
Aisyah terbangun dari tidurnya seraya melihat sekitarnya dengan termenung, lalu tersadar cepat. Kini ia melihat dirinya tengah berada disebuah tempat yang mirip seperti pusat perbelanjaan di suatu kota yang belum pernah ia kunjungi. Ia kemudian berjalan pelan sambil memandangi kearah toko-toko yang ada disekitarnya.
Asing, tempat ini terasa sangat asing bagi Aisyah saat dirinya melangkahkan kedua kakinya disepanjang jalan disamping toko-toko yang berjejer teratur.
Toko-toko itu tengah menjajakan berbagai makanan lezat yang belum Aisyah lihat dan temui dalam kesehariannya serta makanan itu memiliki aroma khas dan sangat harum tercium oleh Aisyah.
"Aku ada dimana !?", kata Aisyah bergumam lirih.
Pandangan Aisyah menjadi sayu saat ia melihat kearah papan reklame dari layar digital yang berukuran sangat besar diatas sebuah gedung bertingkat dengan jalan-jalan melayang yang ada diseluruh kota.
Aisyah tertegun sesaat ketika dirinya melihat kendaraan yang mirip mobil tetapi tidak sama karena hanya beroda dua yang letaknya ada disebelah kiri-kanan badan mobil dengan tutup atap mobil yang semuanya dari kaca dan kendaraan yang jumlahnya tidak sedikit itu dapat terbang melayang diudara.
Kendaraan-kendaraan itu tidak menyentuh jalan melayang yang ada diatas yang memenuhi seluruh kota melainkan terbang pelan diatas jalan.
"Tempat apalagi ini !?", kata Aisyah dengan tercengang kaget.
Jalan-jalan yang melingkar diatas seluruh kota ternyata dipergunakan untuk para pejalan kaki dan untuk tempat memarkirkan kendaraan.
Aisyah melihat kearah papan reklame dari layar digital yang berukuran sangat besar itu bersuara serta berbicara kepada para pengguna jalan, terlihat seorang wanita cantik mengenakan tutup kepala tengah berbicara dari dalam papan reklame dari layar digital tersebut.
Dan wanita itu tersenyum kepadanya, sehingga Aisyah menjadi terkejut kaget. Wanita itu melambai kearahnya lalu keluar dari papan reklame layar digital yang sangat besar itu menuju kearahnya. Badannya yang sangat besar mirip raksasa membuat Aisyah bertambah merinding ketakutan saat wanita itu berjalan kearah Aisyah.
"Ap-apa itu ? Ia berjalan kemari ? Wanita itu keluar dari dalam papan reklame layar digital ?", kata Aisyah panik.
Aisyah lalu berlari menghindar dari wanita yang bertubuh sangat besar itu tetapi wanita raksasa itu terus mengejar Aisyah dan mengayunkan tangannya hendak meraih tubuh Aisyah yang berlari dibawah kakinya.
"Astaga ! Makhluk raksasa itu mengejarku !?", kata Aisyah lalu mempercepat larinya.
Wanita raksasa berwajah cantik itu membungkukkan badannya seraya mendekatkan wajahnya kearah Aisyah yang sedang berlarian melewati jalanan kota asing ini.
"Haiii, nona mungil ! Kenapa kamu lari ?", ucap wanita raksasa itu kepada Aisyah. "Ikutlah bersamaku nona mungil !"
Suaranya yang besar membuat gema disepanjang jalan kota serta menimbulkan hembusan angin yang cukup kencang.
"AAAAAAAAAAA...!!!", jerit Aisyah.
Tubuh Aisyah terbang terkena hembusan angin yang ditimbulkan oleh suara wanita bertubuh raksasa itu dan terhempas berguling-guling diatas langit yang sangat cerah.
Wanita cantik bertubuh raksasa itu hanya memandangi Aisyah yang terpelanting terbang tinggi dari arah kejauhan tanpa bereaksi lagi makhluk raksasa itu hanya melambai-lambaikan tangannya kearah Aisyah.
"AAAAAAAAAAA...!!!", jerit Aisyah kencang.
__ADS_1
Entah berapa jauh Aisyah terbang tinggi, ia hanya mampu berteriak keras saat tubuhnya terlempar tinggi kelangit dan ia telah lupa jika dirinya dapat terbang serta berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya.
Aisyah juga melupakan jika ia memiliki kemampuan ajaib tersebut.
