Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Mari Kita Bertaruh...


__ADS_3

Aisyah berusaha terus untuk membuka pintu dengan mengayun-ayunkan cermin ajaib kristal kecil yang cantik ditangannya tapi tetap tidak berhasil. Ia mencoba untuk terbang sambil mengepakkan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi dan mencari cara keluar dari ruangan ini.


Seluruh ruangan ini tetap terkunci rapat ketika ia mencari jalan keluar dari tempat ini dan tiba-tiba sesuatu menarik Aisyah dengan sangat keras dan mengombang-ambingkan tubuhnya diatas ruangan kesana kemari secara keras dan cepat.


Aisyah berteriak panik serta kesakitan saat tubuhnya terlempar-lempar keras diruangan ini, ia lalu menjerit keras, "AAAUUUUWWWHH...!!! AAAHHHHHH...!!"


"BLEEESSSHHH !!!", terdengar suara keras jatuh entah darimana diruangan itu.


Tubuh Aisyah lalu ditarik kebawah dan sebuah jeruji berbentuk sangkar putih terbuat dari awan putih mengurung dirinya diruangan ini sehingga ia tidak dapat bergerak secara bebas kembali.


"Apa ini ?", kata Aisyah bingung. Ia berusaha menggerakkan jeruji sangkar itu dengan sangat keras tapi tidak bisa ia lakukan walaupun terbuat dari awan putih tapi jeruji itu sangat kuat dan kokoh.


"Haiii...!!! Haiii...!!! Lepaskaaaannn...!!! Jangan beraninya bersembunyi saja !!! Keluaaaarrr kalau beraniiii...!!! Halloooo...!!! Woiiii...!!!", terdengar suara Aisyah.


Aisyah berteriak keras dan suaranya menggema diseluruh ruangan ini. Ia terus berteriak-teriak hingga suaranya menjadi serak akibat tenggorokkannya sakit.


"Uhuk...! Uhuk...! Uhuk...!", Aisyah terbatuk-batuk karena terlalu bersemangat. "A--a--pa i--inii...???"


Suasana diruangan kamar ini tetap hening dan tidak ada jawaban yang membalas teriakan Aisyah. Hanya terlihat ruangan yang bergerak-gerak dengan sendirinya serta ruangan yang bermandikan lampu temaram yang berwarna-warni bak pelangi dimana Aisyah berada.


Aisyah termenung sendiri meresapi keadaan dirinya yang berada didalam jeruji sangkar putih dari awan putih, ia hanya bisa terdiam dan berpikir.


"Aku tidak bisa menggunakan seluruh kekuatan ajaibku diruangan ini ???", kata Aisyah bergumam lirih. "Bahkan jam antik kuno itu juga ikut berhenti berputar seperti waktu saat ini yang berhenti berputar dan cermin kecil kristal itu juga tidak bisa aku gunakan ???"


Aisyah menundukkan kepalanya dan mencari akal agar bisa keluar dari sangkar awan putih ini tanpa melakukan sebuah pemberontakan yang tidak berarti lagi. "Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari ruangan ini dan mengembalikan waktu yang berhenti berputar ini kembali semula ? Berteriakpun tiada gunanya sekarang ini", kata Aisyah dalam hatinya seraya memejamkan kedua matanya dan berkonsentrasi penuh. "Aku tidak memiliki semua jawaban atas pertanyaanku tapi aku memiliki kepala yang mempunyai segudang akal pikiran."


Mungkin hanya dengan cara lain ia bisa menemukan cara keluar dari kurungan sangkar awan putih ini dan keluar dari ruangan terkunci ini tanpa harus mengandalkan kekuatan dari siapapun karena saat kekuatan ajaib tidak dapat membantunya maka ia harus mampu mengandalkan dirinya sendiri untuk berusaha mencari jalan keluar dari ruangan ini meski terasa sulit baginya.


Layaknya seorang nahkoda yang terombang-ambing ditengah-tengah samudera yang luas dan tanpa tepi, hanya mengandalkan dirinya dan pada kompas petunjuk arah serta kekuatan keyakinan didalam hati menemukan daratan tempat ia melabuhkan kapalnya.


Aisyah mengosongkan seluruh pikirannya dan menjaga kejernihan pikirannya. Ia kemudian larut kedalam alam bawah sadar spiritualnya serta berusaha tetap tenang dengan sikap mediasi serta menjaga kontrol emosi dalam dirinya dan ia sekarang kini merasakan seluruh ruangan disekitarnya menjadi hening tanpa merasakan lagi gerakan-gerakan yang timbul didalam ruangan ini serta tanpa pengaruh temaram lampu yang indah berwarna-warni pelangi yang mempengaruhi dan mengganggu dirinya.


