
Tubuh Aisyah berguncang hebat bersamaan menghilangnya roh gadis itu yang berada di luar, tabung silinder dari kerang tampak turut bergetar akibat guncangan tubuh Aisyah.
Kabel-kabel yang mirip tentakel dari kerang menempel di tubuh Aisyah yang hampir fungsinya seperti mesin pembantu kerja jantung agar tetap bergerak stabil.
Terdapat layar monitor di samping tabung silinder bening itu sebagai alat yang menghubungkan kabel-kabel tersebut agar bekerja konstan.
Selang-selang berisi cairan obat terpasang diseluruh badan Aisyah yang terbaring lemah dan tidak berdaya di dalam tabung silinder terbuat dari kerang.
Cermin kristal ajaib bergerak terbang melayang menuju ke arah tabung silinder dari kerang itu dan berputar mengelilingi selang-selang yang terpasang di tubuh Aisyah.
"TANDA BAHAYA... TANDA BAHAYA... SISTEM MENDETEKSI SESUATU MASUK KE DALAM TUBUH PASIEN...", terdengar suara dari ruangan yang tidak terlihat orangnya.
"Suara aneh apa itu !? Tidak ada benda atau orang yang terlihat, hanya suara menggema !?", ucap cermin ajaib lalu membalikkan badannya ke arah suara itu.
Kosong...
Cermin kristal ajaib tidak menemukan siapa-siapa di ruangan itu. Dan semua yang dilihat oleh cermin ajaib itu benar-benar kosong.
Terdengar suara kerja jantung yang terdengar di ruangan tersebut.
Hanya ada mesin-mesin medis yang menyala dan suara dari tabung silinder saat cairan-cairan itu bekerja ke tubuh Aisyah secara aktif.
"Siapa itu, ya !? Apakah hantu penjaga tempat ini ? Apalagi Nona Aisyah sudah tidak ada disini, lalu suara siapa itu ?", tanya cermin kristal ajaib seorang diri.
"SISTEM KABUT ISTANA AWAN PUTIH MENDETEKSI BAHAYA ! TINGKATKAN KERJA MESIN PENOPANG HIDUP ! TAMBAHKAN CAIRAN OBAT !", terdengar suara menggema lagi yang seolah-olah sedang memerintah kepada semua alat-alat medis di ruangan itu.
"TIIIIT... TIIIT... TIIIIIT... TIIIIIIT... !!!", bunyi dari mesin yang terdapat di samping tabung silinder dari kerang berbunyi lagi.
Cermin kristal ajaib tidak mempercayai semua yang dilihatnya itu, alat-alat medis yang semuanya terbuat dari kerang tampak bergerak sangat cepat ketika menangani Aisyah yang mengalami masalah karena tubuhnya berguncang-guncang hebatnya.
Alat-alat itu bekerja mirip seperti robot canggih meski terbuat dari kerang, mulai dari kabel-kabel yang terpasang di seluruh badan Aisyah, hingga cairan-cairan yang mengaliri tangan Aisyah serta alat yang mirip seperti tabung oksigen terpasang di wajah Aisyah yang terbaring lemah.
"TIDAK ADA RACUN ! TIDAK TERDAPAT RACUN LAGI DI TUBUH PASIEN ! TUBUH MULAI MENANDAKAN KEHIDUPAN, KERJA JANTUNG TERLIHAT AKTIF ! TINGKATKAN PERLINDUNGAN ! JANGAN SAMPAI PASIEN TERINFEKSI DARI LUAR !", terdengar suara menggema lagi.
Tabung-tabung silinder yang berisi cairan terkunci rapat dan penambahan pada lapisan tabung ditingkatkan lebih berlapis-lapis.
Terlihat alat-alat kerja jantung yang terpasang di tubuh Aisyah semakin bertambah supaya Aisyah cepat tersadar dari komanya.
Roh Aisyah yang telah kembali ke dalam tubuhnya mulai menyatu, sedikit demi sedikit layar monitor mesin yang berada di samping Aisyah menyala-nyala. Seiring itu tubuh Aisyah yang lemah dan membiru mulai berubah berangsur-angsur normal kembali.
Tidak terlihat lagi wajah Aisyah yang pucat serta badan yang membiru membeku akibat sengatan anemon laut yang mengandung racun itu.
__ADS_1
Diluar tabung silinder, cermin ajaib hanya dapat memandangi tubuh Aisyah yang terbaring di dalam tabung tersebut.
"Bagaimana caranya hamba dapat memberikan cairan ramuan ajaib ini ke tubuh Nona Aisyah sedangkan penjagaan keamanan disekitar tabung silinder diperketat dan tidak ada yang bisa mendekatinya. Bagaimana ini ? Apa yang harus hamba lakukan sekarang ?", tanya cermin ajaib kebingungan tidak karuan.
