
Cermin kristal ajaib hanya tertegun tanpa berkomentar lagi, lalu ia memadamkan cahaya terang yang mengarah ke pintu ruangan dan seketika pemandangan tentang anemon laut serta genangan air di luar ruangan menghilang dari pandangan mereka.
Aisyah lalu berjalan ke depan pintu ruangan tersebut seraya mengusap pelan badan pintu di depannya dan menempelkan daun telinganya di pintu tersebut.
"Apa yang anda lakukan itu, Nona Aisyah ? Apakah anda sedang menguping ? Lalu apa yang anda dengarkan di luar sana ?", tanya cermin ajaib.
"Suara air...", sahut Aisyah acuh.
"A--airrr !?", ucap cermin ajaib tersentak kaget mendengar jawaban Aisyah.
Cermin kristal ajaib lalu mendekat ke arah gadis muda itu, dan mencoba menguping dari balik pintu.
Benda ajaib itu berusaha mendengarkan apa yang ada di luar balik pintu, tetapi cermin kristal ajaib hanya mendengar suara gemuruh air yang menggenang itu dan tidak ada suara lainnya.
"Nona Aisyah, bagaimana kalau kita memikirkan cara untuk keluar dari ruangan ini dan mencoba menghadapi anemon-anemon laut itu ?", tanya cermin ajaib agak was-was.
"Mmm..., boleh juga idea kamu, tetapi kendala kita adalah pintu ini terkunci secara otomatis oleh sistem kabut istana awan putih lalu bagaimana cara kita keluar dari ruangan ini ?", tanya Aisyah.
"Benar juga yang anda katakan, haruskah kita berbicara kepada sistem aneh itu, Nona Aisyah !? Mungkin kita akan menemukan solusi untuk keluar dari ruangan ini !?", sahut cermin ajaib.
"Baiklah, aku akan mencoba menanyakannya, mungkin kita akan mendapatkan jawabannya atau solusi dari sistem itu", sahut Aisyah.
"Lantas bagaimana kita akan berbicara dengan sistem itu sedangkan kita tidak melihat apapun di ruangan ini yang menghubungkan kepada sistem itu, Nona Aisyah !?", ucap cermin ajaib.
"Sebentar, aku akan mencoba menghubungi sistem kabut istana awan putih itu dan berbicara padanya", kata Aisyah seraya membalikkan badannya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tersebut.
Aisyah mencari-cari layar monitor atau tombol untuk menghidupkan sistem yang unik itu tetapi ia tidak menemukan yang ia inginkan itu.
Gadis muda berwajah bening itu lalu mendongakkan kepalanya ke arah ruangan dan mulai berbicara sendiri.
"WAHAI SISTEM ! Apakah kamu mendengarkan aku ? Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu maka keluarlah !", kata Aisyah.
Tit...
Tit...
Tit...
Muncul layar besar di dalam ruangan tersebut dan berbicara tanpa menyalakan layarnya.
"ADA YANG ANDA TANYAKAN NONA AISYAH ? KATAKANLAH !", suara sistem kembali menggema.
"Ya Tuhan hamba ! Sistem aneh itu datang lagi, hamba harus bersembunyi darinya agar selamat tidak dimusnahkan oleh sistem !?", ucap cermin ajaib panik lalu menyelinap ke dalam saku tunik Aisyah dan bersembunyi di dalam saku itu.
Aisyah memperhatikan cermin ajaib yang ada di sakunya dan sedang mengintip keluar, gadis muda itu hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku cermin ajaib.
Dia berbicara lagi kepada sistem yang muncul di hadapannya seraya berjalan mendekat.
"Ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, wahai sistem", kata Aisyah.
"APAKAH YANG INGIN ANDA TANYAKAN ITU, NONA AISYAH, KATAKANLAH KEPADAKU DENGAN JELAS !", jawab sistem kabut istana awan putih.
__ADS_1
"Mmmm !? Aku tadi ingin keluar dari ruangan ini tetapi aku tidak dapat membuka pintu ini. Mengapa bisa seperti itu !? Apakah kamu mengetahui alasannya, wahai sistem !?", tanya Aisyah dengan nada berhati-hati.
