Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Siapa Yang Menang kali ini...


__ADS_3

Saat Aisyah hampir sampai didepan pintu keluar istana awan putih ini tiba-tiba saja sebuah sinar cahaya terang mengarah cepat kearah pintu istana awan putih yang berukuran raksasa itu.


"BRAAAAKKKK !!!", dan terdengar suara sangat keras dari arah pintu istana awan putih itu menutup dengan cepat.


"Oh tidaaaaakkk !!! Jangan tutup !!! Aku mau keluar dari istana awan putih iniiii !!!", teriak Aisyah seraya menjulurkan tangannya kearah depan untuk menahan pintu istana awan putih itu agar tidak tertutup dan tapi sayangnya usaha Aisyah tidak berhasil menahan pintu istana awan putih itu yang berukuran raksasa untuk terbuka.


Akhirnya Aisyah terkunci rapat-rapat didalam istana awan putih ini dan tidak dapat keluar lagi dari istana itu.


"Oh Tidaaak !!", kata Aisyah limbung saat pintu istana awan putih yang berukuran raksasa itu tertutup rapat dan ia tidak bisa membukanya karena telah terkunci.


Pria bermata putih itu lalu terbang mendekat kearahnya dan bergumam pelan pada Aisyah, "Sistem Kabut Telah Diaktifkan ! Sistem Kabut Telah Diaktifkan ! Sistem Kabut Telah Diaktifkan !"


Aisyah bergerak pelan lalu membalikkan badannya menghadap kearah pria bermata putih itu yang sedang berdiri tegak didepannya.


Keduanya saling berpandangan satu sama lainnya dengan tatapan mata tajam yang saling beradu. Aisyah berdiri tegak dengan tangan mengepal erat seraya mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah pelan.


Energi spiritual keduanya saling bersinergi kuat dan keduanya memiliki ketinggian level spiritual yang sama-sama tinggi, kedua mata mereka juga sama-sama berwarna putih tanpa pupil mata yang bercahaya terang.


Semilir angin meniup kain panjang yang menutup kepala Aisyah rapat-rapat serta menerbangkan gaun panjangnya yang indah berwarna merah muda yang berkilauan diterpa cahaya cerah yang menyeruak masuk kedalam ruangan istana awan putih. Keduanya saling beradu pandang tanpa suara hanya saling mengeluarkan energi kuat dari tubuh mereka dan pancaran energi keduanya saling beradu kuat saling mengalahkan.


"Sistem Telah Diaktifkan !", kata pria bermata putih itu seraya menghunuskan pedang panjangnya yang berwarna putih kearah Aisyah.


"Tiada Tuhan yang aku sembah selain Allah Maha Kuasa !", ucap Aisyah berseru lantang dan terbang melesat kilat menuju kearah pria bermata putih itu.


Kedua mata Aisyah yang berwarna putih memancarkan sinar cahaya terang berwarna-warni pelangi yang cerah benderang bagaikan sinar laser menyorot lurus kearah pria bermata putih itu.


Mata yang dimiliki Aisyah saat ini memiliki daya tempur yang kuat dan mampu menghanguskan seluruh benda-benda yang ada didepannya.


Pria bermata putih itu menangkis serangan sinar mata Aisyah yang bercahaya terang yang bersinar mengarah cepat kearahnya dengan pedang panjang berwarna putih milik pria itu. Ia berdiri mempertahankan posisinya saat menghadang serangan dari Aisyah, ia tidak menyangka jika sinar cahaya yang terpancar dari kedua mata Aisyah itu memiliki daya serang yang sangat hebat dan membuat dirinya kewalahan.


"TAAAAARRRRRR !!!! TAAAAARRR !!!", terdengar suara keras bagaikan suara yang saling berbenturan.


Tiada yang menyangka jika sinar cahaya yang terpancar keluar dari kedua mata Aisyah itu sangat kuat serta mampu membuat pria bermata putih itu nampak kerepotan menahan serangan tersebut.

__ADS_1


"DAAAARRRRR !!!", suara ledakan akhirnya terjadi saat mereka saling bertahan kuat untuk memenangkan pertempuran itu.


