
Tit...
Tit...
Tit...
Terdengar suara layar monitor alat medis berbunyi, diikuti terbukanya kedua mata Aisyah yang tengah terbaring dengan kabel-kabel masih menancap di tubuhnya.
Aisyah membuka matanya yang lama terpejam dengan lemah ia menatap lurus ke atas langit-langit ruangan.
Dia menoleh ke arah samping dan melihat ruangan yang di lengkapi peralatan medis yang canggih. Dimana kabel-kabel terpasang di seluruh tubuhnya serta selang berisi cairan obat mengaliri tubuhnya.
Aisyah mengerjapkan kedua matanya lalu berusaha untuk bangun tetapi ia tidak dapat melakukannya karena terhalang oleh tabung silinder bening yang menutupi alas tidurnya.
"DUK ! DUK ! DUK ! DUK !", suara tutup tabung dipukul oleh Aisyah.
Aisyah berusaha membuka pelindung tersebut tetapi tampaknya sistem menguncinya secara otomatis untuk pencegahan bahaya yang datang dari luar.
Dia berkali-kali memukul tutup tabung silinder yang terkunci rapat itu tetapi usahanya tidak berhasil.
"DUK... DUK... DUK... !", suara keras dari dalam tabung silinder.
"Kenapa aku berada di dalam sini ? Apa yang terjadi padaku ?", ucap Aisyah pelan.
Aisyah kembali menolehkan kepalanya ke arah ruangan itu tetapi tampak sepi sekali, tak seorangpun terlihat di ruangan tersebut.
"SISTEM MENDETEKSI PENYUSUP... MUSNAHKAN... !", suara terdengar menggema dan mengejutkan Aisyah yang tengah terbaring di dalam tabung silinder yang terkunci rapat.
Sebuah senjata mirip laser tembak tampak mengarah ke bawah tabung silinder.
"Ada apa di bawah sana ?", tanya Aisyah pada dirinya sendiri.
"PENYUSUP HARUS DI MUSNAHKAN ! SENJATA LASER SIAP DI TEMBAKKAN KE ARAH TARGET PENYUSUP ! DI MUSNAHKAN !", suara sistem kembali terdengar menggema di dalam ruangan.
Aisyah kembali memukul tutup pelindung tabung silinder dengan kedua tangannya yang mengepal erat.
Terdengar suara keras dari dalam tabung silinder yang tertutup rapat itu dimana Aisyah kini berada terbaring.
"PASIEN TERIDENTIFIKASI SADAR ! BANGUN DARI KOMANYA ! SEGERA PENURUNAN LEVEL TINDAKAN MEDIS !", suara sistem menggema di ruangan tersebut.
Alat-alat yang bekerja di sekitar tabung silinder mulai melepaskan diri dari tubuh Aisyah, terutama tabung cairan tempat dialirkannya cairan obat ke tubuh Aisyah mulai berhenti mengalir dari selang yang terpasang di tangan gadis muda itu dan mulai terlepas perlahan-lahan.
Tit... Tit... Tiiit... Tiiiiit...", suara mesin terdengar di ruangan itu ketika kabel-kabel yang menancap di tubuh Aisyah terangkat lepas dari gadis itu.
Mesin-mesin berbunyi pelan dan turut berhenti beraktifitas serta padam. Kabel-kabel terbuat dari kerang yang menempel di tubuh Aisyah mulai melepaskan diri dengan cepat, mesin pemacu jantung terlihat tidak menyala lagi serta alat untuk mengaliri oksigen mulai terangkat dari wajah Aisyah.
Saat semua alat serta mesin medis yang terhubung ke tubuh Aisyah berhenti menyala dan terlepas dari badan gadis muda itu, penutup yang terkunci rapat yang melindungi tubuh Aisyah di dalam tabung silinder pelan-pelan terbuka lebar.
Alas tempat Aisyah berbaring bergerak naik lalu berhenti seperti membentuk sebuah kursi yang menyangga tubuh Aisyah yang masih tampak lemah karena lama terbaring koma di atas alas tidur yang ada di dalam tabung silinder yang bening dari kerang.
Aisyah membuka kembali kedua matanya saat alat-alat penopang hidupnya telah terlepas semua dari tubuhnya dan ketika tempat ia berbaring mendudukkan dirinya di atas alas tidur terbuat dari kerang dengan posisi bersandar.
__ADS_1
Dia menyunggingkan senyuman tipisnya sambil menghela nafas yang lemah. Dan merasa lega telah bangkit kembali dari komanya yang panjang dan terasa melelahkan dirinya.
Terdengar suara dari sistem menggema kembali mengisi salah satu ruang di bagian istana awan putih.
"SELAMAT DATANG ! BAGAIMANA KEADAAN ANDA SEKARANG ? APA YANG DIRASA PADA SAAT INI ? ADAKAH YANG MASIH SAKIT, JIKA MASIH TERASA SAKIT TOLONG BERITAHUKAN KEPADA SISTEM AGAR SISTEM LANGSUNG MELAKUKAN TINDAKAN MEDIS KEPADA ANDA SEGERA !", ucap suara sistem pada Aisyah yang hanya menoleh lemah ke arah suara sistem.