"KARENA SISTEM YANG MENGUNCINYA PADA SAAT ANDA MENGALAMI KOMA DI SEBABKAN SENGATAN ANEMON LAUT ITU SEHINGGA SISTEM MENDETEKSI BAHAYA DAN MENUTUP RUANGAN INI SECARA OTOMATIS", sahut suara sistem.
"Bagaimana caranya agar kami dapat keluar dari ruangan ini, Nona Aisyah ?", tanya Aisyah lanjut.
"GAMPANG SEKALI DAN SANGAT MUDAH UNTUK MEMBUKA KUNCI PINTU KEEMPAT INI, ANDA TINGGAL MEMBUKANYA DENGAN KUNCI YANG ANDA DAPATKAN DI DUNIA MIMPI SELAMA ANDA KOMA, NONA AISYAH !", sahut sistem yang menggema itu.
"Kunci ? Kunci apa ? Aku sama sekali tidak mengerti, bahkan aku tidak mendapatkan apa-apa di dalam dunia mimpi justru tubuhku semakin penuh luka saat berada di sana", ucap Aisyah kebingungan.
"TIDAK USAH BINGUNG GADIS MUDA, KARENA KAMU AKAN SEGERA MENYADARINYA SENDIRI SEBAB KUNCI YANG DIMAKSUD SUDAH ADA DI DALAM SAKU PAKAIAN ANDA", sahut suara sistem.
"Di dalam saku pakaianku !?", tanya Aisyah lalu memandangi tunik yang ia kenakan itu.
Berpikir keras atas ucapan suara sistem yang menerangkan kunci yang dimaksudkan itu, Aisyah lalu merogoh saku tuniknya dan ia hanya menemukan cermin kristal ajaib kemudian ia memasukkan tangannya ke saku lainnya, betapa kagetnya ia saat melihat benda lainnya di dalam saku tuniknya yang baru ia lihat itu.
Aisyah mengeluarkan benda asing dari dalam saku tuniknya yang satunya lagi dan ia memperhatikannya sungguh-sungguh benda asing itu.
"Harimau putih metalik !?", gumam Aisyah. "Dan gulali bulat dari gula merah !?", sambungnya tertegun.
Aisyah menemukan dua buah benda asing yang baru di lihatnya itu dengan tatapan terheran-heran lalu ia mulai mengingat bahwa pernah bertemu dua benda asing yang ada di tangannya itu sewaktu berada di dalam dunia mimpi tetapi ia tidak pernah melihat jika hewan buas itu berubah menjadi benda dan gulali berputar yang berbentuk bulat itu juga akan berubah.
Dia ingat jika harimau besar putih metalik itulah yang telah membawanya ke taman halus di dalam dunia mimpi setelah ia menolak permintaan dari sosok bayangan berjubah putih itu.
Harimau putih membawa Aisyah berlarian menuju ke taman yang penuh dengan hiasan gulali serta manisan dan permen yang berwarna-warni saat dirinya berada di dalam dunia mimpi.
Aisyah juga mengingat jika benda gulali berbentuk bulat yang kini ada di tangannya itu ketika berada di dalam dunia mimpi berbentuk besar sekali dan dapat berputar keras yang menyebabkan Aisyah masuk ke dalam dasar taman halus.
Gadis muda berwajah bening itu memandangi kedua benda yang ia dapatkan dari dalam saku tuniknya, ia menatapnya dengan sangat serius sekali.
"Ini membuatku sangat penasaran, dan ingin mencoba kedua benda ini serta melihat fungsi kegunaannya", kata Aisyah.
"APAKAH ANDA MENEMUKAN SESUATU DI DALAM SAKU PAKAIAN ANDA, NONA AISYAH JIKA TIDAK ADA MAKA CIBA ANDA CARI KE SAKU ATAU BAGIAN DARI PAKAIAN ANDA, MUNGKIN ANDA AKAN MENEMUKANNYA, NONA AISYAH", suara sistem menggema.