Cermin ajaib lalu memperhatikan sekeliling ruangan kemudian pandangannya terfokus pada tabung cairan yang mengalir ke tangan Aisyah.
Dia menoleh ke arah kantung kain sutra yang diberikan oleh Aisyah kepadanya dan sedari tadi berada di dalam badannya.
"Haruskah hamba menuangkan isi botol keramik berisi cairan ramuan ajaib ini langsung ke dalam tabung silinder yang mengalir ke badan Nona Aisyah ataukah hamba menunggu cairan pada tabung habis lalu aku memasukkan cairan ini bergiliran", kata cermin ajaib.
Cermin kristal ajaib tampak kebingungan melihat mesin-mesin yang bekerja pada tubuh Aisyah bergerak aktif dan cepat saat mengobati Aisyah yang masih terbaring di dalam tabung silinder terbuat dari kerang.
"Gerakan seperti nyamuk atau serangga saja tidak ada di ruangan ini dan semuanya terlihat sangat steril dan sangat terjaga kebersihannya", ucap cermin ajaib.
Cermin ajaib mencoba melempar butiran kecil ke arah tabung silinder yang ada di ruang tersebut tetapi langsung disambut oleh sengatan sinar seperti laser dari kerang yang menghanguskan butiran kecil itu menjadi debu.
"Ya Tuhan..., butiran kecil itu hangus dan menjadi debu... Astaga ! Bagaimana jika yang bergerak ke arah sana adalah hamba, pasti tubuh cermin ini langsung terbakar oleh sinar laser itu !? Lalu bagaimana caranya hamba ini menuangkan cairan ramuan ajaib yang ada di dalam botol keramik ini ke dalam tabung-tabung tersebut ?", ucap cermin ajaib yang bertanya pada dirinya sendiri.
Cermin kristal ajaib itu semakin ragu-ragu memasukkan cairan di dalam botol keramik yang berupa ramuan ajaib itu. Karena pada saat ia mendekat pasti akan langsung terdeteksi oleh sistem kabut istana awan.
Tidak hanya itu saja dirinya pasti terbakar oleh sinar laser tersebut yang akan menyerangnya tanpa ampun.
"Aduh ! Bagaimana ini !? Apa yang harus hamba lakukan sekarang ? Tuhan !", kata cermin ajaib kebingungan.
"TERDETEKSI KEHIDUPAN ! PASIEN MULAI MENUNJUKKAN KESTABILAN SERTA MULAI BEREAKSI ! TANDA KEHIDUPAN !", ucap suara sistem menggema di ruangan tersebut.
Aisyah mendengar sayup-sayup suara yang menggema di telinganya walaupun tidak jelas tapi gadis muda yang tengah terbaring tak sadarkan diri dan koma itu dapat merasakan suara itu.
Gadis itu hanya mampu menggerakkan bola matanya di dalam kedua matanya yang terpejam rapat, tanpa bisa berbuat apa-apa dengan semua yang terjadi disekitarnya.
"Apakah rohku telah kembali ke dalam ragaku ini ?", gumam Aisyah dalam hatinya tapi ia tidak dapat melakukan apapun dan hanya terdiam dengan tubuh terbujur di atas alas tidur yang terbuat dari kerang.
"Ternyata Nona Aisyah telah kembali rohnya ke dalam raganya, syukurlah, akhirnya ramuan ajaib itu menunjukkan perubahan yang lebih baik untuk Nona Aisyah", ucap cermin ajaib.
"TINGKATKAN KEWASPADAAN PENUH ! JANGAN SAMPAI LENGAH MENJAGA PASIEN ! LEVEL PENANGANAN DAN PERAWATAN MEDIS DITURUNKAN SATU TINGKAT, MENUNGGU PERUBAHAN YANG AKAN DITUNJUKKAN OLEH PASIEN SELANJUTNYA !", ucap suara menggema.
"Ya Tuhan, semuanya bekerja secara sistematis dan teroperasi dengan sangat teratur serta terencana, benar-benar canggih sistem kabut istana awan ini", kata cermin ajaib terkagum-kagum dari tempat persembunyiannya di bawah meja mesin medis.
"CAIRAN OBAT DIKURANGI KADAR SUNTIKANNYA YANG MASUK KE DALAM TUBUH PASIEN !", suara menggema di ruang tersebut.
Cermin kristal ajaib melihat semua tindakan medis yang dilakukan alat-alat canggih itu kepada tubuh Aisyah dari arah yang agak jauh dari tabung silinder bening terbuat dari kerang dengan pandangan yang sangat kagum sekali.
