Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
BADAR...


__ADS_3

Aisyah menatap sendu ke arah cermin kristal ajaib yang telah pecah berkeping-keping di kedua telapak tangannya.


"Wahai cermin ajaib kesayanganku, maafkanlah aku harus menguburmu di hamparan pasir emas ini demi keselamatan semua manusia maka aku harus meninggalkanmu di sini...", ucap Aisyah.


"Apakah kamu sedih ?", ucap suara dari arah pedang awan putih.


"Iya, cermin ajaib ini adalah teman terbaikku yang selalu menemaniku dalam suka dukaku selama berada disini", kata Aisyah.


"Tapi bagaimanapun juga kamu harus merelakannya meski itu sulit, Nona Aisyah", ucap suara dari arah pedang awan putih.


"Aku tahu itu...", sahut Aisyah.


Badar lalu keluar dari dalam pedang awan putih dengan wujud yang kecil dan berdiri di atas pedang itu.


"Nona Aisyah...", sapa Badar.


"Badar... Kenapa kamu keluar dari pedang awan putih sekarang ?", tanya Aisyah.


"Karena aku harus melindungimu dan pedang awan putih ini dari tangan ketiga jin angin topan yang mengincar pedang ini dan ingin mencelakaimu", ucap Badar.


"Itukah alasanmu menolak perintahku untuk keluar dari pedang awan putih ini", kata Aisyah.


"Benar, jika aku keluar dari pedang awan putih maka akan memudahkan ketiga jin angin topan untuk mengambilnya dari tanganmu", ucap Badar.


"Kenapa ketiga jin angin topan itu mengincar pedang awan putih ini ? Dan adakah hubungannya dengan istana awan putih dan waktu yang berhenti berputar ?", tanya Aisyah.


"Karena pedang awan putih ini memiliki kekuatan tujuh langit yang mampu menguasai dua dunia sekaligus, ketiga jin angin topan itu datang meretas sistem istana awan putih dan bermaksud mengacaukan sistem", kata Badar.


"Meretas sistem... Untuk apa ?", tanya Aisyah.


"Gunanya untuk menguasai dua dunia sedangkan istana awan putih yang merupakan istana yang berada di langit ke lima mengetahui rencana seseorang yang bermaksud menguasai dua dunia itu", ucap Badar.


"Seseorang !? Dua dunia ?", kata Aisyah semakin tidak mengerti.


"Dua dunia itu adalah dunia manusia dan dunia jin atau alam ghaib, orang itu menginginkan semua makhluk tunduk dengan ajarannya sehingga dia akan memiliki kekuasaan setara Raja Sulaiman", ucap Badar.


"Apa tujuan orang itu ? Bukankah itu menyimpang dari ajaran agama ?", tanya Aisyah.


"Orang itu menginginkan dua dunia karena dia hanya bermaksud untuk membuktikan kepada semua orang bahwa ajaran yang dianutnya benar dan apa yang dikatakan olehnya benar", sahut Badar.


"Ajaran yang dianutnya benar dan yang dikatakan benar ? Artinya dia hanya terpicu akan ucapan orang bukan karena dia mempercayai ajaran itu untuk dirinya sendiri ? Itu tidaklah benar", kata Aisyah.


"Karena itulah orang itu menginginkan dua dunia berada di tangannya dan dengan adanya pedang awan putih maka dia mampu menundukkan dua dunia terutama alam bangsa jin", ucap Badar.


"Dunia bangsa jin...", kata Aisyah.


"Benar, dengan orang itu mampu menundukkan bangsa jin maka dia akan membuktikan bahwa ucapannya itu benar", ucap Badar.


"Aku pernah mendengar sebuah kisah seorang sahabat Rasulullah SAW pada zaman kenabian pada saat perang Uhud terjadi, dia mendapatkan julukan Ahli Neraka oleh Rasulullah SAW, padahal dia adalah salah satu sahabat Nabi yang ikut perang Uhud", kata Aisyah.


"Hmmm..., Apakah yang kamu maksud adalah Quzman !?", tanya Badar.


"Benar, itu dia namanya, sahabat Rasulullah SAW itu bernama Quzman, dia sahabat yang ikut berperang karena bukan atas nama agama dan Allah SWT tetapi ikut berperang karena ucapan para wanita yang menyebutnya bahwa Quzman adalah perempuan yang tidak mau berperang, memang pada awalnya dia tidak ingin berperang pada perang Uhud karena sakit hati dijuluki ahli neraka oleh Rasululllah tetapi dia memutuskan pergi ke medan perang karena ucapan tetangganya yang menyebutnya perempuan", kata Aisyah.

