Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Benda Kilat Kuncinya...


__ADS_3

Aisyah berjalan menghampiri benda kilat yang tergeletak di bawah lantai istana awan putih.


Benda kilat yang berkilauan itu tampak bercahaya terang benderang meski telah terjatuh dari tempatnya.


Ukurannya yang besar tidak memungkinkan untuk Aisyah raih atau dia ambil karena benda kilat tidak muat di tangan gadis itu.


"Akhirnya benda kilat itu dapat aku singkirkan dari muka pintu kelima, sekarang tinggal kita masuk ke dalam pintu kelima itu, wahai cermin ajaib", kata Aisyah.


"Iya, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Ayo, kita masuk ke pintu kelima dan kita selesaikan tugas misi ini di istana awan putih", kata Aisyah.


Cermin kristal ajaib bergerak melayang mengikuti Aisyah yang berjalan menuju ke arah pintu kelima tetapi sebelum mereka sampai ke pintu tersebut, benda kilat yang berada di atas permukaan lantai istana bergerak-gerak keras dan melayang di udara.


Aisyah yang tengah berjalan melewati benda kilat besar itu sangat terkejut ketika melihat benda yang tergeletak di lantai tiba-tiba terbang seraya berputar-putar melingkar.


Gadis itu terlihat terpaku diam memandangi benda kilat dihadapannya yang bergerak dengan sendirinya.


"Oh Tuhanku !?", pekik Aisyah tertahan seraya menutupi bibir mungilnya dengan kedua tangannya rapat-rapat.


Aisyah membelalakkan matanya kaget saat benda kilat itu melayang berputar-putar lalu berdiri tegak di udara dan cahayanya membentuk pusaran melingkar.


"Apa yang terjadi !?", ucap cermin ajaib.


Aisyah tidak dapat berkata-kata dan hanya terdiam membisu seraya menatap ke arah pusaran cahaya yang mengelilingi benda kilat di depannya.


Hembusan angin menerpa tubuh Aisyah yang berdiri di sana dengan tatapan terkejutnya.


"Nona Aisyah segera lari dari benda kilat besar itu ! Jangan diam disana, karena berbahaya buat anda, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.


Aisyah tidak mendengar ucapan cermin ajaib padanya dan hanya diam termangu di hadapan benda kristal besar itu.


Tubuh Aisyah perlahan terangkat ke atas dan ikut terbang melayang di sekitar benda kilat yang dikelilingi pusaran cahaya berkilauan.


Aisyah terombang-ambing di udara dan ikut berputar memutari benda kilat di hadapannya mengikuti arus pusaran cahaya yang ada disekitar benda kilat.


"Wow !? Aku berputar mengelilingi benda kilat itu, ampun !?", pekik Aisyah saat tubuhnya melayang serta berputar disekitar benda kilat itu.


Cahaya yang memancar dari pusaran disekitar benda kilat semakin bertambah terang dan berpendar-pendar menyilaukan.


Terlihat Aisyah yang tubuhnya ikut terguling-guling di antara pusaran cahaya sekitar benda kilat terdengar menjerit-jerit sangat kencangnya.


"AAAAAAAAA... Tolong aku !!! Hentikan !!! AAAAAAAA.... !!!", teriak Aisyah.


Pusaran cahaya pada benda kilat semakin bergerak kencang dan membuat Aisyah bertambah menjerit keras.


"AAAAAAAAA... AAAAAAA... AAAAAKHHH..."


Cermin ajaib yang hanya menyaksikan pemandangan itu tidak dapat berbuat apa-apa karena dia ingat perkataan Aisyah untuk tidak ikut campur dalam menyelesaikan tugas Aisyah pada pintu kelima.


Tampak cermin kristal ajaib sangat panik serta serba salah karena dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menolong Aisyah.


"AAAAAAAA..."


Terdengar jeritan Aisyah yang melengking di pusaran cahaya sekitar benda kilat dan terlihat tubuhnya ikut berputar-putar.


"Astaga !? Bagaimana ini !? Apa yang harus aku lakukan sekarang ?", ucap cermin ajaib bertambah panik.


Cermin kristal ajaib tidak dapat menahannya lagi dan dia lalu mengubah bentuknya menjadi besar lebih besar dari benda kilat itu.


Cahaya berwarna-warni pelangi mulai keluar perlahan dari badan cermin kristal ajaib dan memancar terang ke arah benda kilat dan berusaha menghisap pusaran cahaya yang terus berputar cepat di sekitar benda tersebut.


Sebelum cermin ajaib itu meghisap semua cahaya yang ada disekitar badan benda kilat, pusaran cahaya itu lalu menyelubungi benda kilat besar, dan terlihat keluar kepulan awan berwarna-warni di sekeliling badan kilat membentuk sebuah kunci.


"Kunci ?", gumam cermin ajaib saat melihat awan-awan yang berwarna-warni itu berubah membentuk kunci dari awan.


DAR...


