Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Tabib...


__ADS_3


Jam antik kuno muncul dengan membawa seorang wanita berparas jelita serta berpakaian khas Persia. Wanita itu memakai jubah panjang serta berwarna-warni dengan rompi dan mengenakan perhiasan yang mencolok.


Aisyah hanya memandangi wanita yang baru datang itu dengan tanda tanya besar, dia tidak mengenalnya akan tetapi wanita berparas jelita itu menyapanya sangat ramah.


"Hosh Amadid !", sapa seorang wanita pada Aisyah.


Wanita yang mengenakan pakaian khas tradisional Persia itu meletakkan telapak tangannya ke atas keningnya seraya tersenyum.


"Hosh Amadid !", sahut Aisyah dengan membalas senyuman wanita itu.


Aisyah lalu menoleh ke arah jam antik kuno yang tengah terbang melayang disamping wanita asing itu.


"Siapakah dia wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.


"Namanya Tabib Naia, dia berasal dari Tabriz, Nona Aisyah", sahut jam antik ajaib.


"Inikah tabib handal yang kamu maksudkan untuk menyembuhkan amnesia Aisyah", ucap Bilqis.


"Benar, ini orangnya yang merupakan tabib terkenal yang mampu menyembuhkan penyakit hilang ingatan Nona Aisyah", jawab jam antik kuno.


"Ternyata tabibnya adalah seorang wanita", kata Bilqis.


"Iya, tabib terkenal yang hamba maksudkan adalah wanita", ucap jam antik kuno.


"Baiklah, kalau begitu, kita segera lakukan ritual pengobatannya", ucap Bilqis.


"Bagaimana Nona Aisyah ?", tanya jam antik kuno.


"Aku rasa lebih cepat lebih baik, kita segerakan ritual pengobatannya", sahut Aisyah.


"Tabib Naia, bagaimana menurutmu ?", tanya jam antik kuno.


"Benar yang diucapkan Aisyah, sebaiknya aku segera memeriksa kesehatannya", jawab Tabib Naia.


"Baiklah, menurut hamba itu juga saran yang baik", ucap jam antik kuno.


Tabib Naia menghampiri Aisyah seraya meraih tangan Aisyah untuk diperiksa denyut nadinya.


Tampak serius sekali ekspresi wajah Tabib Naia saat memeriksa gadis muda itu dan sesekali dia memejamkan kedua matanya.


"Aku akan melakukan pengobatan akupuntur untuk mengobati Aisyah serta memberinya ramuan khusus supaya dia cepat sembuh", kata Tabib Naia.


"Lalu bagaimana dengan masalah amnesianya ?", tanya jam antik kuno.


"Setelah menjalani pengobatan secara rutin dan meminum dengan teratur ramuan obat khusus dariku maka ingatan di kepala Aisyah akan perlahan-lahan kembali semula", sahut Tabib Naia.


"Kami semua berharap akan kesembuhan Aisyah karena tanpa dia mengingat semuanya akan mempersulit kami untuk menyelesaikan urusan di Persia", ucap Bilqis.

__ADS_1


"Kalau boleh aku tahu, urusan penting apakah yang tengah kalian hadapi saat ini di Persia ?", tanya Tabib Naia.


"Kami semua sedang mencari seorang sufi agung untuk mengembalikan kutukannya terhadap kami semua", sahut jam antik kuno.


"Seorang sufi agung !?", ucapTabib Naia.


"Benar, seorang sufi agung yang ternama di Persia karena dialah, kami terjebak dalam wujud kami yang sekarang dan membuat kami semua tidak dapat kembali ke tempat asal kami", ucap Bilqis.


"Aku sempat mendengar perihal sufi agung itu tetapi aku dengar dia sedang melakukan perjalanannya ke Tabriz", sahut Tabib Naia.


"Tabriz !?", ucap semuanya kompak.


"Benar, akan ada perang di Persia dan tuan agung itu tengah menghimpun kekuatannya untuk menghadapi musuh", kata Tabib Naia.


"Perang ?", ucap jam antik kuno.


"Hmm..., tunggu sebentar, aku pernah mendengar cerita tentang jam antik milik Kerajaan Persia yang hilang", kata Tabib Naia.


"Jam antik milik Kerajaan Persia ?", tanya semua yang ada di atas bangunan berlapis keramik itu berbarengan.


"Iya, jam antik kuno yang merupakan benda pusaka itu telah menghilang dari kerajaan sehingga raja menyuruh setiap orang untuk mencari jam tersebut", kata Tabib Naia.


"Lantas adakah hubungannya dengan jam antik kuno milik Aisyah ini ?", ucap Bilqis.


"Aku sendiri tidak paham akan ceritanya tetapi raja memerintahkan seorang utusan agung untuk menemukan jam antik kuno yang merupakan benda pusaka milik Kerajaan Persia", sahut Tabib Naia.


"Apakah cerita itu ada hubungannya dengan hamba !?", tanya jam antik kuno kebingungan.


"Apakah jam antik kuno yang terbuat dari emas utuh itu sangat berarti bagi kedua kerajaan yang tengah berseteru itu ?", tanya Aisyah.


"Entahlah, aku juga tidak terlalu memahaminya akan kisah jam antik kuno itu", sahut Tabib Naia.


"Kisah ini sangat menarik sekali karena semuanya saling berkaitan satu dengan lainnya", ucap Bilqis.


"Badar, bagaimana menurutmu ?", tanya Aisyah kepada pedang awan putih yang ada di pinggangnya.


