Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Roller Coaster Gulali...


__ADS_3

Tubuh Aisyah terpelanting ketika sampai diujung jalan lintasan licin, jauh menuju kebawah kumpulan manisan jelly yang empuk, dan berulang-ulang memantul di udara kemudian jatuh lagi pada manisan jelly berukuran besar lainnya.


Aisyah berbaring diatas bantalan dari manisan jelly besar disusul oleh cermin ajaib yang ikut tergeletak disebelah kanannya.


Memandangi kelangit yang semuanya tampak berwarna jingga yang sendu. Mirip suasana lembayung senja yang hangat dan berbeda sekali dengan tempat-tempat lainnya di dalam dunia mimpi.


Aisyah bergumam sesaat lalu memejamkan kedua matanya kemudian berkata pada cermin ajaib di sebelahnya.


"Kidung apa yang sedang dinyanyikan itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Seperti kidung kuno, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Kidung kuno ?", bisik Aisyah.


"Benar, semacam mantra perlindungan diri", sahut cermin ajaib.


Terdengar sayup-sayup suara kidung itu mengalun diseluruh area tersebut.


"Angin tidak menguji batang tapi akar... Cobaan bukan mengarah ke fisikmu tapi pikiranmu...


"Ada sebuah kidung doa permohonan di tengah malam..."


"Yang menjadi kuat ..., terbebas dari malapetaka..., jin dan setan tidak mau mendekat... , segala jenis sihir tidak berani..., apalagi perbuatan jahat..."


Kidung kuno itu kembali terdengar lagi menggema pelan dan lembut, setiap liriknya mengandung sarat makna tentang arti sebuah doa kepada Sang Pencipta.


Sebuah permohonan yang kuat untuk melindungi diri terhadap segala bahaya yang datang menghampiri setiap manusia.


Aisyah terdiam lalu nembuka kedua matanya yang terpejam, mendalami makna kidung kuno yang tersirat pada setiap bait liriknya yang kental akan doa.


Mendengarkan kidung itu yang mengalun berulang-ulang diantara desiran angin yang berhembus disekitar Aisyah.


"Kidung itu sangat indah terdengar di telinga, lembut mengalun serta penuh makna akan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa", kata Aisyah.


"Benar, kidung kuno yang memiliki arti khusus yang sangat dalam dan mengena di hati, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Benar...", sahut Aisyah singkat.


Aisyah menyimak setiap lirik dari kidung tersebut, menghayatinya pelan lalu mulai memahami arti di balik kidung permohonan diri dengan tetap berbaring di atas bantalan manisan jelly yang empuk.


Cermin kristal ajaib bergerak terbang perlahan-lahan ke arah atas kemudian berputar pelan.


Aisyah yang melihatnya hanya mengerutkan keningnya kemudian ia bertanya kepada cermin kristal ajaib di atasnya.


"Ada apa ?", tanya Aisyah.


"Tampaknya kita harus segera pergi dari sini, karena kita tidak bisa berlama-lama berada di tempat ini dan jangan sampai terlena, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.


"Baiklah, aku mengerti, mari kita lanjutkan perjalanan kita sampai keluar dari tempat ini, wahai cermin ajaib", ucap Aisyah.


"Iya, Nona Aisyah. Ayo !", seru cermin kristal itu.


Aisyah terjaga lalu duduk sebentar, ia menoleh ke arah sekitarnya kemudian bangkit dan berjalan mengikuti cermin kristal ajaib yang terbang di depannya.


Melangkahkan kakinya tanpa berbicara, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh area asing yang baru mereka kunjungi setelah dari bentangan tanaman menjalar foxglove.


"Tempat apakah ini ? Hanya ada lapangan luas yang kosong, warnanya sangat jernih sekali, dan... Hai !? Tanahnya sangat kenyal sekali !?", kata Aisyah seraya melompat-lompat di atas tanah tersebut.


"Ada apa, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib lalu berbalik ke arah Aisyah.


"Tidakkah kamu melihatnya, lapangan ini lebih terasa aneh karena tanahnya sangat kenyal seperti puding dan..., kosong !", ucap Aisyah.


"Tanahnya kenyal, benarkah itu !? Tapi sayangnya, hamba tidak dapat merasakannya, Nona Aisyah !?", kata cermin ajaib.

__ADS_1


"Kamu tidak perlu merasakannya, cukup aku saja yang mengatakannya dan merasakan, wahai cermin ajaib", ucap Aisyah sambil tersenyum.


"Ah, iya, iya, aku tahu itu !?", kata cermin ajaib tersipu malu.


"Area ini baru dan berbeda dari tempat lain yang ada di dunia mimpi, karena biasanya terlihat hamparan manisan atau permen yang berwarna-warni tetapi disini tidak sama sekali, kosong", kata Aisyah.


