
Aisyah mengarahkan laju kereta gulali roller coaster maju ke depan dengan mengendalikan kereta itu tetap stabil.
Memutar alat pada tuas pengungkit yang hampir mirip sepeda cara kerjanya.
Kereta gulali roller coaster memasuki jalan pada ruangan pintu kelima yang berkelok-kelok panjang.
Pada setiap jalan yang dilewati oleh kereta gulali terdapat sebuah loket pemberhentian yang setiap loketnya dapat berbicara.
Loket pertama...
"SELAMAT DATANG DI JALAN UTAMA PINTU KELIMA, UNTUK BISA MELANJUTKAN PERJALANAN ANDA MAKA MASUKKAN KODE SANDI PADA SISTEM !"
Loket itu bersuara tanpa ada penjaga yang bertugas disana.
TOENG... TOENG... TOENG...
Terdengar suara mirip dawai yang di petik dari arah loket pertama yang dijumpai Aisyah, dan kereta gulali roller coaster berhenti bergerak karena jalan di depan tertutup sebuah palang garis-garis yang terbuat dari emas.
Aisyah lalu menyembulkan kepalanya keluar dari kereta gulali roller coaster untuk melihat loket pertama disamping poros jalan masuk dekat kereta yang dinaikinya.
"Jalan apakah ini ? Berkelok dengan loket yang berbicara ?", kata Aisyah bertanya penuh penasaran.
"Ada palang yang menghalangi laju kereta gulali roller coaster ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Iya, aku melihatnya, tapi jalan apakah ini ?", tanya Aisyah.
"Hamba tidak paham dengan nama jalan ini tetapi jika dilihat ini mirip jalan tol yang ada di dunia para jin", jawab cermin ajaib.
"Jalan tol !? Itu juga ada di dunia manusia, jalan tol di negaraku di dunia manusia, jalan seperti itu ada disetiap poros jalan menuju ke kota-kota besar", kata Aisyah.
"Benarkah ? Wow ! Kecanggihan dunia manusia ternyata hampir sama dengan dunia para jin", ucap cermin ajaib.
"Iya. Namun, dunia para jin berbeda dengan dunia manusia karena kecerdasan para jin itu sepuluh kali lipat kecerdasannya dari bangsa manusia", kata Aisyah yang tengah memperhatikan jalan di depannya.
"Bisakah anda mengajak hamba ke dunia anda, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Kapan-kapan aku akan membawamu keliling ke dunia manusia, tetapi benarkah kamu berasal dari dunia jin ?", tanya Aisyah.
"Iya... Dunia yang anda temui dalam alam mimpi di hamparan padang penuh bunga itu adalah dunia para jin...", sahut cermin ajaib.
"Berarti dunia kita jauh berbeda sekali...", kata Aisyah.
"Benar, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan dengan mengikuti petunjuk pada loket pertama ini", kata Aisyah lalu memasukkan kembali kepalanya yang menyembul dari kereta gulali roller coaster.
Aisyah berjalan ke depan layar monitor sistem kabut awan putih yang terdapat sebuah gambaran tentang keadaan yang ada di luar kereta gulali yang dia naiki itu.
Dia terlihat sibuk di depan papan tuts layar monitor lalu mengalihkan pandangannya ke papan tuts dan dia mulai mengetikkan kode sandi yang muncul dengan sendirinya pada layar monitor sistem.
KLEK... KLEK... KLEK...
Terdengar suara jari jemari tangannya yang bergerak di atas papan tuts dengan lincahnya.
"JALAN MENONJOL BUKIT BERKELOK"
Aisyah memasukkan kata demi kata pada kolom yang muncul di layar monitor sistem kereta gulali roller coaster sehingga membentuk rangkaian kalimat panjang yang sangat unik.
"Panjang sekali kode sandi untuk masuk ke jalan itu", kata Aisyah.
Terdengar lagi bunyi "BEP" dari arah layar monitor sistem. Dan muncul petunjuk berupa deretan angka yang unik
Perintah : KETIK KEMBALI DERETAN ANGKA YANG ADA DI SUDUT KOMENTAR PADA LAYAR MONITOR.
Aisyah melihat deretan angka unik seperti QB200K2, pada layar monitor sistem kereta gulali roller coaster. Lalu dia mengetik ulang kode unik tersebut pada kolom layar monitor sistem.
Dalam satu detik terdengar suara dari arah luar kereta gulali roller coaster yang Aisyah naiki yang datangnya dari loket pertama.
__ADS_1
"ANDA BERHASIL MEMASUKKAN KODE SANDI KUNCI UNTUK MEMBUKA JALAN UTAMA, SILAHKAN LANJUTKAN PERJALANAN ANDA DI JALAN MASUK UTAMA PINTU KELIMA... SELAMAT DATANG !"
