
Aisyah berjalan menuju ke arah kereta gulali roller coasternya diikuti oleh anemon laut berwarna hijau kekuningan.
Istana awan putih yang kembali tenang serta tertata rapi seperti sediakala membuat suasana di dalam istana menjadi damai begitu pula dengan suasana hati Aisyah turut lega dan senang saat menyaksikan ruangan tersebut.
Aisyah membuka pintu kereta gulalinya dan menengok ke dalam kereta.
"Hai wahai cermin ajaib ! Keluarlah !", ucap Aisyah saat dia melongok ke dalam kereta gulali.
"Nona Aisyah ! Anda sudah kembali dengan selamat", ucap cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib itu lalu terbang ke arah Aisyah yang berdiri di muka pintu masuk kereta gulali roller coaster.
Aisyah hanya tersenyum melihat tingkah laku cermin ajaib yang terbang ke arah dirinya serta menempelkan badan cerminnya ke pipi Aisyah dengan gerakan halus.
"Kamu sangat senang sekali saat melihatku kembali, wahai cermin ajaib", kata Aisyah tertawa geli.
"Tentu, Nona Aisyah. Hamba sangat bahagia sekali melihat anda kembali dengan selamat, tahukah nona betapa hamba sangat khawatir akan keselamatan Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Iya, iya, aku tahu itu wahai cermin ajaib", kata Aisyah lalu menarik badan cermin yang sedari tadi menempel di pipinya.
"Syukurlah, anda baik-baik saja dan tidak terluka", ucap cermin ajaib yang terbang melayang di sisi gadis muda itu.
"Hmmm..., iya, terimakasih sudah mengkhawatirkan keadaanku, wahai cermin ajaib...", kata Aisyah tersenyum.
"Masuklah Nona Aisyah, dan beristirahatlah sejenak sebelum anda melanjutkan tugas anda kembali", ucap cermin ajaib memmberi jalan kepada Aisyah.
"Iya, aku akan masuk setelah mengenalkan kamu kepada kawan baru kita, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
"Kawan baru !? Siapakah itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib penasaran.
"Keluarlah dari kereta gulali itu dan lihatlah sendiri ke arah luar !", kata Aisyah sambil menolehkan kepalanya ke luar kereta gulali.
"Mmm... Baiklah... Hamba akan melihatnya sendiri dan keluar dari kereta gulali roller coaster ini", sahut cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib lalu terbang keluar kereta dengan cepatnya.
Benda ajaib yang terbuat dari emas utuh serta kacanya dari kristal itu lalu terkejut kaget dan berteriak kerasnya.
"AAAAAAAHHH... !!! A--pa... Apa... ini... !?", ucap cermin ajaib sambil berteriak.
Aisyah berjalan mendekat ke arah cermin kristal ajaib lalu menarik cermin itu dengan tangannya seraya mengerutkan dahinya.
Dia menatap kepada cermin ajaib dengan mimik wajah serius lalu berkata pada cermin tersebut.
"Ada apa ? Kenapa kamu berteriak ketakutan seperti itu, wahai cermin ajaib !? Adakah yang salah ?", tanya Aisyah.
"A--ada... Ada..., ada anemon laut... Nona Aisyah !?", pekik cermin ajaib gugup.
"Iya, sekarang anemon laut itu adalah kawan baru kita, kamu mengertikan dengan ucapanku !?", kata Aisyah seraya tersenyum lebar.
"A... Anemon laut itu menjadi bagian tim kita... Apakah makhluk laut itu tidak berbahaya, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
Cermin ajaib terlihat ketakutan saat melihat anemon laut berukuran raksasa tengah melayang dihadapan mereka.
Helai-helai badan anemon laut melambai pelan di sekitar hewan laut itu.
"Benar sekali, anemon laut adalah peliharaan baruku mulai sekarang dan dia akan selalu ikut bersama kita serta menjadi tim kita", sahut Aisyah.
"Astaga !? Apa yang terjadi di tempat ini !?", ucap cermin ajaib terbengong.
__ADS_1
"Tenanglah, anemon laut itu tidak berbahaya sama sekali bagi kita tetapi jangan menyentuhnya karena beracun", ucap Aisyah datar.
"Sudah tahu makhluk laut itu beracun tetap saja dijadikan peliharaan. Apa yang ada dipikiran anda sebenarnya, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib keheranan.
"Tidak ada yang aku pikirkan, karena dia berhasil aku taklukkan maka aku membawa anemon itu bersamaku", sahut Aisyah.
"Jika makhluk laut itu beracun, mengapa anda membawanya serta ? Tidakkah hal itu membahayakan kita, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Percayalah padaku, anemon laut itu tidak akan berbahaya ataupun mengganggu kita, lihatlah sendiri dan bertanyalah kepada anemon laut itu, wahai cermin ajaib", jawab Aisyah seraya menunjuk ke arah anemon laut yang melayang tersebut.