__ADS_1
Tidak bisa dibayangkan seandainya tidak ada alat bantu medis yang terpasang di badan Aisyah, cermin kristal ajaib tidak mampu untuk membayangkannya yang akan terjadi pada nasib gadis muda itu.
"Lebih baik menunggu semuanya tampak tenang dan stabil karena jika sekarang memasukkan ramuan ajaib ini langsung ke dalam tabung-tabung cairan itu akan ditakutkan sistem kabut istana awan mendeteksi keberadaan hamba di sini", ucap cermin ajaib.
Cermin ajaib lalu bersandar di atas meja dekat mesin medis yang terhubung ke arah tabung silinder terbuat dari kerang yang bening.
Dia menunggu sistem kabut istana awan tidak memperhatikan suasana di ruangan ini, karena akibat roh Aisyah yang mengalami penyatuan kembali ke dalam raganya menyebabkan sistem tersebut aktif dan terjaga penuh.
Akibat gerakan yang terjadi pada tubuh Aisyah saat menerima rohnya, membuat seluruh alarm sistem berbunyi dan mendeteksi akan adanya ancaman bahaya disekitar tabung silinder dari kerang.
Cermin kristal ajaib lalu menunggu semuanya kembali tampak tenang seperti saat ia dan Aisyah datang ke tempat itu.
Hampir sejam cermin ajaib itu menunggu di atas meja medis yang agak jauh dari tabung silinder bening, tempat dimana tubuh Aisyah terbaring lemah dan masih koma.
"Hmmm..., sepertinya sistem kabut istana awan ini mulai tenang dan mungkin inilah saat yang tepat untuk bergerak mendekat ke arah tabung silinder bening", ucap cermin ajaib.
Tampak cermin kristal ajaib terbang melayang-layang ke arah tabung silinder yang berada di tengah ruangan ini.
Memutari tabung cairan yang mengalir pelan ke tangan Aisyah dan melewati sebuah jarum tipis yang terpasang di tangan Aisyah, bahkan jarum tipis itu sangat canggih bukan dengan plester cara untuk menempelkannya melainkan sebuah tabung yang melekat di badan tangan Aisyah dimana tangan tersebut berada di dalamnya.
Cermin kristal ajaib lalu terbang ke atas tabung cairan kemudian ia menuangkan botol keramik berisi cairan ramuan ajaib ke dalam tabung tersebut.
Ramuan ajaib masuk mengalir melewati selang yang terpasang di tangan Aisyah, perlahan-lahan terserap ke dalam tubuh Aisyah dan membuat gadis itu mulai merasakan kehangatan.
Cermin ajaib yang melihat perubahan pada diri Aisyah mulai merasa lega sekali karena gadis itu terlihat kembali normal.
"SISTEM MENDETEKSI PENYUSUP MASUK KE DALAM RUANGAN ! BAHAYA DATANG ! BENDA ASING DIMUSNAHKAN ! BENDA ASING PERLU DILENYAPKAN !", suara sistem mulai terdengar kembali menggema di ruangan itu.
Sebuah lampu sorot terang bergerak menyoroti seluruh ruangan tertutup itu dan mengarah kepada cermin kristal ajaib yang tengah berada dekat tabung silinder terbuat dari kerang.
"PENYUSUP TERDETEKSI ! PERLU UNTUK DIMUSNAHKAN SECEPATNYA !", ucap suara sistem dari kabut istana awan.
"A--apa !? Dimusnahkan !? Bagaimana bisa hamba dimusnahkan begitu saja oleh sebuah sistem aneh seperti itu ?", ucap cermin ajaib.
"HANCURKAN PENYUSUP ! HANCURKAN YANG BERUPA ANCAMAN BAHAYA DAN KESELAMATAN PASIEN ! HANCURKAN PENYUSUP KECIL ITU !", suara sistem kembali menggema di ruangan tindakan medis.
"Astaga !? Bagaimana bisa sistem itu sembarangan memusnahkan hamba ? Ya Tuhan semesta alam !?", ucap cermin ajaib terbengong.
"SISTEM MENDETEKSI BAHAYA ! MENDETEKSI BAHAYA ! SEGERA MUSNAHKAN !", suara sistem berbicara dengan nada peringatan.
Sebuah senjata laser bergerak mengarah ke arah cermin kristal ajaib yang terbang rendah di dekat tabung silinder. Dan mulai menyala terang lurus ke arah badan cermin ajaib.
__ADS_1
Cermin ajaib tidak kehilangan akalnya dengan cepat dan gesit ia langsung bersembunyi di bawah tabung silinder untuk menghindari serangan laser tersebut yang hendak memusnahkannya.
Tentu saja sistem kabut istana awan menahan serangan lasernya ke arah cermin kristal ajaib karena ditakutkan akan menghancurkan tabung silinder, tempat dimana Aisyah berada di dalamnya.