Kedua orang itu sama-sama sangat kuat dan tangguh. Mereka juga memiliki kekuatan ajaib yang sama hebatnya.


Terlihat keduanya terpental jauh dari posisi mereka masing-masing saat saling bertahan hidup untuk mempertahankan siapa yang terkuat dari mereka berdua dalam pertempuran itu dan karena diantara mereka sama menginginkan kemenangan dalam pertempuran ini maka akhirnya keduanya sama-sama terjatuh terlempar keras oleh kekuatan mereka sendiri.


"Aiiihhh !!!", kata Aisyah menahan sakit saat dirinya terhempas kearah bawah. "Aduh sakit sekali !"


Aisyah memegangi lengannya yang terasa sakit akibat terbentur pilar-pilar istana awan putih meski demikian ia sendiri dalam keadaan baik-baik saja sedangkan anehnya istana awan putih ini tidak dapat roboh atau hancur akibat terjangan-terjangan serangan mereka yang menyesaki ruangan istana awan putih ini. Ia buru-buru menatap kembali kearah pria bermata putih itu dengan cepat saat dirinya telah berada diatas lantai karena Aisyah takut jika pria itu sewaktu-waktu akan meyerangnya secara tiba-tiba.


Pria bermata putih itu tampaknya merasa kesulitan untuk bangun setelah menerima serangan dari sinar cahaya milik Aisyah. Rupanya kekuatan sinar cahaya yang terpancar dari kedua mata Aisyah mampu membuat pria bermata putih itu tumbang dan turut merasakan betapa kuatnya kekuatan cahaya yang terpancar dari kedua mata Aisyah tersebut.


"Tampaknya pria bermata putih itu agak susah untuk bangun, aku rasa ini kesempatanku untuk kabur darinya", kata Aisyah.


Aisyah lalu beranjak dari tempatnya dan langsung terbang melesat kilat menuju kearah keluar istana awan putih.


Pria bermata putih yang tengah terbaring dibawah itu menyadari jika Aisyah hendak melarikan diri keluar dari ruangan istana awan putih ini dan berusaha kabur darinya. Meski ia tampak sangat kesulitan untuk berdiri, pria bermata putih itu tetap berusaha bangun meski tertatih.


"Sistem Kabut telah diaktifkan ! Sistem Kabut telah diaktifkan !", ucap pria bermata putih itu lalu berdiri tegap sambil memandang kearah Aisyah yang tengah melesat cepat menuju kearah keluar istana awan putih ini.


Aisyah tidak menyadari jika pria bermata putih itu tengah mengikuti dirinya dari arah belakang.


"Pintu telah dekat dan aku harus bisa membukanya", kata Aisyah lalu berkonsentrasi penuh untuk membuka pintu dengan cara mengarahkan pandangan matanya kearah pintu keluar istana awan putih ini.


Kedua mata Aisyah mengeluarkan sinar cahaya yang terpancar sangat terang kearah pintu istana awan putih ini yang berukuran cukup besar dan kuat.


Saat sinar cahaya keluar dari kedua mata Aisyah yang hampir mengenai pintu istana awan putih ini tiba-tiba pria bermata putih itu menghalangi jalan keluar Aisyah. Sontak saja ia sangat terkejut saat melihat pria bermata putih itu kini berada didepannya seraya mengarahkan pedang panjang berwarna putih miliknya kearah depan untuk menangkis sinar cahaya terang bak laser yang keluar dari kedua mata Aisyah.


"Astaga ! Pria bermata putih itu nampaknya berhasil untuk bangun dari tempatnya terjatuh tadi !?", kata Aisyah kaget.


Aisyah lalu menghentikan laju terbangnya seraya memperlambat kepakan kedua sayapnya yang indah berwarna-warni pelangi itu. Ia menatap tajam kearah pria bermata putih itu yang ada dihadapannya yang terlihat berkonsentrasi penuh untuk menangkis serangan sinar cahaya terang dari kedua mata Aisyah. Ia sadar jika sinar cahaya yang terpancar dari kedua matanya sangat berbahaya karena sanggup membuat hangus seluruh benda yang ia temui.


