
Danau Fantasi dalam dunia mimpi Aisyah sangatlah indah sekali sekaligus menarik perhatian para kunang-kunang yang berterbangan di atas dataran tinggi penuh gulali warna-warni.
Area danau fantasi lebih berbeda dari tempat di dalam dasar taman halus.
Perbedaan itu berasal dari adanya hewan seperti kunang-kunang yang tengah berterbangan di atas area danau fantasi.
Tidak seperti tempat lainnya yang sangat sunyi sepi dari makhluk hidup dan hanyalah hamparan tanah berlapis manisan cokelat tua yang pekat serta bebatuan yang berserakan tak teratur.
Di dalam area danau fantasi lebih terasa hidup dan berwarna dari tempat lainnya di dasar taman halus.
Kunang-kunang menampakkan dirinya di sekitar lokasi danau fantasi, hinggap kian kemari seolah-olah sedang bermain riangnya.
Tak memperdulikan kedatangan Aisyah di tempat itu, mereka terlihat berebut untuk mendapatkan manfaat minuman dari dalam danau fantasi itu.
Aisyah memperhatikan kunang-kunang di depannya yang sedang asyiknya hinggap di atas danau yang penuh gulali yang menggenang.
Gadis muda berwajah bening itu lalu berkata kepada cermin kristal ajaib besar yang berada dibawahnya, dimana tempatnya duduk saat ini.
"Wahai cermin kristal ajaib, bisakah aku masuk kedalam danau fantasi itu untuk berendam di air yang mengalir dari air terjun yang ada di sana ?", ucap Aisyah sambil menunjukkan jarinya ke arah danau fantasi itu.
"Apakah anda hendak mencari sesuatu di dalam danau fantasi itu, Nona Aisyah ?", tanya cermin kristal ajaib besar itu.
"Tidak, aku tidak sedang mencari sesuatu di dalam danau fantasi itu tapi lebih ingin berendam di sana", sahut Aisyah.
"Apakah anda ingin mencoba sensasi berendam di dalam danau fantasi yang penuh genangan air gulali itu, Nona Aisyah !?", kata cermin kristal ajaib besar seraya melayang di udara.
"Sensasi, katamu ?", kata Aisyah.
"Benar sekali, sensasi mandi dalam air gulali yang meletup-letup itu ?", sahut cermin kristal ajaib.
"Hmmm... Baiklah, aku akan mencobanya, tapi apakah boleh berendam di sana dan apakah tidak ada pengaruhnya ?'', tanya Aisyah.
"M... Aku rasa tidak masalah untuk mencobanya, mungkin akan ada manfaatnya untuk anda, Nona Aisyah... Baiklah, mari kita mendekat ke sana", sahut cermin kristal ajaib.
"Ayo ! Mari kita mendekat ke danau fantasi itu !", seru Aisyah penuh semangat.
"Baiklah..., jika membuat anda senang, Nona Aisyah", ucap cermin kristal ajaib itu.
Cermin kristal ajaib itu bergerak mendekat ke arah danau yang mereka sebut danau fantasi dalam dunia mimpi tanpa batas lalu cermin itu berhenti di samping sisi danau fantasi yang unik itu.
Perlahan-lahan turun ke arah bawah dan melayang rendah memberi ruang kepada Aisyah agar gadis itu dapat mudah turun dari atas permukaan cermin ajaib berukuran besar itu.
Aisyah berjalan ke samping danau tersebut, diam sesaat sembari memandangi isi danau yang penuh genangan air gulali berwarna cokelat, dan tampak meletup-letup seperti air gula yang mendidih di atas tungku api.
Terbersit rasa ragu di dalam diri Aisyah ketika melihat isi danau itu, bergidik membayangkan tubuhnya akan mengelupas habis karena air gulali yang terlihat mendidih di dalam danau.
Aisyah memalingkan wajahnya ke arah cermin yang ada di sampingnya, lantas berkata pada cermin kristal ajaib itu.
__ADS_1
"Dapatkah aku berendam di dalam danau yang airnya meletup-letup itu, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah.
"Anda ragu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib itu.
