Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Menghindari Kehancuran Kota...


__ADS_3


Aisyah tertegun memandangi perubahan dari Bilqis yang menjelma menjadi ratu jin, dia bahkan tidak menghiraukan keberadaan Aisyah di tempat itu.


Pertempuran tidak terelakkan lagi antara ratu jin dengan sang tuan agung besar, mereka membuat semua orang yang ada di tempat itu ketakutan sehingga lari tunggang langgang.


Kekuatan-kekuatan yang dimiliki oleh keduanya saling beradu membuat sesuatu yang dashyat terjadi.


BLAR... BLAR... BLAR...


Ledakan tak terelakkan lagi diantara ratu jin dengan tuan agung besar dan terus menerus menyebabkan kerusakan demi kerusakan di sekitar mereka.


"Oh Tuhanku... Apa yang harus kita lakukan, wahai jam antik kuno ?", tanya Aisyah.


"Kita hanya bisa menunggu situasi mereda, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.


"Tidak bisakah kamu menghentikannya, bukankah kamu adalah benda ajaib, wahai jam antik kuno !?", kata Aisyah.


"Tidak, hamba tidak bisa menghentikan pertempuran ini, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.


Aisyah menghela nafas panjangnya lalu menarik pedang awan putih miliknya seraya memerintahkan kepada perisai pelindung berbentuk bintangnya untuk kembali seperti sediakala.


"Aku akan bertempur tetapi aku tidak akan membela salah satu dari mereka tetapi aku berniat untuk melerai keduanya agar tidak ada korban yang tumbang di kota ini", kata Aisyah.


"Apakah anda mampu melakukannya sedangkan mereka berdua merupakan lawan-lawan yang tangguh sekali ?", tanya jam antik kuno.


"Mereka bukan lawan melainkan dua pihak yang ingin aku lerai agar tidak melakukan pertempuran di dalam kota Persia ini", sahut Aisyah.


"Apakah anda membela orang-orang Persia ?", tanya jam antik kuno.


"Tidak, aku tidak membela siapapun tetapi aku berusaha melindungi anak-anak kecil yang tidak berdosa, wahai jam antik kuno", sahut Aisyah.


"Baiklah, hamba akan membantu anda dengan melindungi anda ketika bertempur, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


Aisyah hanya menganggukkan kepalanya lalu melayang ke arah Bilqis dan tuan agung besar yang tengah bertempur.


"Bilqis !", teriak Aisyah.


Ratu jin melirik ke arah Aisyah yang ada di bawahnya tanpa menjawab panggilan gadis muda itu.


Tetap melanjutkan pertempurannya melawan tuan agung besar dihadapannya, kembali terdengar suara-suara ledakan yang dahsyat diantara kekuatan milik mereka berdua yang beradu kuat.


"Dia tidak mendengarkanku, sepertinya aku juga harus menggunakan kekuatanku wahai jam antik kuno", kata Aisyah.


"Iya, Nona Aisyah ! Dan aku sarankan kepada anda untuk meminum ramuan ajaib sebagai penambah kekuatan anda", lanjut jam antik kuno.


"Ramuan ajaib !? Apakah kamu membawa ramuan ajaib itu sekarang ?", tanya Aisyah.


"Ada pada kantung kain milik anda, semuanya anda masukkan ke dalam kantung itu, Nona Aisyah", jawab jam antik kuno.


"Oh, aku hampir melupakannya", ucap Aisyah.


Dia lalu mengambil kantung kain sutra miliknya dari dalam saku tuniknya dan membuka kantung itu.

__ADS_1


"Banyak sekali botol-botol ramuan di dalam kantung kain sutra milikku ini, apakah aku harus meminumnya setiap hari !?", tanya Aisyah.


"Tentu saja, anda harus meminumnya karena anda pernah terluka parah akibat serangan dari tuan agung besar itu dan ditambah anda pernah mengalami koma", sahut jam antik kuno.


"Hmmm...", gumam Aisyah.


"Hamba sarankan anda untuk meminumnya secara teratur untuk kesehatan anda serta menambah kekuatan anda, Nona Aisyah", lanjut jam antik kuno.


"Baiklah, aku akan meminum ramuan ajaib ini", sahut Aisyah.


"Iya, hamba rasa itu idea yang bagus untuk anda, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


"Boleh aku tanya kepadamu !?", tanya Aisyah.


"Apa yang ingin anda tanyakan kepada hamba, Nona Aisyah ?", sahut jam antik kuno.


"Kenapa anda tidak ikut bertempur denganku, Nona Aisyah ?", tanya Aisyah.


"Karena hamba hanyalah sebuah jam antik kuno dan hanya benda mati tanpa memiliki kekuatan besar untuk menghadapi tuan agung yang hebat itu, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno.


"Bukankah kamu memiliki kekuatan ajaib yang tak kalah hebatnya", kata Aisyah sambil meminum ramuan ajaib.


"Dengan wujud hamba yang seperti ini, tidak memungkinkan bagi hamba untuk melakukannya karena hamba memiliki keterbatasan kekuatan, Nona Aisyah", sahut jam antik kuno dari dalam saku tunik Aisyah.


"Apakah setelah kamu kembali ke wujud asalmu maka kamu akan memiliki kekuatan yang hebat ?", kata Aisyah bertanya.


"Tentu saja, dan seluruh kekuatan hamba akan kembali semula, Nona Aisyah", ucap jam antik kuno.


Aisyah langsung melesat cepat diantara mereka dan mengarahkan pedang awan putih kepada serangan-serangan yang dikeluarkan oleh Bilqis serta tuan agung besar itu.