Palang garis-garis terbuat dari emas panjang bergerak naik ke atas membuka jalan masuk pada loket pertama.
TOLET... TOLET... TOLET...
Suara mirip terompet berbunyi keras ketika kereta gulali roller coaster bergerak maju memasuki jalan berkelok panjang.
Pada saat kereta gulali roller coaster pada loket pertama bergerak perlahan, kereta masuk ke dalam gelembung yang tidak terlihat yang ternyata menutupi jalan tersebut.
Aisyah terperangah kaget melihat semua pemandangan yang ada dihadapannya itu, dia tidak pernah menyangka akan menemukan pemandangan yang seunik itu dalam perjalanannya pada pintu kelima.
"Sangat menarik sekali... Aku suka dengan tempat ini, jalan yang sangat unik sekali...", kata Aisyah tersenyum senang.
"Hanya jalan ini agak tidak biasa menurut hamba, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Bukankah dalam dunia lain selalu berbeda dan tercipta keunikan tersendiri bahkan tidak biasa jika dilihat oleh orang awam", kata Aisyah.
"Hmmm...", gumam cermin ajaib.
"Tidak usah dipikirkan mengenai hal itu terlalu berlebihan, menurutku ini wajar-wajar saja selama batas akal manusia masih berjalan pada porosnya yang benar karena itulah berbedanya dunia alam lain", kata Aisyah mencoba bijak.
"Mungkin yang anda katakan ada benarnya, karena ini adalah dunia pada istana awan putih maka dunia yang tercipta sangatlah berbeda dan mungkin tidak biasa", sahut cermin ajaib.
"Yah..., itu benar sekali..., karena ini adalah dunia di atas awan yang jauh berbeda dengan dunia manusia, dunia mu dan dunia nyata...", kata Aisyah tersenyum manis.
"Hmmm..., iya, hamba mengerti, Nona Aisyah...", ucap cermin ajaib.
"Apapun itu yang ada pada dunia di atas awan putih, kita tidak perlu terlalu memusingkannya, tinggal kita jalani saja yang ada di dunia istana awan putih ini, kita hadapi lalu kita selesaikan sesuai petunjuk yang ada", kata Aisyah.
"Kata-kata anda cukup bijak sekali, dan hamba kira ada benarnya serta masuk akal juga", ucap cermin ajaib.
Tiba-tiba kereta berhenti mendadak dan membuat guncangan di dalam kereta gulali roller coaster yang dinaiki oleh Aisyah dan cermin ajaib.
CKIIIT...
Aisyah melihat ke arah layar monitor yang berubah kembali seperti layar televisi yang menampilkan pemandangan di luar kereta gulali dan muncul sosok bocah kecil di depan kereta mereka.
Bocah kecil itu memakai pakaian celana hitam berkaki lebar, rompi warna-warni, dan topi bundar dari rambut domba.
Dia berdiri tepat di depan kereta gulali roller coaster yang dinaiki oleh Aisyah dan cermin kristal ajaib.
"Siapakah bocah kecil itu ?", tanya Aisyah kaget.
"Bocah kecil ? Mana !?", tanya balik cermin ajaib.
"Lihatlah pada layar itu !", kata Aisyah seraya menunjuk pada layar monitor sistem.
Cermin kristal ajaib lalu terbang mendekat ke arah layar monitor dan melihat pada layar di depannya.
Terlihat sosok bocah kecil bertopi bundar tengah memandangi kereta gulali roller coaster yang ada dihadapannya berdiri menatap tajam.
Cermin ajaib langsung terkejut mengetahui kehadiran bocah kecil itu.
Suasana langsung berubah dingin setelah bocah kecil berpakaian lengan panjang serta rompi warna-warni dengan topi bundar berdiri tanpa ekspresi ke arah kereta gulali roller coaster.
"Bagaimana kalau kita langsung turun dan menemuinya ?", tanya Aisyah.
"Menemui bocah kecil itu, apa anda tidak salah bicara, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Kita tanyakan saja kepada bocah kecil itu, siapakah sebenarnya dia dan kenapa bocah itu berada disini !?", sahut Aisyah.
"Astaga !? Anda selalu mengambil resiko besar, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Kenapa ?", tanya Aisyah.
"Tidakkah anda sadari jika kita kini berada di ruang hampa udara dan tidakkah anda pernah berpikir mana ada manusia hidup dan tinggal di dunia hampa udara, Nona Aisyah !?", sahut cermin ajaib.
__ADS_1
"Lalu apakah ada hubungannya dengan bocah kecil itu ?", tanya Aisyah.
"Jelas ada hubungannya, lihatlah disekitar tempat ini ! Apakah ada tanda-tanda kehidupan disini ?", ucap cermin ajaib. "Tidak ada, bukan !?"
"Hmmm... Iya... Benar sekali, tidak ada kehidupan di tempat ini, artinya bocah kecil itu...", kata Aisyah gugup.
