
Suasana diistana awan putih mendadak hening tanpa ada gerakan suara dari arah sistem kabut istana awan putih.
Aisyah mendongakkan kepalanya kearah atas sembari menahan air matanya agar berhenti berlinang.
"Aku berharap dapat segera menyelesaikan misi-misi ini dan kembali pulang kerumah dengan damai, aku pikir setelah pergi meninggalkan masa lima ratus tahun yang lalu akan menghentikan semuanya tapi aku mulai mengerti jika melarikan diri bukan jalan yang benar", kata Aisyah.
Sebuah sinar keemasan berlahan-lahan menyeruak pelan dari dalam ruangan kamar pintu kedua dan menyadarkan Aisyah dari lamunannya, sinarnya yang sangat hangat menerpa wajah Aisyah membuat Aisyah terkejut pelan dan tersadar. Kemudian Aisyah mengalihkan pandangannya kearah datangnya sinar tersebut seraya memicingkan kedua matanya secara refleks dengan mengangkat tangannya menghalangi sinar cahaya terang tersebut lalu ia melihat sebuah kunci emas yang sedang melayang-layang diatas ruangan kamar pintu kedua.
Kunci itu agak berbeda dari kedua kunci yang ia temukan. Karena kunci itu terbuat dari emas yang bercahaya terang benderang dan sangat bersinar cerah. Kunci itu juga terlihat unik dengan ukiran bunga Tulip kuning yang menghias seluruh badan kunci emas itu. Lalu kunci emas berhias ukiran bunga Tulip kuning itu memancarkan cahaya yang yang indah berkelap-kelip sangat terang serta cahayanya menyinari seluruh ruangan istana awan putih ini.
"Apakah ini !?", kata Aisyah seraya mengusap air matanya yang membasahi wajahnya dengan kedua tangannya cepat.
Aisyah melangkahkan kedua kakinya pelan-pelan menuju kearah kamar pintu kedua yang didalamnya terdapat sebuah kunci emas berhias ukiran bunga Tulip kuning yang sangat cantik sedang melayang ringan diudara.
Langkah Aisyah terhenti saat ia melewati meja awan putih itu karena terdengar suara berbicara padanya dari arah meja awan putih itu dan membuat dirinya lebih kaget sebab ia berpikir jika sistem dari layar besar itu sudah tidak bekerja.
"JANGAN MELANGKAH LAGI !", suara peringatan dari sistem yang mulai menggema lagi.
Sebuah layar besar muncul kembali dihadapan Aisyah dan berbicara padanya seperti pertama kalinya lagi.
"Apa kamu berbicara padaku ?", kata Aisyah lalu berdiri didepan meja awan putih itu.
"PERHATIKAN TANDA DIMEJA AWAN PUTIH YANG ADA DIDEPAN ANDA !", ucap suara layar besar.
Aisyah melangkahkan kakinya mendekat kerarah meja yang ada didepannya lalu ia memperhatikan tombol-tombol yang ada dimeja awan putih itu. Ia agak mengernyitkan keningnya bahwa ia tidak memahami maksud arah pembicaraan dari sistem layar besar itu karena ia hanya melihat tombol-tombol dimeja awan putih itu sama persis semua yang membedakannya hanya warnanya yang berbeda-beda.
Hampir sekitar sepuluh menit ia mengamati meja awan putih itu yang ada didepannya dengan seksama tapi ia tetap tidak menemukan petunjuk yang dimaksud oleh sistem.
"Mmm..., aku tidak menemukan apapun yang spesial dimeja awan putih ini bahkan tombol-tombolnya semua sama persis !?", kata Aisyah.
"PERHATIKAN TANDA YANG ADA DIMEJA AWAN PUTIH ITU !!!", sahut layar besar itu.
"Tanda apa !? Aku sedari tadi memperhatikannya dan aku sama sekali tidak bisa menemukan petunjuk yang kamu maksudkan ??", kata Aisyah.
"TANDA DIATAS TOMBOL !!!", ucap layar besar itu sekali lagi.
"Aku tidak me-ng-er-ti...", ucapan Aisyah terpotong saat ia melihat sebuah tanda muncul diatas permukaan tombol-tombol yang ada dimeja awan putih itu. "A-p-a ini ?"
Aisyah melihat beberapa gambar berupa burung diatas tombol-tombol dimeja awan putih itu yang tampak sedikit menyembul menutupi permukaan tombol-tombol dimeja awan putih itu. Ia lalu mengusap pelan gambar burung yang menghiasi permukaan tombol-tombol tersebut lembut.
