
Suasana disekitar danau berwarna merah sangat tenang dan damai. Ketenangan menyelimuti tempat didalam foto dan mampu memberikan rasa nyaman untuknya. Aisyah melangkahkan kedua kakinya terus mengejar topi miliknya yang terbang melayang jauh keatas.
Tiba-tiba angin bertiup sangat kencang dan semakin membawa topi berwarna merah menyala miliknya terbang keatas kemudian topi itu jatuh kearah bawah danau berwarna merah yang tenang.
Aisyah berdiri tertegun diam didepan tepi danau merah sambil memandangi topi miliknya yang jatuh mengapung diatas permukaan air danau merah.
"Bagaimana caranya aku mengambilnya ?", kata Aisyah diam hanya melihat kearah topi miliknya terapung didanau merah. "Haruskah aku berenang kedanau merah itu !?"
Aisyah melihat kearah sekelilingnya untuk mencari sesuatu yang dapat membantunya meraih topi berwarna merah menyala yang terapung diatas danau merah tetapi ia tidak menemukan apapun disekitarnya. Ia terduduk bersimpuh ditepian danau merah diatas jalan setapak yang penuh dengan bunga berwarna-warni yang sangat indah.
Aisyah mencoba membuat gelombang-gelombang diatas permukaan air danau merah dengan memasukkan kedua tangannya kedalam danau agar timbul riak-riak diair yang berwarna merah, ia lakukan supaya topi miliknya yang terapung diatas danau merah itu bergerak mendekat kepadanya. Ia menunggu cukup lama perubahan yang terjadi didanau merah akan tetapi ia tidak melihat topi itu bergerak sedikitpun kearahnya, hanya diam mengapung. Bahkan air yang ada didanau merah tidak bereaksi samasekali yaitu tetap tenang.
"Air didanau ini tidak terpengaruh oleh gerakan tanganku didalam air, apakah aku harus mengulanginya lagi !?", kata Aisyah.
Aisyah lalu mengulang gerakannya berulangkali diatas permukaan air danau merah yang tenang dan mempercepat gerakan tangannya membentuk gelombang-gelombang air agar topi miliknya yang terapung didanau merah dapat bergerak kearah dirinya.
Sekeras apapun usaha yang telah dilakukan oleh Aisyah tetap saja tidak berhasil karena danau merah tetap tenang tanpa ada perubahan yang terjadi disana. Benar-benar sangat tenang dan airnya yang ada didalam danau merah tidak bereaksi terhadap gerakan apapun meski ia membuat gerakan didanau merah. Tenang sekali suasana air danau merah tanpa adanya riak-riak disekitarnya.
"Meski aku berulangkali melakukan gerakan-gerakan diair danau merah tetap saja tidak mempengaruhi ketenangan air didanau merah dan air disana tetap tenang !?", kata Aisyah bergumam heran. "Ini sangat aneh sekali !?"
Entah apa yang ada dipikiran Aisyah ia lalu menceburkan dirinya kedalam air danau merah tetapi saat Aisyah berada didalam danau merah, ia melihat air didanau merah itu tetap tenang. Ia melihat kearah dirinya dan betapa terkejutnya Aisyah saat melihat kearah tubuhnya yang tidak basah samasekali oleh air meski ia telah berada didalam danau merah.
"Kenapa aku tidak basah samasekali !?", kata Aisyah bingung. "Apakah air didalam danau merah ini berasal dari minyak !? Karena hanya minyak yang tidak mampu membuat basah tapi meski benda itu terendam didalam minyak."
Aisyah mencoba berenang didanau merah yang luas dan tenang itu. Ia melihat air yang ada didanau merah tidak bereaksi terhadap gerakan darinya meski ia bergerak didalam danau merah. Ia lupa jika dirinya tidak dapat berenang tapi anehnya didanau merah ini ia tidak tenggelam meski ia merasa bahwa danau merah ini sangat dalam karena kedua kakinya tidak dapat menyentuh dasar danau merah.
Gerakan Aisyah semakin cepat berenang didanau merah, ia melihat topi miliknya yang terapung diatas danau merah semakin lama semakin menjauh darinya dan bergerak mengapung menuju ketengah-tengah danau merah.
"Aduh, kenapa, blurpp..., topi itu, bluuurp..., semakin menjauh, bluuurrpp...!?", ucap Aisyah gelagapan.
__ADS_1
Aisyah berenang semakin cepat ketengah-tengah danau merah yang sangat tenang dan saat tangannya hampir menyentuh topi miliknya yang berwarna merah menyala itu tiba-tiba topi itu berubah berangsur-angsur menjadi sangat lebar serta berukuran besar sekali.
