
Kereta rollercoaster gulali milik Aisyah bergerak melayang menuju ke arah danau ovan.
"Berapa lama lagi kita akan sampai di mata air itu, Keroshy ?", tanya Aisyah.
"Kira-kira satu jam lagi", sahut Keroshy.
"Apakah letak danau ovan sangat jauh ? Kita sudah memasuki daerah lain", ucap Aisyah.
"Tidak terlalu jauh sebentar lagi kita akan melihat danau ovan itu", lanjut Keroshy.
GLEK... GLEK... GLEK...
"Aaaahhh..., air ini sungguh segar sekali dan nikmat !", ucap Tabib Naia.
Semuanya langsung menoleh ke arah Tabib Naia yang sedang menikmati minumannya dari mata air Koohrang.
"Cobalah !", lanjut tabib perempuan itu seraya menyeka mulutnya.
"Sebaiknya kamu memasak air itu terlebih dahulu", ucap Aidl.
"Iya, bukankah air itu belum matang dan mungkin saja banyak bakteri dan kuman di dalamnya, Naia", sahut Keroshy.
"Ehk !? Apa aku salah ?", ucap Tabib Naia terkejut.
"Tidak, tidak ada yang salah, jika kamu haus aku punya minuman yang lebih baik lagi", kata Aisyah.
"Oh iya !?", sahut Tabib Naia.
"Ini, minumlah susu kotak ini !", ucap Aisyah.
Aisyah lalu menyerahkan sekotak susu cokelat kepada Tabib Naia yang diambilnya dari lemari es di kamar Karavan Sara.
"Ehk !? Apa ini ???", tanya Tabib Naia kebingungan.
"Itu minuman susu segar yang telah diolah dengan teknologi canggih serta aman bagi kesehatan tubuh manusia sehingga kamu bisa meminumnya tanpa rasa was-was atau takut keracunan", jawab Aisyah.
"Minuman susu ?", ucap Tabib Naia terpana.
"Itu minuman susu dari masa depan dari tempat ku berasal di tahun ke depan, tabib", lanjut Aisyah.
"Wow !?", seru Tabib Naia kagum.
"Minumlah !", ucap Aisyah.
"Apa benar kotak aneh ini bisa di minum ?", tanya Tabib Naia lagi.
"Iya, itu ada sedotannya untuk meminumnya dan jangan di buka kotaknya nanti susu yang ada didalam kotak itu akan tumpah", kata Aisyah.
"Sedotan !?", ucap Tabib Naia bingung.
Tabib Naia memperhatikan kotak yang terdapat sedotan plastik warna putih dengan tatapan mata yang aneh serta kebingungan.
Bukan hal biasa untuk tabib perempuan itu karena ini pertama kalinya dia melihat susu di dalam sebuah kotak kardus.
Dia lalu melepaskan sedotan plastik warna putih dan memandanginya lama.
"Masukkan sedotan plastik warna putih itu ke dalam lubang kecil yang ada di atas kotak susu itu, tabib", kata Aisyah.
"Lubang kecil ?", tanya Tabib Naia.
"Lihatlah di atas kotak susu itu !", sahut Aisyah sembari menunjuk ke arah kotak susu itu.
"Oh ini ?", kata Tabib Naia sembari menunjukkan sebuah lubang kecil di atas kotak susu.
"Iya, benar", sahut Aisyah sembari mengangguk.
Tabib Naia lalu memasukkan sedotan plastik ke dalam lubang kecil di atas kotak susu.
__ADS_1
"Woaah !", seru tabib.
Air susu di dalam kotak susu itu langsung mengalir keluar dan membuat Tabib Naia terkejut.
"Ajaib !", ucap Tabib Naia.
"Minumanlah susu cokelat di dalam kotak itu melalui sedotan plastik yang kamu masukkan tadi !", kata Aisyah.
"Susunya berasa cokelat, enak sekali ! Hmmm...", ucap Tabib Naia.
"Benarkah ?", tanya Keroshy.
"Iya, rasanya nikmat sekali dan gurih", sahut Tabib Naia.
"Coba ! Aku mau coba meminumnya, Naia !", kata Keroshy.
"Hai ! Aku cuma punya satu kotak susu rasa cokelat ini saja, jangan diambil, Keroshy !", ucap Tabib Naia.
Keroshy mengambil kotak susu rasa cokelat dari tangan Tabib Naia lalu hendak meminumnya.
"Tunggu, Keroshy ! Jangan diminum karena itu bekas milik Tabib Naia ! Tidak baik, Keroshy", kata Aisyah.
"Emm...", gumam Keroshy seraya melirik ke arah Aisyah.
"Ini, aku masih punya satu kotak susu lagi, ambillah !", sahut Aisyah.
Aisyah memberikan satu kotak susu rasa strawberry kepada Keroshy.
"Wow, ternyata tas milik mu itu juga sangat ajaib, Aisyah", ucap Keroshy kaget.
"Ah, tidak, tas ku tidak ajaib tetapi aku sengaja membawa banyak kotak susu untuk persediaan bekal di perjalanan ke mata air", lanjut Aisyah.
"Ehk ? Rasa kotak ajaib ini berbeda dengan milik Naia !?", kata Keroshy.
"Benarkah ?", tanya Tabib Naia.
"Iya... Rasanya lebih segar seperti buah..., sangat lezat sekali...", sahut Keroshy.
"Masih...", sahut Aisyah.
Aisyah lalu mengambil kotak susu rasa strawberry yang sama kepada Tabib Naia, selain itu, dia memberikan kotak susu rasa cokelat kepada Keroshy.
"Apakah kamu mau juga, Aidl ?", tanya Aisyah.
"Tidak, aku tidak terlalu suka susu", sahut Aidl.