"Yeah, pikirkan sendiri jawabannya dan anda akan tahu arti dari semua ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Ya ampun, b--bocah itu adalah makhluk ghaib, aku baru menyadarinya", kata Aisyah tertegun saat melihat bocah kecil di depan kereta gulali roller coaster berdiri diam.
Aisyah berulangkali mengusap kepalanya seraya memperhatikan ke layar monitor sistem yang menyala terang.
Dia menelan ludah berkali-kali ketika menyadari kebenaran bocah kecil yang tengah berdiri didepan kereta gulali itu.
"Manusia bukan, hantu bukan, lalu jenis apakah dia !?", kata Aisyah.
"Jin juga bukan...", sahut cermin ajaib.
"Kategori apakah bocah kecil itu kalau begitu, makhluk ghaib, monster, ataukah siluman !?", kata Aisyah.
"Tidak semuanya, karena itulah hamba mengatakan bahwa tempat di ruang hampa udara pada pintu kelima tidak biasa, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Hmmm, benar sekali, pada kenyataannya memang tidak biasa mulai dari awal kita masuk terdapat gelembung aneh lalu siapakah dia sebenarnya !?", kata Aisyah penasaran.
"Entahlah, hamba juga tidak tahu siapa bocah kecil yang berani menantang itu, sepertinya dia bosan hidup", ucap cermin ajaib.
"Hush ! Jangan bicara sembarangan, dia masih anak-anak dan tidak pantas kita menandingi bocah kecil, memalukan !", kata Aisyah.
"Yah, hamba tahu kalau dia masih anak-anak tetapi bocah kecil itu bukan bocah biasa, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
Bocah kecil itu terlihat melayang ke atas dan berdiri mengambang di udara tanpa benda yang menunjang di bawahnya.
Dia mengarahkan salah satu tangannya ke depan kereta gulali roller coaster, lalu memancarkan cahaya terang seperti bara api panas ke arah kereta.
BLAAAR...
Api itu membuat kereta gulali yang ditumpangi oleh Aisyah dan cermin ajaib berguncang hebat lalu terpental ke udara dan membentur dinding gelembung yang mirip buih sabun.
Kereta gulali roller coaster jatuh mendarat ke bawah tetapi karena ruangan pada pintu kelima tidak memiliki lantai dasar maka kereta gulali menjadi melayang-layang terbalik.
"Apa yang terjadi !?", tanya Aisyah yang terbaring terbalik di dalam kereta gulali roller coaster.
"Sudah hamba katakan kepada anda tetapi anda tidak percaya, bocah kecil itu bukan makhluk biasa tetapi bagian dari pintu kelima ini", ucap cermin ajaib.
"Kenapa kamu tidak katakan saja sejak tadi yang sebenarnya kalau bocah kecil itu ajaib sepertimu, wahai cermin ajaib ?", ucap Aisyah.
"Kan tadi hamba katakan kalau tempat ini tidak biasa tetapi anda bilang jika itu wajar-wajar saja, ya sudah, hamba menerima jawaban anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Haih... Lalu bagaimana ini, kereta kita terbalik seperti ini !?", kata Aisyah.
"Hamba masih berpikir mencari caranya untuk membuat kereta gulali roller coaster kembali semula dan hamba belum menemukan idea menghadapi bocah kecil itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Apakah kita harus terbalik melayang seperti ini saja, lalu sampai kapan ?", tanya Aisyah.
"Bagaimana kalau anda bertanya pada sistem, mungkin saja kita mendapatkan jawabannya !?", ucap cermin ajaib.
"Bertanya pada sistem itu artinya menunggu kita terbakar habis...", sahut Aisyah.
"Astaga !? Apakah selama itu ? Bukankah hanya butuh waktu beberapa detik untuk bertanya pada sistem di layar monitor itu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Kira-kira lima belas menit masuk program lalu menunggu loading sekitar sepuluh sampai duapuluh lima menit atau kadang lebih lama dan belum masuk ke sistem... Yah, hampir kira-kira satu jam-an terkadang lebih lama dari itu...", kata Aisyah.
"Oh, cukup lama juga", sahut cermin ajaib. "Hamba tidak tahu jika sistem bekerja demikian, hebat dan canggih sekali tapi lama cara kerjanya jika tidak ada sinyal..."
"Yeah, tinggal menunggu kereta gulali roller coaster hangus menjadi abu...", kata Aisyah.
Aisyah hanya menatap tanpa ekspresi ke arah sekitar ruangan kereta gulali roller coaster yang terbalik karena ulah bocah kecil itu.
__ADS_1
Untungnya api yang memancar keluar dari tangan bocah kecil itu tidak membakar hangus seluruh kereta gulali roller coaster milik Aisyah, hanya membuat kereta itu terbalik melayang di udara.