
Semakin lama tubuh Aisyah tenggelam ke dalam kubangan lumpur yang beerasal dari cokelat tua.
Tampak kedua tangan Aisyah menggapai-gapai ke atas, menandakan gadis muda itu butuh pertolongan.
"Blurp... Blurp... Blurp... Blurp...", suara Aisyah di dalam kubangan lumpur cokelat tua.
Tubuh Aisyah terlihat makin masuk ke dalam pasir hisap tersebut dan tidak kelihatan lagi keberadaan gadis muda tersebut di dalam lumpur terbuat dari cokelat tua.
Aisyah tenggelam...
Gadis itu benar-benar telah tenggelam dan tidak mampu keluar dari pasir hisap yang terus menerus menghisap tubuhnya masuk ke dalam lumpur hisap itu.
Mengingat akan kondisi tubuhnya yang penuh luka serta tangannya yang sakit akibat terluka parah, menyebabkan Aisyah tidak mampu mempertahankan dirinya di dalam pasir hisap dari lumpur cokelat tua.
Gadis itu tenggelam ke dalam lumpur cokelat yang merupakan pasir hisap, ia terjebak kembali di dalam kubangan cokelat dan gagal untuk keluar menyelamatkan dirinya.
Suasana di dalam dasar taman halus terlihat langgeng.
Sunyi senyap tanpa adanya kehidupan setelah tenggelamnya Aisyah ke dalam lumpur cokelat yang merupakan pasir hisap.
Hanya Aisyah satu-satunya makhluk hidup yang ada di dalam dasar taman halus, tetapi gadis muda itu kini sudah tidak ada lagi.
Tidak ada lagi pergerakan yang terlihat di dasar taman halus yang seluruhnya terbuat dari manisan cokelat tua yang sangat pekat tetapi manis rasanya.
Dasar taman halus itu terasa sepi, tanpa kehadiran gadis berparas bening itu.
"BLUP... BLUP... BLUP... BLUP... BLUP...", terlihat gelembung-gelembung muncul di atas permukaan pasir hisap yang seluruhnya dari manisan lumpur cokelat.
Hening,
Suasana di dalam dasar taman halus benar-benar terasa hening sekali, tidak terlihat lagi gerakan di dalam dasar taman halus yang terbuat dari lumpur cokelat.
Aisyah pun sudah tak tampak lagi terlihat di permukaan pasir hisap itu, dan kini hanya tinggal genangan lumpur pasir hisap yang terbuat dari cokelat yang tenang.
Tidak ada lagi keberadaan gadis muda, bernama Aisyah tersebut di dalam dasar taman halus.
Hampir tiga puluh detik berlalu, tidak ada tanda-tanda dari Aisyah akan muncul dari dalam lumpur pasir hisap itu.
Semuanya tampak tenang sekali, bahkan setelah tiga puluh detik waktu berlalu, tetap tidak ada tanda kehidupan dari Aisyah yang akan keluar dari lumpur cokelat itu.
Angin bertiup sepoi-sepoi ke seluruh penjuru dasar taman halus yang luas, dan tak berujung.
Menimbulkan riak-riak kecil pada pasir hisap yang mengapung di atas permukaan tanah dasar taman halus berwarna cokelat tua.
Membuat suara pelan di atas permukaan pasir hitam yang berlumpur penuh manisan dari cokelat tua yang pekat.
__ADS_1
Terdengar suara dari dalam kubangan pasir hisap yang terbuat dari manisan cokelat tua, bergemuruh keras dan membuat guncangan hebat, kekuatan getaran itu bahkan mampu membuat dasar taman halus bergetar sangat kuat meski tidak sampai merobohkan isi taman halus.
Secercah cahaya terang memancar dari dalam lumpur pasir hisap cokelat, merebak pelan menyinari permukaan pasir hisap.
Entah datangnya darimana cahaya tersebut dan muncul tiba-tiba dari dalam kubangan lumpur pasir hisap terbuat dari manisan cokelat kemudian cahaya terang itu mengangkat tubuh Aisyah keluar dari pasir hisap terbuat dari manisan cokelat.
Muncul sebuah cermin berukuran besar dimana tubuh Aisyah berada di atasnya tengah terbaring dengan tubuh penuh lumpur cokelat yang sangat pekat.