"Tidak sistem, aku telah menemukan benda yang kamu maksudkan itu di dalam saku tetapi aku hanya mendapatkan dua benda yaitu benda berupa harimau putih serta gulali berwarna merah", sahut Aisyah.
Dia lalu menunjukkan kedua benda yang ia temukan di dalam saku tuniknya kepada sistem kabut istana awan putih di hadapannya.
"BENAR, ITU ADALAH BENDA YANG DIMAKSUDKAN OLEH SISTEM KABUT ISTANA PUTIH SALAH SATU BENDA ITU MERUPAKAN KUNCI UNTUK MEMBUKA PINTU KEEMPAT DARI RUANGAN INI TETAPI MASIH ADA LAGI BENDA LAINNYA, NONA AISYAH", ucap suara sistem menggema.
"Kunci pintu keempat !? Apakah aku berada di dalam ruangan pintu keempat ini ? Dan masih ada benda lainnya yang aku dapatkan dari dunia mimpi !? Bagaimana kamu bisa mengetahuinya sistem ? Apakah kamulah yang mengirimku ke dunia mimpi tanpa batas itu ?", tanya Aisyah selidik.
"BUKAN SISTEM KABUT ISTANA AWAN PUTIH YANG MENGIRIM ANDA MELAINKAN SAAT KOMA JIWA ANDA YANG MASUK KE DUNIA MIMPI DAN TERPERANGKAP DISANA HINGGA ANDA TIDAK DAPAT KELUAR DARI DUNIA MIMPI TERSEBUT, NONA AISYAH", ucap sistem itu.
"Bagaimana kamu tahu jika aku terjebak di alam lain dan berada di dunia mimpi itu ?", tanya Aisyah sambil memgerutkan keningnya.
"KARENA SISTEM MENGAWASI PERGERAKAN ANDA SELAMA ANDA KOMA DAN TERUS MEMANTAU PERKEMBANGAN JIWA ANDA YANG TERSIMPAN PADA PUSAT MEMORI SISTEM NONA AISYAH", kata sistem.
"Mmmm..., begitu ya, aku baru mengerti dan mengetahui jawabannya..., tetapi kenapa sistem tidak membantuku saat aku terjebak di dalam dasar taman halus sewaktu di dunia mimpi itu ?", kata Aisyah penasaran.
"KARENA SISTEM KABUT ISTANA AWAN PUTIH INI TIDAK DAPAT MEMASUKI DUNIA ROH SERTA DUNIA MIMPI, SISTEM HANYA BISA MENGIRIM TANDA SINYAL YANG AKAN DITANGKAP OLEH BENDA TERDEKAT ATAU BENDA YANG ANDA MILIKI, NONA AISYAH", sahut suara sistem.
__ADS_1
"Seperti itu jawabannya, dan aku mulai mengerti alasannya kenapa cermin ajaib yang aku miliki yang tadinya tidak berfungsi dan bekerja tiba-tiba aktif kembali", kata Aisyah mencoba mengingat-ingat kembali.
"TEPAT SEKALI ! DAN CERMIN AJAIB YANG ANDA PUNYAI MENANGKAP TANDA SINYAL DARI SISTEM DAN AKTIF KEMBALI KARENA BENDA ITU MENJAWAB TANDA BAHAYA DI SEKITAR ANDA, NONA AISYAH", ucap sistem terdengar senang dengan ucapan Aisyah yang sangat cerdas saat menjawab pertanyaan dari sistem.
"Karena itu cermin kristal ajaib aktif kembali kemudian menolongku saat aku terjebak di dalam dasar taman halus", kata Aisyah.
"BENAR NONA AISYAH DAN SEKARANG ANDA MENGERTI SERTA MEMAHAMINYA. APAKAH ANDA TELAH MENEMUKAN BENDA YANG LAINNYA DARI PAKAIAN ANDA SELAIN DUA BENDA ITU ?", tanya sistem.
"Benda lainnya..., tapi sayangnya aku tidak menemukannya di pakaian yang aku kenakan ini dan hanya dua benda ini yang aku dapatkan dari dalam saku tunikku, sistem", sahut Aisyah.
