
Aisyah bersandar di badan kaki harimau raksasa putih metalik yang mengkilat sambil memandang ke arah hamparan manisan-manisan dan permen yang menyerupai bunga dan tanaman di area taman halus.
Menatap teduh lalu bergumam pelan dan berbicara pada harimau raksasa itu, kini merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh Aisyah sekarang.
Tidak ada lagi ingatan akan kembali pulang ataupun ingatan tentang asrama tempatnya tinggal di luar negeri untuk menuntut ilmu atau kenangan akan persahabatan yang terjalin di antara Aisyah dan sebuah jam antik kuno dari Persia.
Sudah tidak ada lagi janji untuk bertemu dan tidak ada janji untuk jam antik kuno, mengembalikannya ke dunia asalnya lagi, karena ia telah melupakan semua janji itu.
Aisyah bersandar dengan santainya dan terasa nyaman saat ia menyandarkan drinya di kaki harimau besar itu.
"Apa yang kamu lamunkan, Nona Aisyah ?", tanya harimau putih metalik itu.
"Mmm... Tidak ada... Aku tidak memikirkan apapun sekarang, hanya aku sedikit bertanya-tanya...", sahut Aisyah.
"Tidak ada kata terlambat untuk memulai awal hidup yang baru, nona, dan apa yang ingin kamu tanyakan ?'', ucap harimau putih metalik itu.
"Apakah aku memang harus kembali ? Tapi aku tidak punya tujuan untuk kembali pulang ?'', kata Aisyah.
"Haruskah semua mempunyai tujuan ? Tetapi jika kamu tidak mengingatnya, aku rasa tidak perlu membutuhkan tujuan apapun, bukankah yang terpenting adalah kita hidup bahagia ? Dan jika kebahagian itu kamu dapatkan di tempat ini, lebih baik kamu tidak perlu untuk kembali lagi ke asalmu, Nona Aisyah...", ucap harimau putih metalik itu mencoba untuk berkata bijak.
"Hmm... Aku tahu itu... Dan aku mencoba untuk memahaminya, terimakasih telah menemaniku disini", kata Aisyah.
"Sudah tugasku untuk menemanimu selama kamu suka jika aku bersama denganmu, aku rasa tidak perlu lagi merasa sungkan untuk mengatakan keinginanmu, kamu tinggal berkata padaku yang kamu inginkan", ucap harimau putih metalik itu.
"Tapi aku sangat berterimakasih sekali padamu, karena kehadiranmu bagiku cukup berarti sekali selama disini, apalagi aku seorang diri tiada yang menemani maka aku rasa keberadaan mu di sisiku sungguh berharga untukku, kata terimakasih itupun aku rasa tidak cukup untuk mengatakannya", sahut Aisyah.
"Baiklah, aku mengerti", sahut harimau putih metalik itu.
"Ngomong-ngomong... Apakah manisan-manisan dan permen-permen di taman halus ini dapat dimakan ?", tanya Aisyah.
Aisyah berbicara sambil menunjuk ke arah hamparan taman yang penuh di tumbuhi oleh manisan-manisan yang menggiurkan serta permen-permen beraneka macam jenisnya yang sangat menarik hati Aisyah.
Gadis berwajah bening itu lalu berdiri seraya memandang ke arah hamparan tanaman manisan dan permen berwarna-warni cerah dan menggugah selera.
"Apakah aku boleh memakan manisan itu dan permen tersebut ? Aku meminta ijin padamu karena kamu adalah hewan penunggu taman halus ini, dan aku bertanya bolehkah aku memetik manisan dan permen itu ?", tanya Aisyah.
__ADS_1
"GROAAAAAAR !!!", sahut harimau putih metalik itu.
"Kenapa kamu hanya mengaum saja ? Apakah kamu tidak mengijinkannya aku untuk mengambil manisan dan permen itu ?", tanya Aisyah heran.
"Tidak ! Aku tidak melarang mu, tapi aku hanya mengingatkan agar kamu tidak terlalu jauh pergi untuk mengambil manisan dan permen itu, karena aku tidak ingin kamu tersesat !", sahut harimau putih metalik itu.
