
Jin Sulaiman keluar dari dalam danau tak berpenghuni lalu terbang berputar-putar di atas danau.
Melesat cepat ke arah Aisyah dan ketiga teman Aisyah yang berdiri menyaksikan perubahan yang terjadi pada diri jin Sulaiman.
Cahaya terang berkilauan memancar terang ke seluruh area hutan awan.
"Apakah perubahannya memang seperti itu ? Tidak ada sama sekali perbedaannya dan tetap bercahaya", kata Aidl.
"Tidak, Aidl... Jin Sulaiman itu mengalami perubahan yaitu dari sosoknya yang berupa bayangan putih perlahan-lahan kini bercahaya dan mungkin saja, setelah dia berendam di mata air ketujuh, jin itu akan kembali ke wujud asalnya", sahut Aisyah.
"Semoga saja demikian, karena aku tidak melihat perubahannya dan hanya wujud bayangan putih serta cahaya", kata Aidl.
"Bersabarlah, Aidl...", sahut Aisyah seraya tersenyum.
"Tapi kita telah menunggu sangat lama dan tidak terlihat tanda jin itu berubah dan mungkin saja itu wujud aslinya", kata Aidl.
"Entahlah, mungkin juga memang itu wujud asli jin Sulaiman tetapi kita belum pasti apakah memang itu wujud aslinya sebelum datang ke mata air terakhir, Aidl", sahut Aisyah.
Aidl terdiam dan bergeming melihat jin Sulaiman yang tengah terbang berputar-putar cepat.
Jin Sulaiman bergerak mendekat ke arah Aisyah dan berkata pada gadis muda itu.
"Kita lanjutkan kembali perjalanan kita yang terakhir ke mata air ketujuh, nona Aisyah", ucap jin Sulaiman.
"Apakah kamu baik-baik saja dengan wujudmu itu wahai jin Sulaiman ?", tanya Aisyah.
"Dan apakah itu memang wujud aslimu ?", timpal Aidl.
"Tidak, wujud asli hamba belum kembali karena ini masih wujud cahaya hamba", sahut jin Sulaiman.
"Baiklah, kita lanjutkan perjalanan kita ke mata air terakhir", kata Aisyah.
"Baik, nona Aisyah !", sahut jin Sulaiman.
Aisyah dan ketiga temannya lalu pergi menaiki kereta rollercoaster gulali, melanjutkan perjalanan mereka ke mata air ke tujuh.
"Kita akan kemana sekarang, Keroshy ?", tanya Aisyah.
"Kita akan lanjutkan ke laut kaspia dan itu adalah tujuan terakhir kita", sahut Keroshy.
"Aku akan meminta pada jin Sulaiman untuk membawa kita semua ke tujuan terakhir kita ke laut kaspia", ucap Aisyah.
"Iya, aku sarankan juga seperti itu, Aisyah", sahut jin Sulaiman.
Aisyah lalu menarik tuas kereta agar laju kereta rollercoaster gulali miliknya tetap berjalan tetap.
"Wahai jin Sulaiman, bisakah kamu membawa kami semua ke laut kaspia", ucap Aisyah sambil melongok ke arah luar.
"Laut kaspia ? Baiklah, nona Aisyah ! Hamba akan membawa kita semua ke mata air ketujuh di laut kaspia !", sahut jin Sulaiman.
"Iya...", seru Aisyah dari dalam kereta.
Jin Sulaiman lalu mengarahkan telunjuk tangannya ke arah kereta rollercoaster gulali dan mengeluarkan cahaya terang.
Cahaya terang itu lalu berputar-putar mengelilingi kereta rollercoaster gulali dan membawa kereta itu pergi menuju ke laut kaspia.
__ADS_1
Kereta bergerak cepat menuju laut kaspia ke tujuan terakhir.
"Lihatlah, didepan sana !", pekik Aisyah.
"Laut !", sahut Aidl.
"Benar, itu laut !", kata Keroshy.
"Cepat sekali kita sampai di laut kaspia, tidak butuh waktu lama kita sampai di laut itu", sahut Tabib Naia.
"Aku akan mengarahkan kereta ini turun ke bawah sana, bersiap-siaplah kalian semua karena akan terjadi goncangan saat kita turun", ucap Aisyah.
Aisyah lalu menarik tuas keretanya untuk mendarat di atas permukaan pasir disekitar laut kaspia.
BRUK...
Kereta rollercoaster gulali mendarat tepat di atas pasir laut kaspia.
Terlihat Aisyah turun dari dalam kereta bersamaan dengan yang lainnya.
"Kita sudah sampai di laut kaspia", ucap Keroshy.
"Sebaiknya jin Sulaiman segera berendam di laut kaspia agar waktu yang tersisa lebih termanfaatkan dengan baik", kata Tabib Naia.
"Lihatlah ! Jin itu sudah terbang jauh menuju laut kaspia !", ucap Keroshy.
