
Aisyah masih terlihat sibuk di depan layar monitor yang ada di dalam kereta gulali roller coaster yang mengambang di dalam air sedangkan cermin ajaib sedang memperhatikan dari dekat kesibukan gadis muda itu yang tengah mengutak-atik papan tuts.
Anemon-anemon laut berseliweran di sekitar kereta gulali roller coaster, terkadang makhluk laut itu menempel di kaca jendela kereta gulali lalu berenang lagi menjauh.
"Berapa lama anda harus memecahkan kode agar dapat mengajukan pertanyaan, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Entahlah, aku sendiri tidak tahu membutuhkan waktu berapa lama untuk memecahkan kode ini, agak berbeda dari yang tadi", sahut Aisyah yang terlihat serius.
"Apakah sangat susah untuk dipecahkan ? Apa ada yang bisa hamba bantu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Mmmm... Boleh, jika kamu dapat memecahkan metode newton rapshon ini dalam algoritma pemograman ?", kata Aisyah lalu menunjukkan deretan angka yang ada di dalam layar monitor.
"Ehk !? A--apa ini !?", ucap cermin ajaib bertanya serta terkaget-kaget.
"Yaah... Ini yang sedari tadi aku kerjakan untuk memecahkan kode sistem itu...", sahut Aisyah.
"Astaga !? Apakah isi otak manusia serumit ini ?", tanya cermin ajaib itu melongo.
"Tidak, tergantung kemampuan serta kecerdasan otak masing-masing orang, dan tidak semuanya menguasai ilmu ini, mungkin kamu dapat membantuku, wahai cermin ajaib ?", ucap Aisyah seraya memicingkan kedua matanya.
"Aha..., iya..., iya..., hamba paham maksud anda tetapi karena hamba adalah sebuah cermin ajaib yang tidak mempunyai bagian tubuh yang disebut otak..., maka hamba rasa itu bukan bidang untuk hamba, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib gugup.
"Berarti tidak ada yang dapat membantuku untuk memecahkan kode sistem ini, sayang sekali...", kata Aisyah.
"Baiklah... Silahkan anda lanjutkan untuk menyelesaikannya, Nona Aisyah...", ucap cermin ajaib.
"Huft !? Aku harus segera memecahkan kode ini agar dapat mengajukan pertanyaan kepada sistem", kata Aisyah.
Aisyah kembali berkutat dengan tombol-tombol di papan layar monitor seraya berpikir cara memecahkan kode sistem saat ia memandangi deretan angka algoritma yang rumit itu.
Sesekali ia mengusap kepalanya yang terasa gatal ketika ia memikirkan jawaban untuk kode yang tertera di layar monitor.
"Mmm, haruskah aku menjawab angka yang satu ini ? Ataukah harus merangkainya secara bersamaan ?", tanya Aisyah bergumam sendiri.
Cermin kristal berbingkai emas dengan gagang dari emas utuh serta berukirkan gambar jam antik kuno sedang bersandar di atas kursi kereta sambil mengamati sekitar kereta gulali roller coaster.
Suasana laut terlihat jelas dari dalam kereta gulali itu apalagi ketika menengok ke arah atas atap kereta akan tampak pemandangan air serta anemon-anemon dari kaca kereta gulali.
"Hmm... Suasana terasa sangat tenang dan damai di dalam kereta gulali ini, argh..., menyenangkan sekali", ucap cermin ajaib sambil bergumam.
Berbeda dengan Aisyah yang sibuk mengutak-atik papan tuts yang ada di layar monitor untuk memecahkan kode sistem.
Waktu tidak terasa berlalu dengan cepat, Aisyah yang hampir menyelesaikan tugasnya untuk memecahkan kode terlihat mulai lega.
"Aku tinggal menekan angka terakhir ini dan kode terpecahkan !", kata Aisyah.
Aisyah lalu menyentuh angka yang ada di layar monitor dan keluar suara "BEEP" mengikuti munculnya kotak untuk menulis pertanyaan yang akan diajukan kepada sistem.
"Akhirnya kotak untuk menulis pertanyaan kepada sistem dapat dibuka sehingga aku dapat menulis pertanyaan untuk mencari cara membuka pintu itu", kata Aisyah.
Aisyah lalu mengetik pertanyaan di dalam kotak dan setelah ia melihat jawaban dari pertanyaannya lalu muncul lagi deretan kotak untuk menulis berbagai pertanyaan kepada sistem.
"Banyak sekali kotak untuk menulis pertanyaan pada sistem !? Ada sekitar satu..., dua..., tiga..., empat... dan lima kotak untuk pertanyaan", kata Aisyah.
