
Kereta gulali bergerak pelan saat melewati terowongan, sebuah lorong transparan dari gulali tampak di dalamnya bagaikan aquarium dengan gulali-gulali disekitarnya.
Aisyah menikmati perjalanan tersebut di dalam kereta dengan hati senang karena suasananya ikut menunjang.
"Hmmm..., tempat ini lebih baik dari lintasan roller coaster tadi, sangat tenang sehingga aku dapat duduk bersantai dan dapat melihat pemandangan disekitar sini", ucap Aisyah.
Dia mengalihkan perhatiannya ke arah kursi penumpang di dalam kereta gulali, masih terlihat cermin ajaib itu beristirahat.
Aisyah hanya tersenyum saat melihat cermin kristal ajaib, rupanya perjalanan ketika menaiki roller coaster pada jalur lintasan tadi, sempat membuat cermin ajaib itu kelelahan.
Gadis muda berwajah bening sebening mutiara lautan itu agak lega melihat perjalanan yan dilewatinya saat ini aman-aman saja.
Dia kembali mengedarkan pandangannya ke arah luar jendela kereta dari gulali merah, memperhatikan gulali-gulali bening yang bergerak mengapung di dalam dinding lorong transparan.
Kereta gulali terus bergerak pelan memasuki terowongan yang semakin dalam serta sangat sunyi.
Aisyah hampir jatuh tertidur karena rasa ngantuk dan lelah karena berjam-jam terus berteriak saat melewati jalur lintasan roller coaster yang memacu andrenalin tubuh.
"Oh tidak, aku tidak boleh jatuh tertidur di dalam kereta ini, karena terlena dengan suasana di lorong transparan bening ini, aku harus tetap terjaga", kata Aisyah.
Aisyah melepaskan pegangannya dari batang gulali bening yang melintang di dalam kereta gulali merah lalu menepuk kedua pipinya agar tetap terjaga dan tidak mengantuk.
"Aku harus tetap terjaga sampai kereta gulali ini berhenti di tempat tujuan", kata Aisyah.
Suasana yang tenang dan sangat sepi membuat rasa kantuk menyerang Aisyah yang memang merasa kelelahan karena perjalanan panjang yang ia lalui tersebut.
Pada saat menaiki roller coaster tadi, benar-benar menguras seluruh tenaganya serta pikirannya, dan kedua mata Aisyah terasa sangat berat.
"Tidak ! Tidak ! Aku harus tetap terjaga dan waspada karena aku tidak tahu akhir perjalanan ini", ucap Aisyah berusaha bertahan.
Aisyah mengusap kedua matanya yang mulai mengantuk dengan perlahan dan berkata lagi untuk memotivasi dirinya tetap bangun.
"Haruskah aku bernyanyi !? Tapi lagu apa yang harus aku nyanyikan !?", kata Aisyah.
Aisyah lalu teringat pada sebuah lagu dari luar negeri yang ia sukai selama masih berada di rumah, ia selalu memutar lagu tersebut setiap sore.
Gadis muda itu lalu mulai bernyanyi sebuah lagu tentang roller coaster.
"Saya adalah roller coaster.... Ingin pergi untuk naik? Pulsa balap setiap kali aku lewat... Tubuhmu gemetar, saat aku melihat matamu... Kupu-kupu di dalam perut Anda membuat Anda lemah...
Terasa seperti kau jatuh di atas tubuhku... Anda menyukai apa yang Anda lihat... Anda ingin pergi dengan saya... Ada sesuatu yang harus kamu ketahui... Aku adalah roller coaster yang lepas kendali... Jika saya mengambil hati Anda seperti itulah jalannya... Jika Anda ingin bertahan ketat."
Aisyah terus menyanyikan lagu dari luar negeri itu berulang kali tanpa henti, ia sengaja melakukannya untuk mengusir rasa kantuk yang mulai menyerangnya.
Suasana perjalanan di dalam lorong transparan bening dari gulali itu memang menunjang rasa kantuk menyerang dirinya karena itulah ia mengalihkannya dengan bernyanyi.
Nyanyiannya membangunkan cermin kristal ajaib yang ada di sampingnya yang tengah beristirahat.
"Hoam...!!", cermin ajaib itu menguap pelan.
Dia memperhatikan suara nyanyian itu seraya mencari sumber nyanyian tersebut.
"Hmmm....", gumam cermin ajaib sambil mendengar suara Aisyah yang merdu.
Aisyah yang tidak menyadari cermin ajaib di sebelahnya telah bangun, masih terus bernyanyi.
