
Aisyah melihat sebuah lingkaran lebar yang berputar tiada hentinya sedangkan burung garuda putih yang mereka naiki terus terbang melewati ke sembilan awan putih.
"Apakah itu portal waktu yang kamu maksudkan wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.
"Benar, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Sebaiknya kita lebih waspada dan berhati-hati ketika akan masuk ke dalam portal waktu itu", ucap Bilqis.
"Kenapa ?", tanya Aisyah.
"Aku rasa pasti akan ada bahaya ataupun rintangan pada portal waktu ketika kita akan memasukinya", sahut Bilqis.
"Aku juga berpikir sama denganmu dan lebih baik kita berhati-hati saat memasuki portal waktu", kata Aisyah.
"Itu benar, dan seharusnya jam antik kuno mempersiapkan akan situasi yang tidak memungkinkan itu", ucap Bilqis.
"Hmm, bagaimana menurutmu wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.
"Hamba akan melihat melalui jam antik hamba, apakah portal waktu yang ada di depan itu terdapat bahaya disana, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Baiklah, aku serahkan semuanya kepadamu, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.
Muncul seberkas cahaya terang benderang menerangi sekitar mereka saat burung garuda putih itu terbang menuju portal waktu.
Ketika burung garuda memasuki portal waktu yang menghubungkan antara dunia masa lalu dengan dunia masa depan, terlihat jelas gambaran-gambaran aneh tentang keadaan suatu tempat yang asing di sekitar dinding portal waktu.
"Gambar-gambar apakah itu yang terpajang di dinding ruangan portal waktu ?", tanya Aisyah.
"Aku rasa itu tentang sejarah masa lalu pada saat Persia masih ada dan berkuasa penuh, Aisyah", jawab Bilqis.
"Tampaknya memang benar sekali yang kamu katakan itu, dan sepertinya aku pernah melihat tempat itu sebelumnya", kata Aisyah.
"Benarkah !?", ucap Bilqis.
"Iya, tetapi aku lupa dimana aku pernah melihatnya dan pergi kesana, Bilqis", kata Aisyah.
"Itu adalah negeri Persia pada masa lima ratus tahun yang lalu dan anda pernah pergi ke sana bersama hamba sebelum ingatan di kepala anda hilang, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
"Aku benar-benar tidak mengingatnya tentang kejadian itu, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.
"Tentu saja kalau anda tidak mengingatnya karena anda sedang mengalami yang namanya amnesia, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Hai, jangan berkata seperti itu, jam antik kuno !", ucap Bilqis.
"Maaf, bukan hamba bermaksud berkata-kata kasar seperti itu, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
"Aisyah tidak akan mendapatkan musibah itu jika tidak karena ingin menyelamatkan dirimu yang berhenti berputar pada saat berada di istana awan putih", kata Bilqis.
__ADS_1
"Bilqis, sudahlah, aku tidak apa-apa dan jangan berdebat mengenai hal-hal yang tidak terlalu penting", ucap Aisyah mencoba melerai.
"Yah, baiklah, aku akan mendengarkan ucapanmu, Aisyah", jawab Bilqis.
"Maafkan hamba, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno dengan nada penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, dan tidak perlu dikuatirkan lagi mengenai itu semuanya lebih baik kita segera mencari tabib handal yang dapat menyembuhkan amnesiaku ini", kata Aisyah.
"Iya, hamba mengerti, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno serta ajaib itu.
"Lebih baik kita pikirkan rencana kita selanjutnya setelah keluar dari portal waktu ini", kata Aisyah.
"Hmm, benar juga yang kamu ucapkan itu lebih baik kita menyusun rencana untuk mengembalikan ingatanmu serta langkah kita selanjutnya", ucap Bilqis.
"Setelah kita keluar dari portal waktu ini, kita akan terus langsung pergi menuju ke tempat tabib secepatnya", jawab jam antik kuno.
Aisyah dan Bilqis menganggukkan kepala mereka tanda setuju dengan perkataan dari jam antik kuno.
Mereka kembali fokus memperhatikan ke arah jalan di depan mereka saat berada di dalam portal waktu.
Burung garuda putih terus terbang melesat cepat memasuki portal waktu yang berupa sebuah lorong panjang yang melingkar-lingkar penuh cahaya terang berkilauan.
"Hai, lihatlah ! Di depan lorong waktu itu !", ucap Bilqis berseru keras.
Aisyah langsung menatap lurus ke arah depan yang ditunjuk oleh Bilqis dan dia melihat cahaya terang benderang memancar ke arah mereka serta sangat menyilaukan.