Suara keras muncul dari benda kilat serta bersamaan itu awan berwarna-warni menghilang lenyap dari sekeliling benda kilat.

__ADS_1


Sebuah kunci berbentuk kilat lalu terbang ke arah depan pintu kelima dan diam melayang di sana.


Aisyah menjerit keras saat tubuhnya terbang menukik ke bawah.


"AAAAAAAA...."


Teriakan Aisyah langsung menyadarkan cermin ajaib yang berubah berukuran besar dan dengan cepat cermin kristal ajaib itu terbang ke arah gadis muda itu.


Cermin kristal ajaib berhasil menangkap tubuh Aisyah yang menukik jatuh dari atas dan menaruh badan gadis muda itu di atas cermin.


"Bruk !", suara tubuh Aisyah yang terjatuh tepat di badan cermin kristal ajaib.


"Auwh !? Sakit sekali !? Sepertinya tubuhku remuk redam karena keseringan jatuh dari ketnggian dan kepalaku menjadi benjol karena terantuk kaca cermin", keluh Aisyah yang beranjak duduk di atas cermin ajaib yang berukuran besar.


"Apa anda baik-baik saja, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib terdengar sangat cemas sekali.


"Aduh !? Bagaimana aku bisa mengatakan bahwa aku baik-baik saja sedangkan tubuhku lebam-lebam dan lihat !", pekik Aisyah saat melihat wajahnya di cermin.


"Ada apa, Nona Aisyah ?", ucap cermin ajaib panik.


"Lihatlah ! Wajahku menjadi bengkak karena terkena pusaran cahaya tadi !?", kata Aisyah terkejut kaget sambil memegangi wajahnya dengan kedua tangannya.


"Tuhan ! Anda mengagetkan hamba, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib lega.


"Apakah kamu tidak melihat perubahan wajahku ini yang berubah menjadi bengkak serta kemerahan, wahai cermin ajaib !?", pekik Aisyah.


"Tenanglah, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib mencoba menenangkan hati gadis muda itu.


Tetapi Aisyah terlihat sangat cemas dan panik karena mendapati dirinya yang wajahnya berubah bengkak dan merah.


Hampir mirip seperti roti selai merah yang bulat dan tampak lucu.


"Bagaimana aku bisa tenang melihat mukaku seperti roti kukus ini, tidakkah ini sangat mengkhawatirkan sekali dan bagaimana wajahku kembali semula, wahai cermin ajaib", kata Aisyah merengut dengan muka bengkak dan merah.


"Hamba rasa itu tidak akan bertahan lama dan bersabarlah, mungkin sebentar lagi wajah anda akan kembali seperti semula dan tidak bengkak lagi, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Percayalah pada hamba, wajah anda akan berubah sendirinya dan menjadi cantik sediakala, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib mencoba menghibur hati gadis muda itu.


Aisyah tampak menggelengkan kepalanya cepat dan mengarahkan jari telujuknya ke depan lalu menggoyangkannya.


"Tidak ! Tidak ! Dan tidak ! Tolong kamu carikan aku cara untuk menyembuhkan mukaku ini, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah.


"Hmmm... Baiklah, hamba akan mencoba mencari solusinya agar wajah anda menjadi tidak bengkak seperti itu lagi, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Perkataan dari cermin kristal ajaib sedikit membuat hati Aisyah tenang dan tidak gelisah lagi.


Aisyah lalu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar istana awan putih dan mencari keberadaan benda kilat yang berukuran besar itu.


"Kemana perginya benda kilat itu !? Kenapa aku tidak melihatnya di istana ini ?", ucap Aisyah.


Gadis muda itu tampak kebingungan saat melihat benda kilat di istana awan putih itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya.


Aisyah nencari-cari benda kilat itu tetapi dia tidak menemukannya disana.


"Apa yang sedang anda cari, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Aku mencari benda kilat itu tetapi aku tidak melihatnya disini", sahut Aisyah.


"Hamba tadi melihatnya benda kilat itu menuju ke depan pintu kelima, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Oh iya !? Kenapa aku tidak melihatnya ? Ayo, tolong turunkan aku agar aku dapat kesana, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah.


"Baik, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


Cermin kristal ajaib lalu terbang merendah ke arah bawah sehingga Aisyah dapat turun dari badan cermin ajaib dengan mudah.


Aisyah melompat turun dan berlari ke arah pintu kelima dengan segera.


Gadis berwajah bening itu berdiri tepat di muka pintu kelima dan dilihatnya sebuah kunci berbentuk kilat tengah melayang di sana.

__ADS_1


"Apa ini ?", ucap Aisyah.


"Itu adalah benda kilat berukuran besar yang tadi berputar di istana dan mengeluarkan pusaran cahaya yang menerbangkan anda, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.


"Oh iya ?", tanya Aisyah.


Cermin kristal ajaib lalu mengubah dirinya yang berukuran besar menjadi kecil seperti ukuran cermin pada umumnya.


