
Aisyah kembali termenung di depan ruang kamar tidurnya, masih belum terlihat tanda-tanda akan kesembuhan Aisyah.
Sesekali dia melirik ke arah jam antik kuno yang ada di tangannya, memastikan waktu yang telah berputar itu.
"Ada apa Nona Aisyah ?", tanya jam antik kuno.
"Apakah aku dapat kembali mengingat semuanya ?", sahut Aisyah.
"Perlahan-lahan ingatan anda pasti kembali semula, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
"Tidak adakah ramuan untuk menyembuhkan seluruh ingatanku ini, aku bahkan tidak mengingat namaku", kata Aisyah.
"Bagaimana anda mengingat nama anda, Nona Aisyah ?", tanya jam antik kuno.
"Cermin kristal ajaiblah yang memanggilku demikian, dia memanggil namaku dengan Nona Aisyah", jawab Aisyah.
"Lalu kemana cermin kristal itu karena sedari tadi aku tidak melihatnya", tanya jam antik kuno.
"Dia telah pergi jauh meninggalkan kita untuk selamanya, wahai jam antik kuno", sahut Aisyah.
"Maksud anda, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.
"Dia telah tiada dan tidak akan pernah ada lagi cerita tentang cermin kristal ajaib", sahut Aisyah.
Aisyah menerawang jauh ke arah luar karavan sara, suasana mendung di luar karavan membuat keadaan menjadi sendu.
"Saat aku menyelesaikan tugas misiku di istana awan putih pada pintu kelima, cermin ajaib hancur lebur karena terkena serangan dari tiga jin angin topan yang menyerang diriku di hamparan padang pasir emas", kata Aisyah.
"Sungguh menyedihkan sekali padahal dia sangat berguna buat kita selama ini", ucap jam antik kuno.
"Cermin kristal ajaiblah yang menolongku saat aku terjebak di dalam dunia mimpi dan dialah yang terus menerus menyemangatiku selama aku mengalami koma panjang", kata Aisyah.
"Karena cermin kristal ajaib memang sebuah benda tapi sangat ajaib dan dia sangat berarti buat kita terutama saat aku terluka melawan tuan agung, cermin itulah yang membantuku", ucap jam antik kuno ajaib.
"Jasa cermin kristal ajaib sangat besar buat kita semua, dan aku sedih kehilangan cermin kesayanganku itu meskipun dia hanyalah sebuah benda tetapi cermin kristal ajaib memiliki peran yang penting buatku", kata Aisyah.
"Tapi kini dia telah pergi...", ucap jam antik kuno.
BRAK...
Suara keras muncul dari arah belakang mereka, seketika Aisyah langsung memutar badannya untuk melihat yang terjadi dibelakangnya.
"Hosh Amadid !", sapa seorang laki-laki dari arah belakang Aisyah.
"Siapakah kamu ?", tanya Aisyah.
"Aku adalah Aidl, orang yang memberimu bintang roh, apakah kamu telah melupakanku, Aisyah ?", ucap laki-laki yang bernama Aidl.
"Maaf, aku benar-benar tidak mengingatmu", jawab Aisyah.
"Bagaimana bisa kamu melupakanku ?", kata Aidl.
"Benar, aku tidak tahu tentangmu dan aku baru melihatmu sekarang", sahut Aisyah.
__ADS_1
"Kamu baru melihatku !? Bagaimana bisa kamu mengatakan hal itu !? Aku mencarimu berulangkali ke karavan sara ini tetapi aku sama sekali tidak menemukanmu", kata Aidl.
"Aku memang tidak mengenalmu bahkan aku baru pertama melihat keberadaanmu disini sekarang ini", ucap Aisyah.
"Tuhanku...", ucap Aidl.
"Maafkan aku, Aidl, karena aku memang tidak mengingat tentangmu", kata Aisyah.
Laki-laki yang bernama Aidl langsung tersentak kaget dan jatuh terduduk ke atas lantai karavan sara.
