi, Aisyah segera melesakkan kunci berwarna emas tersebut masuk kedalam lubang kunci pintu didepannya secepatnya.
"KLIIING...! KLIIING...! KLIIING...!!!", suara terdengar dari lubang kunci pintu ketiga ketika kunci berwarna emas berhias ukiran bunga Tulip kuning itu berhasil masuk kedalam lubang kunci.
__ADS_1
Tubuh Aisyah bergerak mundur kearah belakang beberapa langkah kemudian berputar kencang dan semakin kencang tak terkendali lagi. Aisyah tertarik kedalam ruangan pintu ketiga yang terbuka lebar-lebar lalu pintu ketiga menutup keras dengan sendirinya.
"BRAAAAAKKKK !!!!", suara pintu terbanting sangat keras.
Hening...
Suasana diruangan istana awan putih ini menjadi hening kembali dan seluruh kondisi diruangan istana awan putih ini yang tadinya hancur berantakan dan berkeping-keping kembali menjadi sediakala seperti kondisinya yang pertama kali, utuh dan tertata rapi seperti semula.
Istana awan putih mendadak berubah menjadi sangat tenang dan damai kembali tanpa ada pergolakan didalamnya. Bersamaan menghilangnya tubuh Aisyah dari istana awan putih ini kedalam ruangan pintu ketiga yang tertutup rapat, begitupula dengan istana awan putih ini yang turut hilang dan lenyap seketika dari atas langit.
"BOOOMMM !!!", suara dari istana awan putih bergemuruh lalu kembali tenang dan tidak tampak keberadaan istana awan putih itu lagi.
Didalam ruangan pintu ketiga yang tertutup rapat terlihat tubuh Aisyah yang berputar-putar kencang lalu menghilang lenyap dari dalam ruangan kamar pintu ketiga, dan hanya menyisakan setitik cahaya didalam ruangan pintu ketiga yang semakin lama semakin gelap tak bercahaya.
"BLIIIIITZZZZ...!!!", hanya suara itu yang terdengar keluar dari dalam ruangan pintu ketiga kemudian seluruh ruangannya menjadi sangat gelap gulita.
Aisyah terbangun seraya membuka kedua matanya perlahan-lahan. Ia sangat kaget sekali melihat dirinya berada didalam ruangan kamar tidur pribadinya dirumahnya.
"Aku sudah kembali pulang ??? Apakah aku tidak perlu lagi menyelesaikan misiku diistana awan putih itu !?", kata Aisyah lalu bangun dari tidurnya dan terduduk seraya memandangi seluruh ruangan kamar tidur pribadinya dirumah.
"Sepertinya ada yang berbeda dengan ruangan kamar tidur yang ada dirumah ini !? Aku merasa ada sedikit ganjil dari ruangan kamar tidur ini !?", kata Aisyah lalu menoleh kearah tirai kamarnya.
Warna tirai kamar tidurnya sangat berbeda dengan tirai yang ada dirumahnya. Ia langsung tersentak sadar saat melihat letak susunan kamar tidur pribadinya itu.
"Ini seperti susunan kamar tidur pribadinya lima tahun yang lalu !?", kata Aisyah kaget lalu berlari menuju keluar kamar tidur pribadinya.
Aisyah berlarian kearah ruangan tengah rumahnya dan ia bergegas menuju kesebuah lemari kayu diruangan itu kemudian membuka laci didalam lemari secara asal. Jika ia benar-benar kembali kemasa lima tahun yang lalu berarti foto itu pasti masih ada dilaci ini. Ia terus mengacak-acak laci lemari dan membongkar seluruh isi dalam laci tersebut.
Sebuah bingkai foto terletak dibawah tumpukan kertas-kertas penting didalam laci lemari setelah Aisyah berhasil menyingkirkan semua benda-benda yang ada diatasnya.
"Hmm..., ini foto kenangan bersama kedua orangtuaku yang masih lengkap lima tahun yang lalu", kata Aisyah tersenyum tipis.
Raut wajah Aisyah berubah sendu dengan tatapan kedua matanya yang sangat sayu saat ia menemukan foto dengan bingkai ukiran bunga Tulip kuning yang indah.
__ADS_1
Tak terasa air matanya turun deras membasahi wajahnya yang bening, ia tidak mampu menahan kepedihan hatinya saat ia melihat foto yang ia genggam erat. Ia terus menangis tersedu-sedu seraya memeluk bingkai foto tersebut kedalam dekapannya tanpa bersuara sepatah katapun.