Aisyah kini benar-benar larut kedalam tingkat level tertinggi spiritual alam bawah sadarnya, tubuhnya menjadi terasa ringan melayang didalam sangkar awan putih ini. Ia terbang melayang pelan-pelan seraya mengepakkan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi.

__ADS_1


Sebuah sinar cahaya terpancar lurus lalu membias dari dalam kening Aisyah dengan sangat terang benderang dan cahaya itu mampu mengubah suasana ruangan didalam kamar istana awan putih ini menjadi putih bersih dan kembali tenang tidak bergerak-gerak lagi.


Saat kedua mata Aisyah terbuka lebar dan berubah menjadi putih tanpa pupil mata maka keluarlah semburat cahaya pelangi memancar dari dalam kedua mata Aisyah keseluruh penjuru ruangan dari awan putih ini, cahaya itu mampu membakar hangus jeruji-jeruji sangkar awan putih yang sangat kokoh tersebut.


"WUUUUSSSS !!!", terdengar suara sinar yang membakar hangus seluruh jeruji-jeruji sangkar awan tak bersisa.


Tubuh Aisyah lalu turun perlahan-lahan kearah bawah ruangan kamar yang masih terkunci rapat itu.


Ketika ia mengarahkan pandangannya kearah pintu ruangan, sinar cahaya yang keluar dari dalam kedua mata Aisyah turut membakar pintu ruangan awan putih didalam istana awan putih.


Kekuatan spiritual didalam dirinya mampu membangkitan kekuatan dahsyat dari dirinya dan membantu Aisyah menemukan jalan keluar dari ruangan awan putih yang terkunci ini.


"Jika terjadi maka terjadilah ! Jadilah ! Maka terjadilah ia ! Kun Fayakun !"


Tiba-tiba muncul sosok pria yang entah datangnya darimana Aisyah sendiri tidak tahu, sosok pria itu lalu terbang turun pelan kearah Aisyah dan sosok pria itu kemudian mengeluarkan sebuah pedang panjang berwarna putih bersinar terang yang menghunus lurus kearah Aisyah.


Pria asing itu menyabetkan pedang panjangnya kepada Aisyah dan hembusan angin hebat keluar dari sabetan pedang panjang pria yang mengenakan jubah hitam bersulam emas serta ikat kepala hitam dengan hiasan bulu merak.


"WUUUUZZZHHHH !!!", suara sabetan pedang keluar dari arah pedang panjang berwarna putih terang itu.


"DUUUAAAASSSSSSHHH....!!!", suara tubuh Aisyah terbentur kedinding ruangan kamar dari awan putih.


Aisyah jatuh kebawah tanpa bisa menghindari serangan pria bermata putih itu, dan ia tidak bisa membalas serangan pria asing itu karena pria itu menyerangnya tanpa sempat ia melawannya dengan cepat.


"BLEEEKKK !!!", tubuh Aisyah terduduk dibawah lantai.


Aisyah tampak meringis kesakitan akibat serangan pria bermata putih itu, ia mendongakkan kepalanya kearah pria asing itu sambil memegangi dadanya yang sakit. "Siapakah dia !? Darimana datangnya pria bermata putih itu !? Kenapa ia menyerangku !?", kata Aisyah bergumam lirih dalam hatinya.


Pria itu lalu terbang melesat cepat menuju kearah Aisyah yang terduduk dibawah lantai kesakitan, gadis muda itu lalu dengan cepat menyadari bahaya yang tengah mengintai dirinya dan ia tanpa banyak berpikir panjang lagi kemudian terbang menjauh dari pria bermata putih itu.


Sebuah sabetan pedang panjang berwarna putih nyaris mengenai tubuh Aisyah yang terbang keatas ruangan itu. Untungnya ia mampu menghindarinya tepat waktu dan cepat.


"WUUUUSSSSHHH...!!!", suara sabetan pedang kearah Aisyah yang terbang melayang menghindari serangan pria bermata putih itu.

__ADS_1


Aisyah lalu terbang mengelilingi ruangan awan putih itu dengan mengepakkan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi itu sangat cepat dan kuat.


Mata putih pria asing itu mengikuti gerakan Aisyah yang terbang melayang memutari ruangan, mata itu tampak sangat tajam dan bercahaya terang seperti mata Aisyah saat ini yang berubah putih tanpa pupil mata.