Aisyah setengah berlari menyusul jin Sulaiman yang tengah terbang secepat kilat ke laut kaspia.
"Jin Sulaiman ! Tunggu aku !", teriak Aisyah.
"Ada apa, nona Aisyah ?", tanya jin Sulaiman.
Tubuh jin Sulaiman yang masih berwujud sesosok bayangan putih serta masih bercahaya terang itu terbang melayang-layang ke arah Aisyah.
"Apakah kamu akan pergi ke dalam laut kaspia itu ?", tanya Aisyah.
"Benar, hamba akan berendam ke dalam laut kaspia untuk mengembalikan wujud asli hamba sehingga nona dapat kembali ke dunia asal nona dengan tenang", sahut jin Sulaiman.
"Aku akan merindukanmu seperti saat kamu masih berupa jam antik kuno", kata Aisyah.
"Tetapi hamba harus kembali pulang ke dunia jin dan nona Aisyah dapat segera pulang ke dunia nona", sahut jin Sulaiman.
Jin Sulaiman tersenyum saat melihat ke arah Aisyah yang berdiri di bawahnya.
"Apa kamu akan pergi ?", tanya Aisyah.
"Tentu saja, nona Aisyah ! Sudah saatnya kita harus berpisah dan kembali ke dunia asal kita masing-masing", sahut jin Sulaiman.
"Tapi... Ini terasa sangat singkat sekali dan terlalu cepat menurutku...", kata Aisyah.
"Kita akan berpisah, nona Aisyah", ucap jin Sulaiman.
"Baiklah..., aku harus merelakanmu...", sahut Aisyah.
"Jaga diri nona baik-baik !", ucap jin Sulaiman.
__ADS_1
"Baik, aku akan menjaga diri sebaik-baiknya... Dan... Terimakasih telah memberiku petualangan yang tak akan pernah aku lupakan...", sahut Aisyah.
"Terimakasih juga telah membantu hamba kembali ke wujud asli hamba, nona Aisyah", kata jin Sulaiman.
"Apa kita akan berpisah sekarang ?", tanya Aisyah.
"Iya... Setelah hamba kembali ke wujud hamba yang sebenarnya maka kita akan berpisah sampai dipertemukan kembali di lain kesempatan, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
"Berhati-hatilah, wahai jin Sulaiman !", ucap Aisyah.
"Hamba pergi dulu, dan sampai jumpa di lain waktu, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
"Apakah kita akan langsung berpisah setelah kamu berendam di laut kaspia ?", tanya Aisyah.
"Iya, setelah tubuh hamba kembali semula secara langsung nona Aisyah akan pulang ke dunia masa depan", sahut jin Sulaiman.
"Aku hampir melupakan pusaka ajaib ini, aku ingin kamu menyerahkannya kepada tuan agung besar itu", kata Aisyah.
"Pusaka !?", ucap jin Sulaiman.
"Iya, pusaka milik kerajaan Persia", sahut Aisyah.
Aisyah mengeluarkan pusaka yang terbungkus kain berwarna kuning tua dari dalam tas ranselnya.
"Bawalah pusaka ini bersamamu dan tolong serahkan kepada tuan agung besar itu karena aku telah berjanji akan memberikannya kepadanya setelah kamu berhasil kembali ke wujud asalmu", ucap Aisyah.
"Baiklah, hamba akan menyerahkan pusaka ini seusai keluar dari dalam laut kaspia dan kembali ke wujud asal hamba", kata jin Sulaiman.
"Dan katakan permintaan maafku telah membuatnya menunggu lama serta tolong katakan padanya rasa terimakasihku", ucap Aisyah.
"Baik, nona Aisyah", sahut jin Sulaiman.
Jin Sulaiman menganggukkan kepalanya pelan seraya mengambil pusaka itu dari tangan Aisyah.
"Aku akan membawa Aidl bersamaku, pulang ke dunia masa depan", kata Aisyah.
"Iya... Suatu saat nanti kita pasti akan berjumpa lagi, nona Aisyah...", sahut jin Sulaiman.
"Aku akan menunggu waktu itu, wahai jin Sulaiman !", teriak Aisyah.
Jin Sulaiman terbang melayang jauh sambil melambaikan tangannya kemudian jin itu menceburkan tubuhnya ke dalam laut kaspia yang dalam.
Aisyah hanya memandangi kepergian jin Sulaiman saat jin itu masuk ke dalam laut biru kaspia.
"Kita akan pergi sekarang, Aisyah", kata Aidl.
"Iya, setelah jin Sulaiman kembali ke dunia asalnya", sahut Aisyah.
"Hmmm..., ternyata waktu berjalan sangat cepat sekali dan tidak terasa kita akan berpisah...", kata Aidl sambil menghela nafas panjangnya.
"Itulah takdir...", sahut Aisyah.
"Dan inilah takdir Aisyah...", kata Aidl.
"Tepatnya mengubah takdir Aisyah...", lanjut Aisyah seraya tersenyum.
__ADS_1