Tubuh Aisyah mendarat keras diatas sebuah atap beranda rumah lalu memantul tinggi keatas dan terbang jauh kembali melayang dilangit yang luas.
"BRUUUUKKK !!!", terdengar suara keras jatuh dari ketinggian.
"Aduhhh !? Sakit sekali !? Kenapa aku selalu mengalami yang namanya terbang tinggi lalu jatuh kebawah !? Apakah tidak ada nasib yang lebih baik dari jatuh dari ketinggian ?", omel Aisyah.
Aisyah merasakan tubuhnya jatuh ditempat yang sangat lembut sekali dan ia baru menyadari jika ia terjatuh diatas badan harimau yang besar sekali. Ia lalu memalingkan wajahnya kearah bawah dan melihat jika harimau itu sedang tertidur.
"Ahaaa..., ha..., ha...!?", ucap Aisyah tergagap. "Harimau !?", sambungnya lanjut. "Apakah tidak ada tempat mendarat yang lebih empuk dari hanya sekedar badan harimau yang tidur !?"
Ekspresi wajah Aisyah berubah drastis menjadi kaku dan suram saat ia menyadari bahwa dirinya berada diatas badan seekor harimau raksasa yang sedang tertidur.
"Tidurlah wahai harimau yang imut ! Janganlah kamu terbangun sebelum aku pergi dari atas badanmu !?", bisik Aisyah sambil melirik kearah harimau tersebut.
Aisyah lalu beranjak perlahan-lahan dari atas badan harimau raksasa itu dan berniat kabur dari harimau itu sebelum hewan raksasa itu bangun dari tidurnya. Ketika Aisyah bergerak pelan dan hendak beringsut kearah bawah tiba-tiba badan harimau raksasa itu bergerak pelan.
"ROOOOOAAAAAARRRRRR !!!", terdengar suara auman dari harimau raksasa itu dan membuat Aisyah gemetaran. "ROOOOOAAAAARRRR...!!!", suaranya sangat keras menggema hingga keatas langit.
"Astaga !? Kenapa hewan itu bangun ? Apakah ia merasakan jika aku jatuh keras diatas badannya yang empuk ?", kata Aisyah bergumam pelan dan kaget mendengar suara auman dari harimau raksasa itu.
Harimau itu terbangun dari tidurnya dan bergerak pelan lalu hewan itu menolehkan kepalanya yang besar itu lalu mengaum lagi.
"ROOOOAAAARRRR...!!! AUUUUMMM...!!", suara auman harimau raksasa itu.
Tampaknya harimau raksasa itu tidak melihat Aisyah yang berada diatas badannya. Hewan buas itu hanya merasa dirinya terganggu tidurnya dan marah karena harimau itu terkejut serta panik.
"AUUUUMMMM...!!!", suara auman harimau raksasa itu menggema.
"Aku sebaiknya cepat pergi dari sini sebelum hewan buas ini menyadari keberadaanku diatas tubuhnya", kata Aisyah lalu beringsut turun pelan kearah bawah melalui bulu-bulu harimau.
Tubuh Aisyah terlihat kecil dan bergelantungan diatas badan harimau raksasa itu. Ia berusaha turun dari badan hewan buas yang tengah mengamuk itu, tiba-tiba harimau raksasa itu berlari kencang menuju kearah kerumunan orang yang ada disekitar tempat harimau itu tinggal.
"Yaaa..., Tuhaaan...!?", pekik Aisyah panik.
Aisyah melihat harimau raksasa itu mulai mengaum keras dan mengamuk sehingga membuat takut orang-orang yang ada disana, mereka lari berhamburan menjauh dari kejaran harimau raksasa itu.
Terdengar jeritan yang melengking diseluruh tempat ini dan disertai suara erangan dari harimau raksasa itu.
"Aduh ! Kenapa bisa kacau seperti ini ? Apakah aku mengagetkan hewan buas ini ?", kata Aisyah terbengong. "Aku tidak bisa turun dari badan harimau raksasa ini !?"
__ADS_1
Harimau raksasa itu masih saja mengamuk dan mengeluarkan suara auman yang sangat keras.
Orang-orang disekitar tempat ini berlarian berusaha menghindari amukan harimau raksasa itu. Aisyah melihat seorang kakek tua tengah berjalan pelan melewati tempat dimana harimau raksasa itu tengah mengamuk.