Kedua mata Aisyah yang kembali berubah putih tanpa pupil itu memiliki kekuatan hebat hanya saat dirinya tengah berkonsentrasi penuh saja dan akan kembali lagi semula setelah daya konsentrasi pikiran Aisyah mulai berkurang dan jika ia tidak merasa dalam keadaan bahaya.

__ADS_1


"Bagaimana ini ? Jika aku tidak berhasil mengalahkan pria bermata putih itu !?", kata Aisyah bimbang.


Siapa yang menang dalam pertempuran antara dirinya dengan pria bermata putih itu tidak dapat ia prediksikan sendiri. Karena ia hanya mereka-rekanya sendiri. Apakah nantinya sistem yang memenangkan pertempuran ini ataukah justru Aisyahlah yang menang dalam pertempuran ini atau sebaliknya atau kemungkinan sama-sama seri.


Suasana diruangan istana awan putih ini sangat menegangkan sekali. Pria bermata putih itu lalu terbang mendekat kearah Aisyah tapi saat pria itu hampir mendekati pada Aisyah terdengar suara ucapan yang keluar dari bibir Aisyah.


"Tunggu ! Siapakah yang mengirimmu kemari ? Lalu siapakah dirimu ?", Aisyah berhasil menghentikan gerak pria bermata putih itu dan terus mengajaknya berbicara.


Pria bermata putih itu tampak terdiam bergeming kearah Aisyah lalu pria bermata putih itu menjelaskan pada Aisyah.


"Sistem Kabut telah diaktifkan maka nona harus segera menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem !", kata pria bermata putih itu.


"Kenapa kamu menyerangku seperti itu jika kamu merupakan barisan dari sistem diistana awan putih ini", kata Aisyah.


"Itulah yang disebut sistem tidak ada yang mengetahui siapa yang akan menang diantara mereka ! Hanya menyampaikan perintah !", kata pria bermata putih itu kepada Aisyah serius.


"Apakah kamu adalah sistem ?", kata Aisyah penasaran.


"Sistem Kabut telah diaktifkan dan segeralah menyelesaikan misi dalam sistem ini !", sahut pria bermata putih itu.


Aisyah semakin tidak mengerti darimana dan bagaimana pria bermata putih itu menjadi bagian dari sistem diistana awan putih ini. Karena Ia mengira jika sistem hanyalah sebuah peraturan yang mengatur jalannya kehidupan yang berupa laporan data yang berjalan secara otomatis dan Aisyah tidak pernah menyangka jika pria bermata putih itu adalah merupakan bagian dari komponen yang dihubungkan secara bersama untuk memudahkan aliran informasi, energi untuk mencapai suatu tujuan yang disebut dengan sistem.


"Apakah aku harus menyelesaikan misi dari sistem agar bisa keluar dari istana awan putih ini ?", kata Aisyah.


"Benar sekali !", sahut pria bermata putih itu lalu menghentikan gerakannya serta serangannya kepada Aisyah.


"Bagaimana jika aku tidak menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem dari istana awan putih ini ?", kata Aisyah tanpa kenal rasa takut melawan pria bermata putih itu.


"Itu bukan ranah kekuasan saya untuk menjawabnya karena saya dikirim oleh sistem untuk membantu nona agar berhasil menyelesaikan misi ini !", kata pria bermata putih itu.


"Apakah jika aku mampu menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem dari istana awan putih ini akan dapat mengembalikan waktu yang berhenti berputar kembali semula ?", kata Aisyah.


"Mungkin saja terjadi tapi saya tidak memiliki kekuatan untuk menjawabnya nona !", ucap pria bermata putih itu.

__ADS_1


"Siapakah dirimu ?", tanya Aisyah.


Suasana mendadak menjadi sangat hening saat keduanya saling bertatap mata dan saling menyadari keberadaan posisi mereka masing-masing. Lawan apakah kawan ?, keduanya sama-sama tidak mengetahui jawabannya atas teka-teki ini.


__ADS_2