Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Pertempuran dipintu ketiga...


__ADS_3

Aisyah bergeming menatap lurus kearah wanita berkerudung putih itu yang berlari kearahnya dan menyerangnya garang. Ia sangat terkejut jika wanita itu dapat melukai dirinya dengan kuku-kukunya yang tajam mengenai wajah Aisyah.


Gadis polos itu tidak menyangka sama sekali jika wanita berkerudung putih yang berupa bayangan itu mampu melukai dirinya.


"AAAKHHHH...!!!", teriak Aisyah kesakitan sambil memegangi wajahnya yang terluka.


Wanita berkerudung putih itu lalu berbalik arah melihat kearah Aisyah yang berlari menghindar jauh dari wanita berkerudung putih itu dengan sangat cepat. Ia lupa jika diruangan pintu ketiga ia kehilangan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah itu sehingga membuat Aisyah tidak dapat terbang melayang dan bergerak melesat cepat.


"Meski wanita itu berupa hanya bayangan ternyata dapat melukaiku seperti itu !", kata Aisyah.


Aisyah melihat kearah wanita berkerudung putih itu yang bersiap-siap hendak menyerangnya lagi, ia tampak menggelengkan kepalanya kearah samping kanan dan kiri secara leluasa dan kepala wanita berkerudung putih itu berputar seratus delapan puluh derajat.


Tentu saja Aisyah berdiri merinding dan merasakan seluruh buluk kuduknya berdiri. Ia tidak ketakutan bukan karena melihat wanita berkerudung putih itu tampak sangat seram dengan memutar kepalanya seperti itu karena ia sudah terbiasa dengan segala keanehan yang ia alami selama perjalanan waktu ini melainkan karena ia merinding melihat sosok wanita berkerudung putih yang mirip dengan ibunya itu menjadi musuhnya.


Mana mungkin ia berhadapan dengan ibunya, bahkan langit dapat mengutuk dirinya melakukan perbuatan yang menyakiti ibunya meskipun wanita berkerudung putih itu bukanlah ibunya tapi sosok jelmaan yang merupakan ciptaan dalam ruang pintu ketiga itu berwujud menyerupai ibunya.


"Astaga ! Setan mana yang berani meniru wujud ibuku !?", kata Aisyah berdecak kesal kearah wanita berkerudung putih itu. "Apakah aku harus melawannya !?"


Aisyah berdiri dengan sikap kewaspadaan yang sangat tinggi sekali karena hanya itu yang sekarang dapat Aisyah lakukan sebab ia telah kehilangan kekuatannya saat ini dan hanya mampu menghindari serangan-serangan lawannya.


Didalam ruangan pintu ketiga ini seluruh kekuatan ajaib milik Aisyah benar-benar lenyap seketika. Ia sendiri tidak tahu harus berbuat apa ditempat ini bahkan ia tidak dapat keluar dari ruangan pintu ketiga ini.


"GRRRRRRMMMM...!!!!", wanita itu menggeram keras dengan kedua mata menatap tajam kearah Aisyah dan dengan kepala yang berputar.


"Haihhh !? Tidak bisakah setan itu tidak mengeluarkan suaranya ? Tampang setannya saja sudah menyeramkan dari setan manapun apalagi ditambah dengan suara seseram itu !?", kata Aisyah bergidik ngeri.


Aisyah tidak sanggup membayangkan bagaimana jika makhluk ghaib itu menyentuh dirinya.


"Iiiiihhhhh...Ngeriii...!!!", ucap Aisyah berseru keras.


Wanita berkerudung putih itu lalu bergerak cepat menuju kearah Aisyah dan berusaha menerkam dirinya. Aisyah langsung menyadari kehadiran wanita itu dihadapannya dengan berlari cepat keluar ruangan tengah.


Aisyah melihat wanita berkerudung putih itu bergerak melesat cepat dan bergantungan diatas dinding-dinding ruangan rumah Aisyah. Wanita itu tampak menempel lekat diatas dinding seraya menatap lurus kearah Aisyah yang berdiri dibawahnya.

__ADS_1


"Tidak bisakah makhluk itu bersikap sopan santun sedikit ? Mana pantas seorang wanita bergelantungan diatas dinding seperti itu !? Merayap pula seperti cecak !?", kata Aisyah sewot.


Aisyah bukannya terus berlari tapi berhenti tepat didepan anak tangga rumahnya seraya memperhatikan makhluk seram itu dengan kepala yang berputar seratus delapan puluh derajat yang tengah menggelantung diatas dinding-dinding ruangan rumah Aisyah.