"Aku akan terjebak selamanya di masa lampau ini...", ucap Aidl kalut.
Aidl meremas rambutnya dengan keras dan terdiam menundukkan kepalanya dalam-dalam.
"Memang yang Aisyah katakan itu benar, karena dia mengalami hilang ingatan", terdengar suara dari arah samping yang mengagetkan Aisyah serta Aidl.
Aidl langsung memalingkan mukanya ke arah datangnya suara itu dan melihat seorang perempuan berpakaian khas Persia berjalan ke arah mereka.
Laki-laki itu lalu beranjak berdiri menatap kepada perempuan muda di depannya.
"Siapa kamu ?", tanya Aidl.
"Nama saya Tabib Naia, dan saya adalah tabib yang tengah mengobati penyakit amnesia yang diderita oleh Aisyah", sahut Tabib Naia.
"Amnesia...", kata Aidl terkejut.
Aidl menoleh ke arah Aisyah yang masih berdiri di dekat jendela karavan sara yang berada tepat di muka kamar tidurnya dengan kebingungan.
"Iya, itu benar sekali, Aisyah kini mengalami hilang ingatan akibat koma dikarenakan oleh sengatan anemon laut", sahut Tabib Naia.
"Tidak apa-apa, memang hilang ingatanku tidak terduga sebelumnya bahkan aku sendiri tidak menyadarinya jika aku amnesia", kata Aisyah.
"Tunggu... Tunggu... Aku memiliki obat untuk menyembuhkan luka di kepalamu itu dan mungkin dapat membantumu mengembalikan seluruh ingatanmu", ucap Aidl.
"Apakah kamu juga tabib ?", tanya Tabib Naia.
"Bukan aku adalah seorang astronom yang terseret melintasi waktu ke Persia saat mengerjakan proyekku", sahut Aidl.
"Untuk apa kamu menemui Aisyah dan apa kepentinganmu dengan Aisyah ?", kata Tabib Naia.
"Aku tidak memiliki hubungan khusus dengan Aisyah, tetapi aku meminta bantuan kepada Aisyah untuk menolongku kembali ke masa depan tempat asalku", ucap Aidl.
"Ternyata kalian sama-sama berasal dari masa depan", kata Bilqis yang keluar dari dalam kamar tidur.
Terlihat perempuan cantik itu berjalan mendekat ke arah Aisyah kemudian menatap Aidl dengan sangat serius.
"Benar, kami sama-sama berasal dari masa depan dan tanpa sengaja melintasi waktu ke negeri Persia tetapi kami tidak tahu jika kami berasal dari masa depan yang sama karena kami tidak saling mengenal", kata Aidl.
"Bagaimana kalian bertemu sehingga kamu mengenal Aisyah !?", tanya Bilqis.
"Aku melihat Aisyah pada perayaan festival Nowruz saat aku mengisi acara festival pada malam hari", sahut Aidl.
"Artinya kalian baru kenal dan baru bertemu di sebuah festival", ucap Bilqis.
"Iya, aku baru bertemu dengannya ketika karavan sara ini mengadakan sebuah acara untuk menyambut musim semi, dan aku melihat Aisyah tengah menyaksikan festival nowruz di dekat jendela karavan", kata Aidl.
__ADS_1
"Tetapi kami tidak dapat pergi dari Persia karena masih ada tugas penting yang harus kami selesaikan disini", ucap Bilqis.
"Tugas penting apakah itu ?", tanya Aidl.
"Apakah kami harus mengatakannya Aisyah ?", tanya Bilqis.
"Tanyakan saja kepada jam antik kuno yang ada di tanganku ini, Ratu Bilqis", sahut Aisyah seraya mengulurkan telapak tangannya yang diatasnya ada sebuah jam antik kuno terbuat dari emas murni.
"Jam antik kuno !?", ucap Aidl keheranan. "Bagaimana mungkin aku bertanya pada sebuah jam antik ?", sambungnya.