Tangisannya sangat keras terdengar didalam ruangan tengah rumahnya yang tampak sangat sepi serta sunyi-senyap. Tubuhnya terguncang hebat karena ia menangis terharu, air matanya terus berjatuhan dari kedua mata Aisyah yang terpejam dan sembab.
"Aku kembali ibu...! Aku kembali ibu... ! Aku pulang kerumah...!", isak tangis Aisyah yang semakin terdengar kencang. "Maafkan aku...ibu...!?"
Aisyah terus mendekap bingkai foto itu didalam dekapan kedua tangannya. Ia benar-benar tidak dapat menghentikan tangisannya.
Suara tangisannya memecah hening suasana diruangan tengah rumahnya, ia terduduk bersimpuh didepan lemari seraya menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Apakah ada suatu perasaan menyesal dari diri Aisyah saat ini ?, tak seorangpun yang mengetahui apa yang sedang terjadi sebenarnya dan apa yang telah dialami Aisyah di lima tahun yang lalu ini.
Aisyah lalu mendongakkan kepalanya dan menoleh kesekitar ruangan tengah rumahnya, ia kembali mencari-cari sesuatu didalam ruangan ini kemudian beranjak berdiri dari tempatnya bersimpuh dan segera berlari ketika kedua matanya menemukan apa yang ia cari saat ini.
Desember, 2017...
Pandangan Aisyah tertegun didepan sebuah kalender duduk yang ada diruangan tengah rumahnya ini.
Ternyata ia benar-benar kembali kemasa lima tahun yang lalu dimana ia masih duduk disekolah menengah pertama tapi ia tidak melihat penampilan dirinya berubah sama sekali tetap sama seperti dirinya saat datang dari masa depan.
"Apakah aku benar-benar telah kembali kemasa lima tahun yang lalu !? Dan jika itu benar adanya maka semua keluargaku masih lengkap dan berkumpul !?", kata Aisyah lalu ia membalikkan badannya dan berdiri tegak dengan kedua tangan mendekap erat foto itu.
Saat ia hendak terbang melayang, Aisyah terkejut ketika melihat kearah kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah itu sudah tidak tampak lagi berada dipunggung Aisyah dan ia melihat penampilan dirinya telah berubah, ia kini mengenakan pakaian kasual dengan kain yang tetap menutup kepalanya rapat tapi sekarang ia tidak lagi berpakaian gaun berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning. Ia kembali seperti layaknya gadis biasa saja yang normal.
"Tampaknya aku harus membiasakan diriku untuk berjalan tanpa harus terbang lagi dan harus kembali terbiasa berjalan kaki", kata Aisyah seraya mengusap air matanya dari wajahnya yang bening dengan lengannya.
Ada yang aneh didalam rumah ini dan itu baru Aisyah sadari ketika ia melihat suasana ruangan tengah rumahnya tampak sangat sunyi-senyap.
Aisyah melangkahkan kakinya menuju keruang lain dari rumahnya dengan penuh hati-hati dan sikap waspada. Ia melewati jalan diruangan tengah lalu menuju keruang makan tempat dimana biasanya seluruh keluarganya berkumpul. Ia menghentikan langkah kakinya saat dirinya tiba didepan ruangan makan dan ia tidak menjumpai satu orangpun diruangan tersebut.
"Kemana semua orang didalam rumahnya ini !? Apakah mereka semua sedang pergi keluar rumah !?", kata Aisyah bergeming menatap lurus kearah ruangan makan tempat keluarga intinya berkumpul sehari-hari.
Aisyah kembali mengusap kedua pipinya yang merona merah karena sehabis menangis dan dengan kedua mata yang masih terlihat bengkak dan sembab. "Apakah mereka semua sedang pergi kerumah nenek !?", kata Aisyah bergumam pelan dengan sesegukan meski dirinya sedang tidak menangis sekarang ini.
__ADS_1
Akhirnya ia memutuskan untuk kembali keruangan kamar tidurnya dan saat ia membalikkan badannya, raut wajah Aisyah berubah menjadi sangat serius dan tampak terkejut.
Didepan matanya saat ini ia melihat sosok seseorang sedang berdiri dengan membawa senampan berisi makanan ringan kesukaannya, Aisyah berdiri tertegun diam tanpa bersuara sedikitpun dengan menatap lurus kearah sosok seseorang yang tengah berjalan mendekat kearahnya dan ia merasakan seluruh tubuhnya mendadak berubah kaku dan pucat pasi, dingin dan terasa membeku seperti es balok.