Aisyah hanya mengangkat salah satu tangannya seraya menggeleng pelan, dia masih sangat lemah sehingga dirinya tidak dapat mengucapkan kata-kata walaupun itu sepatah kata.
Dia lalu memejamkan matanya seraya melirik ke arah senjata laser yang masih menyala dan mengarah ke bawah.
Aisyah hanya mengernyitkan keningnya sembari menunjuk kepada senjata itu.
"SENJATA MENDETEKSI BAHAYA ! ADA PENYUSUP DI RUANGAN INI ! SENJATA LASER DI AKTIFKAN UNTUK MEMUSNAHKAN PENYUSUP !", ucap sistem.
Aisyah lalu menggoyangkan jari telunjuknya cepat membentuk tanda larangan yang ditunjukkan kepada sistem.
"PERINTAH LARANGAN ! SISTEM MENDETEKSI LARANGAN DARI PASIEN YANG BARU SADAR DARI KOMA !", ucap sistem kabut istana awan putih menggema.
Aisyah yang masih lemah setelah mengalami koma belum bisa berbicara karena tenggorokannya terasa kaku dan kering disebabkan terlalu lama berbaring koma di tempat tidur yang terbuat dari kerang. Dan tidak teraliri oleh tetesan air sedikitpun ke dalam tenggorokkannya.
Meskipun tubuhnya tidak terpasang oleh alat-alat medis lagi serta selang infus yang berisi cairan obat yang biasanya mengalir ke tubuh Aisyah untuk menunjang hidupnya, gadis itu masih bisa menggerakkan bagian tubuhnya seperti tangan serta kepala dengan lemah.
Aisyah lalu mengajak sistem berbicara dengan bahasa isyarat yang hanya dia yang tahu artinya.
"SISTEM TIDAK MENGERTI ! TOLONG PERJELAS DENGAN GERAKAN TANGAN ATAU KEPALA AGAR SISTEM DAPAT MENDETEKSI MAKSUD ISYARAT YANG DI BERIKAN KEPADA SISTEM !", kata sistem itu dengan suara keras.
Aisyah lalu mengangkat tangannya yang sebelah kanan serta telapak tangannya membentuk kepalan seperti memegang minuman yang ia arahkan ke mulutnya yang terasa kering.
"SISTEM MENANGKAP GERAKAN ORANG SEDANG MINUM ! ORANG MINUM AIR ! JAWABAN DARI TEBAK GERAKAN TANGAN TERJAWAB !", kata sistem kabut.
Aisyah mengangguk pelan membenarkan kata-kata dari sistem yang berhasil menjawab atas maksud dari gerakan tangannya yang menginginkan air untuk di minumnya.
"ANDA MENGANGGUK ITU BERARTI SETUJU BAHWA JAWABAN DARI SISTEM ADALAH BENAR ! KATA MINUM TERKUNCI DAN SEDANG TERSIMPAN DALAM DATA UNTUK DI PROSES LEBIH LANJUT OLEH SISTEM !", kata suara tersebut.
Tiba-tiba muncul dari arah bawah sebuah cermin kristal berbingkai emas dengan gagang emas utuh yang berhiaskan ukiran jam antik kuno di seluruh gagang cermin terbang melesat ke atas menuju Aisyah yang sedang duduk bersandar di tempat tidur terbuat dari kerang.
Aisyah yang melihat cermin kristal bergerak cepat ke arahnya tampak terkejut lalu ia tersenyum senang.
"Nona Aisyah apakah anda baik-baik saja ?", tanya cermin ajaib.
Aisyah hanya memandangi cermin kristal ajaib yang bergerak menghampirinya lalu tersenyum kepada cermin ajaib.
"PENYUSUP TERINDENTIFIKASI SEGERA LAKUKAN PEMUSNAHAN ! BENDA BRRGERAK KE ARAH PASIEN, LINDUNGI PASIEN ! AKTIFKAN LASER PEMUSNAH !", suara sistem menggema di ruang tersebut.
"Aduh Nona Aisyah, tolonglah hamba ! Suara aneh itu hendak memusnahkan hamba ! Dia menganggap hamba ancaman yang berbahaya ! Tolong hamba, Nona Aisyah !", kata cermin ajaib terbang menyelinap ke saku pakaian Aisyah.
"PENYUSUP BERKUMAN ! STERILKAN TEMPAT INI !", ucap suara sistem.
Ruangan tampak di sterilkan oleh cairan pembersih kuman, beberapa alat penyemprot bergerak mengelilingi ruangan di tempat Aisyah berada.
"Dengarkanlah, ia berkata-kata lagi tentang hamba !", ucap cermin ajaib.
__ADS_1
Aisyah menggerakkan kepalanya yang bersandar lemah di atas alas tidur yang terbuat dari kerang sembari memasukkan cermin ajaib lebih dalam ke saku tuniknya.