"Iya..., aku ragu untuk melakukannya dan masuk ke dalam air gula itu karena bagiku adalah hal yang konyol untuk mati menceburkan diri ke dalam danau yang tampak mendidih itu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
Gadis muda itu lalu memandang kembali ke arah danau berisi gulali yang menggenang tenang di depannya, menatap lurus ke air terjun yang ada di atas danau fantasi.
Lembayung sinar pelangi muncul di sekitar air terjun yang tengah mengalir ke dalam danau fantasi berisi gulali yang cair.
Indah sekali, bagaikan di dunia fantasi yang sebenarnya, dan mungkin inilah tempat fantasi yang sangat nyata serta penuh keajaiban, setiap yang kamu sentuh akan menjadi sangatlah nyata dan hidup, permen gulali yang berputar seperti baling-baling, kue-kue manis yang bergelantungan di atas pohon-pohon warna-warni, manisan-manisan yang mudah di jumpai dan tertanam dimana-mana, bahkan semuanya bisa kita makan.
Bukankah ini adalah dunia fantasi dalam mimpi yang sesungguhnya, hampir mirip dunia nyata yang semuanya ada di dalamnya meski kita harus mendapatkan semua itu tidak gratis.
"Jika anda ragu-ragu akan itu semua, Nona Aisyah, lebih baik anda tidak melakukannya, karena keraguan akan tidak memaksimalkan hasil yang nanti anda capai", kata cermin kristal ajaib memberi nasehat.
"Aku tahu itu, dan memang tidak mudah untuk memutuskan sesuatu yang meragukan hati, tapi aku sangat ingin mencobanya, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Lihatlah, pada kunang-kunang yang ada di dalam air gulali yang menggenang itu, Nona Aisyah, mereka hinggap di atas danau itu", kata cermin kristal ajaib.
Aisyah lalu menoleh ke arah kunang-kunang yang tengah berterbangan dan hinggap di atas permukaan danau fantasi, berkelip-kelip indah bagaikan lampu yang penuh cahaya kilau.
"Oh iya, kunang-kunang itu nampaknya sangat menikmati air danau itu, tapi aneh sekali, mereka tidak terbakar hangus oleh air gulali yang meletup-letup itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Nah, bukankah itu sebuah tanda bahwa air danau tersebut tidak seperti kelihatannya, mendidih, Nona Aisyah !?'', ucap cermin ajaib.
'Hmmm... Mudah, sangat mudah untuk membuktikan jika air gulali yang meletup-letup tampak mendidih itu tidaklah sepanas yang anda kira, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Bagaimana caranya ? Untuk membuktikannya, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah.
Tiba-tiba cermin kristal ajaib itu bergerak ke atas lalu berangsur-angsur mulai mengecil dan kembali ke bentuk semula yaitu cermin kristal berukuran kecil.
Cermin kristal ajaib terbang ke atas danau fantasi kemudian berputar-putar di atasnya, dan cermin tersebut mengeluarkan butiran-butiran kristal yang bercahaya pelangi dan menjatuhkan butiran-butiran tersebut ke dalam danau penuh gulali itu.
Aisyah terdiam saat melihat pemandangan di hadapannya dengan ekspresi wajah yang sangat serius ia memperhatikan semuanya terjadi begitu saja tanpa menanggapi tindakan cermin ajaib itu.
"Sekarang coba anda lihat ke arah danau itu, Nona Aisyah !", kata cermin ajaib.
''Apa ?'', tanya Aisyah singkat.
"Lihatlah ke dalam air gulali itu, apakah butiran-butiran kristal milik hamba itu terbakar hancur di dalam air gulali, Nona Aisyah ?'', ucap cermin ajaib.
''Mmm... Oh, iya... Aku melihatnya wahai cermin ajaib, aku melihatnya !", sahut Aisyah mulai berseri-seri.
"Anda sudah mengetahuinya, bukan, jika air gulali dalam danau fantasi itu tidaklah panas mendidih seperti yang kita lihat, jadi anda bisa masuk dan mencobanya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"Benarkah itu, wahai cermin ajaib ?'', ucap Aisyah.
__ADS_1
"Cobalah, Nona Aisyah !", sahut cermin ajaib.
"Bagaimana jika aku terbakar nantinya ?'', tanya Aisyah agak merinding melihat ke dalam air gulali yang meletup-letup itu.
"Mmm, anda masih ragu, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.