__ADS_1


"Pada akhirnya dia mati bunuh diri karena tidak kuat menahan luka-luka di tubuhnya akibat sabetan senjata musuh Quraisy dan saat kematiannya datang dia mengatakan bahwa sesungguhnya aku berperang bukan atas nama Allah SWT dan agamaku melainkan karena aku tidak ingin dikatakan perempuan !", ucap Badar.


"Benar, ada orang yang berjalan di jalan Syahid tetapi dia sebenarnya munafik", kata Aisyah.


"Itulah terkadang manusia harus berhati-hati dalam hidupnya, tidaklah dunia ini hanyalah fana dan tidaklah abadi, banyak sekali ujian didalamnya", ucap Badar.


"Seperti orang itu mungkin saja dia ingin menunjukkan bahwa ucapannya adalah benar tetapi dia harus memaksakan orang mendukungnya meski dia tahu cara yang dia lakukan salah", kata Aisyah.


"Benar, ada seorang suci datang kepadaku dan dia mengatakan bahwa aku harus tunduk pada perintahnya", ucap Badar.


"Apakah dia penasaran dengan kekuasaan Raja Sulaiman ?", tanya Aisyah.


"Entahlah, alasan apa yang membuatnya demikian dan mungkin benar kata Rasulullah SAW, ada orang yang tampaknya ahli surga tetapi pada kenyataannya dia ahli neraka", sahut Badar.


"Itu lebih buruk daripada seorang penjahat...", kata Aisyah.


Aisyah termenung sambil memandangi cermin kristal ajaib yang telah hancur kemudian dia menguburkan cermin ajaib itu ke dalam hamparan padang pasir emas.


"Lalu apakah kamu menerima ajakan dan perintah orang suci itu ?", tanya Aisyah.


"Tidak, karena itulah aku dikirim ke pintu kelima, dan dia mengutukku sebagai penjaga pintu kelima di istana awan putih ini", sahut Badar.


"Maksudmu ? Apakah istana awan putih ini adalah ciptaan orang suci itu ?", tanya Aisyah terkejut.


"Tidak, awalnya istana awan putih ini adalah kerajaanku yang berada di langit kelima, aku bertugas sebagai penjaga antara dua dunia yaitu dunia alam jin dan dunia manusia", sahut Badar.


"Bagaimana dia menemukanmu ?", tanya Aisyah.


"Ketika dia dalam perjalanan spiritualnya ke alam ghaib, orang suci itu melihat istana awan putih ini dan menemukan keberadaanku bersama pedang awan putih milikku", jawab Badar.


"Orang suci itu menginginkan pedang awan putih ini dan bermaksud untuk menukarkannya dengan sebuah jam antik kuno dari emas miliknya tetapi aku menolaknya", sahut Badar.


"Jam antik emas ?", ucap Aisyah.


"Benar, karena aku tidak memberikan pedang awan putih ini maka dia marah kepadaku dan mengutukku menjadi penjaga pintu kelima serta mengunciku pada sebuah waktu", kata Badar.


"Menguncimu ke dalam waktu... Apakah itu berkaitan dengan jam antik kuno emas itu ? Apakah ini adalah dunia di dalam jam antik emas milik orang suci itu !?", tanya Aisyah penasaran.


"Orang suci itu mengutukku bersamaku ke dalam istana awan putih yang merupakan kerajaanku ini dan tidak ada seorangpun yang tahu akan keberadaan jam antik kuno emas di istana awan putih ini", sahut Badar.


"Apakah tubuhmu terpengaruh jam antik kuno yang terbuat dari emas itu ?", tanya Aisyah.


"Iya, bagaimana nona mengetahuinya kalau tubuhku terbuat dari emas karena pengaruh jam antik kuno yang terbuat dari emas itu ?", tanya Badar.


"Tapi kamu pernah mengatakan padaku bahwa dirimu terbuat dari emas karena memang kamu adalah penjaga pintu kelima", kata Aisyah.


"Benar, aku terinspirasi dari tubuhku yang terbuat dari emas karena kutukan orang suci itu yang memasukkanku ke dalam jam antik kuno emas lalu aku membuat aturan di dalam istana awan putih ini dengan aturan sistem", ucap Badar.


"Aturan sistem... Tetapi kenapa aku harus mengembalikan waktu agar berputar kembali sedangkan istana awan putih ini adalah ciptaanmu ?", tanya Aisyah.


Badar terdiam lalu mengubah dirinya menjadi seukuran badan manusia pada umumnya kemudian dia menatap istana emas yang jauh jaraknya dari mereka berdua.


"Aku sengaja membuat aturan itu untuk melindungi pedang awan putih milikku dari keserakahan orang suci itu meski dia telah mengurungku di dalam jam antik kuno emas miliknya tetapi tetap dia tidak akan pernah bisa menyentuh pedang awan putihku", kata Badar.

