
Aisyah menunggu jam antik kuno itu keluar dari dalam mata air Qanat yang ada di taman fin.
Dia duduk di pinggir kolam yang mengalir sumber air Musim Semi Sulaiman tanpa hentinya.
Mata air yang terus keluar itu berasal dari gunung dibelakang taman fin.
Tampak Aidl duduk bersila menemani Aisyah yang sibuk memperhatikan jam antik kuno di depannya.
Hari semakin larut malam dan udara disekitar mereka mulai terasa dingin menusuk tulang.
"Apakah kamu tidak merasa lapar Aisyah ?", tanya Aidl.
"Apa kamu lapar, Aidl ?", sahut Aisyah.
"Tidak, aku hanya mengkhawatirkan mu saja", kata Aidl.
"Aku baik-baik saja", jawab Aisyah.
Aisyah lalu mengeluarkan makanan dari dalam tas ranselnya dan memberikan kepada Aidl sebuah kotak makanan ringan.
"Ini untukmu, dan makanlah !", ucap Aisyah.
"Tidak Aisyah, aku tidak lapar", kata Aidl.
"Jangan menolak rejeki dariku karena aku tahu kamu saat ini sedang kelaparan karena harus menunggu lama disini tanpa bisa pergi membeli sesuatu", sahut Aisyah.
Aidl menerima kotak makanan ringan dari Aisyah lalu membukanya dan memakannya.
"Apakah masih lama jam antik itu untuk berendam di mata air Musim Semi Sulaiman ?", tanya Aidl.
"Aku sendiri juga tidak tahu, tetapi jika melihat kondisi jam antik yang mulai bersinar semakin terang, aku rasa sebentar lagi jam antik kuno akan segera muncul dari dalam mata air", sahut Aisyah.
"Mmm..., apakah tidak ada perubahan yang terjadi pada diri jam antik itu seperti tanda kalau jam itu akan berubah ke wujudnya yang semula ?", tanya Aidl.
"Aku juga tidak mengerti dengan tanda-tanda yang menunjukkan perubahan pada jam antik kuno, bagaimana tandanya atau wujud aslinya", sahut Aisyah.
"Cukup sulit juga mengetahui tanda perubahan yang terjadi pada jam antik kuno karena kita tidak tahu pasti bagaimana tanda itu bekerja", kata Aidl.
"Dan sulitnya bahwa jam antik kuno itu terus menerus memancarkan cahaya terang setiap saat, baik setelah jam itu telah berendam di mata air atau belum, tetap tidak ada tandanya", lanjut Aisyah.
"Itulah yang menyulitkan kita karena tidak mengenali tanda-tanda perubahan yang terjadi pada jam antik", kata Aidl.
"Iya..., sangat rumit...", sahut Aisyah.
"Sebaiknya kita tunggu saja dengan sabar perubahan yang terjadi pada diri jam antik itu, Aisyah", kata Aidl.
Aisyah hanya menganggukkan kepalanya seraya memandangi kembali ke arah mata air di Qanat.
Masih tidak ada tanda adanya perubahan pada diri jam antik kuno itu dan jam itu tetap berwujud sebuah jam antik kuno.
Hanya perubahan yang terjadi adalah jam antik kuno itu sekarang memancarkan cahaya terang benderang berbeda dari sebelumnya.
__ADS_1
"Apa sudah selesai, Aisyah ?", tanya Keroshy.
Keroshy dan Tabib Naia berdiri didepan mata air dari Qanat.
"Sebentar lagi... ", ucap Aisyah.
"Apa tandanya yang menunjukkan bahwa jam antik itu akan keluar dari dalam mata air itu ?", tanya Tabib Naia.
"Setelah jam antik itu mengapung dan keluar dengan sendirinya dari dalam mata air, baru kita pergi dari taman fin ini", sahut Aisyah.
"Cukup lama juga proses berendamnya jam antik kuno itu daripada di mata air sebelumnya", kata Keroshy.
Keroshy yang berdiri disamping Aisyah lalu duduk menemani gadis berparas bening itu.
"Hmm..., mata air ini sangat cantik sekali dan berbeda apalagi jika malam hari seperti ini", kata Keroshy.
"Cantik bukan", sahut Aisyah.
"Iya..., sangat cantik sekali...", kata Keroshy.
Waktu berjalan cukup lama di mata air yang ada di taman fin, mereka harus menunggu hampir sekitar dua jam lebih.
Tanda munculnya jam antik kuno selesai berendam di mata air sistem Qanat masih belum terlihat.
"Kamu sudah mengisi botol-botol antikmu itu dengan mata air yang ada di taman fin ini, Tabib Naia", kata Aisyah.