"Baiklah aku akan mendengarkan nasehat mu agar tidak terlalu jauh dari tempat ini, karena aku hanya ingin memakan beberapa permen saja dan mencicipinya", kata Aisyah.
''GROOOAAAARRRR....!!!!", sahut harimau putih metalik itu.
"Apa kamu tidak ikut bersamaku ke sana ?", tanya Aisyah.
"Tidak ! Aku tidak ingin pergi ke sana dan aku mau beristirahat saja karena nanti aku harus berlatih untuk menyempurnakan kultivasi ku", ucap harimau putih metalik itu sembari merebahkan tubuhnya yang berukuran besar itu.
"Sayang sekali, kamu tidak ikut bersamaku...", sahut Aisyah.
''GROOOAAAARRRRR....!!! Pergilah, pergilah, Nona Aisyah, dan bersenang-senanglah ke sana ! Petiklah manisan-manisan dan permen-permen itu sebanyak-banyaknya ! Jangan lupa untuk membawakannya beberapa manisan dan permen untukku !", ucap harimau putih metalik itu.
"Baiklah teman, aku akan pergi untuk memetik beberapa manisan serta permen itu dan aku akan membawakan mu beberapa manisan itu", ucap Aisyah sambil melambaikan tangannya ke atas.
Aisyah melangkahkan kedua kakinya berjalan ke arah tanaman manisan-manisan yang berukuran besar itu dan menjulang tinggi di hadapannya.
Untuk menggapainya harus menaiki batang permen itu sedangkan untuk memetik manisan itu, Aisyah membutuhkan tenaga yang besar untuk mendapatkannya. Dan semua itu, ia rasa nampak sangat sia-sia saja, saat dirinya datang kemari karena ia tidak dapat mengambil satupun buah manisan-manisan ataupun memakan permen-permen tersebut.
"Bagaimana caranya aku mendapatkan manisan-manisan itu serta permen-permen itu ?", tanya Aisyah bingung sedangkan tanaman yang berupa manisan dan permen itu berukuran besar serta sulit untuk digapai oleh manusia biasa berukuran kecil.
Aisyah mendongakkan kepalanya ke arah atas, memandangi manisan-manisan yang ada di hadapannya yang berukuran besar itu. Dia berusaha menggapainya tapi tangannya hanya mampu menyentuh batang permen besar berwarna-warni yang sangat menggiurkan itu.
Dia melompat-lompat untuk meraih manisan-manisan serta permen-permen itu, tetapi tangannya tidak dapat menyentuhnya meski ia berkali-kali berusaha untuk meraihnya dan dia hampir menyerah.
"Bagaimana caranya agar aku dapat meraih manisan-manisan itu serta mendapatkan permen-permen yang terlihat lezat itu ? Sedangkan manisan dan permen itu berukuran besar dan tinggi sekali, apa yang harus aku lakukan sekarang ?", kata Aisyah.
Aisyah duduk di hamparan rumput yang terbuat dari arum manis yang berwarna-warni yang ada di taman halus itu, lalu memandangi permen-permen itu dengan sangat serius sekali. Ia duduk seraya memperbaiki letak kain yang menutup kepalanya.
Dia menghempaskan tubuhnya ke atas rumput-rumput yang terbuat dari arum manis itu lalu berbaring seraya terpejam.
__ADS_1
Bergumam seorang diri, mendesah pelan, lalu menghela nafas panjangnya dan membuka kedua matanya sembari menatap ke atas langit yang berwarna merah muda yang cerah dengan hiasan awan yang berbentuk unik.
"Fuiiiihhh... !!! Sangat melelahkan sekali, hanya untuk mendapatkan manisan dan permen itu tetapi sangat sulit sekali !?", ucap Aisyah sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah langit.
Cahaya Sinar Matahari membayang di celah-celah jari-jemari tangan Aisyah, dan membentuk bayangan yang menyerupai siluet.
"Apakah itu ?", ucap Aisyah terkejut.
