Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Mengembalikan Ingatan Aisyah...


__ADS_3


Hampir dua jam perjalanan menuju bangunan kubah besar. Bangunan yang memiliki dinding berbentuk lingkaran penuh dengan hiasan kaca bening yang mengkilat, saat cahaya terang masuk mengenai dinding-dinding kaca akan terbias cahaya pelangi terang yang memancarkan sinar warna-warni didalam bangunan kubah besar ini.


Aisyah melihat Aidl melangkahkan kakinya menuju pintu besar dan membawa semuanya masuk ke dalam ruangan besar yang luas.


"Aku akan menyembuhkanmu Aisyah", ucap Aidl.


"Terimakasih atas bantuanmu untuk membuat amnesiaku sembuh, Aidl", kata Aisyah.


"Tetapi kamu harus berjanji padaku suatu hal, Aisyah", lanjut Aidl.


"Apakah syarat yang ingin kamu ajukan padaku sebagai rasa balas budiku padamu, Aidl ?", tanya Aisyah.


"Kamu harus membantuku untuk kembali ke masa depan Aisyah", jawab Aidl.


"Oh, masalah itu lebih baik kamu tanyakan pada jam antik kuno saja karena hanya dialah yang mampu mengembalikan mu ke masa depan ke asal mu, Aidl", kata Aisyah.


"Hmm, jam antik kuno itu !?", tanya Aidl seraya melirik ke arah jam antik yang tengah melayang disamping Aisyah.


"Iya, katakan saja keinginan mu padanya maka kamu akan mendengar jawaban darinya", sahut Aisyah.


"Baiklah, aku akan bertanya padanya setelah aku mengobati amnesiamu, Aisyah", kata Aidl.


"Terimakasih Aidl akan kebaikanmu padaku", ucap Aisyah.


"Ayo, ikuti aku Aisyah !", kata Aidl.


"Iyah, Aidl", sahut Aisyah.


Aidl berjalan menuju ke sebuah ruangan yang berisi alat-alat berteknologi serba modern dan canggih.


"Duduklah di kursi ini, Aisyah", kata Aidl berhenti di depan sebuah kursi dengan berbagai alat-alat penunjang kesehatan yang sangat canggih.


"Apa ini Aidl !?", tanya Aisyah gamang.


"Ini adalah kursi duduk untuk menyembuhkan ingatanmu Aisyah", sahut Aidl.


"Apakah baik-baik saja jika aku duduk di kursi yang menyeramkan ini, Aidl ?", tanya Aisyah.


"Tentu saja, dan tidak akan ada masalah untukmu kalau kamu duduk di kursi ini, justru kamu akan semakin sembuh seperti semula", jawab Aidl.


"Benarkah !? Kalau begitu aku akan mencoba kursi ini, dan aku berharap akan kesembuhanku secepatnya, Aidl", kata Aisyah.


"Percayalah padaku, dan aku akan secepatnya membuatmu sembuh, Aisyah", ucap Aidl.


Aisyah tersenyum sangat senang dengan ucapan Aidl dan dia segera duduk di kursi yang penuh dengan peralatan lengkap alat-alat kesehatan.


"Apa kamu sudah siap Aisyah ?", tanya Aidl.

__ADS_1


"Iya, aku sudah siap, Aidl", sahut Aisyah.


"Baiklah maka aku akan memulai menghidupkan alat-alat medis ini untuk mencoba menyembuhkanmu, Aisyah", kata Aidl.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu bersiap-siap saat Aidl memasangkan semacam alat mirip pelindung kepala serta menempelkan beberapa alat-alat medis di seluruh tubuh Aisyah.


"Aku harap kamu bertahan menerima kejutan seperti listrik ketika aku menghidupkan alat medis ini Aisyah", ucap Aidl.


"Apakah kamu yang menciptakan sendiri alat kesehatan ini Aidl ?", tanya jam antik kuno.


"Benar, aku sendiri yang menciptakan alat-alat medis ini karena sebelumnya aku juga pernah mengalami trauma di kepalaku ketika aku datang untuk pertama kalinya di masa lima ratus tahun ini", jawab Aidl.


"Kamu seorang ilmuwan juga, Aidl !?", kata jam antik kuno.


"Iya, aku juga seorang ilmuwan selain seorang astronom, keahlianku menciptakan berbagai macam alat baik itu alat medis maupun alat yang berkaitan dengan ilmuku, semua adalah buatanku serta rancanganku", ucap Aidl.


Aidl memeriksa kembali alat medis yang dia tempelkan ke tubuh Aisyah dan memastikan alat itu apakah bekerja dengan sangat baik serta lancar.


Tit... Tit... Tit...


Terdengar suara keras dari alat seperti layar monitor yang berada dekat di sebelah Aisyah yang tengah duduk di kursi panjang warna hitam.


"Apakah alat medis itu akan menyembuhkan Nona Aisyah ?", tanya jam antik kuno.


"Tenanglah dan percayakanlah semuanya padaku ! Oh iya, aku mau tanya padamu, bagaimana caranya aku memanggil mu dengan nama ataukah hanya sebutan jam antik saja !?", ucap Aidl.


"Lebih baik panggil hamba dengan sebutan jam antik kuno saja", ucap jam antik kuno.


Laki-laki yang bernama Aidl dan sangat gagah itu berjalan mengambil sebuah bangku kecil lalu duduk di atasnya, tepat di sebelah Aisyah yang tengah berbaring di atas kursi medis.


Aidl terus mengamati perkembangan alat medis yang ada di samping Aisyah yang bekerja aktif.


Aisyah memejamkan kedua matanya dan dia mulai merasakan seluruh ingatannya kembali ke dalam kepalanya perlahan-lahan.