"Hai Setan ! Ini rumahku ! Berani sekali kamu bersikap tidak sopan seperti itu ! Turun ! Kamu mengotori cat dinding rumahku !", teriak Aisyah lantang kepada wanita berkerudung putih itu kesal.


Makhluk seram itu bukannya berhenti memutar kepalanya tapi melotot kearah Aisyah dan wajahnya berubah menjadi ada dua yaitu didepan dan dibelakang kepala yang terus berputar-putar.


Tampaknya makhluk seram itu sangat marah sekali mendengar perkataan Aisyah kepadanya dan makhluk seram itu terjun melompat kearah Aisyah yang berdiri dibawahnya dengan bertolak pinggang serta cemberut.


"GRRRRRRRMMMM....!!!!", suara erangan dari makhluk seram itu saat bergerak melompat turun.


"Astaga ! Makhluk itu turun ! Haissshhh ! Dasar setan !", kata Aisyah lalu berlari menaiki anak-anak tangga rumahnya menuju kelantai atas keruang kamar tidur Aisyah. "PERSETAN DENGAN SETAN !!!", teriaknya lagi dengan lantang.


Mereka tampak saling kejar-kejaran satu sama lainnya, antara dirinya dengan makhluk ghaib yang menyeramkan itu.


Tampak Aisyah berusaha mempercepat larinya yang menaiki anak-anak tangga rumahnya, dan nyaris saja makhluk ghaib yang menyeramkan itu menangkapnya dan menguyah tubuh Aisyah dengan taring-taring yang ada dimulutnya itu.


Gadis polos itu tiba didepan pintu kamarnya lalu meraih ganggang pintu kamarnya dan membukanya cepat kemudian berlari cepat kedalam ruangan kamar tidurnya. Ia menutup pintu kamar tidurnya rapat-rapat. Dan hampir saja makhluk ghaib yang menyeramkan itu masuk kedalam ruangan kamar tidurnya. Untungnya saja ia dapat mengunci pintu kamar tidurnya rapat-rapat.


"Aihhh !? Makhluk apa itu tadi !?", kata Aisyah tertegun sendirian.


Aisyah melihat dirinya tidak kembali mengalami kejadian yang berulang serupa itu lagi. Dan ia tidak kembali lagi kekejadian awal ia datang pertama kalinya ketempat ini. Karena ia masih melihat dirinya duduk diatas lantai ruangan kamarnya dan tetap tidak lagi mengalami kejadian serupa yang berulangkali sebanyak tiga kali itu.


Sekarang Aisyah harus menghadapi makhluk ghaib yang menyeramkan itu tanpa bisa melarikan diri jika ia ingin keluar dari dalam ruangan kamar pintu ketiga ini.


"Bagaimana caranya aku dapat keluar dari ruangan pintu ketiga ini !? Apakah aku harus melewati hari-hariku dirumah ini dan mengulang kembali setiap kejadian yang ada dimasa lima tahun yang lalu ini lagi ?", kata Aisyah kebingungan.


Aisyah lalu beranjak dari tempatnya duduk diatas lantai kamar tidurnya seraya berjalan menuju kearah meja kamarnya yang diatasnya terletak sebuah bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning. Ia memandangi foto yang ada didalam bingkai tersebut dengan tatapan mata sayu. Ia meraba foto itu dengan perasaan yang sangat gamang.


"Ibu, apa yang harus Aisyah lakukan sekarang ?", kata Aisyah sendu.


Aisyah melihat kearah sekelilingnya untuk mencari petunjuk yang ada didalam ruangan kamar tidur pribadinya itu. Tetapi ia tidak melihat petunjuk apapun didalam ruangan kamar tidur pribadinya itu. Ia hanya melihat sebuah bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning yang ada didepannya itu saja. Lalu bagaimana jika ia menghadapi ini semuanya tanpa ada petunjuk ditempat ruangan kamar pintu ketiga.

__ADS_1


"Hmm...!", gumam Aisyah pelan sambil memandangi foto yang ada didalam bingkai ukiran bunga Tulip kuning itu.


Aisyah memperhatikan dari balik pintu kamar tidurnya, ia tidak mendengar lagi suara berisik serta gaduh dari balik pintu kamar tidurnya.


Suasana diruangan rumahnya itu tampak sangat sunyi serta senyap tanpa ada suara erangan dari makhluk seram itu. Tapi ia tidak dapat memejamkan kedua matanya untuk sekedar beristirahat apalagi tidur dikamarnya meski semuanya kembali tenang sediakala.