"ANEH SEKALI... KARENA SISTEM MENDETEKSI BENDA ASING LAINNYA PADA SEKITAR TUBUH ANDA, COBA SISTEM MEMBANTU MENCARI BENDA TERSEBUT, NONA AISYAH", ucap suara sistem.
"Silahkan, kamu mencoba mencarinya, sistem, mungkin saja sistem lebih teliti dariku untuk mendapatkan benda itu", kata Aisyah seraya merentangkan kedua tangannya ke arah samping.
"BAIKLAH, SISTEM AKAN MEMULAI MENDETEKSI SERTA MENELUSURI KEBERADAAN BENDA ASING ITU PADA BADAN ANDA, NONA AISYAH", ucap suara sistem menggema di ruangan pintu keempat.
Muncul sinar dari sistem kabut istana awan putih pada layar besar yang bersinar terang dan mengarah ke arah badan Aisyah.
Cahaya terang itu menelusuri tubuh Aisyah mulai dari atas, tengah, dan pada saat tepat berada di ikat pinggang yang melilit tunik Aisyah, terdengar bunyi keras yang tiba-tiba keluar dari sistem.
Tit...
Tiit..
Tiiit...
Sistem mendeteksi sesuatu pada ikat tali yang melilit pinggang Aisyah. Cahaya terang itu berkedip-kedip terus menerus dan berhenti tepat di ikat pinggang Aisyah.
Aisyah menundukkan kepalanya lalu membuka ikat tali pinggang itu dan saat ia melepaskan lilitan tali di pinggangnya, ia melihat sebuah kereta roller coaster yang menempel lekat di ikat pinggang itu.
Bentuk benda asing ketiga ternyata sangat pipih sekali sehingga dapat melekat di ikat pinggang tunik tersebut.
Aisyah sangat kaget sekali saat mendapati kereta roller coaster yang melekat bagaikan lem di tali pinggangnya.
"Kereta gulali roller coaster itu ternyata juga turut bersamaku ke dunia ini, aku tidak pernah menyangkanya sama sekali", kata Aisyah terpana.
"ANDA SUDAH MENEMUKAN BENDA YANG LAINNYA ITU MAKA TIDAK ADA LAGI PERTANYAAN YANG ANDA AJUKAN KEPADA SISTEM, NONA AISYAH", ucap suara sistem yang menggema itu.
"Tunggu sebentar ! Masih ada yang perlu aku tanyakan lagi kepadamu, sistem", kata Aisyah setengah berseru.
"APAKAH ITU NONA AISYAH ? PERTANYAAN APAKAH YANG HENDAK ANDA TANYAKAN KEPADA SISTEM ?", tanya sistem itu.
"Bagaimana caranya aku dapat keluar dari ruangan di pintu keempat ini, sistem ?", kata Aisyah balik bertanya pada sistem.
"SANGAT MUDAH SEKALI NONA AISYAH ! CARANYA ADALAH COBA ANDA GUNAKAN SALAH SATU DARI KETIGA BENDA YANG ANDA DAPATKAN DARI DUNIA MIMPI ITU !", ucap suara sistem.
"Ketiga benda ini !? Lalu benda yang mana yang berfungsi untuk keluar dari pintu keempat ini, sistem ?", tanya Aisyah.
"SILAHKAN ANDA MENCOBA KETIGA BENDA ITU SATU PERSATU MAKA ANDA AKAN MENEMUKAN KUNCI DARI PINTU KEEMPAT KARENA SISTEM TELAH MERANCANGNYA SEDEMIKIAN RUPA BAHWA DARI SALAH SATU KETIGA BENDA ITU YANG DAPAT MEMBUKA KUNCI SISTEM PADA PINTU KEEMPAT !", ucap suara sistem.
"Sebentar, sistem dan bagaimana caranya aku menghadapi anemon-anemon laut itu saat keluar dari ruangan ini ?", tanya Aisyah.
__ADS_1
Sistem tidak menjawab pertanyaan Aisyah dan layar besar itu tiba-tiba lenyap dari hadapan Aisyah tanpa pemberitahuan lagi, cara untuk menghadapi makhluk laut itu.