"Ya..., aku sudah mengisinya bahkan aku menyediakan untukmu juga, Aisyah", sahut Tabib Naia.
Tampak tabib perempuan itu tengah sibuk memasukkan botol-botol antik berisi air dari mata air Musim Semi Sulaiman yang ada di taman fin.
"Iya, aku malah menyediakan lima botol berisi air dari mata air yang sangat langka ini untuk mu sebagai kenangan pernah singgah bersama kami di taman fin ini, Aisyah", sahut Tabib Naia.
"Terimakasih telah mengingatku, Tabib Naia", kata Aisyah.
"Mmm..., sebagai gantinya, aku akan memberimu sekotak makanan ringan berisi biskuit cokelat", sahut Aisyah.
"Benarkah ?", tanya tabib perempuan itu terharu.
Aisyah memberikan sekotak biskuit cokelat kepada Tabib Naia sebagai ganti telah memberinya lima botol berisi air dari mata air ketiga yang berasal dari taman fin.
Tabib Naia menerima kotak makanan ringan dari Aisyah lalu memakannya.
"Ini rasanya sangat lezat, Aisyah ! Terimakasih atas pemberiannya", ucap Tabib Naia.
"Sama-sama...", sahut Aisyah.
Akhirnya jam antik kuno mulai terlihat muncul dari permukaan air di Qanat, menyembul keluar dan berputar-putar cepat.
Seberkas cahaya yang sangat menyilaukan dari sebelumnya, berpendar terang mengelilingi badan jam antik kuno itu.
"Lihat ! Jam antik kuno itu telah keluar dari dalam air, Aisyah !", ucap Tabib Naia.
"Iya, aku melihatnya", sahut Aisyah.
__ADS_1
"Apakah ada yang kamu tunggu lagi, Aisyah ?", tanya Tabib Naia.
"Tidak, aku hanya melihat perubahan yang terjadi selanjutnya sebelum aku mengambil jam antik itu", sahut Aisyah.
"Tetapi..., aku lihat, tidak ada perubahan yang terjadi pada jam antik kuno itu meski telah berendam di ketiga mata air", kata Tabib Naia.
"Ada perubahannya karena jam antik kuno itu sekarang lebih bercahaya terang dari sebelumnya", sahut Aisyah.
Mereka berempat lalu memperhatikan keadaan jam antik kuno itu dengan serius sekali.
Tiba-tiba dari arah belakang mereka terdengar suara teriakan keras seseorang kepada mereka berempat.
"Hai ! Siapa itu ?", teriak seorang pria.
Tabib Naia lalu menolehkan kepalanya ke arah datangnya suara itu dan berkata.
"Astaga !"
Dia melihat dua orang pria yang membawa obor api di tangan mereka tengah berlari ke arah mereka berempat.
"Siapa orang itu ?", tanya Aidl.
"Bukan saatnya untuk bertanya karena ini saatnya kita melarikan diri secepatnya dari petugas penjaga keamanan taman fin", sahut Keroshy.
"Aisyah !", panggil Aidl.
"Iya...", sahut Aisyah.
"Apakah kita masih menunggu lama jam antik itu ?", tanya Aidl.
"Iya, karena aku harus menunggu jam antik kuno itu bergerak kepadaku", sahut Aisyah.
"Baiklah, dan sepertinya aku harus menghadapi kedua petugas penjaga keamanan di taman fin ini", kata Aidl.
Aisyah lalu melihat kembali kepada jam antik kuno itu dan dia melihat jam antik itu mulai melayang ke arah kain pembungkus khusus yang ada di tangan Aisyah.
"Tunggu, Aidl !", ucap Aisyah.
Aidl lalu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Aisyah.
"Sepertinya kita bisa pergi sekarang dari taman fin ini, Aidl", ucap Aisyah seraya tersenyum kepada Aidl.
Aidl lalu membalas senyuman Aisyah dan berjalan berbalik ke arah Aisyah.
"Mari kita pergi dari tempat ini, Aisyah", kata Aidl.
"Iya, Aidl", sahut Aisyah.
"Kalian berdua siap semua untuk pergi dari taman fin ini", tanya Aidl.
Keroshy dan Tabib Naia lalu mengangguk setuju.
Aidl lalu melesat cepat bagaikan kilat meninggalkan taman fin menuju kembali ke kereta rollercoaster gulali sembari membawa Tabib Naia dan Keroshy sedangkan Aisyah melayang cepat di arah belakang Aidl.
__ADS_1
Mereka berempat berhasil kabur dari penjaga keamanan taman fin dan segera pergi menaiki kereta rollercoaster gulali milik Aisyah.