"Iya, aku akan mencoba lebih waspada, dan aku akan berhati-hati", sahut Bilqis.
Perlahan-lahan burung garuda putih yang membawa mereka semua mulai menuju keluar portal waktu dengan lorong panjang.
Akhirnya burung garuda putih dapat keluar dari portal waktu kembali ke masa lima ratus tahun yang lalu ke negeri Persia.
Pemandangan bunga tulip beraneka warna terhampar luas saat mereka sampai di negeri elok yang terkenal makmur dengan bangunan-bangunan yang berhiaskan keramik warna-warni khas Persia yang cantik itu.
Burung garuda putih terbang melayang di atas kota-kota Persia yang indah.
Aisyah lalu bertanya kepada jam antik kuno yang sangat ajaib itu.
"Kita sudah sampai di negeri Persia, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.
"Iya, benar Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
"Lalu rencana selanjutnya kita setelah sampai di Persia ini, apa wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.
"Kita langsung mencari tabib handal untuk menyembuhkan amnesia anda, Nona Aisyah", jawab jam antik kuno.
"Dimanakah letak tempat tinggal tabib itu wahai jam antik ajaib ?", kata Aisyah bertanya.
__ADS_1
"Sebentar akan hamba lihat pada jam antik ajaib hamba, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.
"Baiklah, sambil menunggu jam antik kuno menemukan tempat tinggal tabib itu, sebaiknya kita mendarat dia atas bangunan berlapis keramik itu", kata Aisyah.
"Itu saran yang baik untuk kita agar kita dapat beristirahat setelah perjalanan jauh", ucap Bilqis.
"Karena semua telah setuju maka aku akan memerintahkan kepada burung garuda putih untuk mendarat disana", kata Aisyah.
Aisyah menunjuk ke arah bangunan tinggi yang berada di sebelah sebuah gang dan memberi perintah kepada burung garuda putih yang dia naiki untuk segera mendarat ke atas bangunan yang Aisyah maksudkan.
"Berhentilah di atas bangunan ini dahulu wahai burung garuda putih", ucap Aisyah.
Burung garuda putih lalu mendarat di atas bangunan berlapis keramik warna-warni dan menurunkan Aisyah beserta yang lainnya.
"Baiklah teman-teman semua, kita istirahat disini sampai kita menemukan tempat tinggal tabib terkenal itu", kata Aisyah.
"Apakah jam antik kuno tidak mengetahui tempat dimana tabib itu berada di Persia ini, Nona Aisyah ?", tanya Badar.
Badar yang sedari tadi hanya diam saja sampai melewati portal waktu, tiba-tiba mengeluarkan suaranya dan ikut berbicara.
"Tidak, dia sudah lama tidak berkunjung ke Persia karena itulah dia lupa tempat tinggal tabib terkenal itu", jawab Aisyah.
"Hmm, bagaimana kalau kita mencarinya dengan bantuan Bilqis saja, pasti dia tahu letak tabib-tabib terkenal karena dia adalah seorang ratu bangsa jin dari Sheba", ucap Badar.
"Bilqis, bisakah kamu memberitahukan kepada kami letak kediaman tabib terkenal itu", kata Aisyah.
"Tabib terkenal Persia, setahuku tabib itu biasanya tinggal di dekat Tabriz memang agak jauh dari ibukota Persia ini", ucap Bilqis.
"Tabriz !?", kata Aisyah.
"Tabriz adalah pusat provinsi Azerbaijan Timur dan salah satu kota tertua, dulu merupakan ibukota Persia tetapi dipindah ke selatan", kata Badar.
"Aku akan memberitahukan kepada jam antik kuno untuk segera pergi ke Tabriz", kata Aisyah.
"Bukankah dia masih berada bersama kita, Aisyah", ucap Bilqis.
"Benar, dia masih bersama kita hanya saja dia sedang mencari tempat tabib itu dalam jam antiknya", sahut Aisyah.
"Pantas aku tidak melihat jam antik kuno itu disekitar kita", ucap Bilqis seraya mengedarkan pandangannya ke sekitar mereka untuk mencari keberadaan jam antik kuno yang ajaib itu.
Semua terdiam memandangi ke area kota Persia dari arah atas bangunan berlapis keramik sembari menunggu jam antik kuno kembali dari dalam jam antiknya.
Aisyah duduk terdiam menatap ke arah bawah negeri Persia yang memiliki pemandangan cantik serta mempesona.
Pemandangan yang elok serta menarik hati setiap orang yang memandangnya, Aisyah berdiri menatap ke arah kota yang gemerlap oleh lampu-lampu gantung yang indah.
__ADS_1