"Baiklah, tetapi aku punya sekaleng minuman lainnya dan mungkin saja kamu suka, Aidl", kata Aisyah.
"Apa ?", sahut Aidl.
"Sekaleng minuman segar Coca cola", ucap Aisyah.
"Boleh, mana ?", kata Aidl.
Aisyah memberikan satu kaleng minuman segar Coca cola kepada Aidl.
"Terimakasih", ucap Aidl.
Kereta rollercoaster gulali mulai memasuki daerah dengan hamparan tanah luas serta terdapat sebuah danau yang airnya sangat jernih dan tenang.
"Itukah danau ovan yang kita maksud, Keroshy !", seru Aisyah.
"Mana ? Mana ?", sahut Keroshy cepat-cepat.
"Lihatlah di layar monitor pada kereta rollercoaster gulali ini !", kata Aisyah.
"Oh, iya..., benar, benar, itu danau ovan...", sahut Keroshy seraya melihat ke arah layar monitor kereta rollercoaster gulali.
"Apakah kita langsung menuju lokasi danau ovan itu, Keroshy ?", tanya Aisyah.
__ADS_1
"Hmmm... Aku rasa lebih baik kita segera ke lokasi danau ovan karena tidak baik juga untuk menunda sesuatu, Aisyah", sahut Keroshy.
"Baiklah, aku akan mengarahkan kereta rollercoaster gulali ini ke pinggir danau ovan", kata Aisyah.
"Dan aku akan bersiap-siap menyediakan botol-botol untuk air dari mata air itu", ucap Tabib Naia penuh semangat.
"Apa tidak ada kerjaan yang lain, selain mengisi botol-botol itu dengan air ?", tanya Keroshy.
"Ini juga suatu pekerjaan yang penting karena kita tidak mungkin datang lagi ke tempat ini, Keroshy ", sahut Tabib Naia.
"Kita kan tinggal di Persia, lalu untuk apa kamu mengambil semua air di tujuh mata air itu, Naia", kata Keroshy.
"Bukankah aku tidak pernah pergi ke tempat-tempat seperti ini, dan wajar jika aku menjadikan momen ini suatu kesempatan yang datangnya sangat langka, Keroshy", sahut tabib.
"Terserah pada mu saja, Naia", kata Keroshy.
Kereta rollercoaster gulali lalu turun di pinggir danau ovan yang jernih serta alami.
"Ayo, kita sudah sampai teman-teman dan sebaiknya kita segera turun dari kereta ini !", ajak Aisyah.
"Iya...", sahut Keroshy dan Tabib Naia.
"Aisyah lalu membuka pintu kereta rollercoaster gulali dan bergegas turun dari dalam kereta.
"Hmmm..., sejuknya !", ucap Aisyah.
Aisyah berdiri tepat di tepian danau sambil menghirup udara segar di area danau ovan.
"Danau ovan ini sungguh luar biasa indahnya pemandangan alamnya", puji Aisyah.
"Ini yang disebut surga para pelancong", kata Aidl.
"Benar, Aidl", sahut Aisyah.
"Air danau Ovan berasal dari air hujan dan juga mata air abadi di dasarnya yang menghasilkan air yang sangat bersih dan jernih", terang Keroshy.
"Danau ovan ini berada di daerah mana ?", tanya Aisyah.
"Kawasan Alamut di wilayah Alburz", sahut Keroshy.
"Tempat yang sangat indah dan cantik sekali", kata Aisyah memuji.
"Apakah kamu suka tempat ini, Aisyah ?", tanya Tabib Naia.
"Iya, karena danau ovan ini sungguh cantik dan menarik ", sahut Aisyah sembari tersenyum.
"Kita bisa berlama-lama di sini jika kamu mau sebelum melanjutkan perjalanan kita ke lima mata air yang belum kita datangi, Aisyah", saran Keroshy.
"Mungkin idea mu menarik untuk ku tetapi aku harus segera menyelesaikan misi ku di danau ovan ini", sahut Aisyah.
"Tapi kamu tidak akan datang ke tempat ini lagi, Aisyah", lanjut Keroshy.
"Bukan seperti itu, aku hanya takut khasiat dari mata air Koohrang yang sebelumnya akan hilang jika aku menunda lama perjalanan ini ke mata air yang lainnya", jawab Aisyah.
"Benar juga yang kamu katakan, kita juga tidak tahu berapa lama khasiat dari mata air itu akan bertahan", sahut Keroshy.
"Ya, itu yang aku pikirkan ketika mendatangi mata air itu, Keroshy", lanjut Aisyah.
"Baiklah... Mari kita segera menuju ke danau ovan itu", ucap Keroshy.
Aisyah menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ke arah danau ovan.
"Berhati-hatilah, Aisyah ! Karena kita tidak tahu seberapa dalam danau ovan itu", kata Keroshy.
"Apakah tidak sebaiknya kamu mengambil air danau ovan itu dari arah pinggir danau saja, Aisyah ?", tanya Tabib Naia.
"Tidak, aku akan membasuh jam antik kuno ini dengan air danau ovan yang ada di tengah-tengah danau ovan saja", sahut Aisyah.
"Kenapa ? Bukankah sama saja, Aisyah ?", tanya Tabib Naia keheranan.
__ADS_1
"Karena air yang ada di tengah-tengah danau ovan lebih jernih dan lebih alami serta masih jarang tersentuh oleh tangan manusia ", sahut Aisyah.
Keroshy dan Tabib Naia hanya terdiam tanpa menjawab ucapan dari Aisyah sedangkan Aidl duduk di atas batu dekat pinggir danau ovan sambil memandangi Aisyah yang terbang melayang menuju ke arah tengah-tengah danau ovan.