__ADS_1
Sampai akhirnya ia melihat cermin kristal ajaib itu pada pantulan kaca jendela kereta gulali.
Dia menolehkan kepalanya ke arah cermin ajaib dan menghentikan nyanyiannya seraya menyapa cermin tersebut.
"Hai, bagaimana kabarmu wahai cermin ajaib ? Apakah tidurmu nyenyak atau kamu terbangun karena suara ku ?", tanya Aisyah.
"Oh tidak, hamba memang terbangun karena hamba merasa waktu istirahat hamba sudah lebih dari cukup, Nona Aisyah", jawab cermin kristal ajaib itu.
"Syukurlah kalau begitu, aku rasa itu baik untukmu", ucap Aisyah.
"Bagaimana jika ini giliran anda untuk beristirahat sekarang, Nona Aisyah ? Dan aku akan berjaga-jaga untukmu sampai kereta roller coaster ini berhenti", kata cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib itu lalu terbang melayang-layang di udara di dalam kereta gulali yang tengah berjalan pelan.
"Tidak perlu, aku akan terus terjaga hingga kereta gulali ini sampai di akhir tujuan, wahai cermin ajaib", ucap Aisyah tersenyum.
"Anda tidak perlu sungkan, hamba dengan suka rela akan menjaga anda selama beristirahat dalam perjalanan ini, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.
"Tidak, tidak, tidak usah, aku tidak merasa mengantuk, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya menggelengkan kepalanya dengan kedua mata berat menahan kantuk.
"Yah, baiklah tetapi jika anda ingin tidur maka segeralah anda tidur dan aku akan tetap terbangun sampai akhir tujuan nanti, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.
"Terimakasih akan kebaikanmu, dan aku merasa cukup segar untuk tetap terjaga hingga kita sampai, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
Kereta terus bergerak pelan melewati lorong transparan yang tak berujung itu, mereka tidak tahu kapan kereta gulali roller coaster yang mereka naiki akan berhenti bergerak. Dan sampai pada akhir tujuan, mereka menunggu di dalam kereta dengan hati penasaran dan bertanya.
Tidak dapat keluar dari dalam kereta gulali roller coaster dan hanya dapat menunggu tanpa kepastian dari akhir perjalanan tersebut.
"Hmmm, rupanya perjalanan di dalam lorong ini cukup panjang padahal kelihatan sangat pendek di awal tadi dan kenapa sekarang sangat lama !?", ucap cermin ajaib.
Dia melihat Aisyah tengah tertidur sembari bersandar di badan jendela kereta gulali, wajahnya yang merona merah terlihat sangat lelap dan tertidur dengan damainya.
"Dia tertidur..., hmmm...", gumam cermin ajaib itu.
Cermin kristal ajaib itu hanya tersenyum saat melihat gadis muda dengan penuh semangat yang tinggi serta pemberani itu akhirnya jatuh terlelap.
"Nona Aisyah pasti sangat lelah sekali setelah melewati jalur lintasan roller coaster yang berputar-putar dan menghabiskan waktu berjam-jam sehingga ia jatuh tertidur", kata cermin ajaib.
Cermin ajaib kembali memperhatikan jalan di depan kereta gulali yang bergerak pelan, jalan di dalam lorong transparan dari gulali bening sama dengan jalur lintasan roller coaster yang dibuat khusus dan di bangun terletak pada tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda.
Rel roller coaster ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa agar kokoh dan kuat saat di lewati oleh kereta saat dinaiki.
Suasana di dalam lorong transparan dari gulali bening kembali sunyi dan sepi seperti semula, tidak terdengar lagi suara nyanyian dari gadis muda bernama Aisyah itu yang tengah bernyanyi.
Semuanya tampak hening dan hanya terdengar suara gesekan roda dari kereta gulali yang berputar pada rel roller coaster di dalam lorong tersebut.
Aisyah sendiri sangat menikmati waktu istirahatnya setelah berteriak keras saat melewati jalur lintasan roller coaster yang panjang dan menguras energi.
Dia tertidur lelap di sudut ruangan kereta gulali merah dengan nyenyaknya.
"Sepertinya harus menunggu lama untuk kereta gulali merah ini berhenti di tujuan akhir, dan suasana di dalam lorong ini terlihat stabil", kata cermin ajaib.
Lorong transparan ini memiliki jalur lintasan kereta yang lurus mendatar dan tidak ada sama sekali jalan berkelok-kelok atau tikungan di area lorong, dari arah depan terlihat lingkaran yang berputar-putar serta berwarna-warni mirip pelangi.
