
Aisyah tidak tahu harus berbuat apa dengan tanaman-tanaman menjalar yang membentang di hadapannya.
Semuanya terbuat dari manisan gulali bening yang menggiurkan selera, tapi ini tidak dapat di makan.
Benda-benda di dunia mimpi Aisyah ternyata semuanya tidak dapat di konsumsi oleh manusia seperti dirinya.
Tidak tampak seperti kelihatannya yang menggoda, tanaman menjalar poison sumac yang terbuat dari gulali bening itu mengandung racun.
"Bagaimana cara kita masuk ke dalam sana ?", tanya Aisyah.
"Mungkin dengan cara membakar tanaman menjalar tersebut", sahut cermin ajaib.
"Membakarnya !? Melelehkan tanaman gulali itu ? Bagaimana kamu akan membakarnya ?", tanya Aisyah.
"Hamba masih berpikir tentang hal itu, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib.
"Memikirkan caranya !? Artinya kamu belum tahu cara untuk melelehkan tanaman dari gulali bening itu ?", tanya Aisyah.
"Karena di dasar taman halus ini tidak ada cahaya matahari meski tempat ini sangat terang tetapi tidak ada cahaya yang dapat membantuku untuk membakar tanaman menjalar itu, Nona Aisyah", jawab cermin ajaib.
"Hmmm... Ini tidak mudah seperti yang kita bayangkan...", ucap Aisyah.
Aisyah mengedarkan pandangannya ke seluruh bentangan tanaman menjalar dari gulali bening yang mengkilat.
Hanya saja dia tidak menemukan jalan untuk masuk ke sana. Karena tanaman-tanaman menjalar itu tertutup rapat sekali dan hampir tidak ada celah di sana.
Pandangan Aisyah berhenti pada sebuah lubang yang menganga di antara samping tanaman menjalar dari gulali itu.
"Lihatlah ke sana, ada sebuah lubang di antara tanaman-tanaman menjalar itu !", kata Aisyah.
"Lubang ?", gumam cermin ajaib.
Aisyah menunjuk ke arah sebuah lubang menganga diantara tanaman menjalar dari gulali bening yang lumayan besar itu.
Dia berjalan mendekat ke arah lubang tersebut dan mengamati sembari membungkukkan badannya.
Tindakannya di ikuti oleh cermin kristal ajaib kecil yang terbang melayang di belakang gadis muda berwajah bening.
Cermin kristal ajaib itu turut memperhatikan lubang yang lumayan berukuran besar di antara tanaman menjalar dari gulali bening.
"Benar, ini adalah lubang dan ukurannya cukup untuk dilewati oleh ukuran manusia seperti anda, Nona Aisyah", kata cermin ajaib seraya mengerutkan dahinya.
"Iya, lubang ini cukup besar untuk kita lewati dan masuk ke sana, wahai cermin ajaib", kata Aisyah sembari memicingkan matanya.
Aisyah mencoba untuk melihat masuk ke dalam lubang yang gelap diantara tanaman menjalar dari gulali bening di depannya.
"Ayo kita masuk ke dalam sana, wahai cermin ajaib !", perintah Aisyah.
"Berhati-hatilah saat melewati lubang gelap itu, jangan sampai tertusuk ujung tanaman poison sumac itu, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib untuk mengingatkannya.
Aisyah hanya menjawab perkataan cermin kristal ajaib itu dengan menganggukkan kepalanya cepat.
Dia lalu bergerak masuk ke dalam lubang gelap di antara tanaman poison sumac yang terbentang panjang yang ada di hadapannya.
Pelan dan penuh hati-hati ketika gadis muda itu melangkahkan kedua kakinya masuk sembari membungkukkan badannya ke dalam lubang gelap itu.
"Tempat ini sangat gelap sekali, hampir tidak ada cahaya di dalam sini", ucap Aisyah.
__ADS_1
''Sebentar, hamba akan menyalakan cahaya dari badan cermin ini, sebentar, tunggu sebentar nona", kata cermin ajaib.
Secercah sinar cahaya berwarna-warni terlihat menerangi lubang gelap yang ada di dalam sana, sepertinya mereka tengah melewati sebuah lorong di dalam rimbunan tanaman poison sumac beracun itu.
Lorong di dalam lubang gelap di antara tanaman menjalar dari gulali yang saling mengikat erat itu sangatlah panjang dengan ujung yang semakin lama semakin membesar sehingga mereka tidak perlu bergerak merangkak di dalam lubang itu.
Hanya saja lorong itu sangatlah pengap dan membuat mereka kesulitan untuk bernafas di dalam lubang gelap yang panjang.