WUSH... WUSH... WUSH...


Cermin ajaib kembali ke wujudnya semula dan menghampiri Aisyah yang terdiam memandangi kunci berbentuk kilat.


"Kenapa anda diam saja dan tidak mengambil kunci tersebut, Nona Aisyah ?", tanya cermin ajaib.


"Apa kegunaan dari kunci kilat ini ? Bukankah kunci pintu kelima adalah kunci berbentuk gulali bulat lingkaran ?", kata Aisyah bertanya-tanya.


"Astaga !? Kenapa anda berkata demikian ?", ucap cermin ajaib.


"Benar bukan yang aku katakan kalau kunci pintu kelima adalah gulali bulat lingkaran tetapi kenapa justru ada lagi kunci yang lainnya disini !?", kata Aisyah tidak mengerti.


"Coba saja kedua-duanya ke pintu kelima itu, jadi anda akan tahu mana kunci pintu kelima di antara kedua benda itu, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


"Hmmm... Begitu, ya... Baiklah, aku akan mencoba kedua benda itu agar aku tahu kunci manakah untuk membuka pintu kelima...", kata Aisyah.


"Itu sebuah keputusan yang sangat tepat sekali, Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.


Aisyah memperhatikan benda kilat yang melayang di muka pintu kelima itu sesaat kemudian dia mengambil kunci berbentuk kilat seraya menimangnya.


"Hmmm... Apakah aku lebih baik mencoba kunci berbentuk kilat ini atau aku memasukkan gulali bulat lingkaran terlebih dahulu, ya ?", kata Aisyah gamang.


"Coba saja dulu benda kilat itu karena benda gulali bulat lingkaran sudah anda coba awal tadi ke pintu kelima, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.


"Oh benar juga yang kamu katakan itu, aku tadi sudah memasukkan kunci dari gulali bulat lingkaran ini pada pintu kelima dan ternyata muncul benda kilat itu, mungkin saja ini adalah kunci yang sebenarnya", kata Aisyah seraya memandangi kunci berbentuk kilat di tangannya.


"Ayo, Nona Aisyah ! Cobalah kunci kilat itu !", ucap cermin ajaib.


"Baiklah, wahai cermin ajaib ! Dan aku akan memasukkan kunci kilat ini pada pintu kelima, mudah-mudahan ini kunci yang benar", kata Aisyah.


Aisyah lalu memasukkan kunci berbentuk kilat itu ke dalam lubang kunci pintu kelima tanpa ragu-ragu lagi.


Pada saat kunci berbentuk kilat itu telah masuk ke dalam lubang kunci, Aisyah merasakan pintu kelima bergetar hebat dan dari balik pintu kelima terdengar suara keras yang memekakkan telinga.


NGUNG... NGUNG... NGUNG...


Suara yang mirip sirene itu menggema nyaring di istana awan putih sehingga Aisyah dengan wajah masih bengkak dan merah langsung menutupi kedua telinganya rapat-rapat dengan tangannya.


"Suara bising apa ini !? Sungguh memekakkan telinga ?", kata Aisyah terpejam.


"Lihatlah Nona Aisyah ! Pintu kelima itu terbuka lebar !", ucap cermin ajaib.


"Apa ?", kata Aisyah.


Aisyah membuka kelopak matanya dan melihat ke arah depan, pintu kelima terbuka lebar serta masih terdengar suara nyaring yang amat bising dari dalam pintu kelima.


Tiba-tiba keluar cahaya terang benderang dari dalam ruangan pintu kelima yang memancar ke arah luar dan cahayanya menerpa seluruh ruangan istana awan putih termasuk Aisyah dan yang lainnya.


"Wow !? Cahaya itu sangat menyilaukan sekali, sehingga aku tidak dapat melihat dengan jelas", kata Aisyah yang memalingkan wajahnya yang bengkak dan merah dari terpaan sorotan cahaya yang keluar dari pintu kelima.


"Cahaya ini sangat hangat meski sangat menyilaukan sehingga mengaburkan penglihatan kita", ucap cermin ajaib.


Ketika cahaya menyorot keluar dan menerpa Aisyah serta lainnya, cahaya itu menarik tubuh gadis muda itu ke dalam pintu kelima.


Begitu pula dengan kereta gulali roller coaster serta anemon laut ikut tersedot masuk ke dalam ruangan yang ada di pintu kelima. Dan seluruh awan yang ada di istana awan putih juga turut terhisap ke dalam pintu kelima yang memancarkan cahaya terang benderang.


Terdengar sekali lagi teriakan dari Aisyah ketika tubuhnya terhisap masuk ke pintu kelima.


"AAAAAAAAAAH..."


Pada saat yang bersamaan pintu kelima tertutup dan terkunci rapat kembali setelah pintu tersebut berhasil menghisap Aisyah dan yang lainnya masuk ke dalam pintu kelima yang merupakan bagian dari istana awan putih.

__ADS_1


__ADS_2