"Haruskah aku keluar dari kamar tidurku sekarang dan segera mencari petunjuk untuk keluar dari ruang pintu ketiga ini !?", kata Aisyah. "Lalu bagaimana caranya aku menghadapi makhluk seram itu tanpa adanya kekuatan ajaib milikku !?"


Aisyah lalu meraba foto didepannya itu lalu tangannya menyentuh sesuatu yang ada dibelakang bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning itu. Ia merasakan ada sesuatu yang ganjil dibelakang bingkai foto itu. Ia lalu membalik bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning tersebut.


"Sebuah tombol yang tersembunyi dibalik belakang bingkai foto !?", kata Aisyah lalu menekan tombol tersebut.


Tiba-tiba Aisyah tertarik kedalam bingkai foto itu dan ia kini berada didalam foto tersebut. Ia memukul-mukul kaca bingkai foto dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa aku bisa masuk kedalam bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning ini !?", kata Aisyah kebingungan seraya menatap keluar dari kaca bingkai foto. "Keluarkan aku !!!"


"PAAK ! PAAAK !!! PAAAAKKK !!!", terdengar suara keras dari dalam foto.


Aisyah terus meraba-raba kaca bingkai foto tersebut dengan tatapan mata sayu. Ia sangat panik karena sekarang kini ia malah berpindah kedalam foto dan tidak dapat keluar.


"Bagaimana ini !? Kenapa diruang pintu ketiga ini banyak sekali rintangannya !?", kata Aisyah lalu mengalihkan pandangannya kearah sekelilingnya.


Saat pertama datang dari ruangan pintu ketiga ini, Aisyah berulangkali mengalami kejadian serupa dan mengulang peristiwa dirumahnya sebanyak tiga kali dan bertemu makhluk ghaib yang teramat menyeramkan itu kemudian ia masuk kedalam foto tanpa sengaja karena menekan tombol yang tersembunyi dibalik belakang bingkai foto.


Aisyah membalikkan badannya lalu ia melihat bentangan area taman yang sangat luas. Ia tidak melihat lagi keberadaan foto keluarganya didalam bingkai foto itu, hanya ada dirinya yang tengah berdiri didalam foto.


"Apalagi yang harus aku hadapi sekarang ini !? Lalu bagaiamana caranya aku bisa keluar dari dalam foto ini !?", kata Aisyah bergumam pelan.


Aisyah melangkahkan kedua kakinya kedepan perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara gaduh didalam foto karena ia masih meningkatkan kewaspadaannya saat ini apalagi sekarang ia masuk kedalam foto ini tanpa kekuatan ajaib lagi. "Bagaimana aku melewati waktuku tanpa kekuatan ajaib itu lagi didalam foto ini !?", kata Aisyah berkata dalam hatinya.


"Hmm...!? Tempat didalam foto ini ternyata sungguh sangat indah sekali seperti berada ditaman surga !", kata Aisyah lalu berjalan disebuah jalan setapak dari kumpulan bunga berwarna-warni yang sangat indah sekali. Meski ia sangat sadar jika ia tidak memiliki daya kekuatan lagi untuk melewati waktunya didalam foto ini.


Aisyah melihat kearah samping kanan dan kiri jalan setapak dari bunga itu terdapat danau dengan air yang berwarna merah menghimpit jalan setapak dari bunga yang indah itu. Jika dilihat dari atas sana mungkin jalan setapak dari bunga yang indah ini seperti sedang mengapung disebuah hamparan danau yang luas berwarna merah.

__ADS_1


"Indah tapi sedikit menyeramkan pemandangan didalam foto ini !?", kata Aisyah menoleh kearah sekeliling danau berwarna merah itu dan berjalan dengan sangat hati-hati sekali melewati jalan setapak dari bunga tersebut.


Kemungkinan gambarannya agak sedikit menyeramkan bagi orang awam yang belum pernah mengalami hal-hal yang aneh didalam hidupnya. Bagaimana tidak seram, bayangkan saja ia berada dihamparan danau yang luas tak bertepi dengan warna airnya berwarna merah. Tapi bagi Aisyah hal aneh, asing, ajaib serta mencekam sudah menjadi santapan Aisyah sekarang ini. Dan kini ia melewati kejadian-kejadian yang aneh serta ajaib itu tanpa kehadiran jam antik kuno disisinya karena itu ia tidak cukup memiliki semangat seperti sebelumnya ketika ia harus melewati petualangan ajaib ini tanpa kehadiran jam antik kuno disisinya.


__ADS_2