Aisyah berkali-kali mencoba menarik nafas panjang saat ia berada di dalam lorong yang merupakan bagian dari lubang besar yang sangat gelap.
"Tempat ini sangat pengap sekali dan hampir membuatku susah untuk bernafas di dalam sini", kata Aisyah.
"Benar, hampir tidak ada udara yang cukup di dalam lorong ini, sebaiknya kita mempercepat langkah kaki anda dan segera keluar dari sini", kata cermin ajaib pada Aisyah.
"Iya, benar ucapanmu itu, wahai cermin ajaib, aku akan sedikit berlari di dalam lorong ini agar secepatnya keluar karena lorong ini cukup panjang sekali", jawab Aisyah.
''Ayo, ayo, nona, kita segera pergi dari tempat ini !'', ucap cermin ajaib.
''Ayo ! Dan cepatlah kita tinggalkan lorong gelap ini, wahai cermin ajaib !", kata Aisyah berseru cukup keras.
Tampak Aisyah sedang berlarian di dalam lorong panjang itu sedangkan cermin kristal ajaib bergerak cepat dengan terbang melayang-layang di samping gadis muda itu.
Mereka saling berkejaran di dalam lorong panjang yang ada di lubang dengan sedikit cahaya itu, seolah-olah keduanya tengah berlomba untuk sampai di ujung lorong panjang dan berusaha menggapai jalan keluar.
"Lorong ini sangat panjang sekali, kita harus mempercepat diri kita untuk keluar dari sini, wahai cermin ajaib'', kata Aisyah yang terus berlari-lari di dalam lorong panjang itu.
"Hamba mengerti, Nona Aisyah", jawab cermin kristal ajaib.
"Jangan sampai tertinggal di belakangku, cepatlah wahai cermin ajaib !", kata Aisyah bersemangat.
Aisyah terpana saat ia menginjakkan kakinya di sebuah padang yang sangat luas di hadapannya, ia melihat pemandangan bunga berbentuk seperti lonceng berwarna ungu hingga putih pada bunganya yang seluruhnya terbuat dari manisan lolipop.
Sangat cantik sekali di lihat oleh mata, sebuah padang bunga lonceng dari lolipop yang sangat unik serta mengagumkan, gadis muda itu setengah terpekik takjub saat melihat pemandangan di depannya.
Melompat riang sambil bersorak gembira tatkala ia menemukan padang bunga lonceng unik itu, tidak mempercayai yang di lihatnya tetapi mencoba menerimanya dengan akal sehat.
Aisyah berlarian kembali menuju ke arah padang bunga yang berbentuk lonceng yang ada di hadapannya, melonjak kegirangan ketika ia berada di dekat padang bunga dari manisan lolipop itu.
"Wow ! Menakjubkan sekali, ini benar-benar langka sekali !", teriak Aisyah sambil meloncat-loncat senang.
''Hati-hatilah, Nona Aisyah !", teriak cermin ajaib dari arah kejauhan.
''Kenapa ? Bukankah ini sangat indah sekali, ada apa ? Kenapa kamu begitu khawatirnya, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah keheranan.
"Mmm...", gumam cermin ajaib.
"Jangan-jangan ini juga beracun ?'', tanya Aisyah kemudian menyadarinya cepat.
"Benar sekali, padang bunga yang berbentuk seperti lonceng dari lolipop itu termasuk tanaman beracun meski terbuat dari manisan, tidak bisa di makan atau anda sentuh oleh siapapun karena racun di dalam bunga tersebut", jawab cermin kristal ajaib.
"Astaga !? Apakah tanaman di area ini semuanya beracun ? Tidak adakah yang tidak memiliki racun sehingga aku dapat memakannya ? Aku sangat lapar sekali, wahai cermin ajaib !?"', keluh Aisyah sembari mengelus-elus perutnya.
"Itu adalah tanaman foxglove, tanaman tinggi dan berbunga seperti lonceng, meskipun terlihat cantik dan anggun, pada kenyataannya salah satu tanaman yang paling beracun dan biasanya tumbuh subur di alam liar", sahut cermin ajaib.
"Oh tidak, benarkah itu, apa reaksi yang akan di timbulkan oleh tanaman beracun itu apabila kita tanpa sengaja memakannya, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah galau.
"Tanaman ini memiliki banyak buah dengan biji dan jika termakan oleh kita maka menyebabkan kerja jantung terganggu serta memperlambatnya karena semua bagian pada tanaman menjalar ini beracun, Nona Aisyah", kata cermin ajaib menjelaskan perihal tanaman menjalar yang membentang luas di depan mereka.
