Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Keluar Dari Pintu Keempat...


__ADS_3

Aisyah memandangi ketiga benda asing yang ada di tangannya itu lalu berjalan kembali menuju ke arah pintu yang ada di depannya.


Melihat lagi kepada ketiga benda di tangannya dan mencoba satu persatu ketiga benda tersebut.


"Aku harus mencoba ketiga benda itu karena hanya itu caranya untuk mengetahui kunci manakah untuk membuka kunci pintu keempat ini", kata Aisyah.


"Harus mencobanya satu persatu dari ketiga benda itu. Bagaimana jika itu bukan kunci dari pintu keempat ?", tanya cermin ajaib.


"Tidak mungkin karena sistem itu telah memberitahukan kepadaku bahwa salah satu dari ketiga benda ini adalah kunci dari pintu keempat", sahut Aisyah.


"Bagaimana kalau anda wajib mencoba ketiga benda tersebut, Nona Aisyah ?", ucap cermin ajaib.


"Hmmm... Baiklah... Aku akan mencobanya, siapa tahu salah satu dari benda ini dapat membuka pintu keempat sehingga kita dapat keluar dari ruangan ini", kata Aisyah.


"Semoga seperti itu, dan silahkan anda melakukannya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Aisyah lalu mendekati pintu di depannya dan mencoba memasukkan salah satu benda yang ada di tangannya.


Dia memulai dengan harimau putih metalik yang ada di tangannya, dan memasukkan benda tersebut ke dalam lubang kunci pintu keempat.


"Tidak dapat masuk. Benda berbentuk harimau putih ternyata bukan kunci untuk pintu keempat", kata Aisyah.


"Berarti itu bukan kunci untuk membuka pintu keempat, coba benda yang lainnya, mungkin bisa membuka pintu itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Baiklah... Aku akan memasukkan benda yang lainnya ke dalam lubang kunci pintu keempat, aku akan mencoba gulali ini kalau kereta roller coaster aku rasa tidak mungkin", kata Aisyah.


"Benar, karena bentuknya saja kereta roller coaster bukan berbentuk mirip seperti sebuah kunci, jauh dari bentuk kunci, saya rasa gulali itu lebih cocok untuk dimasukkan ke dalam lubang kunci, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Aku juga berpikir sama denganmu, aku rasa gulali ini kunci untuk membuka pintu keempat jadi aku akan mencoba memasukkannya ke dalam lubang kunci pintu keempat", kata Aisyah.


"Cobalah, Nona Aisyah ! Mungkin gulali itu memang pilihan yang tepat untuk membuka pintu keempat", ucap cermin ajaib.


"Iya, aku akan melakukannya dan membuka pintu keempat ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah sambil menganggukkan kepalanya.


Aisyah memasukkan gulali berbentuk lingkaran itu ke lubang kunci keempat yang berbentuk bulat.


Gulali itu ternyata dapat masuk ke dalam lubang kunci pintu keempat dan bentuknya sangat pas sekali dengan lubang kunci keempat.


"Ini kuncinya ! Benar, gulali ini memang kunci pintu keempat ! Dan lihatlah gulali itu sangat cocok dengan bentuk lubang pintu keempat itu, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah berseru senang.


"Syukurlah, kita akhirnya menemukan kunci untuk membuka pintu keempat dan kita dapat keluar dari tempat ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, aku juga sangat bersyukur sekali akhirnya kita mendapatkan kunci pintu keempat itu", kata Aisyah.


"Tetapi kenapa pintu keempat ini masih terkunci rapaat dan belum terbuka sama sekali, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


Aisyah menengadahkan kepalanya dan melihat daun pintu keempat tidak bergeser sedikitpun serta pintu tidak terbuka sama sekali padahal gulali berbentuk lingkaran itu telah di masukkan ke lubang pintu keempat.


"Apakah aku harus memutar gulali itu agar pintu terbuka ?", kata Aisyah.


"Iya, mungkin anda harus memutar gulali itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Baiklah aku akan memutar gulali tersebut, mungkin cara untuk membuka pintu keempat seperti itu", kata Aisyah kemudian ia memutar gulali yang ada di lubang kunci pintu keempat.


Pintu tetap tidak terbuka meski gulali berbentuk lingkaran telah di putar oleh Aisyah, mereka berdua termenung menatap pintu keempat yang tidak membuka itu dan mencoba untuk menunggu lagi.

__ADS_1


Kemungkinan saja pintu keempat akan terbuka untuk beberapa saat setelah gulali di putar.


"Sebaiknya kita menunggu saja pintu gulali itu terbuka, mungkin sebentar lagi pintu dapat membuka sendiri, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hmmm..., mungkin saja pintu keempat ini dapat terbuka tetapi kita sudah menunggu cukup lama dan pintu keempat ini sama sekali tidak terbuka juga", kata Aisyah.