"Hai Badar, apakah kamu tidak bisa keluar dari dalam pedang itu ? Dan membantu kami semuanya !?", tanya Bilqis.


"Aku hanya bisa keluar setelah kutukan padaku telah menghilang dan sekarang aku hanya bisa berbicara dari dalam pedang awan putih ini", sahut Badar.


"Betapa malangnya nasibmu, Badar", kata Bilqis.


"Aku harap ucapanmu berasal dari lubuk hatimu yang terdalam", ucap Badar.


"Setelah ingatan Nona Aisyah kembali seperti semula maka akan mempermudah kita menyelesaikan misi kita di Persia karena hanya satu-satunya orang yang bisa mengalahkan tuan agung suci itu adalah Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


"Mengapa harus Aisyah ?", tanya Bilqis.


"Karena hanya Nona Aisyah yang mampu menandingi kekuatan dari tuan agung suci itu", ucap jam antik kuno.

__ADS_1


"Sehebat itukah kekuatan yang dimiliki oleh Aisyah sehingga dia mampu mengalahkan tuan agung besar yang telah membuat kita semua seperti ini", ucap Bilqis.


"Karena dia yang terpilih", sahut jam antik kuno.


"Yang terpilih !? Apa maksud dari perkataanmu itu ?", tanya Bilqis.


"Selain Aisyah dari bangsa manusia, dia juga berasal dari keturunan Persia yang mampu menandingi kehebatan tuan agung besar itu", sahut jam antik kuno.


"Bagaimana kamu mengetahui jika aku adalah keturunan Persia, wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.


"Setelah berdiam diri di dalam kotak bidara yang mengurung hamba, dan hanya anda yang mampu melihat dan membebaskan hamba dari kotak bidara itu maka hamba berkesimpulan bahwa anda adalah orang yang terpilih", sahut jam antik kuno.


"Tetapi darimana kamu mengetahui jika aku termasuk keturunan Persia sedangkan aku tidak pernah mendengar cerita bahwa keluargaku berasal dari Persia", kata Aisyah.


"Hanya satu orang terpilih dari keturunan Persialah yang mampu memiliki pedang awan putih serta membebaskan hamba dari kotak bidara itu dan itu tertulis semuanya pada kotak tersebut, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


"Tetapi aku bukan dari keturunan Persia, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.


"Dari keterangan pada kotak bidara yang ada dan tertulis jelas bahwa akan ada orang terpilih yang mampu membebaskan kutukan yang terjadi pada hamba", ucap jam antik kuno.


"Masalah kamu berasal dari keturunan Persia atau tidak, tetapi sekarang ini lebih baik memikirkan cara untuk menyembuhkan amnesia yang kamu derita ini", ucap Bilqis.


"Benar juga yang kamu ucapkan itu dan aku rasa sebaiknya aku segera mengobati penyakit amnesiaku ini", kata Aisyah.


"Hanya satu yang ada dipikiranku, mungkinkah ini berkaitan dengan kutukan tuan agung besar untuk mengubahmu menjadi jam antik supaya masalah urusan dua kerajaan terselesaikan", ucap Bilqis.


"Aku juga berpikiran sama denganmu, Bilqis, kemungkinan saja tuan agung besar itu bertujuan mengubah dia menjadi ja"m antik kuno adalah untuk diserahkan kepada kerajaan musuh agar tidak terjadi perang sedangkan jam antik kuno yang sesungguhnya telah raib dari Kerajaan Persia", kata Aisyah.


"Semua kemungkinan besar itu pasti ada dan aku rasa memang semuanya seakan-akan berurutan serta berkaitan satu dengan lainnya", ucap Bilqis.


"Tapi kenapa tuan besar itu harus mengutuknya menjadi sebuah jam antik kuno, bukankah membeli dari seorang pengrajin jam maka semua terselesaikan", kata Aisyah.


"Dan kenapa tuan besar itu berdalih mengutuk kita semua dengan alasan tidak mengikuti ajarannya, bukankah itu tidak ada hubungannya dengan hilangnya jam antik kuno dari kerajaan", ucap Bilqis.


"Aku pikir saja bahwa tuan agung besar itu memang tengah menghimpun sebuah kekuatan besar sehingga dia sedikit memaksakan kepada kalian yang memang dia sengaja temui untuk membantunya dalam perang nanti", kata Aisyah.


Aisyah memperhatikan ke arah jam antik kuno yang tengah melayang-layang di atasnya kemudian meraih jam tersebut di tangannya.


"Wahai jam antik kuno, apa yang tengah kamu ketahui dari kisah ini yang sebenarnya ?", tanya Aisyah kepada jam antik itu.


"Hamba masih tidak memahaminya, alasan tuan agung besar itu memburu hamba dan mengurung hamba di dalam jam antik kuno buatan tangan hamba", sahut jam antik kuno.


"Karena aku masih kehilangan ingatanku maka aku tidak mengerti jalan cerita dari jam antik kuno tetapi aku akan segera mengetahuinya setelah aku mendapatkan ingatanku kembali", ucap Aisyah.


"Semoga demikian dan hamba sangat berharap akan kesembuhan anda, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


"Yah, aku juga berharap sama denganmu, wahai jam antik kuno", kata Aisyah.


Pandangan Aisyah lalu menerawang jauh ke kota di Persia yang ada di bawah bangunan tempat dia berada saat ini.

__ADS_1


Pemandangan elok yang merupakan bagian dari negeri Persia yang sangat menakjubkan. Namun memiliki banyak kisah-kisah misteri yang tersimpan di dalamnya.


__ADS_2