"HXBOHCZZOXXXZMM...!!!", terdengar suara pria aneh itu keluar dari mulutnya yang tipis.


Aisyah mengarahkan pandangannya kearah pria bermata putih itu dan mengeluarkan sinar cahaya pelangi kearah pria asing itu dan sayangnya pria itu mampu menangkis serangan dari sinar cahaya mata Aisyah dengan pedang panjang berwarna putih milik pria itu.


"Pria ini ternyata sangat hebat sekali dan memiliki pedang panjang berwarna putih yang sangat sakti !", kata Aisyah bergumam lirih sambil menerbangkan tubuhnya lebih cepat menuju kearah keluar ruangan. "Tampaknya aku harus lebih berhati-hati !"


Tubuh Aisyah melesat kilat keluar dari ruangan awan putih dan melayang memutari ruangan istana awan putih, ia menengok kearah meja terbuat dari awan putih yang ada ditengah-tengah ruangan itu dan ia melihat layar besar itu sudah tidak ada ditempatnya lagi. "Ini sangat aneh !?", gumam Aisyah dalam hatinya.


Aisyah melihat jika pria bermata putih itu ikut terbang mengikuti dirinya dari arah belakang. Ia lalu mempercepat gerakan sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi itu dan terbang menukik melewati awan-awan putih yang melayang didalam istana awan putih.


"Pria itu mengikutiku ? Aku harus keluar dari istana ini secepatnya !", kata Aisyah dengan terus terbang mengepakkan kuat kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi itu.


Pria bermata putih itu tak hanya terbang mengikuti Aisyah dari arah belakang, ia juga menyabetkan pedang panjang berwarna putih miliknya kearah Aisyah yang ada terbang didepannya.


Sebuah cahaya putih terang muncul dari pedang panjang berwarna putih milik pria itu dan hampir mengenai tubuh Aisyah yang sedang terbang melayang dan saat cahaya pedang panjang itu mengenai tiang yang terbuat dari awan putih itu tiba-tiba terdengar suara ledakan hebat dari tiang awan putih itu dan pilar tiang itu lalu runtuh hancur menjadi serpihan kapas-kapas dari awan putih.


"JDAAAAARRRRR !!!!", suara keras terdengar sangat keras.


"Ya Tuhan ! Pria itu menyerangku ! Aku harus bisa lari darinya dan keluar cepat !", kata Aisyah bergumam pelan sambil menoleh kearah belakang.


Pria itu terbang cepat serta menatap tajam kearah Aisyah seakan-akan hendak melenyapkan keberadaan Aisyah sekarang juga.


"Kemana perginya sistem layar besar itu ? Kenapa tidak ada petunjuk lagi untukku ? Ataukah sistem didalam istana awan putih ini telah berubah wujud menjadi pria bermata putih itu ?", kata Aisyah.


Aisyah melihat kearah depan dan ia melihat pintu istana awan putih yang berukuran raksasa itu terbuka. Ia lalu tersenyum senang saat melihat pintu itu terbuka dan ini adalah kesempatannya untuk kabur dari pria bermata putih itu.


"Mungkin saat aku berhasil keluar dari istana awan putih ini kemungkinan besar aku dapat terbebas dari kejaran pria bermata putih itu", kata Aisyah lalu menggerakkan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi dengan sangat kuat sekali dan terbang seperti cahaya mentari berkilauan terang dengan kecepatan yang tinggi dan sangat lincah.


Aisyah melesat terbang menuju pintu istana awan putih seraya meliuk-liukan badannya untuk menghindari serangan dari sinar cahaya pedang panjang berwarna putih milik pria bermata putih itu dan sekali lagi terdengar suara ledakan-ledakan hebat dan keras memenuhi seluruh ruangan istana awan putih ini.

__ADS_1


Tampak kumpulan debu dari awan putih yang berterbangan menutupi seluruh permukaan ruangan istana awan putih ini dan mengaburkan pandangan mata yang melihatnya.


Apakah ini sebuah taruhan antara dirinya dengan sistem diistana awan putih ini yang mempertaruhkan nasib banyak orang ataukah ini hanya sekedar permaianan dari sistem didalam istana awan putih untuk mengembalikan waktu yang berhenti berputar kembali berputar semula. Aisyah hanya bisa terdiam dan berpikir serta terus terbang mengepakkan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi menuju kearah keluar istana awan putih ini.


__ADS_2