
Aisyah memandangi bulir-bulir air hujan yang turun dari langit membasahi kaca perpustakaan. Ia sengaja meluangkan waktunya untuk datang kemari sekedar membaca buku pengetahuan sejarah Persia lima ratus tahun yang lalu.
Niat Aisyah memang setelah sampai dirumah kembali kemasa ia datang adalah mengunjungi perpustakaan untuk mencari bahan referensi mengenai kisah sejarah peradaban Persia dimasa lampau.
Aisyah membuka lembar demi lembar halaman buku berukuran besar dan tebal diatas meja perpustakaan.
"Apa yang sedang nona lakukan disini ?", kata jam antik kuno.
Jam antik kuno ajaib itu menyembul dari balik saku baju Aisyah, ia mengintip keluar melihat kearah buku tebal yang sedang Aisyah baca.
"Sssttt...!", bisik Aisyah cepat. "Ada kamera pengawas ditempat ini wahai jam antik kuno !"
Aisyah menutupi jam antik kuno dengan jari-jarinya yang lentik sambil menoleh kearah atas ruangan perpustakaan.
Walaupun ini hanya sebuah perpustakaan tapi rupanya pihak tempat ini sangat menjaga keamanan disini, ia melihat kamera pengawas yang ditaruh diatas ruangan perpustakaan ini.
"Apa itu ?", kata jam antik kuno bertanya.
"Semacam bola cermin ajaib !", sahut Aisyah.
"Wouw ! Ini sungguh luar biasa ! Apakah manusia di masa depan memiliki kecerdasan setara kaum bangsa jin ?", kata jam antik kuno terpekik.
"Mungkin ! Tapi itu tidak sama wahai jam antik kuno !", kata Aisyah.
"Emm...!? Hamba jadi penasaran dengan yang disebut kamera pengawas milik kaum bangsa manusia !", kata jam antik kuno berusaha keluar dari saku baju Aisyah.
"Itu hanya alat perekam saja yang mempunyai fungsi untuk memantau segala aktivitas disuatu lokasi, jadi tidak ada yang menarik !", kata Aisyah.
"Tapi hamba ingin melihatnya nona dari dekat !", kata jam antik kuno mendesak.
"Apakah kamu ingin kita dapat masalah ?", kata Aisyah seraya memelotot kearah jam antik kuno itu.
"Eh ?", sahut jam antik kuno itu terkejut.
"Alat itu adalah alat pengintai dan jika alat itu menangkap gerakan yang mencurigakan maka pihak berwajib akan datang kemari dan menangkapku ke penjara !", kata Aisyah seraya menekan jam antik kuno kedalam saku bajunya.
"Astaga ! Aku mengerti, aku mengerti !", kata jam antik kuno.
"Baiklah, jangan membuat gaduh kalau begitu ! Tenanglah didalam saku bajuku ! Kamu mengerti !", kata Aisyah dengan ekspresi wajah serius.
Aisyah kembali membuka halaman demi halaman buku dan mulai membaca kisah mengenai sejarah Persia. Ia terlihat sangat serius saat membacanya dan larut dalam setiap kisah sejarah yang tertulis didalam buku tersebut.
Hampir sekitar tiga puluh menit ia menghabiskan waktunya untuk membaca buku tebal tersebut dan ia beralih kebuku lainnya untuk membaca lagi dengan versi yang berbeda.
Aisyah tertegun saat membaca sebuah halaman yang bercerita tentang sebuah kisah kaum bangsa jin, secara harfiah jin berarti sesuatu yang berkonotasi "tersembunyi" atau "tidak terlihat". Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki beberapa tempat dilangit dan mendengarkan berita-berita dari Allah, setelah diutusnya seorang nabi yang bernama Muhammad maka mereka tidak lagi bisa mendengarkannya karena ada barisan yang menjaga rahasia itu.
__ADS_1
Jin adalah makhluk ghaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari api yang sangat panas.
Jin terbagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama adalah jin yang mempunyai sayap dan dapat terbang di udara.
Kelompok kedua terdiri dari jin yang berbentuk ular dan anjing, sedang kelompok ketiga adalah yang bisa berubah bentuk dirinya.
Konon jin adalah manusia yang berubah menjadi jin karena tidak diterima di alam barzah dan jin dari golongan ini lebih tinggi dari bangsa jin biasa dan memiliki kekuatan yang sangat besar. Jin seperti ini mendapatkan kutukan akibat kesalahannya dan ia bisa kembali kewujud asalnya setelah menjalani hukuman serta siksaan panjang dan menebus kesalahannya dengan pertobatan.