Dia memang masih tidak bertenaga bahkan untuk berbicara ia tidak mampu melakukannya, bibirnya kering, tenggorokannya juga terasa kering serta tubuhnya lemah.
Hanya dengan mengangkat jari telunjuknya ke arah senjata laser kemudian menggerakkannya ke arah samping kanan dan kiri yang bisa ia lakukan sekarang.
"KENAPA ANDA MELARANG PENYUSUP DI MUSNAHKAN ! BAGAIMANA JIKA BERBAHAYA !", ucap sistem kabut istana awan.
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu meraih cermin ajaib dari dalam sakunya seraya mengusap cermin kristal yang cantik itu dengan tangannya, ia ingin mengatakan kepada sistem itu bahwa cermin tersebut sangat berarti baginya.
Sistem rupanya membaca sinyal dari gerakan gadis muda itu dan mengerti dengan maksud dari sikap Aisyah. Senjata laser yang tadi mengarah ke arah Aisyah dan menyala terang kini telah berhenti bergerak dan padam serta kembali ke tempat senjata laser itu berada.
Lampu yang berkedip-kedip seperti alarm tanda peringatan di ruangan tersebut sudah tidak menyala lagi.
Sistem kabut istana awan memahami gerakan dari sikap Aisyah yang berusaha melindungi cermin kristal ajaib dan ingin memberitahukan kepada sistem bahwa cermin ajaib itu adalah benda yang sangat berharga bagi Aisyah.
"TANDA BAHAYA TELAH TERKUNCI ! KONDISI AMAN DAN NORMAL ! IDENTIFIKASI BAHAYA TELAH HILANG, KEADAAN PASIEN AMAN !", suara sistem kembali terdengar di ruangan tersebut.
Aisyah tersenyum lega mendengar suara dari sistem yang menggema di ruangan itu mulai merendah nada suaranya.
Tidak tampak lagi tanda-tanda akan adanya serangan dari sistem kabut istana awan terhadap cermin ajaib miliknya dan Aisyah merasa keadaan mulai aman dan tenang.
Dia menyandarkan kembali kepalanya dengan hati lega serta memejamkan kedua matanya perlahan-lahan seakan beban berat yang ia rasakan sedikit demi sedikit berkurang dari pundaknya.
"Nona Aisyah, apakah anda baik-baik saja sekarang ? Apakah ada yang masih dirasakan anda sakit ?", tanya cermin ajaib cemas.
Aisyah hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu tersenyum dengan mata masih terpejam.
"Syukurlah kalau keadaan anda sudah baikan, hamba sangat mengkhawatirkan kondisi anda yang koma tadi, diam tidak bergerak sehingga membuat hamba ketakutan sekali, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib itu melihat ke arah bibir Aisyah yang pecah-pecah dan kering, ia merasa sangat iba melihatnya kemudian cermin ajaib mengeluarkan kantung kain sutra tenunan tangan yang mewah dari benang-benang anyaman emas dari dalam tubuhnya yang bercahaya warna-warni.
Dia memberikan kantung kain sutra itu kepada Aisyah agar gadis muda berwajah bening itu mengambil sesuatu yang berguna untuk diri Aisyah.
"Bukalah kantung kain sutra ini, dan ambillah sesuatu dari dalam kantung ini yang berguna bagi anda, mungkin obat oles atau semacam salep pelembap yang dapat membuat bibir anda tidak pecah-pecah dan kering, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
Aisyah membuka kedua matanya seraya melihat ke arah kantung kain sutra yang ada digenggaman tangannya.
Dia meraih tali yang mengikat kantung kain sutra dan membukanya, lalu mengalihkan kembali pandangannya dari kantung tersebut ke arah cermin kristal ajaib.
Menatap cermin ajaib itu dengan penuh tanda tanya, ia tidak mengerti dengan maksud perkataan cermin ajaib kepadanya tetapi ia menuruti saran dari cermin kristal ajaib itu untuk mengambil sesuatu di dalam kantung kain sutra.
Tangan Aisyah lalu menyentuh sesuatu saat ia memasukkan tangannya ke dalam kantung kain sutra dan menghentikan gerakan tangannya sembari memandangi cermin ajaib yang tengah melayang di depannya.
"Ambillah benda itu, mungkin dapat membantu anda, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
Aisyah mengambil benda dari dalam kantung kain sutra lalu ia melihat botol keramik di tangannya.
"Botol keramik berisi ramuan ajaib yang rupanya berguna bagi anda, dan sekarang cobalah anda untuk meminumnya, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib. "Semoga bermanfaat untuk kesembuhan tubuh anda, Nona Aisyah !"
Aisyah mengangkat kedua alisnya ke arah atas tanpa berkedip lalu menoleh ke botol keramik yang ada di tangannya.
__ADS_1
Memandanginya sebentar, berpikir sesaat sembari memperhatikan botol keramik tersebut tanpa bersuara.