Tapi tidak ada respon sama sekali yang keluar dari arah gambar burung tersebut yang membuat sesuatu yang berbeda ditempat istana awan putih ini.
Aisyah kembali mengusap-usap gambar tersebut dengan jari-jari tangannya tapi tetap tidak ada perubahan yang terjadi.
"Kenapa tidak ada perubahan sama sekali ???", kata Aisyah lalu kembali berdiri tegak didepan meja awan putih itu.
__ADS_1
"PERHATIKAN TANDA YANG ADA DI ATAS TOMBOL !! TANDA DIATAS TOMBOL !!", ucap layar besar itu lagi.
Aisyah semakin kebingungan karena ia tidak melihat hal yang berbeda dari gambar diatas tombol-tombol dimeja awan putih itu karena semuanya tampak mirip bergambar hewan burung.
"Tidak ada yang berbeda sama sekali !", kata Aisyah.
"TANDA DIATAS TOMBOL PERHATIKAN !", kata layar besar itu lagi.
Aisyah kembali mengamati tombol-tombol dimeja awan putih itu dan ia mulai memperhatikan gambar burung-burung itu. "Mmm, tampaknya memang agak mirip semua tapi jika diamati baik-baik maka ada perbedaannya antara gambar yang ada diatas tombol-tombol dimeja awan putih itu !?", kata Aisyah seraya menatap teliti.
Mata Aisyah lalu tertuju pada sebuah gambar burung garuda yang kedua sayapnya terbentang kuat. Ia lalu berseru keras pada layar besar itu.
"Aku telah menemukannya !! Aku telah menemukannya !!", kata Aisyah. "Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang !?"
"SILAHKAN TEKAN TOMBOL TERSEBUT !", ucap layar besar itu lagi.
"Menekannya !?", kata Aisyah.
"TEKAN TOMBOL TERSEBUT !", sahut layar besar itu.
Aisyah dengan cepat lalu menekan tombol burung garuda yang ada diatas permukaan meja awan putih itu dan saat ia menekannya tombol itu mengeluarkan suara keras bagaikan terompet.
"TET...TET...TEEEETTT...TEEETTTT...!!!", suara bunyi terompet keluar dari tombol burung garuda itu.
Aisyah tampak sangat terkejut ketika mendengar suara keras yang keluar dari tombol burung garuda tersebut. Ia tidak menyangka jika suara terompet yang akan muncul saat ia menekan tombol burung garuda tersebut.
"TET...TEEET...TET....TEEEETT...TEEEEET...TET...TEEET...!!!", suara terompet keluar menggema diseluruh ruangan istana awan putih ini dan suaranya sangat memekakkan telinga yang mendengarnya.
Aisyah menutup kedua telinganya dengan tangannya dan duduk berjongkok menahan suara dari terompet yang sangat keras memenuhi seluruh ruangan istana awan putih.
"Aduh ! Suaranya sangat nyaring sekali !? Aku tidak sabggup untuk mendengarnya !", kata Aisyah seraya meringis.
Tampak muncul sebuah terompet berukuran besar diatas ruangan istana awan putih ini.
Aisyah terperangah kaget ketika melihat kearah terompet berukuran besar itu yang sedang melayang terbang dan mengeluarkan suara keras yang memekakkan telinga.
"Pantas saja suaranya sangat memekakkan telinga ternyata terompet yang keluar sebesar itu !", kata Aisyah sambil beranjak berdiri.
"TET...TET...TET...TET...TEEEETTT....!!!", suara nyaring yang memekakkan telinga keluar dari dalam terompet berukuran besar itu.
"Lalu apa hubungannya terompet berukuran besar itu dengan kunci emas berhias ukiran bunga Tulip kuning itu ?", kata Aisyah terheran-heran dengan semua kejadian yang ia alami didalam istana awan putih ini yang sungguh sangat ajaib.
"TET...TET...TET...TEEET...TEET...TEEÈET...!!!", sekali lagi terdengar suara keluar dari arah terompet berukuran besar itu.
Aisyah berusaha untuk tetap bertahan berdiri ditempatnya seraya memandangi terompet yang berukuran besar itu.
__ADS_1
Suara yang sangat keras dan nyaring sekali yang keluar dari terompet besar itu membuat seluruh ruangan didalam istana awan putih ini terasa bergetar hebat dan bahkan nyaris membuat isi ruangan istana awan putih ini berantakan karena hembusan suara yang keras keluar dari terompet besar itu.
