Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Taman Halus...


__ADS_3

Harimau berukuran besar itu membawa lari Aisyah yang ada di atas punggungnya yang tengah berpegangan sangat kuat.


Hewan buas itu tampak tidak memperdulikan lagi arah sekitarnya dan terus berlari cepat tanpa hentinya.


"Kau akan membawaku kemana wahai sahabat besarku ?", tanya Aisyah.


Harimau besar itu tetap tidak merespon ucapan Aisyah dan terus begerak cepat melewati jalan-jalan yang penuh pepohonan berwarna-warni bagaikan pelangi


Sekali lagi Aisyah di kejutkan dengan pemandangan di kota asing dalam mimpinya, dan semakin membuat Aisyah terus terlena.


"Pohon-pohon disini berbeda sekali, tidak biasanya ? Apakah aku memang berada di alam mimpi ? Benarkah yang di ucapkan sosok bayangan berjubah putih itu ?", tanya Aisyah pada dirinya.


Tampak jelas pohon-pohon di tempat itu berwarna-warni dengan daunnya yang terus menerus berbuah kue-kue manis yang beraroma wangi sekali.


Hampir membuat perut lapar dan menggoda hati untuk mencicipinya.


Saat kue-kue manis itu tergantung di dahan-dahan pohon yang berwarna-warni itu, Aisyah berusaha meraihnya ketika harimau itu berlari tetapi sayangnya ia tidak berhasil menggapainya.


"Argh... Aku tidak bisa meraih buah kue manis itu !? Wahai harimau besar, apakah kamu dapat membantuku untuk memetik buah kue manis yang bergelantungan di atas pohon itu ?", tanya Aisyah.


"ROAAAARRRR.... ROOOAAARRR... !!!", suara harimau besar itu lalu merespon ucapan Aisyah.


"Akhirnya kamu mau merespon ucapanku, tolong bantu aku untuk memetik buah kue manis itu !", ucap Aisyah.


"AUUUUUMMM...!!!", harimau besar itu seakan-akan menjawab perkataan Aisyah.


"Tolong bantu aku, sahabat manis !?", kata Aisyah.


Harimau besar itu lalu melompat tinggi ke arah pohon berwarna-warni itu sehingga Aisyah mampu menggapai buah kue lezat itu.


Gadis berwajah bening itu kemudian memetik kue manis itu dari dahan yang berwarna cokelat muda dengan cepat ia berhasil mengambil beberapa kue-kue manis nan lezat itu dan membawanya ke atas punggung harimau besar.


"Terimakasih, kau sudah membantuku, apakah kau juga mau ?", kata Aisyah seraya menyodorkan kue lezat itu.


Harimau besar itu menolehkan kepalanya ke arah telapak tangan Aisyah yang terdapat kue manis bertabur meses warna-warni yang menggiurkan.


Wangi dari kue manis itu menghentikan sejenak langkah kaki harimau besar itu, dan hewan buas itu lalu melahap kue manis nan lezat pemberian Aisyah.


Harimau itu duduk di hamparan taman yang penuh aneka permen dan manisan yang juga berwarna-warni cerah.


"Wow ! Ini benar-benar luar biasa, sobat ! Aku tidak pernah melihat taman yang seperti ini, penuh dengan manisan dan permen beraneka jenisnya !?", kata Aisyah berdecak kagum.


Harimau besar itu tidak mendengarkan ucapan Aisyah dan menikmati kue lezat itu, hewan buas itu tampak sangat menyukai kue manis tersebut.


Aisyah turun ke bawah dan berjalan pelan menuju ke taman penuh manisan dan permen warna-warni yang menarik mata.

__ADS_1


"Inikah dunia mimpi yang sebenarnya !? Betapa indahnya tempat ini, benar-benar menakjubkan !?", kata Aisyah.


Dia menghentikan langkah kakinya kemudian ia berdiri tepat di depan taman manisan dan permen.


Pandangan Aisyah benar-benar kagum dengan yang dilihatnya itu, hal yang belum pernah ia jumpai sebelumnya, dalam kehidupan nyatanya ataupun kehidupan-kehidupan yang ia lalui.