"Haish !? Bagaimana hamba bisa mempercayainya jika anemon laut itu tidak berbahaya bagi anda ? Baru saja anda terbangun dari koma dan sekarang anda membawa makhluk laut yang membuat anda koma, apakah ini bukan hal yang aneh ?", ucap cermin ajaib.
"Yah, aku tahu dan paham betul kalau kamu sangat mencemaskan keselamatan diriku tetapi anemon laut itu benar-benar tidak berbahaya sekarang", kata Aisyah.
Cermin kristal ajaib itu lalu terbang mendekat ke anemon laut serta mengamati makhluk laut itu dengan teliti.
"Apa kabar cermin kristal ?", sapa anemon laut.
Sontak saja cermin ajaib itu langsung terbang menjauh dari anemon laut dan bersembunyi di belakang bahu Aisyah.
"Dia berbicara, Nona Aisyah", bisik pelan cermin ajaib.
"Yah, anemon laut itu memang bisa berbicara tetapi hanya orang yang memiliki kemampuan khusus saja yang dapat mendengar suara anemon laut", kata Aisyah.
"Tetapi hamba dapat mendengar suara anemon laut itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib berbisik di telinga Aisyah.
Aisyah hanya tertawa kecil mendengar ucapan dari cermin kristal ajaib itu.
Gadis berwajah bening itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan rasa khawatir yang ditunjukkan oleh cermin ajaib.
"Karena kamu benda ajaib yang memiliki kekuatan ajaib sehingga kamu dapat mendengar suara dari anemon laut itu", kata Aisyah.
"Hmm... Seperti itu rupanya, pantas saja hamba bisa mendengar ucapan anemon laut padahal dia adalah makhluk laut, mana mungkin anemon laut berbicara kepada manusia ternyata kitalah yang mampu mendengar suara anemon laut raksasa itu", ucap cermin ajaib mulai memahami situasi yang terjadi di sekitarnya.
"Iya, hamba mengerti, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Nah, sekarang bersahabatlah dengan anemon laut itu dan temanilah dia di luar sini karena aku akan mencari tahu pada sistem, cara untuk keluar dari istana ini", perintah Aisyah kepada cermin ajaib.
"B...baik... Baik, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib seraya melirik ke arah anemon laut berukuran raksasa itu yang sedang melayang-layang pelan di depan mereka.
Aisyah lalu masuk ke dalam kereta gulali roller coaster seraya berjalan menuju ke layar monitor sistem dan dia mulai mengetikkan sesuatu di papan tuts.
Dia mulai sibuk mencari informasi pada sistem, muncul keterangan yang sangat banyak serta petunjuk rumit untuk bertanya kepada sistem.
"Ternyata tidak mudah mencari jawaban untuk keluar dari istana ini dan sistem tidak menjelaskan secara rinci caranya", kata Aisyah.
Aisyah menggerakkan sebuah benda bulat berbentuk gulali di samping papan tuts yang mirip sekali dengan mouse komputer.
Fungsi dari benda bulat yang kegunaannya seperti mouse komputer itu seperti untuk menggerakkan pointer, menjalankan program, dan memilih objek, sangat memudahkan Aisyah untuk mencari informasi mengenai cara keluar dari istana awan putih yang penuh misteri.
Hanya saja sistem memiliki program yang sangat rumit sekali sehingga Aisyah kesulitan untuk memecahkan setiap kode setiap dia mengetikkan pertanyaan pada sistem, karena setiap Aisyah menulis pertanyaan tentang cara keluar dari istana awan putih akan muncul kode yang harus dia pecahkan.
"Setiap aku bertanya kepada sistem dengan mengajukan pertanyaan cara keluar dari istana ini selalu muncul kode rumit dan setelah aku berhasil memecahkan kode itu akan muncul kembali kolom pertanyaan", kata Aisyah sambil mengerutkan dahinya.
Aisyah menatap lama sembari berpikir keras ke arah layar monitor di depannya.
Tertera kolom pertanyaan pada layar tersebut dan di pojok kanan atas terdapat tanda bintang dari permen pelangi yang selalu muncul setiap dia mengetikkan pertanyaan kepada sistem.
Aisyah mendekatkan pandangannya lebih dekat ke arah layar monitor dan mengamati dengan teliti tanda bintang unik itu dan dia menggerakkan mouse bulat gulali ditangannya lalu muncul tanda panah pelangi di layar monitor.
__ADS_1
"Apa ini ya ? Aku akan mencoba menekan bintang permen pelangi itu", kata Aisyah penasaran.
Aisyah lalu menekan tanda bintang permen pelangi seraya menggerakkan tanda panah pelangi dengan mouse bulat gulali di tangannya.