Aisyah segera beranjak dari tempatnya berbaring di atas rumput yang terbuat dari manisan-manisan arum manis yang halus dan lembut, lantas ia berdiri menghadap ke arah sebuah benda berukuran yang sangat besar, berbentuk bulat yang mirip gulali berwarna cokelat tua yang terang.
Dia berjalan pelan-pelan menuju ke arah benda besar itu dan terdiam mematung, pandangan gadis itu tertuju benar-benar ke arah benda berbentuk bulat yang mirip permen gula gosong di hadapannya itu.
"Gulali ?", gumam Aisyah.
Aisyah memandangi gulali besar itu seraya memiringkan kepalanya ke arah samping kanan dan kiri, ia terdiam lantas mendekat ke arah benda besar yang berupa gulali itu.
Gulali besar itu terlihat biasa, tanpa sesuatu yang menarik yang terlihat pada gulali itu, permen gula gosong itu tergeletak berdiri tegak di atas rumput berwarna-warni yang terbuat dari arum manis. Tidak seperti manisan dan permen yang ada di taman halus yang terpasang tegak dengan batang yang tertancap di badan permen-permen itu atau manisan-manisan yang berbentuk macam-macam serta beraneka ragam jenisnya, benda yang disebut gulali itu berbeda letaknya dari yang lainnya.
Aisyah dapat mudah untuk menggapainya dengan tangannya, mudah dan sangat dekat dengan dirinya, bahkan Aisyah dapat mengambil badan gulali itu meski gulali itu berukuran besar dari ukuran tubuhnya yang kecil.
"Gulali ini sangat besar sekali tapi aku mudah untuk mengambilnya daripada manisan atau permen yang lainnya yang ada di taman halus ini, dan aku dapat langsung memakannya tanpa bersusah payah !?", kata Aisyah.
Aisyah mendekatkan tangannya ke arah gulali itu dan ia hendak mengambil gulali itu untuk ia makan, tetapi ketika tangannya menyentuh badan gulali yang mengkilat seperti kaca bening itu mulai bergerak pelan dan berguncang hebat.
Aisyah kaget dan ketakutan seraya memundurkan kedua kakinya ke arah belakang, saat benda besar yang berupa gulali itu mendadak berguncang-guncang hebatnya.
Muncul sebuah tulisan pada badan gulali yang sedikit menonjol di permukaan badan permen yang terbuat dari gula gosong itu. Dan gulali itu terdiam dan tidak berguncang lagi, tetapi tulisan itu tiba-tiba ada seperti memberikan sebuah petunjuk pada Aisyah.
''PUTAR !'' Sebuah tulisan yang sagat jelas terbaca di atas badan gulali besar itu. Tentu saja, hal itu membuat Aisyah kebingungan setengah mati, ia kaget, kagum sekaligus ketakutan dengan yang di lihatnya itu.
"Ampun !? Aku hanya ingin memakan sebuah permen saja ? Tapi kenapa banyak sekali halangannya untuk memperoleh sebatang manisan lezat itu !? Dan kenapa sangat susah sekali !?'', kata Aisyah sedikit kecewa.
Aisyah hampir menyerah dan ia ingin mengurungkan niatnya untuk memakan manisan-manisan itu, ia ingin pergi dari kumpulan permen-permen yang beraneka ragam jenisnya kembali ke tempat harimau putih metalik itu. Tapi Aisyah sangat penasaran dengan gulali besar yang terbuat dari gula gosong yang ada di hadapannya.
Dia mendekatkan dirinya tepat di depan gulali besar itu, terdiam sejenak, memandangi permen gula gosong itu sesaat, lalu ia mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk menyentuh tulisan besar itu dan menekannya kuat-kuat tulisan "PUTAR" yang ada di badan gulali besar tersebut.
__ADS_1
Ketika Aisyah telah menekan tulisan yang sedikit menonjol itu, yang bertuliskan tulisan "PUTAR", gulali besar itu lalu bergerak cepat seperti gerakan berputar layaknya roda sepeda yang berputar-putar saat menggelinding, gulali besar itu berputar cepat, tidak berpindah tempat dan hanya bergerak seperti lingkaran di atas permukaan hamparan rumput dari arum manis yang halus dan berwarna-warni terang di taman halus.