"Benar, area ini lebih unik dari tempat lainnya, benar-benar kosong tanpa ada hiasan manisan atau permen yang beraneka jenis dan warna", ucap cermin ajaib.


Mereka berbincang-bincang sambil berjalan di tanah luas dan kosong, jalannya bergelombang sehingga membuat gadis muda itu berjalan naik-turun.


Cukup lama Aisyah berjalan di tanah lapang tersebut, dan tiba di depan jalanan yang meliuk-liuk tanpa kelihatan ujungnya.


"Roller coaster ?", ucap Aisyah bergumam.


"Apa itu roller coaster, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Rel ini ditopang oleh rangka baja yang disusun sedemikian rupa", jawab Aisyah.


"Wow !? Hamba baru tahu itu, dan hal baru buat hamba mengenal roller coaster", ucap cermin ajaib.


"Oh iya !? Ini adalah hal baru untukmu, wahai cermin ajaib ?", kata Aisyah bertanya pada cermin tersebut.


"Benar, hamba baru mendengar istilah baru itu, roller coaster, ya !?", jawab cermin ajaib.


"Iya roller coaster hampir mirip jalan lintasan meluncur dari gulali yang licin tadi tetapi pada roller coaster kita dapat lebih nyaman karena ada kereta untuk duduk tidak seperti tadi, membuat badan pegal-pegal semua", kata Aisyah.


Dia menepuk bahunya pelan dengan tangan yang mengepal.


"Kereta ? Tapi hamba tidak melihat kereta itu, Nona Aisyah !?", tanya cermin ajaib.


"Mmmm..., tentu saja, itu adalah kereta ajaib yang tidak terlihat dan kamu tidak dapat melihatnya, wahai cermin ajaib", sahut Aisyah.


"Kereta ajaib ? Tidak terlihat ?", tanya cermin kristal ajaib.


"Dimana itu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib balik bertanya.


"Disana ! Di atas roller coaster gulali itu !", kata Aisyah.


"Tapi hamba tidak melihatnya, kereta gulali merah itu", ucap cermin ajaib.


"Tidak apa-apa walaupun kamu tidak dapat melihatnya, tetapi aku bisa melihatnya", kata Aisyah sambil mengulurkan tangannya dan menunjukkan jari telunjuknya lurus ke depan.


Pada penglihatan Aisyah jalan di depannya adalah roller coaster yang terbuat dari gulali merah yang memiliki jalan lintasan yang meliuk-liuk curam dan sangat berbahaya sedangkan dalam penglihatan cermin kristal ajaib, ia tidak melihat kereta pada roller coaster tetapi hanya jalan lintasannya saja.


"Bagaimana cara kita naik roller coaster dari gulali merah itu jika keretanya tidak terlihat sama sekali ?", tanya cermin ajaib.


"Aku juga tidak tahu tapi aku dapat melihat kereta roller coaster itu disana, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Astaga !?", ucap cermin kristal ajaib kaget.


"Bagaimana kalau kita mencoba menaiki roller coaster itu, wahai cermin ajaib ?", tanya Aisyah.


"Apa ???", sahut cermin ajaib itu terbengong.


"Kenapa ? Kamu takut ?", tanya Aisyah.


"T--tidak..., tidak..., hamba tidak takut, hanya saja bagaimana caranya kita naik jika keretanya tidak kelihatan, Nona Aisyah ?", tanya balik cermin kristal ajaib.


"Tapi jika kita tidak naik roller coaster itu maka kita tidak akan keluar dari sini karena roller coaster itu satu-satunya jalan kita untuk pergi, wahai cermin ajaib", jawab Aisyah.


"Ya Tuhanku, anda benar-benar akan melakukannya, Nona Aisyah !?", kata cermin ajaib panik.


"Iya...", sahut singkat dari Aisyah.

__ADS_1


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya pelan-pelan lalu ia berjalan mendekat ke roller coaster di depan mereka.


Dia membuka pintu kereta roller coaster yang terbuat dari gulali merah sedangkan dari arah kejauhan cermin kristal ajaib tidak dapat berbuat apa-apa hanya bisa melihat terbengong-bengong dengan tindakan yang dilakukan oleh Aisyah.


"Nona Aisyah benar-benar nekat melakukannya dan ia akan naik roller coaster tanpa kereta tetapi dalam pandangannya ada sebuah kereta !?", ucap cermin ajaib gelisah.


"Ayo, kita segera naik ke atas kereta roller coaster ini, tunggu apalagi, wahai cermin ajaib !?", kata Aisyah.


Gadis berwajah bening itu memalingkan mukanya ke arah cermin kristal ajaib yang tengah terbang melayang-layang.


Dia melambai-lambaikan tangannya kepada cermin ajaib yang ada dihadapannya.