Cermin kristal dengan bingkai emas ukir serta pegangan dari emas utuh yang terpahat sebuah pahatan gambar jam antik itu membawa tubuh Aisyah ke atas permukaan tanah yang kering dan rata, dan agak jauh dari area pasir hisap yang terbuat dari cokelat tua.
Tubuh Aisyah yang terbaring penuh luka di atas cermin ajaib yang sangat besar itu perlahan-lahan mengeluarkan cahaya dari dalam tubuh gadis muda itu, dan mengubah pakaian Aisyah yang robek-robek menjadi pakaian yang baru.
Gadis muda berwajah bening itu terlihat sangat bersih dengan pakaian tunik warna cokelat muda berbahan sutera yang sangat indah sekali.
Tunik indah tersebut membalut tubuh Aisyah yang penuh luka, dan membuat penampilan gadis muda itu menjadi cantik, sebuah ikat pinggang emas dengan kristal-kristal kecil yang melingkar di pinggang. Ia juga mengenakan tutup kepala dengan hiasan renda dari kristal-kristal bening yang sangat cantik.
Aisyah masih terpejam di atas cermin kristal berukuran besar dan ia masih tidak sadarkan diri setelah dari dalam kubangan lumpur cokelat pasir hisap meski dirinya telah berhasil keluar dari tempat itu.
Cahaya terang berwarna-warni itu masih menerangi tubuh Aisyah yang terbaring lemah serta penuh luka, cahaya yang berasal dari dalam cermin ajaib itu terasa sangat hangat di tubuh gadis muda itu.
Semerbak wangi keluar dari cermin kristal memenuhi tubuh Aisyah yang masih pingsan, harumnya sangat menenangkan hati Aisyah dan mampu membuat bunga-bunga bermunculan di area tubuh Aisyah.
Bunga-bunga wangi itu menjadi alas tidur Aisyah yang sangat empuk dan lembut, terlihat Aisyah yang terbaring lelap di atas tumpukan-tumpukan bunga berwarna-warni, sangat tenang sekali dan damai.
"Nona Aisyah... Nona Aisyah... Nona Aisyah..., sadarlah !", suara menggema memanggil nama gadis muda itu.
Tidak ada reaksi dari Aisyah yang masih tak sadarkan diri serta terpejam di atas bunga-bunga mekar yang berwarna-warni indah itu.
"Nona Aisyah... Sadarlah ! Bangun ! Anda sudah keluar dari pasir hisap tersebut maka sadarlah cepat !", kata suara itu.
Bunga-bunga tampak bergerak pelan mengeliligi tubuh Aisyah yang masih terbaring lemah dan tidak sadarkan diri itu, kumpulan bunga warna-warni yang indah itu terangkat kemudian menyelimuti Aisyah yang masih terlelap.
Wangi harum dari bunga-bunga itu seakan menjadi obat untuk menyadarkan Aisyah yang masih terlelap pingsan, wanginya masuk memenuhi ruang penciuman Aisyah yang masih memejamkan kedua matanya.
"Uhuk... Uhuk... Uhuk... !", terdengar suara Aisyah terbatuk-batuk kecil saat wangi dari bunga-bunga itu merebak masuk ke dalam hidung gadis muda itu.
Aisyah yang terbaring lemas di atas tumpukan-tumpukan bunga mekar, kemudian membuka kedua matanya perlahan-lahan dan terjaga dari pingsannya.
"M... Apakah ini ? Harum apakah ini ?", kata Aisyah lemah.
Dia melihat ke arah sekitarnya yang dipenuhi taburan bunga-bunga mekar yang sangat wangi sekali sehingga membuat Aisyah langsung tersadar dari tidurnya.
"Apakah aku telah keluar dari dalam dasar taman halus atau masih berada di dalam sini ?'', ucap Aisyah sembari mengusap kedua matanya.
Aisyah lalu terduduk di atas bunga-bunga berwarna-warni yang bermekaran indah dan ia memandangi sekitarnya yang penuh bunga cantik yang harum.
__ADS_1
"Auwh !", jerit Aisyah tertahan saat ia duduk dan terbangun dari pingsannya.
Aisyah lupa dengan tangannya yang masih terluka parah akibat jatuh dari atas permukaan taman halus yang penuh manisan serta permen beraneka macam jenisnya.
Dia melihat ke arah tangannya yang telah terbalut kain panjang tunik yang halus dan sangat indah sekali, dan terkesima saat dirinya mengenakan tunik panjang dari sutera berwarna cokelat muda yang sangat indah dan cantik itu.