Roda kereta gulali merah sedikit naik melewati sebuah gundukan dan berguncang lalu masuk ke dalam lingkaran melingkar yang ada di depan tersebut.
__ADS_1
Lingkaran yang melingkar berputar itu kemudian menenggelamkan badan kereta gulali merah roller coaster sehingga berada di dalam dan perlahan-lahan kereta gulali turut berputar mengikuti alur lingkaran.
"Area sentripetal dapat menarik objek kereta gulali roller coaster ikut berputar saat melewati lintasan memutar ini, ternyata lingkaran melingkar dengan warna berwarna-warni itu adalah area berputar yang ada di lorong transparan gulali bening", kata cermin ajaib.
"Emmm, ada apa, kenapa aku merasa pusing, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah terbangun dari tidurnya.
"Anda sudah bangun, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Iya, cermin", ucap Aisyah pelan.
Aisyah lantas duduk terjaga seraya mengusap kedua matanya dengan lembut dan mulai memperhatikan ruangan kereta gulali roller coaster.
"Kenapa aku merasa kita sedang berputar ?", tanya Aisyah sambil mengerjapkan kedua matanya.
"Memang kita sedang bergerak melingkar dan berada di dalam lingkaran, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.
"Apa !?", ucap Aisyah terkejut.
Aisyah mencoba berpegangan pada kursi penumpang meski ia telah menggunakan sabuk pengaman pada tubuhnya.
Ini dikarenakan ruangan dalam kereta gulali roller coaster tengah berputar membentuk lingkaran sehingga Aisyah merasa tidak stabil saat berada di kereta tersebut.
"Lingkaran apa yang kamu maksudkan itu, wahai cermin ajaib !?", tanya Aisyah kembali.
"Sebuah lingkaran di dalam lorong trasnparan gulali bening, dan kereta gulali merah roller coaster yang kita naiki ini berada masuk di dalamnya, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Benarkah, ini ? Aku sungguh tidak percaya jika akan menemukan lagi jalan yang mirip lintasan roller coaster seperti tadi", kata Aisyah seraya memegangi kepalanya yang agak pusing.
"Benar, kita baru saja melewati lintasan roller coaster yang menegangkan itu dan sekarang harus melewati jalan yang berputar melingkar di dalam lorong ini", kata cermin ajaib yang tengah melayang-layang berputar tersebut.
"Tidak ada area yang terlihat normal di dunia mimpi ini, semuanya tampak aneh dan unik", ucap Aisyah.
Dia melihat kereta gulali merah roller coaster yang ditumpanginya tengah bergerak memutar seperti lingkaran, dan gerakannya sangat perlahan serta terasa lambat.
Tidak seperti pada saat melintasi jalur lintasan roller coaster yang meliuk-liuk dan sangat cepat.
Kecepatannya yang berbeda-beda sesuai jalur lintasan yang dilewati, terkadang naik sangat cepat kemudian melambat saat meluncur lalu kembali melaju kencang di lintasan jalur roller coaster dan terkadang turun dengan kecepatan tinggi yang membuat jantung berdegup sangat kerasnya.
"Jalan di dalam lingkaran ini sangat pelan sekali, aku merasa seperti berayun-ayun tetapi menyebabkan rasa pusing di kepala karena lingkaran yang memutar seperti gerakan rotasi", kata Aisyah.
"Benar, rasanya seperti berada di dalam sebuah botol, saat ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Iya, kita terasa berada di dalam botol bening tanpa tutup tapi lebih tepatnya cerobong silinder yang berputar tetap di titik pusat di dalam lingkaran berwarna-warni mirip pelangi ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Seolah-olah kita tengah bertamasya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Anggap saja kita memang tengah bertamasya di dunia mimpi tanpa batas ini, anggap saja rekreasi dan jangan membuatnya seperti beban", kata Aisyah menimpali ucapan cermin ajaib.
"Baiklah, hamba akan menganggap ini sebagai bagian liburan dan kita sedang tamasya dengan menaiki kereta gulali merah roller coaster yang ajaib ini, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.
"Yah, aku juga akan menganggapnya bahwa kita tengah bertamasya, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
Aisyah terdiam sembari memandangi ruangan di dalam kereta gulali merah roller coaster itu yang sedang memutar seperti lingkaran.
Diluar kereta tampak pemandangan yang penuh dengan warna-warna pelangi memenuhi seisi area yang berputar melingkar pelan serta lambat, lingkaran ini adalah bagian di dalam lorong transparan gulali bening yang kereta gulali merah roller coaster lewati.
__ADS_1