"Ini adalah taman halus !", terdengar suara menggema.


"Emm... Suara siapa itu ??", tanya Aisyah terkejut.


"Aku adalah penunggu alam mimpi sekaligus penjaga taman halus ini !", sahut suara menggema itu.


Aisyah lalu menolehkan kepalanya ke arah sekitarnya dan membalikkan badannya sambil memperhatikan seluruh penjuru taman manisan dan permen itu.


Dia tidak menemukan siapa-siapa disana selain dirinya dan harimau besar yang tengah berbaring di atas rerumputan yang terbuat dari manisan arum manis yang berwarna-warni.


Aisyah mengawasi setiap gerak yang ada di taman tersebut dan mulai bersikap hati-hati dan waspada.


"Penjaga taman halus !? Siapa namamu ? Apakah kau tidak memiliki nama ?", tanya Aisyah.


"Namaku ? Apakah aku harus mengatakan namaku ? Aku rasa itu tidak perlu lagi, karena kau sudah mengenalku", sahut suara yang menggema itu.


"Apakah kau memang tidak bernama ? Lalu aku harus memanggilmu apa ?", tanya Aisyah.


"Apa saja boleh, karena aku memang tidak memiliki nama", sahut suara menggema itu lagi.


Gadis berwajah bening itu semakin penasaran dan terus berusaha mencari-cari asal sumber suara itu.


"Dimana kau berada ? Kenapa kau tidak menampakkan dirimu ? Apakah itu rahasia ?", tanya Aisyah.


"Tidak, aku tidak pernah merahasiakan keberadaan diriku dari siapapun, karena pada dasarnya aku tercipta sebagai makhluk yang memiliki keberanian yang tinggi dari makhluk lainnya yang ada di tempat ini", sahut suara menggema itu.


"Jika kamu adalah memang salah satu makhluk pemberani yang hebat, kenapa kau tidak menampakkan dirimu ?", tanya Aisyah.


"Aku sudah katakan bahwa aku tidak pernah bersembunyi dari siapapun, hanya saja kamu tidak menyadari keberadaanku, nona !?", jawab suara menggema itu.


"Oh iya ? Tapi mana buktinya ? Pada kenyataannya kau tidak berani muncul di hadapanku, sekarang inipun kau masih menyembunyikan dirimu, padahal aku terus memintanya padamu untuk menampakkan dirimu ?", ucap Aisyah.


"Tidak, aku tidak bersembunyi darimu, nona ! Dan apa yang sedang aku katakan kepadamu benar adanya !", sahut suara yang menggema itu lagi.


"Apakah kau bermaksud berteka-teki denganku ?", tanya Aisyah.


"Aku sudah katakan tidak ! Aku tidak bermaksud apa-apa kepadamu, nona ! Percayalah !", sahut suara itu lagi.


"Tapi kamu masih tetap bersembunyi dan aku tetap tidak melihatmu ? Apakah kau sedang berbohong padaku ?", tanya Aisyah lagi.

__ADS_1


"Pantang di alam ini bahkan terutama di taman halus ini dan untuk penjaga sepertiku berbohong, tidak ada yang boleh berkata bohong di tempat ini, nona !", jawab suara itu.


"Maka keluarlah dari tempat itu ! Jadi aku tidak akan pernah meragukanmu, jika kamu memang benar-benar tidak bermaksud berbohong padaku !?", kata Aisyah.


"Aku sudah mengatakan kepadamu, nona, bahwa aku tidak pernah berkata bohong ! Coba kau perhatikan baik-baik sekitarmu dan amati dengan benar !", jawab suara itu lagi.


Aisyah mencoba untuk menuruti perkataan suara itu dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh sekitar taman halus itu, tetapi tetap ia tidak menemukan apa-apa di sekitar taman halus yang penuh manisan dan permen yang menarik hati itu.


Dia hanya melihat dirinya sendiri di taman halus itu, berdiri seorang diri tanpa ada yang menemaninya.


Hanya ada taman halus penuh manisan serta permen warna-warni dan beraneka jenisnya, dan ia hanya melihat seekor harimau berukuran besar yang ada di taman halus yang sedang berbaring.