KLIK
Saat Aisyah menekan tanda bintang dari permen pelangi itu lalu keluar gambar pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi dari arah layar monitor.
Gambar pintu itu kembali muncul pada layar setelah Aisyah menekan tanda bintang dari permen pelangi.
"Pintu !? Pintu itu lagi !?", ucap Aisyah.
Aisyah lalu mengamati gambar pada layar monitor yang menampilkan gambar pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi dengan teliti.
Dia menggerakkan anak panah pelangi ke arah gambar pintu kemudian menekan gambar tersebut.
KLIK
Pada saat Aisyah menekan gambar pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi pada layar monitor, muncul keterangan berupa tulisan yang amat panjang di layar tersebut.
"Wow !? Panjang sekali penjelasan mengenai gambar pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi itu ?", ucap Aisyah terpana.
"BUKALAH PINTU BERUPA MANISAN LOLIPOP BENING YANG DIHIASI PELANGI DI ISTANA AWAN PUTIH INI DENGAN KUNCI KHUSUS DARI TAMAN HALUS LALU PECAHKANLAH KODE DI DALAM PINTU KELIMA ITU SETELAH MENYELESAIKAN TUGAS DI PINTU KELIMA MAKA WAKTU AKAN BERPUTAR KEMBALI MEMBUKA PINTU ISTANA AWAN PUTIH, JAM ANTIK KUNO AKAN KEMBALI AKTIF DAN TUGAS DI ISTANA AWAN PUTIH SELESAI..."
Aisyah membaca tulisan panjang yang berupa keterangan pada layar monitor, berisikan tentang cara serta petunjuk penting untuk keluar dari istana awan putih.
"Rupanya pintu yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi yang ada di istana ini merupakan cara terakhir untuk keluar dari tempat ini", kata Aisyah.
Gadis berparas bening itu lalu memperhatikan sekeliling ruangan kereta gulali roller coaster.
Tidak ada petunjuk lainnya di dalam kereta, Aisyah lalu menghubungkan dirinya kepada sistem dengan mengembalikan layar monitor dan memprogramnya ulang sehingga sistem terus aktif dan terhubung dengannya melalui benda berbentuk harimau putih sebagai alat pemindai sistem.
"Aku akan keluar dari kereta gulali roller coaster ini dan pergi ke arah pintu berupa manisan berbentuk lolipop pelangi setelah memindai sistem ke dalam harimau putih metalik ini", kata Aisyah.
Aisyah melangkahkan kedua kakinya keluar dari kereta gulali. Dan saat dirinya berada di luar, dia melihat cermin kristal ajaib dan anemon laut itu tengah berbincang-bincang sangat akrab sekali.
Gadis muda itu lalu tersenyum senang ketika menyaksikan keakraban yang terjalin diantara mereka, dan tidak ada lagi perasaan cemas yang dirasakan oleh gadis muda itu terhadap cermin ajaib dan anemon laut. Karena bagi Aisyah suatu tim yang solid sangat dia butuhkan untuk menyelesaikan misinya di istana awan putih selanjutnya.
"Kalian semakin akrab sekarang dan itu sangat bagus untuk perkembangan hubungan kalian ke depannya", kata Aisyah.
"Nona Aisyah... Apakah anda telah menemukan cara untuk keluar dari istana ini ?", ucap cermin ajaib.
"Sudah, aku sudah menemukan caranya", sahut Aisyah.
"Benarkah ? Kalau begitu kita segera pergi dari istana ini setelah menemukan caranya", ucap cermin ajaib.
"Tetapi aku harus menyelesaikan tugas misi sistem ini agar dapat keluar dari istana ini", kata Aisyah.
"Oh !? Bagaimana kalau kita segera selesaikan tugas tersebut, Nona Aisyah ?", tanya cermin kristal ajaib.
"Baiklah... Mari kita selesaikan tugas dari sistem dan segera keluar dari istana ini", jawab Aisyah seraya tersenyum.
"Lalu apakah tugas dari sistem itu, Nona Aisyah ?", ucap cermin ajaib.
"Aku harus membuka pintu kelima yang berupa manisan lolipop bening serta dihiasi pelangi yang ada di istana itu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
"Pintu ?", ucap cermin ajaib.
"Iya, gambar pintu yang kita lihat di layar monitor pada kereta gulali roller coaster itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
__ADS_1
"Baiklah, Nona Aisyah. Bagaimana kalau kita segera pergi menuju pintu yang dimaksudkan itu agar kita bisa secepatnya keluar dari tempat ini !?", ucap cermin ajaib.
Aisyah hanya menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar jawaban tulus dari sahabatnya yang berupa cermin kristal berbingkai emas yang sangat ajaib itu dan terlihat sebuah senyuman muncul menghiasi wajah gadis muda berwajah bening bernama Aisyah.