"Oh tidak..., apa yang sedang nona itu lakukan dan apa yang ada dipikirannya !?", ucap cermin ajaib. "Tunggu Nona Aisyah !!!"


"Ayo, cepatlah naik, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Naik ? Naik kemana, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


Aisyah tidak mendengarkan perkataan dari cermin kristal ajaib itu, ia terus melangkahkan kedua kakinya naik ke atas kereta gulali merah yang tidak terlihat.


"Astaga... dia sangat nekat sekali...", ucap cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib itu lalu melesat cepat ke arah Aisyah dan berusaha mencegah gadis muda itu untuk pergi tetapi terlambat karena Aisyah telah berada di atas roller coaster dengan kereta terbuat dari gulali merah yang tak terlihat oleh mata cermin ajaib.


Aisyah melangkah naik ke atas kereta roller coaster lalu dia duduk memasangkan sabuk pengamannya ke tubuhnya dan mengunci pintu kereta tersebut.


"Nona Aisyah ! Tunggu hamba !", teriak cermin ajaib lalu terbang cepat ke arah kereta roller coaster, dimana Aisyah telah duduk berada didalamnya.


Tampak cermin kristal ajaib itu membentur kaca kereta roller coaster itu karena tidak dapat melihat kereta tersebut.


"Bruuukkk !!!", terdengar suara keras di jendela kaca kereta roller coaster itu.


Aisyah hanya menoleh ke arah luar kaca kereta roller coaster dan ia sangat terkejut melihat cermin ajaib itu menempel lekat di luar kaca kereta yang terbuat dari gulali merah yang dinaikinya.


"Cermin ajaib...", ucap Aisyah kaget serta panik.


Aisyah sendiri mulai ikut panik dan berusaha membuka pintu kereta yang telah terkunci itu tapi sayangnya ia tidak dapat membuka pintu tersebut karena pintu akan tertutup setelah sabuk pengaman terpasang dan pintu dapat terbuka pada saat telah sampai di tempat tujuan.


Hanya satu kali pintu itu bekerja yaitu saat masuk kedalam kereta dan ketika keluar dari kereta roller coaster. Apabila telah terkunci maka tidak dapat dibuka lagi sampai kembali ke tempat akhir dari roller coaster.


"CEKLEK... CEKLEK... CEKLEK...", terdengar suara pintu berusaha dibuka dari dalam dengan terpaksa tetapi tetap tidak dapat dibuka sama sekali oleh Aisyah.


"Oh Tidak... Tidak ! Tidak ! Bagaimana ini, wahai cermin ajaib ? Apa yang harus aku lakukan ? Pintu kereta ini ternyata tidak dapat dibuka lagi !?", kata Aisyah panik.


"CEKLEK ! CEKLEK ! BUK ! BUK ! BUK !", terdengar suara pukulan dari tangan gadis muda yang terlihat panik itu.


Cermin ajaib itu masih menempel di atas kaca kereta dan benar-benar melekat erat di jendela sedangkan Aisyah terlihat gelisah dari dalam kereta roller coaster yang terkunci rapat.


Kereta terbuat dari gulali merah mulai bergerak pelan dan terdengar bunyi "JEGLEG" yang menandai kereta roller coaster itu menaiki jalan lintasan.


Suara alarm berbunyi nyaring menggema di area roller coaster terbuat dari gulali merah itu dan meluncur mulai cepat dan semakin lama semakin kencang.


"Oh tidak, tidak, tidak..., bagaimana ini, cermin ajaib itu masih berada di luar jendela kereta roller coaster ini, apa yang harus aku lakukan !? Apa yang akan terjadi pada cermin ajaib nanti apabila ia masih berada di luar sana ?", tanya Aisyah semakin panik.


Dia merasakan kereta roller coaster yang di naikinya mulai melaju dengan sangat cepatnya.


Cermin ajaib itu terlihat bergetar hebat dari arah luar kereta roller coaster dan menempel melekat di kaca jendela kereta roller coaster.


Aisyah menatap lurus ke arah depan dan ia melihat dengan jelas sekali lintasan roller coasterĀ di beberapa bagian puncak dan lop atau lintasan melingkar dari arah dalam kereta yang terbuat dari gulali merah.


Kecepatan roller coaster pada setiap Iintasan berbeda-beda. Ketika menuju ke puncak, roller coaster bergerak pelan. Setelah mencapai puncak, roller coaster turun dari puncak menuju loop.


Aisyah terlihat sangat tegang sekali meskipun ia berada di dalam kereta roller coaster yang meluncur dengan kecepatan tinggi karena pikirannya terpecah pada cermin ajaib yang masih berada di luar kereta roller coaster yang ia naiki tersebut.

__ADS_1


__ADS_2