"Dia bereaksi saat alat di kepalanya bekerja dan apakah kondisinya akan baik, Aidl !?", tanya Tabib Naia.


"Tentu, dia akan baik-baik saja karena alat medis ciptaanku sangat canggih dengan modifikasi yang modern", kata Aidl.


"Hmm, aku harap dia segera pulih...", ucap Tabib Naia cemas.


"Memang tidak langsung sembuh tetapi setidaknya beberapa ingatannya akan kembali sedikit demi sedikit di kepala Aisyah", kata Aidl.


"Ternyata dunia medis di masa depan lebih canggih dibanding dunia pengobatan di masa lalu, saya selalu berpikir jika dunia medis pada zaman Persia sudah sangat unggul", ucap Tabib Naia.


"Memang benar, dunia pengobatan zaman Persia sangatlah maju dan canggih yang merupakan cikal bakal dunia medis di masa depan", sahut Aidl.


"Benarkah !?", ucap Tabib Naia dengan mata berbinar-binar senang saat mendengar ucapan Aidl.


"Yah...", sahut Aidl.

__ADS_1


"Kalau begitu saya juga termasuk salah satu tabib yang terkenal itu dan apakah nama saya tercantum pada dunia pengobatan di masa depan !?", kata Tabib Naia.


"Mungkin saja sebab aku bukanlah ahli medis atau tabib di masa depan, maafkan aku karena aku tidak bisa mengatakannya, apakah nama tabib tercantum atau tidak di masa depan", sahut Aidl.


"Iya, saya mengerti", kata Tabib Naia.


Kembali mereka yang hadir di dalam ruangan bangunan kubah besar memperhatikan keadaan Aisyah yang tengah menjalani pengobatannya untuk menyembuhkan amnesia yang dia derita.


Aidl terlihat serius saat memantau layar monitor yang ada di depannya, alat itu bekerja dengan menunjukkan grafik yang fluktuatif.


Jam antik kuno terbang disamping Aisyah yang berbaring diam, rupanya jam ajaib itu sangat mencemaskan keadaan Aisyah yang tengah menjalani pengobatan itu.


"Apakah pengobatan ini akan berhasil, Aidl ?", tanya jam antik kuno.


"Tunggulah beberapa saat lagi dan memang tidak langsung secepat itu amnesia yang di derita Aisyah sembuh sediakala karena masih butuh terapi berulangkali", ucap Aidl.


"Butuh waktu berapa lama untuk Aisyah menjalani terapi penyembuhan amnesianya", kata Tabib Naia.


"Setiap hari dia melakukan perawatan terapi secara rutin dan teratur maka akan mempercepat penyembuhan untuk Aisyah", sahut Aidl.


"Perlukah adanya pemberian minuman ramuan obat dari Tabib Naia", ucap jam antik kuno.


"Yah, masih perlu adanya tambahan pemberian obat untuk Aisyah karena akan semakin baik serta mempercepat kesembuhannya", sahut Aidl.


"Kalau begitu saya akan membuat ramuan obat sebagai penambah kesembuhan Aisyah", kata Tabib Naia.


"Hmmm, ya...", ucap Aidl. "Aku pikir itu idea yang sangat baik untuk Aisyah sehingga mempercepat pengobatannya", sambungnya.


"Tolonglah, Tabib Naia ! Bantu Aisyah untuk sembuh dan buatlah ramuan obat terbaik buat Aisyah", pinta jam antik kuno.


Tabib Naia menganggukkan kepalanya cepat dan melangkah menuju sebuah meja yang tersedia di ruangan itu. Dan dia mulai sibuk meracik ramuan obat dengan cermat serta teliti, satu per satu bahan racikan obat dimasukkan ke dalam wadah kemudian dicampur menjadi satu menjadi pil obat yang berkhasiat.


Tampak wajah Tabib Naia yang tersenyum puas ketika dia berhasil membuat racikan obat untuk Aisyah.


"Saya sudah membuat pil obat untuk Aisyah", ucap Tabib Naia.


"Bawalah kemari pil obat buatanmu, Tabib Naia", kata Aidl.


"Untuk apa Aidl !? Bukankah Nona Aisyah masih dalam kondisi terapi lalu untuk apa pil obat itu sekarang diberikan kepada Nona Aisyah !?", ucap jam antik kuno.


"Tidak perlu kuatir akan masalah kesembuhan Aisyah, kalian tenang saja karena aku akan memberikan pil obat itu saat Aisyah menjalani terapinya", sahut Aidl.


"Apakah anda akan memberikan pil itu sekarang juga ?", tanya Tabib Naia.


"Hmmm...", sahut Aidl hanya bergumam seraya menganggukkan kepalanya.


Semua terdiam dan merasa khawatir dengan keputusan yang diambil oleh Aidl yang akan memberikan Aisyah pil obat pada saat gadis muda itu tengah menjalani terapi penyembuhan amnesianya.


Mengembalikan ingatan Aisyah tidaklah semudah membalikkan tangan. Mereka semampu mungkin berusaha Aisyah sembuh dan berharap-harap cemas dengan penyakit yang diderita oleh Aisyah, serta dalam benak mereka semuanya mulai bertanya-tanya dapatkah Aidl menyembuhkan Aisyah seperti semula. Dan semua yang ada di ruangan bangunan kubah yang merupakan istana milik Aidl itu sangat menginginkan ingatan Aisyah pulih kembali.

__ADS_1


Waktu terus berjalan pelan. Namun, sangatlah pasti, menit demi menit waktu berganti cepat mengiringi jalannya perawatan yang dijalani oleh Aisyah.


__ADS_2