Dari dalam terompet berukuran besar itu lalu keluar sebuah benda berwarna keemasan yang terbang melayang diudara dan berputar-putar menuju kearah Aisyah yang tengah berdiri tegak sambil memandangi kearah terompet berukuran besar itu.
"Hmm...!?", gumam Aisyah pelan saat melihat kearah benda berwarna keemasan yang terbang melayang mendekat kearahnya perlahan-lahan. "Benda apakah ini !?"
Seberkas cahaya terang keemasan memancar dari benda yang baru keluar dari dalam terompet berukuran besar itu lalu terbang berputar-putar keras menuju kearahnya dan muncul sebuah sarung tangan berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning yang sangat cantik sekali.
Mata Aisyah terbelalak takjub saat melihatnya, ia tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat dihadapannya itu.
"Wouw...! Ini sangat cantik sekali !", kata Aisyah berseru riang.
Sarung tangan berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning itu bergerak pelan kearah Aisyah lalu tiba-tiba tubuh Aisyah terangkat pelan keatas ruangan langit-langit istana awan putih ini.
Tangan Aisyah terjulur kedepan sendirinya dan sarung tangan berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning tersebut lalu terbang menuju kearah tangan Aisyah dan perlahan masuk menutupi kedua tangan Aisyah.
Muncul cahaya terang yang memancarkan sinar keemasan memenuhi seluruh ruangan istana awan putih ini.
"Ini sangat cantik sekali !", kata Aisyah tersenyum.
Aisyah merasakan tubuhnya kembali bersinar terang dan seluruh tubuhnya berubah penampilannya perlahan-lahan, ia melihat pakaian yang ia kenakan berubah menjadi berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning yang sangat cantik sekali dan dikedua pundaknya terdapat sepasang plat emas tipis berukir bunga Tulip kuning dan gaun yang ia kenakan berubah menjadi sangat indah sekali penuh dengan hiasan sulaman bunga Tulip kuning serta terdapat sebuah ikat pinggang bunga Tulip kuning yang melingkar erat dipinggang Aisyah.
Seluruh gaun berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning itu terdapat perisai pelindung dari plat emas tipis berukir bunga Tulip kuning yang besar.
Hampir seluruh penampilan dari Aisyah berubah semua mulai dari atas kepala hingga ujung kakinya semua berwarna emas yang bercahaya terang benderang memancarkan sinar keemasan yang sangat menyilaukan mata hanya sepasang sayap yang ada dipunggung Aisyah yang tidak mengalami perubahan sama sekali.
Aisyah lalu melihat penampilan dirinya yang telah berubah itu dengan kedua mata putih tanpa pupil mata itu dengan perasaan terkagum-kagum.
"Ini sungguh sangat indah sekali dan sangat menakjubkan sekali !?", ucap Aisyah berseru senang.
Seluruh tubuh Aisyah berpendar-pendar penuh cahaya keemasan yang sangat menyilaukan dan turun kearah bawah dari tempatnya melayang-layang.
Gaun panjang berwarna emas berhias sulaman bunga Tulip kuning itu mengembang tertiup angin yang berhembus disekitar Aisyah dan menerbangkan seluruh kain panjang dari gaun yang menutup tubuh Aisyah itu, tampak sepasang kaos kaki panjang berwarna emas serta sepasang sepatu emas berhias bunga Tulip kuning yang menutup seluruh kaki Aisyah.
"Cantik ! Ini sangat cantik sekali !", kata Aisyah bergumam pelan saat kedua kakinya menginjakkan keatas lantai istana awan putih ini.
Aisyah lalu menatap lurus kearah kunci emas berhias ukiran bunga Tulip kuning yang tampak melayang berputar-putar diudara.
Terdengar suara dari layar besar itu kembali berbicara kepada Aisyah saat ia melihat kearah ruangan kamar pintu kedua.
"AMBILLAH KUNCI KETIGA BERWARNA EMAS DARI DALAM RUANGAN KAMAR PINTU KEDUA TERSEBUT !", ucap suara sistem layar besar itu lagi.
"Aku harus mengambilnya ?", kata Aisyah.
"SILAHKAN AMBIL KUNCI KETIGA BERWARNA EMAS TERSEBUT !", kata suara dari layar besar itu padanya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengambilnya", kata Aisyah lalu berjalan pelan kearah ruangan kamar pintu kedua.
Aisyah mendekati kunci berwarna emas kemudian meraih kunci tersebut kedalam tangannya yang telah memakai sarung emas berhias ukiran bunga Tulip kuning dan tidak ada reaksi apapun yang terjadi saat ia berhasil mengambil kunci emas itu kedalam genggaman tangannya.