Sama halnya manusia, bangsa jin juga ada yang soleh dan ada yang tidak dan Allah SWT menciptakan mereka selain untuk beribadah padaNya.
Manusia yang ingin menjadi tuannya harus melewati beberapa ritual khusus seperti bertapa untuk mendapatkan jin dari golongan ini.
Aisyah tertunduk lesu seraya memandangi buku didepannya bergeming lama. "Apa yang sebenarnya sedang aku perbuat dengan menolong kaum bangsa jin dan melakukan kesesatan !? Apakah karena alasan itu tuan agung besar memburu jam antik kuno !? Apakah yang aku lakukan merupakan dosa ?", kata Aisyah bergumam dalam hati kecilnya.
Tampak sebuah gambar yang melukiskan sosok dari bangsa jin, didalam lukisan tersebut terpampang sosok bayangan dengan kobaran nyala api panas yang menyala-nyala.
Aisyah meraba lukisan timbul tersebut perlahan-lahan dengan tangan gemetar. Ada perasaan kacau yang tengah ia rasakan dalam hati Aisyah.
Apakah Aisyah akan mengubah cara pandangnya terhadap bangsa jin ataukah ia harus mundur dalam perjalanan waktu ini dan membiarkan jam antik kuno tetap terjebak selamanya didalam bentuk sebuah jam saku antik ataukah ia harus menghadapi tuan agung itu dan melawannya.
"Jika aku membiarkan jam antik kuno tetap dalam wujud jam artinya ia membiarkan jiwa jin dalam jam antik kuno musnah dan hancur tanpa memberikan sebuah kesempatan untuk bertobat !?", kata Aisyah dalam hatinya pilu.
Aisyah lalu melirik kearah kamera pengawas didalam ruangan perpustakaan ini sembari pelan-pelan membalik lembaran halaman buku.
"Wahai jam antik kuno, apakah kamu masih terjaga disana ?", kata Aisyah berbisik pelan.
"Apakah kita bisa melakukan aktivitas yang sama seperti orang lain pada umumnya meski kita diselimuti sihir ajaib ?", kata Aisyah.
"Emm..., kenapa nona menanyakan perihal tersebut ?", kata jam antik kuno dari balik saku baju Aisyah.
"Tidak, aku hanya bertanya saja padamu jika kita bisa melakukan seperti yang lainnya lakukan maka aku akan mengajakmu keliling kota tempatku dibesarkan !", kata Aisyah seraya tersenyum simpul.
"Oh, tentu saja nona Aisyah ! Kita bisa melakukan semua kegiatan sama seperti yang lainnya !", sahut jam antik kuno.
"Apakah orang lain dapat berinteraksi dengan kita wahai jam antik kuno ?", kata Aisyah.
"Emm...!?", gumam jam antik kuno lama lalu ia menjawab lagi. "Aku rasa lebih baik kita tidak perlu berinteraksi dengan orang lain nona !"
"Hahhh...!!", desah nafas Aisyah pelan seraya menundukkan kepalanya.
"M-maaf...,m-maaf nona jika aku telah mengecewakan nona tapi peraturan tetaplah sebuah peraturan serta syarat dan ketentuan harus ditaati !", kata jam antik kuno.
"Baiklah jika itu sudah peraturan yang wajib kita patuhi wahai jam antik kuno, aku akan mematuhinya !", kata Aisyah.
"Tapi kita masih bisa beraktivitas sama seperti orang lain pada umumnya meski kita diselimuti sihir ajaib nona !", kata jam antik kuno.
__ADS_1
"Benarkah ?", kata Aisyah bersemangat.
"Benar nona Aisyah !", sahut jam antik kuno.
"Kalau begitu, bagaimana jika kita berpetualang dikota asalku ini wahai jam antik kuno ?", kata Aisyah.
Jam antik kuno hanya bergumam pelan dengan tetap bersembunyi dibalik saku baju Aisyah.
"Emm...!?", gumam jam antik kuno.
"Kita tidak perlu hanya terpaku melulu melakukan petualangan dimasa lalu karena kita juga perlu melakukan petualangan seru dimasa ini juga !", kata Aisyah.