"Ini bukan sekedar jam antik kuno biasa saja tetapi jam ini sangat ajaib dan dia merupakan sosok jin yang terjebak di dalam sebuah jam antik", kata Bilqis.
"Dan hanya dialah yang mampu membawa kita kembali dari masa lampau di Persia ini ke masa depan", kata Aisyah.
"Selain itu tugas kami adalah mengembalikan jin itu ke asalnya agar dia terbebas dari kutukan tuan agung maka kami harus menemukan tuan agung itu sehingga kami semua dapat kembali ke tempat asal kami", ucap Bilqis.
"Kenapa kita harus mengembalikan jam antik kuno itu ke asalnya dan tidak langsung saja pulang ke tempat kita masing-masing dan menyuruhnya mengirim kita pulang ke asal kita !?", sahut Aidl.
"Karena aku sudah berjanji kepadanya...", kata Aisyah.
"Berjanji untuk apa !? Membebaskan kutukannya dan melawan tuan agung dari Kerajaan Persia ini !?", ucap Aidl.
"Benar sekali ucapanmu, Aidl ! Aku harus membantu jam antik kuno ini untuk menemukan tuan agung itu dan mengembalikannya ke dunia asalnya semula", kata Aisyah.
"Tuhanku ! Oh, Aisyah ! Tidakkah tindakanmu sangatlah konyol sekali !? Dan mana mungkin kita akan melawan seorang tuan agung, Aisyah !?", kata Aidl.
"Tapi itu janjiku sebelumnya kepada jam antik kuno ini, Aidl", ucap Aisyah.
"Lantas apakah kamu tahu caranya menghadapi tuan agung itu !?", kata Aidl.
"Tidak, aku berterus terang tidak mengetahui caranya untuk menghadapi tuan agung itu tetapi aku berkeyakinan kuat bahwa aku harus menolong jam antik kuno ini dari ketidakadilan", jawab Aisyah.
"Ya Tuhanku !?", seru Aidl bimbang.
"Tadi kamu sempat berkata bahwa kamu dapat mengembalikan semua ingatanku, apakah kamu mampu melakukannya ?", tanya Aisyah.
"Oh iya, mengenai ingatanmu itu aku punya obatnya dan aku akan membawamu ke istanaku, Aisyah", jawab Aidl.
"Baiklah, kita segera berangkat ke istanamu untuk menyembuhkan amnesiaku ini, Aidl", kata Aisyah.
"Ya, ya, kita pergi saja sekarang selagi hari masih pagi, Aisyah", ucap Aidl.
"Apakah aku boleh membawa serta semuanya ikut bersama denganku ke istanamu, Aidl ?", tanya Aisyah.
"Boleh, selama mereka tidak membuat keributan di dalam istanaku, Aisyah", sahut Aidl seraya melirik ke arah Bilqis yang aneh serta Tabib Naia yang berpakaian khas Persia dengan tatapan serius.
"Baiklah, dan aku setuju dengan persyaratanmu, Aidl", kata Aisyah.
Aidl menganggukkan kepalanya cepat seakan-akan dia setuju dengan perkataan Aisyah.
"Baguslah kalau kamu menyetujui persyaratan yang aku ajukan dan maaf jika agak keras terhadap teman-temanmu itu, Aisyah", ucap Aidl.
Aisyah hanya tersenyum mendengar perkataan Aidl mengenai Bilqis dan Tabib Naia, dia bahkan tidak bisa membayangkan lagi ekspresi dari Aidl jika dia melihat Badar sang penunggu pedang awan putih miliknya keluar dari pedangnya dan berbicara kepada Aidl.
Akhirnya Aidl membawa Aisyah beserta yang lainnya ke istananya yang berbentuk kubah yang cukup jauh dari karavan sara dengan mengendarai kereta milik Aidl yang ditarik seekor kuda jantan yang kuat dengan kedua mata tertutup kain hitam.
__ADS_1
Kereta melaju kencang meninggalkan karavan sara pergi menjauh melewati jalan-jalan di padang pasir menuju ke istana milik Aidl tanpa hentinya.