"Bukan ragu hanya saja akan sangat mengerikan jika harus mati terpanggang di dalam air gulali yang meletup-letup dan mendidih itu, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.
Dia memandangi ke arah air gulali yang ada di dalam danau dengan pandangan ngeri dan tubuh merinding.
Membayangkan kembali tubuhnya akan hangus terbakar oleh air gulali yang meletup-letup, dan dirinya menjadi serpihan abu.
"Apa aku harus memilih mati jadi abu di tempat ini ?", gumam Aisyah bergidik takut.
''Baiklah, baiklah, hamba akan mencoba membuktikan lagi dengan cara yang lainnya", jawab cermin ajaib.
Tampak cermin kristal ajaib itu kembali berputar-putar di atas genangan air gulali di dalam danau fantasi yang mengeluarkan asap mengepul-ngepul layaknya mendidih di atas tungku perapian.
Cermin ajaib mulai bercahaya lagi dan menerangi seluruh danau fantasi yang ada di bawahnya, cermin kecil tapi ajaib itu kemudian mengeluarkan sesuatu dalam dirinya, hampir mirip buah berwarna kuning seperti buah pisang yang berjumlah banyak dalam satuan sisir.
Pisang-pisang itu tampak berhamburan jatuh ke arah bawah ke dalam air gulali dalam danau fantasi dan semuanya berubah menjadi manisan buah pisang yang terbalut gulali.
Aisyah membelalakkan matanya saat melihat buah pisang itu berubah menjadi manisan gulali lalu menghilang dari dalam danau fantasi tersebut.
Dia berseru kaget ketika melihat perubahan yang terjadi pada buah pisang kemudian ia melihat ke arah cermin ajaib di depannya.
"Benar saja, jika aku harus berubah menjadi manisan manusia dan menjadi keripik manis rasa manusia, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah tertegun.
"Ups... Maaf, Nona Aisyah, hamba tidak tahu jika buah pisang itu akan menjadi manisan gulali rasa pisang... Maaf, hamba tidak tahu akan hal itu...", sahut cermin ajaib kaget.
"Lebih baik aku urungkan saja niatku untuk berendam di dalam danau itu, wahai cermin ajaib. Tidak ! Tidak ! Aku tidak akan berbuat sekonyol itu, menjadikan diriku sendiri seperti kudapan manisan gulali yang renyah dan manis !? Oh Tidak ! Tidak !'', jawab Aisyah.
Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya yang terbuka, merasakan rasa ngeri yang menghinggapi dirinya.
Aisyah merinding ketakutan lalu jatuh terduduk di bawah tanpa mampu berkata-kata lagi ketika menyaksikan pemandangan di dalam danau fantasi tersebut.
"Argh... Untunglah, aku tidak langsung nekat menceburkan diriku ke dalam air gulali dalam danau fantasi itu'', kata Aisyah gemetaran.
"Yah, setidaknya kita telah mencobanya, dan benar menurut firasat hamba jika sesuatu di dunia mimpi akan menjadi berbalik dari kenyataannya, tapi ini sangat aneh sekali, nona", kata cermin ajaib.
"Aneh ? Apakah yang aneh disini, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah.
"Andaikata buah itu menjadi manisan gulali rasa pisang, tetapi tidak terjadi pada butiran kristal itu yang tetap pada bentuknya dan tidak mengalami perubahan, lalu kenapa kunang-kunang itu tidak mengalami apa-apa saat hinggap di atas danau ?'', tanya cermin ajaib.
"A--ku... Aku tidak tahu, tapi aku hanya yakin jika sesuatu yang berasal dari dunia mimpi tidak akan terpengaruh pada hal yang sifatnya sama dengan sesuatu yang datangnya dari dunia yang sama, seperti contohnya kunang-kunang yang berasal dari dunia ini, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.
"Hmmm... Mungkin yang anda katakan itu benar, jika sesuatu yang berasal dari dunia mimpi akan tidak memiliki pengaruh pada hal yang sama datangnya dari dunia ini, jadi lebih baik kalau kita harus sangat berhati-hati di tempat ini, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib pada Aisyah.
__ADS_1
Aisyah tidak menjawabnya dan hanya termenung serta terduduk di bawah sembari memandang ke arah danau fantasi yang ada di depannya.