"Emm.. Apakah ini ? Bagaimana aku mengganti pakaian di tubuhku ini dengan pakaian yang baru ini ? Darimana asalnya pakaian tunik yang sangat indah ini ?'', kata Aisyah yang terlihat sangat terheran-heran saat ia melihat penampilannya yang telah berubah itu.
Aisyah memperhatikan seluruh tubuhnya yang telah berubah bersih setelah terjatuh dari atas taman halus serta keluar dari dalam pasir hisap yang penuh lumpur cokelat, dan ia kini telah terbalut pakaian tunik yang sangat cantik.
Penuh harum wangi dari bunga-bunga bermekaran yang indah, hampir menyerupai parfum yang wangi fungsi dari kumpulan bunga warna-warni yang menyelimuti tubuh Aisyah.
"Hmmm ! Harumnya sangat wangi sekali dan menenangkan hati ini, aku merasa lebih rileks dan nyaman !", ucap Aisyah.
Aisyah begitu sangat senang sekali saat ia menyadari dirinya selamat dari hisapan lumpur cokelat itu, saking bahagianya ia mengguling-gulingkan tubuhnya di atas tumpukan bunga-bunga mekar berwarna-warni tersebut.
Gadis muda itu tersenyum sembari memandangi langit-langit yang tertutup dan berwarna cokelat tua. Merentangkan kedua tangannya ke arah atas dari tempatnya terbaring, membuat bentuk lingkaran penuh dengan jari-jemari tangannya
"Syukurlah, aku telah selamat dari dalam pasir hisap itu, ternyata aku masih tertolong'', ucap Aisyah sambil memainkan gelang-gelang terbuat dari bahan emas mengkilat yang berbentuk rumput laut yang menjalar, dan di hiasi batu pirus yang bentuknya bintang kecil yang mengelilingi gelang di tangan Aisyah.
Aisyah tersadar dan terdiam, ia baru tahu jika ini tidak masuk akal dan mustahil sekali bagi dirinya karena ia bisa selamat dari bahaya tadi.
"Bagaimana aku bisa keluar dari dalam pasir hisap yang penuh lumpur cokelat itu ? Dan siapakah yang telah menyelamatkan diriku dari sana ? Apakah gelang-gelang ini yang berubah kembali menjadi perisai pelindungku sehingga aku bisa selamat dari pasir hisap itu ?", kata Aisyah kebingungan.
Dia tampak kebingungan sembari mencari-cari petunjuk ke seluruh sekitar tempatnya ia duduk, ketika melihat dirinya telah berada di atas bunga-bunga mekar berwarna-warni serta sangat wangi. Ia baru sadar jika dirinya telah keluar dari bahaya dan selamat tetapi ia masih merasa bingung dengan yang telah terjadi padanya.
Aisyah tampaknya baru menyadari akan hal yang mustahil serta ajaib itu, lantas ia berpikir jika Tuhanlah yang telah menyelamatkan dirinya, membantunya mendapatkan keajaiban tersebut.
Gadis muda itu lalu memejamkan kedua matanya dengan menengadahkan kedua tangannya ke atas dan bersyukur atas karunia yang diterimanya itu.
"Nona Aisyah... Bagaimana kabar anda sekarang ini ? Apakah anda baik-baik saja ?'', suara menggema di sekitar Aisyah duduk dan mengejutkan gadis muda itu.
"Eh !? Siapakah itu ?", tanya Aisyah terkejut kaget.
"Hamba, Nona Aisyah...", sahut suara menggema itu.
"S--siapa itu ?", ucap Aisyah.
"Apakah anda telah melupakan hamba, Nona Aisyah ?", tanya suara menggema itu lagi.
"Lupa ? Lupa apa ? Aku tidak mengerti ? Siapakah kamu ?", sahut Aisyah.
Suara menggema itu lalu terdiam dan tidak menjawab lagi dan semakin membuat Aisyah bertambah kebingungan.
Aisyah menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara menggema yang ada disekitarnya, ia mencari-cari sumber suara tersebut tetapi ia tidak menemukan asal suara itu dan ia tidak mengetahui jika dirinya berada di atas permukaan cermin ajaib yang berukuran besar yang dipenuhi oleh bunga-bunga bermekaran indah serta berwarna-warni.
__ADS_1