"Hamba rasa ide nona sangat menarik untuk kita coba, mungkin dengan berpetualang dan melakukan hal baru lainnya bisa sedikit menghiburku !", kata jam antik kuno.
Aisyah terdiam dan termenung sesaat ketika mendengar ucapan jam antik kuno itu yang terdengar sangat memilukan hatinya. Ia tidak mampu mengambil keputusan yang gegabah saat ini karena ia akan mulai memikirkan segala rencana selanjutnya dengan matang dan rapi.
Kali ini Aisyah tidak ingin melakukannya tanpa sebuah rencana yang baik, ia telah berjanji akan membuat suatu strategi yang tertata lebih rapi dan lebih baik lagi sebelum berangkat melanjutkan perjalanan waktunya kemasa lalu dimana Persia masih berkuasa. Ia telah mengambil keputusan untuk membantu jam antik kuno untuk mengembalikan jiwanya ke asal muasalnya agar jam antik kuno itu tidak tersiksa lagi dan bisa melakukan sebuah pertobatan dan bisa menerima karma baik nantinya.
"Baiklah wahai jam antik kuno ! Mari kita segera berangkat sekarang dan berpetualang disini !", kata Aisyah lalu berpindah tempat dari ruangan perpustakaan ketempat lainnya dengan cepat.
Kekacauan terjadi dihati kecil Aisyah saat ini dan ia berusaha menepis keraguan dalam hatinya dengan melakukan aktivitas lainnya dimasa ia datang dan mengajak jam antik kuno keliling kota tempat ia dibesarkan.
"Yahuiiii...!!!", teriak Aisyah gembira ria.
Jam antik kuno lalu bergerak keluar dari dalam saku baju Aisyah dan mulai terbang melayang bebas.
Mereka melakukan perjalanan waktu kembali ketempat dimasa sekarang tepatnya kembali pulang kerumah.
"Bagaimana perasaanmu saat ini wahai jam antik kuno !? Apakah kamu merasa sangat senang ?", kata Aisyah seraya terbang melayang dan berpindah tempat dengan cepat dari tempat satu ketempat lainnya.
"Tentu nona Aisyah, hamba sangat senang sekali sekaligus bahagia saat melihat nona bisa merasakan kebahagiaan ini !", kata jam antik kuno.
"Maafkan aku wahai jam antik kuno, jika aku membuat dirimu kecewa karena apa yang telah aku lakukan !", kata Aisyah lalu berhenti berpindah tempat disebuah menara yang tinggi.
"Iya nona Aisyah, hamba paham dengan keputusan yang telah nona lakukan ini !", kata jam antik kuno.
"Beri aku waktu untuk berpikir ulang wahai jam antik kuno, karena ini terasa agak sulit serta sangat berat sekali untukku membuat suatu pilihan !", kata Aisyah sembari menatap lurus kearah pemandangan kota yang tampak dibawah menara.
Jam antik kuno itu terdiam disamping Aisyah, tuannya. Ia sendiri memang telah menerima sendiri dengan mengambil keputusan untuk tetap tinggal didalam wujud jam ini meski konsekuensi dari itu semua ia akan musnah secara perlahan-lahan.
Baju panjang Aisyah berkibar-kibar tertiup angin kencang saat ia berada diatas menara kota yang sangat tinggi sekali, bahkan bagi semua orang untuk mencapai puncak menara ini harus menaiki sebuah lift tapi bagi Aisyah sekarang hal itu sangatlah mudah sekali untuk ia lakukan.
Aisyah terdiam memandangi pemandangan kota dari atas menara tempatnya berdiri, detak jantung Aisyah berdegup sangat kencang bagaikan genderang yang dipukul-pukul sama halnya seperti pikiran Aisyah saat ini yang mengalami kekacauan pikiran yang sangat hebat, layaknya terkena hantaman tabuh yang keras dikepalanya.
"Aku ingin datang secepat waktu dan kembali seperti detik dan bergerak layaknya angin dan bayangan yang tidak meninggalkan sebuah jejak dimana-mana !", kata Aisyah dalam hatinya bergumam. "Aku memang hanya manusia dan musuh bangsa jin yang nyata tapi aku tidak akan membiarkan kawanku mengalami ketidakadilan ini, meski ia adalah jin !"
__ADS_1
Keputusan ini sungguh sangat berat sekali untuknya dan mungkin dengan mengalihkan petualangan baru dikota tempat ia tinggal mungkin juga mampu membantunya menemukan jawaban terbaik.