__ADS_1


"Bagaimana cara aku dapat mengembalikan dirimu lagi Badar ?", tanya Aisyah.


"Hanya orang suci itulah yang mampu mengembalikanku ke wujud asalku tapi aku tidak tahu caranya keluar dari tempat ini dan untuk mengubah aturannya aku masuk menjadi penjaga pintu kelima dan penjaga pedang awan putih ini", sahut Badar.


"Apabila kamu masuk dan menjelma dari bagian pedang awan putih ini agar kamu bertemu denganku ?", kata Aisyah mulai mengerti akan jalan cerita dari Badar.


"Itu benar dengan jalan seperti itu aku dapat keluar dari istana awan putih dan mencari orang suci itu", ucap Badar.


"Kamu telah merencanakan ini semua dengan bertujuan bertemu orang suci itu, lalu waktu yang berhenti berputar itu juga siasatmu", kata Aisyah.


"Tidak, waktu yang berhenti berputar bukanlah siasatku melainkan ulah orang suci itu", kata Badar.


"Benarkah ? Lalu kenapa kamu mengetahui kunci dari istana awan putih ini ?", tanya Aisyah.


"Pada saat seseorang berhasil memasuki istana awan putih secara tidak langsung jam yang telah diatur oleh orang suci itu akan berputar pada jarum 12 dan saat jam telah menunjukkan pukul 12 maka waktu akan berhenti berputar", sahut Badar.


"Tetapi aku tidak melihatnya..., tapi apakah waktu yang telah diatur berada pada jam antik kuno emas tempat dimana istana awan putih ini berada di dalamnya", kata Aisyah.


"Benar sekali, istana awan putih terletak di dalam jam antik kuno emas itu", sahut Badar.


"Namun, aku tidak melihatnya, keberadaan jam antik kuno emas itu, lalu dimanakah aku dapat melihatnya ?", kata Aisyah lalu bertanya.


"Kamu dapat melihatnya setelah kamu berhasil membuka istana emas, dan ketika kamu masuk ke dalam istana emas itu maka jam antik kuno emas itu dapat kamu melihatnya", ucap Badar.


"Apakah ini bukan rekayasa ciptaanmu ?", tanya Aisyah.


"Tidak", sahut Badar.


"Benarkah !? Apa jaminannya aku dapat mempercayai perkataanmu itu ?", tanya Aisyah.


"Kamu dapat menghukumku jika aku berkata yang tidak benar dan jujur kepadamu", sahut Badar.


"Hmm... Baiklah, aku akan memegang ucapanmu", kata Aisyah.


"Percayalah padaku", ucap Badar.


"Baiklah demi kemurnian ucapanmu maka berjanjilah di bawah pedang awan putih ini, Badar !", perintah Aisyah.


Badar yang berbadan terbuat dari emas itu berjalan ke arah Aisyah lalu jin itu berlutut di bawah pedang awan putih milik Aisyah.


"AKU BADAR RAJA ISTANA AWAN PUTIH, BANGSA JIN, PENJAGA PEDANG AWAN PUTIH INI, BERSUMPAH UNTUK BERKATA JUJUR BAHWA AKU TIDAK PERNAH BERBOHONG PADAMU !!!", ucap Badar.


Aisyah lalu mengangkat pedang awan putihnya ke arah Badar dan berkata padanya dengan lantang.


"Aku Aisyah akan menghukum Badar jika kamu mengatakan yang sebaliknya", kata Aisyah.


"AKU BADAR AKAN MENJAMIN UCAPANKU DENGAN BETSUNGGUH-SUNGGUH !", sahut Badar, penjaga pintu kelima, kaum bangsa jin.


"Dan aku percaya ucapanmu, Badar", kata Aisyah seraya tersenyum puas mendengar janji ucapan Badar.


Badar lalu berdiri seraya tersenyum kepada Aisyah. Dan langsung mengubah bentuknya menjadi kecil kembali seraya masuk ke dalam pedang awan putih milik Aisyah.


Pedang awan putih terlihat bersinar terang benderang menerpa wajah Aisyah serta menyinari seluruh permukaan hamparan padang pasir emas disekitar Aisyah, dan tiba-tiba muncul sebuah kunci terbuat dari kristal dengan garis emas di badannya.

__ADS_1


Aisyah berjalan menghampiri kunci kristal yang melayang keluar dari tempat dimana cermin kristal ajaib dikubur pada hamparan padang pasir emas, kemudian gadis muda itu mengambil kunci kristal yang ada dihadapannya.


Dia memandangi kunci kristal dengan garis emas yang ada di telapak tangannya, dan melanjutkan kembali perjalanannya menuju ke istana emas, untuk menyelesaikan tugas misi selanjutnya dan keluar dari istana awan putih.


__ADS_2