"Sabarlah, hamba rasa butuh waktu untuk pintu itu terbuka, bukankah kita baru saja mencobanya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Iya, sudah lima belas menit kita menunggu reaksi dari gulali itu pada pintu keempat sedangkan bentuk gulali itu juga sudah sangat pas sekali di lubang kunci pintu tetapi tetap saja pintu tidak terbuka-buka", kata Aisyah.


"Tunggu saja, tunggulah sebentar lagi mungkin pintu keempat akan terbuka setelah ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib berusaha menyabarkan hati Aisyah.


"Tidak ! Tidak ! Aku akan mencabut gulali ini dari lubang pintu keempat ! Aku rasa ini sudah cukup lama kita menunggu pintu terbuka dan aku pikir ini bukanlah kuncinya !", kata Aisyah.


Aisyah mencabut gulali dari lubang pintu keempat dengan cepat lalu terdiam sejenak seraya memperhatikan pintu keempat.


"Ini tidak berhasil ! Aku menyerah ! Mungkin ini takdir ku berada di ruangan pintu keempat ini selamanya !", kata Aisyah sedih.


"Jangan menyerah, Nona Aisyah ! Bersabarlah, pasti ada jalan keluar dari tempat ini. Percayalah !", ucap cermin ajaib.


"Ahk !? Tapi aku sudah mencoba dua benda ini dan tetap tidak ada hasilnya sama sekali, wahai cermin ajaib !? Dan aku lelah !", kata Aisyah.


"Bersabarlah ! Jangan bersedih, pasti akan ada cara untuk keluar dari ruangan ini, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Baiklah, aku tidak akan menyerah, dan akan mencari cara untuk keluar dari tempat ini", kata Aisyah.


"Tepat sekali yang anda katakan, tidaklah di benarkan bagi seseorang untuk berputus asa karena akan menyebabkan penderitaan dan itu memang benar jika kita harus terus bersemangat, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Apakah aku harus mencoba kereta roller coaster ini ?", tanya Aisyah.


"Benar juga yang kamu katakan itu, jika di lihat dari bentuknya, aku rasa itu tidak mungkin kalau benda berbentuk kereta roller coaster adalah kunci dari pintu keempat ini", kata Aisyah.


Aisyah lalu menimang-nimang benda yang ada di tangannya seraya berpikir jika kereta roller coaster itu tidak mungkin adalah kunci dari pintu keempat.


Hanya saja saat mengingat pesan dari sistem kabut istana awan putih bahwa salah satu dari ketiga benda asing yang ia dapatkan dari dunia mimpi adalah kunci untuk membuka pintu keempat, Aisyah lalu berpikir ulang dan bertanya pada dirinya.


"Mungkinkah kereta roller coaster ini merupakan kunci untuk membuka pintu keempat !? Tetapi ini sangat aneh sekali karena jika di lihat dari bentuknya, sangat mustahil jika kereta roller coaster itu adalah kunci pintu keempat", kata Aisyah dalam hatinya.


Aisyah telah mencoba kedua benda asing yang ia dapatkan dari dunia mimpi itu yaitu harimau putih metalik dan gulali berbentuk lingkaran yang ia coba masukkan ke dalam lubang kunci pintu keempat, tetapi kedua-duanya tidak dapat membuka pintu tersebut dan kedua benda itu ternyata bukanlah kunci pintu keempat.


"Tetapi sistem memberitahukan bahwa diantara ketiga benda ini merupakan kunci untuk membuka pintu keempat itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Iya, kita bisa mencobanya dan hamba rasa itu sangat tepat sekali jika anda berusaha untuk keluar dari ruangan ini tetapi anda sudah mencoba kedua benda tersebut dan pada kenyataannya tidak terbukti, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Memang benar itu tetapi aku belum mencoba kereta roller coaster ini, mungkinkah kalau benda asing terakhir ini adalah kuncinya !?", kata Aisyah.


"Mmm.... Ini sangat membingungkan sekali... Dari bentuknya saja jauh berbeda dengan bentuk dari lubang kunci pintu keempat. Bagaimana benda itu bisa disebut kunci !?", ucap cermin kristal ajaib.


"Aku tahu, memang benar sekali, kalau bentuk dari benda asing yang terakhir ini berbeda sekali dengan bentuk lubang kunci pintu keempat dan tidak mungkin jika kereta roller coaster ini adalah kuncinya", kata Aisyah.


"Argh !! Membingungkan ! Ini benar-benar sangat membingungkan !?", ucap cermin ajaib berseru.