Ratu jin itu lalu menolehkan kepalanya ke arah Aisyah, dan berucap padanya.


"Wahai nona muda, pergilah segera dari hadapanku !", teriak ratu jin dengan kedua mata berapi-api.


"Hai ratu jin ! Dengarkanlah ratu jin ! Perbuatanmu akan membuat hancur seluruh kota Persia bahkan mampu melukai semua orang !", teriak Aisyah.


"Aku tidak peduli dengan itu semua karena tujuanku adalah mengambil kembali pusaka milikku meskipun aku harus meluluh lantakkan seluruh kota Persia ini", sahut jam antik kuno.


Aisyah berusaha menahan serangan yang dilancarkan oleh ratu jin yang akan diarahkan untuk tuan agung besar itu.


"Nona Aisyah berhati-hatilah karena serangan dari ratu jin itu sangat kuat sekali", ucap jam antik kuno.


"Iya... Aku akan bersikap lebih hati-hati...", sahut Aisyah.


Aisyah bergerak ke arah tuan agung besar itu dan menatap tajam kepada pria bersurban itu.


"Tolong sudahi pertempuran ini, tuan", ucap Aisyah.


"Bukan aku yang memulai pertempuran ini tetapi ratu jin itu yang telah melakukan pertempuran antara kami", sahut tuan agung besar itu.


"Tidak lihatkah sekeliling anda yang telah hancur porak poranda karena ulah kalian !?", kata Aisyah.


"Baiklah, aku akan menghentikan seranganku agar tidak terjadi bencana yang lebih besar", ucap tuan agung besar itu.

__ADS_1


"Dan tolong serahkan apa yang telah diminta oleh ratu jin itu", pinta Aisyah.


"Pusaka itu !? Tetapi pusaka itu teramatlah berbahaya dan mampu menghancurkan tidak hanya kota Persia tetapi seluruh dunia", sahut tuan agung besar itu.


"Tetapi pusaka itu milik ratu jin dan dia hanya ingin tuan mengembalikannya kepada ratu jin itu... Cobalah tuan agung mengerti !", kata Aisyah.


"Baiklah... Aku akan mengembalikan pusaka itu kepada ratu jin itu", sahut tuan agung besar.


Tuan agung besar itu lalu mengambil pusaka milik ratu jin dari telapak tangannya yang terbuka.


Muncul sebuah tongkat bermata merah dengan uliran emas di bagian gagang tongkat dari tangan tuan agung besar itu.


"Ini, aku kembalikan pusaka milik ratu jin tetapi dengan satu syarat bahwa dia tidak diperkenankan untuk menggunakan pusaka miliknya", ucap tuan agung besar.


"Aku akan katakan pada ratu jin untuk tidak menggunakan pusaka ini", kata Aisyah.


Tuan agung besar itu menganggukkan kepalanya kepada Aisyah lalu tersenyum ramah.


"Baiklah, nona muda, aku percayakan kepadamu pusaka itu", sahut tuan agung besar.


Aisyah lantas melayang tinggi ke arah ratu jin dan menghadap kepada jin itu sambil berucap padanya.


"Wahai ratu jin, ini pusaka yang kamu inginkan tetapi dengan syarat kamu tidak akan pernah mempergunakan pusaka milikmu untuk kepentingan apapun", kata Aisyah.


Ratu Bilqis lalu mengambil pusaka miliknya dari tangan Aisyah seraya memandanginya dengan cermat.


"Tapi aku tidak berjanji padamu untuk tidak menggunakan pusaka milikku ini karena aku akan terus memakainya", sahut ratu jin itu.


"Apa !?", ucap Aisyah terkejut.


"Maafkan aku karena aku telah menipu mu untuk mendapatkan pusaka ini dan sejatinya aku ingin menaklukkan dunia ini", sahut Ratu Bilqis.


"Hah !? Ap--a !?", lanjut Aisyah.


"Sebenarnya ini bukan pusaka milikku melainkan aku mencurinya dari tangan seorang raja di negeri Sheba", sahut ratu jin itu.


Ratu jin itu tertawa keras dengan bangganya dia mengangkat pusaka ajaibnya yang bersinar terang, terlihat asap mengepul dari pusaka milik ratu jin.


"Dan satu yang ingin aku katakan kepadamu bahwa namaku bukanlah Bilqis, aku adalah jin yang telah merebut kerajaan negeri Sheba dan orang suci itulah yang mengurungku agar aku tidak menjajah negeri makmur itu", kata ratu jin dengan tertawa lantang.


"Apa !?", sahut Aisyah emosi.


"Oh tidak, ratu jin telah menyulut api besar dan dia tidak menyadarinya sama sekali bahaya yang akan dia hadapi", ucap jam antik kuno.


Aisyah mencoba memahami situasi yang telah terjadi itu dan dia berusaha menahan kemarahannya serta berharap yang diucapkan dan didengar olehnya hanyalah kebohongan dari Bilqis.


Dia berharap ratu jin itu sedang bercanda dengannya tanpa mengatakannya sungguh-sungguh.


Terdengar gelak tawa dari ratu jin yang membahana hingga ke atas langit tertinggi dan hal itu semakin menambah emosi di hati Aisyah bergelora hebat.


"Bilqis... Apa yang dia bicarakan itu benar adanya... ?", ucap Aisyah.


Aisyah yang bertanya-tanya dalam hati kecilnya lalu mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat.

__ADS_1



__ADS_2