__ADS_1
"Ini lebih berbahaya dari tanaman menjalar yang tadi kita temui sebelumnya karena jika aku tidak mengetahui jenis tanaman itu, pastinya aku akan meninggalkan dunia ini dengan cepat karena tanpa sengaja memakan bunga berbentuk seperti lonceng yang terbuat dari manisan lolipop", kata Aisyah.
Aisyah bergumam pelan seraya memandang ke arah padang kering yang di tumbuhi bunga foxglove yang sangat cantik sekali, terbuat dari manisan lolipop yang menggoda seleranya.
''KRIUK... KRIUK... KRIUK...", terdengar suara berbunyi dari dalam perut Aisyah.
"Tampaknya anda sangat kelaparan sekali, tapi sayangnya ini memang tidak dapat di makan oleh anda, Nona Aisyah", kata cermin ajaib dengan nada sesal.
"Ya Tuhanku... Aku benar-benar lapar sekali...", ucap Aisyah.
"Baiklah, hamba akan mencoba membuatkan sesuatu untuk anda, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.
"Benarkah itu ? Apakah kamu akan memasak untukku, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah terlihat senang sekali.
"Iya..., hamba akan memasak makanan buat anda, Nona Aisyah", sahut cermin kristal ajaib.
Cermin kecil yang ajaib itu lalu berputar-putar di udara, dan mulai terlihat cahaya terang dari arah badan cermin kristal, seperti biasanya cermin ajaib itu akan mengeluarkan sesuatu dari dalam tubuhnya yang bercahaya terang benderang.
Sebuah mangkok ramen berukuran sedang muncul dari badan cermin kristal ajaib yang berada tepat di hadapan Aisyah.
"Wouwww... Ini semangkok ramen penuh lauk serta rumput laut ! Dan sangat harum sekali... Hmmm...!'', ucap Aisyah setengah berteriak keras.
"Semoga makanan ini dapat anda makan, Nona Aisyah", kata cermin ajaib.
"Hmmm... Kalau mencium aroma ramen ini, aku rasa ini sangat lezat sekali, ramen yang kamu buat sangat wangi sekali, wahai cermin ajaib !!!'', kata Aisyah memuji cermin ajaib itu.
"Terimakasih atas pujian anda, nona, hamba jadi terharu sekali mendengarnya", jawab cermin ajaib.
"Baiklah, aku akan mencoba untuk memakan semangkok ramen ini", kata Aisyah lalu tersenyum.
"Iya, iya, iya, silahkan anda coba dan selamat menikmati, Nona Aisyah !", ucap cermin ajaib.
Aisyah kemudian menghabiskan semangkok ramen buatan cermin kristal ajaib dan ia melahapnya dengan sangat nikmat sekali.
Terlihat Aisyah mendesah puas ketika ia menikmati semangkok ramen di tangannya dan berkali-kali tersenyum senang, hampir tidak memperdulikan kehadiran cermin ajaib di sampingnya itu.
''Ini benar-benar sangat lezat sekali, ramen buatanmu, wahai cermin ajaib ! Sungguh lezat !", puji Aisyah.
"Terimakasih atas pujian anda terhadap makanan buatan hamba, Nona Aisyah'', sahut cermin ajaib tersipu malu.
Tatkala keduanya tengah bersantai di area padang penuh tanaman bunga berbentuk seperti lonceng, tiba-tiba terdengar suara keras dari arah kumpulan tanaman yang terbuat dari manisan lolipop warna-warni.
''GLUDUK... GLUDUK... GLUDUK... GLUDUK...'', suara bergerak dari padang bunga lonceng.
"Eh, apakah itu ? Apakah kamu mendengar suara keras itu, wahai cermin ajaib ?'', tanya Aisyah terkejut sembari menolehkan kepalanya ke arah asal suara itu.
"Iya, hamba mendengarnya, Nona Aisyah", sahut cermin ajaib turut terperanjat kaget.
"Hmmm... suara apakah itu ?'', tanya Aisyah bergumam pelan.
"Entahlah, hamba tidak tahu suara apakah itu, Nona Aisyah !", jawab cermin ajaib.
"Oh Tuhan... Benda apakah itu, wahai cermin ajaib...???", tanya Aisyah sembari memelototkan kedua matanya.
Aisyah sangat terkejut kaget ketika dirinya melihat raksasa dari kumpulan bunga berbentuk seperti lonceng bergerak mendekat ke arah mereka yang tengah bersantai.
Raksasa dari bunga lonceng beracun itu tampak tidak bersahabat dan mulai berlarian di antara hamparan tanaman menjalar beracun foxglove sehingga menimbulkan suara berdebum yang sangat keras di area padang kering tanaman tinggi dan berbunga itu.
__ADS_1