"Astaga ? Apa lagi ini sekarang !? B--b--bagaimana bisa kakek itu berjalan kaki dengan santainya !? Apakah ia tidak mengetahui kehadiran hewan buas raksasa itu disini !?", kata Aisyah kebingungan.
Gadis itu hendak menolong kakek tua yang sedang berjalan pelan dengan sebuah tongkat tua ditangannya tetapi Aisyah tidak dapat melakukannya karena ia sendiri berada terjebak dibadan harimau raksasa itu.
"Bagaimana ini ? Harimau raksasa itu sekarang berada tepat dihadapan kakek tua itu !?", kata Aisyah panik.
Tanpa berpikir panjang lagi gadis berwajah bening itu lalu melompat turun kearah bawah, ia lalu jatuh terguling-guling dibawah. Aisyah lalu segera beranjak berdiri setelah jatuh dan berlari sangat cepat kearah kakek tua yang mengenakan tongkat tuanya.
Aisyah meraih tangan kakek tua itu dan membawanya lari mengikuti dirinya akan tetapi kakek tua itu tidak dapat berlari cepat kemudian jatuh tersungkur kebawah.
"Ya, Allah !? Apa yang telah aku lakukan pada seorang pria tua renta itu ?", kata Aisyah kaget lalu berlari menghampiri kakek tua itu yang terjatuh dan segera membantunya berdiri.
"ROOOOAAAARRRR...!!! AUUUUUUMMM...!!!", suara harimau raksasa itu berlari kearah Aisyah dan kakek tua itu.
"Astaga !? Harimau raksasa itu kemari ??", kata Aisyah. "Ayo, kakek ! Kita tinggalkan tempat ini secepatnya !!! Apakah kakek masih bisa berlari !?", sambung Aisyah dengan cemas.
Kakek tua itu hanya berdiri seraya menggeleng-gelelengkan kepalanya pelan dan kakek tua itu sepertinya tidak mendengar jelas ucapan Aisyah kepadanya.
"Ya Allah !? Bagaimana ini !? Apa yang harus aku lakukan sekarang !? Kakek ini ternyata tidak dapat berlari ?", kata Aisyah bertambah bingung saat melihat kearah kakek tua itu yang tengah gemetaran berpegangan pada tongkat tuanya.
Gadis itu lalu berjalan kedepan dan menghadang jalan harimau raksasa itu agar kakek tua itu terhindar dari terkaman hewan buas yang mengamuk itu.
Aisyah berdiri diam sembari mengangkat kepalanya dan menatap tajam kearah harimau raksasa itu yang berdiri didepan Aisyah dan kakek tua itu. "Bagaimanapun juga aku harus menolong kakek tua itu meski akhirnya aku harus mengorbankan diriku sendiri !", kata Aisyah dalam hatinya tegas.
"Kakek ! Cepatlah lari dari sini ! Aku akan menghadang jalan harimau raksasa itu dab mengalihkan perhatiannya jadi cepatlah pergi !", kata Aisyah sambil menoleh kearah belakang.
Kakek tua itu hanya diam berdiri mematung tanpa bersuara sepatah katapun dan memandangi kearah harimau raksasa itu dengan terheran-heran.
Aisyah melihat harimau raksasa itu hendak menyerang mereka berdua dan dari arah belakang harimau raksasa itu tampak sebuah sosok bayangan berpakaian jubah putih muncul dan melompat keatas badan harimau raksasa itu dan berusaha menjinakkan hewan buas yang mengamuk itu.
"Tenanglah kawan ! Jangan panik !", bisik sosok bayangan berjubah putih itu.
Harimau raksasa itu tampak mulai tenang dan menurut pada sosok bayangan berjubah putih itu lalu hewan buas itu mengaum pelan seakan-akan mengerti perkataan sosok bayangan berjubah putih itu.
Aisyah tertegun sesaat ketika melihat kearah sosok bayangan berjubah putih itu yang berada diatas badan harimau raksasa itu dan duduk dengan santainya. Ia juga terkejut saat harimau raksasa itu pelan-pelan merebahkan badannya duduk dibawah dengan tatapan sayu.
"Harimau raksasa itu menjadi sangat jinak sekali ? Dan bagaimana caranya ia menjinakkan hewan buas yang mengamuk itu ?", kata Aisyah terpekik kagum.
Sosok bayangan berjubah putih itu tampak serius memandang kearah Aisyah yang sedang berdiri didepan kakek tua yang gemetaran dengan memegangi tongkat tuanya.
__ADS_1