"Ada apa Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib lalu terbang menghampiri Aisyah.
"Aku kesulitan menulis pertanyaan pada kelima kotak pada layar monitor", sahut Aisyah.
"Apakah terlalu sulit untuk anda, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
Saat cermin ajaib memperhatikan ke layar monitor di depannya terlihat deretan kotak yang tersusun rapi.
__ADS_1
"Apalagi itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Kotak untuk mengajukan pertanyaan tetapi aku tidak tahu harus menulis apa di kotak itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Bagaimana tidak kebingungan untuk menulis pertanyaan ? Hamba saja bingung melihat banyaknya kotak di layar itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Itu benar sekali, tetapi yang membuat aku bingung adalah harus memulai dari mana untuk menulis pertanyaan sedangkan aku sudah menanyakan bagaimana caranya untuk keluar dari tempat ini tetapi yang muncul adalah deretan kotak pertanyaan", sahut Aisyah.
"Ajukan saja pertanyaan dengan mengisi kelima kotak pertanyaan di layar monitor itu mungkin saja akan muncul jawaban untuk keluar dari istana ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib memberi saran.
"Apakah aku harus menulis pertanyaan secara asal pada kotak itu ? Tidak mungkin karena sistem akan menjawabnya secara asal juga, sistem telah dirancang sesuai metode yang teratur serta sistematis, aku tidak dapat menulis sembarangan di kotak itu", kata Aisyah.
"Kalau begitu ajukan saja pertanyaan secara tersusun yaitu ajukan saja pertanyaan bagaimana membuat istana tidak tergenang air atau bagaimana cara menghindari anemon laut itu atau bisa juga ajukan pertanyaan bagaimana cara membuka pintu berbentuk manisan lolipop bening", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, aku rasa itu idea yang baik dan aku akan mencobanya untuk mengisi kotak tersebut dengan pertanyaan", kata Aisyah.
Aisyah lalu mengetikkan pertanyaan pada kotak yang ada di dalam layar monitor, ia mengisi kotak-kotak itu dengan pertanyaan yang diajukan oleh cermin ajaib.
Setelah mengisi kelima kotak pertanyaan pada layar monitor, muncul sebuah gambar berbentuk simbol seperti hewan yang mirip seekor harimau.
"Ada gambar harimau di layar monitor itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya berseru kepada cermin kristal ajaib.
"Benar, bukankah anda memiliki benda asing dari dunia mimpi yang berbentuk harimau putih, Nona Aisyah ?", ucap cermin ajaib dengan nada bertanya.
"Oh iya, aku hampir melupakannya, tunggu sebentar, aku akan mengambilnya di dalam saku pakaianku", kata Aisyah sambil memasukkan tangannya ke dalam saku tuniknya.
Aisyah lalu tersenyum saat berhasil mengambil benda berbentuk harimau putih itu.
"Lalu apa hubungannya gambar di layar itu dengan harimau putih ini ?", tanya Aisyah bingung.
"Mungkin ada kaitannya simbol pada layar monitor dengan harimau putih itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Maksudnya, harimau ini adalah kunci kode sistem untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan itu yaitu cara untuk keluar dari istana ini atau cara untuk mengembalikan waktu yang berhenti berputar", kata Aisyah.
"Baiklah, aku akan mencobanya, mungkin ini semacam perantara seperti alat pemindai dan caranya adalah menyentuhkan benda berbentuk harimau putih ini pada layar monitor", kata Aisyah.
"Hamba tidak tahu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Hmmm...", gumam Aisyah.
Aisyah lalu mendekatkan benda berbentuk harimau putih metalik ke arah layar monitor, dan pada saat benda tersebut menyentuh gambar simbol terdengar suara "BEEP" dari arah layar monitor.
Muncul sebuah tuas pada kereta gulali roller coaster, tuas itu berada di tengah ruangan kereta. Aisyah menengok pada tuas tersebut lalu berdiri di depan tuas itu seraya menyentuhnya.
"Benda apa ini, panjang dan kuat ? Apa fungsinya !?", tanya Aisyah lalu menyentuh tuas tersebut.
"Sebentar, hamba akan mencari tahu, benda apakah itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib lalu mengeluarkan cahaya terang benderang dari dalam badannya, dan cahaya itu menerangi benda tersebut.
"TUAS disebut pengungkit. Tuas merupakan pesawat sederhana, alat untuk mengangkat (mengungkit) sesuatu yang berat", terang cermin ajaib.
"Seperti itu kegunaan benda panjang dan kuat ini yang disebut tuas", kata Aisyah.