"Aku tidak melihatmu sama sekali, bahkan aku tidak menemukanmu disini ! Kau berani membohongiku atau bermaksud mengelabuiku ?'', ucap Aisyah.


"Perhatikanlah baik-baik, dan amtilah kembali dengan benar ! Kamu pasti akan menemukan diriku jika kamu benar-benar melihatnya dengan sangat teliti", kata suara itu lagi.


"T--tapi aku tidak me..., sebentar..., sebentar... !?'', ucap Aisyah tidak menyelesaikan ucapannya dengan benar.


Aisyah mulai menyadari sesuatu di taman halus itu, jika suara itu bukan datangnya dari arah taman halus itu maka hanya satu yang menjadi perhatian gadis itu, yaitu harimau berukuran besar yang sedang berbaring santai di atas hamparan rumput warna-warni yang terbuat dari manisan arum manis.


Dia langsung menyadarinya jika suara menggema itu datangnya dari harimau berukuran besar itu, suaranya bukan menggema tetapi suara besar harimau yang berukuran besar itu menimbulkan gema di sekitar taman halus.


"Apakah kau adalah harimau besar itu ?'', tanya Aisyah.


"Ha... Ha... Ha... Akhirnya kau menyadarinya, Nona Aisyah... Kau benar-benar sangat cerdas sekali dan aku mengagumimu yang hebat itu, petualang yang tangguh, seorang sahabat yang paling setia dan pemberani bahkan kau mengambil resiko dengan mengorbankan hidupmu untuk membantu sahabatmu yang hanyalah sebuah jam antik kuno", ucap harimau besar itu lalu menggeliat pelan.


"Kau bisa bicara ? Bukankah kau hanya seekor harimau ?'', ucap Aisyah.


"Aku memang seekor harimau yang berkultivasi tetapi gagal karena aku tidak menemukan cara untuk menyempurnakan kultivasiku menjadi makhluk suci karena itulah aku menjadi penunggu alam mimpi ini dan tinggal di taman halus ini", ucap harimau itu.


"Kenapa kamu tidak mengatakannya padaku sedari kita pertama bertemu dan hanya diam sambil mengaum saja selama bersamaku tadi !?'', kata Aisyah.


"Aku tidak mempunyai kesempatan tersebut dan aku berpikir kamu akan segera menyadari jika aku adalah makhluk yang sedang berkultivasi ternyata kamu tidak mengetahuinya !?", ucap harimau itu.


"Ini sungguh luar biasa sekali tetapi aku meminta maaf jika aku tidak menyadarinya tadi dan aku harap kamu memaafkanku", kata Aisyah.


"Selamat datang di taman halus milikku ini, Nona Aisyah, dan aku harap kamu menyukainya tetapi aku mohon maaf telah membuatmu cemas'', ucap harimau besar itu.


"Terimakasih atas sambutanmu yang sangat unik dan luar biasa itu, aku sangat tersanjung dengan sambutan darimu, salam kenal dariku wahai penunggu alam mimpi ini", ucap Aisyah sambil menangkupkan kedua telapak tangannya.


"Sungguh ini suatu kehormatan terbesar bagi harimau sepertiku yang dapat bertemu dengan nona pemberani sepertimu, Nona Aisyah, selamat datang di tempat penuh mimpi ini", kata harimau besar itu.


Aisyah mendekat ke arah harimau berukuran besar itu dan mengulurkan tangannya ke tubuh harimau itu lalu mengusap bulu-bulu halus harimau besar itu seraya tersenyum.


Harimau besar itu merespon dengan menggoyang-goyangkan kepalanya ke arah kanan dan kiri, lalu menundukkan kepalanya ke arah Aisyah, mereka saling berhadapan dan seakan-akan sedang berkomunikasi satu dengan lainnya serta keduanya terlihat sangat akrab sekali.

__ADS_1


Pemandangan yang sangat indah, persahabatan antara manusia dengan seekor harimau besar yang berkultivasi menjadi makhluk suci, sungguh pemandangan yang luar biasa indah


__ADS_2