"Sudahlah, aku akan mencobanya, dan semoga kereta roller coaster ini memang kuncinya untuk membuka pintu keempat itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


Akhirnya Aisyah mencoba untuk membuka pintu keempat itu dengan cara memasukkan kereta roller coaster yang ada di tangannya ke dalam lubang kunci pintu keempat.

__ADS_1


Ajaib...


Kereta roller coaster itu ternyata berubah menjadi berukuran besar seperti ukuran kereta yang aslinya ketika Aisyah menyentuhkan kereta tersebut ke dalam lubang kunci pintu keempat itu.


"Wow !? Kereta roller coaster itu berubah menjadi besar seperti kereta yang sesungguhnya, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah terkejut.


"I--iya... Iya..., ternyata kereta roller coaster itu yang justru bereaksi ketika dimasukkan ke dalam lubang kunci pintu keempat, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Oh Tidak ! Lihatlah pintu keempat itu mulai terbuka dan bergeser sedikit demi sedikit, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah.


"Ya Tuhan ! Ini benar-benar sulit untuk dipahami dan sangat mengejutkan sekali, tidak menyangka kalau kereta roller coaster itu adalah kuncinya untuk membuka pintu keempat", ucap cermin ajaib.


Tiba-tiba terdengar suara sirene yang berbunyi keras ketika pintu keempat mulai terbuka.


"NGUNG... NGUNG... NGUNG... NGUNG... !!!", suara sirene nyaring memenuhi seisi ruangan pintu keempat.


"Itu tanda bahaya, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Bahaya ???", kata Aisyah bingung.


"Suara sirene tiba-tiba muncul saat pintu keempat terbuka dan itu artinya bahaya akan datang dari luar sana !", ucap cermin ajaib.


"Oh Tidak !? Bagaimana ini ? Dan Apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi bahaya itu, wahai cermin ajaib !?", tanya Aisyah mulai di serang rasa panik.


"Lihatlah, air mulai naik memasuki ruangan pintu keempat ini, dan itu tandanya bahaya akan datang. Dan jangan menunggu lagi ! Ayo, kita bergegas masuk ke dalam kereta itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


"Naik... Naik ke dalam kereta gulali itu ?", tanya Aisyah bingung.


"Iya ! Tunggu apa lagi !? Ayo kita segera masuk ke dalam kereta itu, Nona Aisyah !", teriak cermin ajaib.


"I--iyaa !!", teriak Aisyah dengan kencangnya.


Aisyah dan cermin ajaib langsung berlari ke arah kereta gulali roller coaster yang ada di ruangan pintu keempat.


Mereka lalu masuk ke dalam kereta gulali serta mengunci rapat pintu kereta.


Ketika pintu keempat telah terbuka seluruhnya, air dari arah luar ruangan pintu keempat langsung mengalir serta membanjiri seluruh ruangan di pintu keempat. Bahkan anemon-anemon beracun itu turut masuk lewat aliran air yang datang ke dalam ruangan tersebut.


Untung saja Aisyah beserta cermin kristal ajaib telah masuk ke dalam kereta gulali roller coaster yang tertutup rapat sehingga air maupun anemon laut itu tidak dapat membahayakan Aisyah dan cermin ajaib itu.


"Ya Tuhan, kita sekarang benar-benar di dalam air yang menggenang itu, wahai cermin ajaib !? Dan lihatlah ! Anemon-anemon laut itu mengapung di sekitar kereta gulali roller coaster ini !?", kata Aisyah penuh kekaguman.


"Iya, dan untungnya kita segera masuk ke dalam kereta ini kalau tidak, mungkin kita sudah tenggelam di dasar air dan tersengat racun anemon laut, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Benar yang kamu ucapkan itu, tetapi sayangnya aku tidak dapat berenang di dalam air laut itu dan menyentuh anemon-anemon laut itu, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah agak menyesal.


"Astaga, Nona Aisyah !? Anda mengatakannya lagi ? Apakah anda tidak jera tersengat racun anemon dan jatuh koma lagi ?", ucap cermin ajaib keheranan.


"Tenanglah, aku tidak sebodoh itu untuk mengulangi kesalahan yang sama, aku hanya berandai-andai saja, wahai cermin ajaib", kata Aisyah seraya tersenyum.


"Hmmm...", gumam cermin ajaib lega.


Kereta gulali roller coaster mulai terlihat bergerak keluar dari ruangan pintu keempat menuju ke istana awan putih yang tergenang air yang bagaikan lautan.


Meskipun kereta gulali roller coaster telah berhasil membawa Aisyah dan cermin ajaib keluar dari pintu keempat tetapi sekarang adalah mencari jawaban lainnya yaitu bagaimanakah caranya untuk mengembalikan waktu yang telah berhenti berputar itu seperti semula dan membuat jam antik kuno kembali lagi bersama dengan Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2