"Benar sekali, itu fungsinya tuas, tetapi untuk apa tuas ini tiba-tiba berada di tengah ruangan kereta gulali ini ?", ucap cermin ajaib.
"Aku juga tidak tahu karena tidak ada penjelasan pada keterangan di dalam layar monitor itu, tuas ini lalu muncul begitu saja setelah aku menyentuhkan benda harimau putih metalik ini pada simbol di layar monitor", sahut Aisyah.
"Hmmm... Apa mungkin tuas ini memiliki kegunaan yang ada hubungannya dengan pintu tersebut ?", tanya cermin ajaib.
"Mungkin saja, kita tidak akan pernah tahu jika tidak mencobanya, benar bukan yang aku katakan ini, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah.
__ADS_1
"Tepat sekali, Nona Aisyah ! Kita tidak akan tahu tanpa mencobanya dahulu. Tetapi, bagaimana cara kerja tuas ini !?", ucap cermin ajaib.
"Entahlah !? Akupun tidak mengetahuinya cara kerja tuas ini, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah seraya mengangkat kedua bahunya ke atas.
"Mari kita coba tuas ini, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
"Bagaimana ?", tanya Aisyah.
"Coba anda gerakkan tuas itu, kemungkinan akan berfungsi, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Hmmm... Benar juga, tanpa aku coba tuas ini, mana mungkin aku tahu akan kegunaan dari tuas ini", kata Aisyah.
"Benar sekali, Nona Aisyah ! Maka cobalah tuas itu sekarang, mungkin dapat berfungsi untuk kita !", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, aku akan mencoba tuas ini", sahut Aisyah.
Aisyah tampak bersemangat seraya menggulung kain lengan tuniknya supaya ia dapat dengan mudah mencoba tuas itu.
Dia menggerakkan tuas yang terletak pada tengah ruangan kereta gulali ke arah kanan serta kiri.
Pada saat Aisyah telah mencoba menggerakkan tuas itu, terdengar bunyi suara keras dari arah depan kereta gulali.
"KRAK !"
"Ehk !? Suara apakah itu ?", tanya Aisyah terkejut.
"Ayo, kita melihatnya, Nona Aisyah !", seru cermin kristal ajaib itu.
"Di mana kita melihatnya ?", tanya Aisyah bingung.
Bagian depan kereta gulali tidak terdapat jendela kaca yang dapat menghubungkan keadaan di luar kereta gulali roller coaster sehingga Aisyah tidak bisa melihat pemandangan yang ada di luar dari dalam kereta tersebut.
Mereka hanya bisa menyaksikan suasana di luar kereta gulali lewat jendela kaca samping serta kaca atap kereta gulali roller coaster.
"Ya Tuhanku !? Hamba lupa, jika bagian depan kereta tidak terdapat jendela kaca untuk melihat ke arah depan, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib sambil berguling-guling di udara.
"Hmmm, kamu sekarang menyadarinya, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah.
"Bagaimana ini !?", tanya cermin ajaib.
Ketika mereka tengah kebingungan untuk melihat ke arah depan kereta gulali roller coaster, tiba-tiba dari layar monitor terdengar suara berisik kemudian layar menyala terang sekali.
Pada layar monitor lalu muncul gambar yang menampilkan pemandangan di dalam air, hampir mirip dengan keadaan di genangan air yang ada di istana awan putih.
"Lihat, wahai cermin ajaib !", seru Aisyah.
"Layar monitor itu memperlihatkan keadaan di luar kereta ini, layar itu beralih fungsi seperti monitor pengawas", ucap cermin ajaib.
"Hampir mirip dengan fungsi cermin pada dirimu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Benar juga, anda juga bisa melihat pemandangan di luar melalui cermin kristal ajaib milik hamba, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Iya, tetapi kamu tidak dapat melihat keadaan di luar sana, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
"Bagaimana kalau kita melihatnya dari dekat ke layar itu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Baiklah, mari kita lihat keadaan di luar kereta melalui layar monitor itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Iya, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
Aisyah serta cermin kristal ajaib lalu bergerak ke arah depan di dalam ruangan kereta gulali roller coaster, mereka mendekat pada layar monitor yang menampilkan pemandangan di luar kereta gulali.
__ADS_1
Terlihat sangat jelas gambar yang memperlihatkan suasana di luar sana, mereka dapat melihat keadaan di dalam genangan air yang ada disekitar kereta gulali roller coaster lewat layar monitor sistem yang aktif dan menyala itu tanpa harus keluar dari dalam kereta tersebut.