Kedua mata Aisyah terbelalak lebar saat melihat perubahan yang terjadi pada topi miliknya yang berwarna merah menyala itu. Mulutnya menganga terbuka lebar tatkala topi itu mengapung bergerak perlahan-lahan kearah Aisyah yang tengah berenang bebas didanau merah.
"Wouw !? Bluuurppp..., bluurppp...", pekik Aisyah kagum dengan apa yang dilihatnya itu.
Aisyah lalu meraih tepi topi yang lebar dan besar tersebut dengan susah payah meski tubuhnya tidak basah karena terlalu lama berendam didalam danau merah yang sangat tenang itu tetap saja tubuhnya terasa sangat berat akibat massa air yang ada didanau merah saat ia berenang tadi meskipun air danau merah tidak membuat tubuh Aisyah basah.
Hal itulah yang Aisyah rasakan sangat aneh serta ganjil, ia berendam didanau merah yang luas serta sangat dalam dan tenang tersebut akan tetapi hal itu tidak membuat tubuhnya basah kuyup karena air dari danau merah. "Apakah itu tidak sangat aneh !? Bukankah demikian !?", pikir Aisyah keheranan.
Aisyah bergerak lambat naik keatas tepi topi miliknya yang berwarna merah menyala yang kini telah berubah menjadi berukuran sangat besar sekali. Ia agak tertatih saat merangkak naik keatas tepi topi miliknya.
"Ternyata susah sekali untuk naik kemari setelah berenang lama, tubuhku terasa sangat pegal-pegal dan sulit untuk digerakkan !", kata Aisyah lalu terduduk diatas tepian topi miliknya yang berwarna merah menyala yang terapung diatas danau merah.
Aisyah memandangi sekitar topi miliknya itu yang telah berubah penampilannya menjadi berukuran sangat besar sekali seraya bergumam seorang diri, "Besar sekali topi ini ? Hampir sama besarnya dengan ukuran bunga Tulip kuning raksasa itu ?"
Tak lama kemudian setelah cukup tenang menata detak jantungnya yang berdetak cepat karena berenang, Aisyah lalu menyandarkan kepalanya seraya berbaring diatas tepian topi miliknya yang berwarna merah menyala. Ia menolehkan kepalanya kearah samping seraya ia memperhatikan topi miliknya ini dengan seksama dan ia melihat jika topinya itu terbuat dari bahan wol yang sangat lembut sekali serta saat melihat dengan jarak yang dekat topi ini sungguh sangat cantik bentuknya maupun desainnya.
Danau merah ini sungguh sangat tenang sekali dan suasananya yang sunyi menentramkan hati Aisyah yang telihat berbaring santai diatas topi berwana merah yang sangat besar, ia sesekali tertawa riang karena kesenangan sambil berguling-guling diatas tepi topi lebar miliknya tersebut.
Saat tubuh Aisyah berguling cepat tiba-tiba ia menabrak sesuatu ditopi berwarna merah menyala itu.
"DUUKHH !", terdengar suara keras saat tubuh Aisyah terbentur topi miliknya yang ternyata cukup kokoh. Lalu dari arah tengah-tengah topi berbentuk bulat hampir mirip kubah itu terbuka lebar dengan sendirinya.
Aisyah tersentak kaget lalu duduk tegak dengan sangat cepatnya seraya melihat lurus kearah tengah-tengah topi yang terbuka itu.
"Topi berwarna merah menyala itu dapat terbuka lebar dengan sendirinya ? Apa yang telah aku lakukan barusan ?", kata Aisyah terbengong kebingungan. "Kenapa tiba-tiba topi itu berubah dan terbuka ?"
Aisyah beranjak dari tempat duduknya dan berdiri melangkahkan kedua kakinya menuju kearah topi yang telah terbuka lebar tersebut, ia berjalan pelan seraya memandangi kedalam ruangan topi itu dengan ekspresi wajah bingung dan saat kedua kakinya masuk kedalam tengah-tengah topi berbentuk bulat hampir mirip kubah itu kemudian topi tertutup rapat dengan sendirinya.
__ADS_1
Tentu hal itu membuat Aisyah terkejut kaget saat melihat topi bulat berwarna merah menyala itu menutup dengan sendirinya seperti pintu lift yang pintunya terbuka dan tertutup secara otomatis.
"Tempat apakah ini !?", kata Aisyah.
Didepan Aisyah terdapat beberapa tombol yang mirip keyboard komputer yang menyala-nyala cerah. Ia lalu menghampiri tombol-tombol tersebut kemudian sebuah kursi dari berwarna merah menyala dari baja keluar dari dalam lantai topi miliknya dan menarik tubuh Aisyah untuk duduk dikursi tersebut.
Sebuah sabuk melilit erat ditubuh Aisyah dan ia mulai merasakan seluruh ruangan didalam topi merah menyala itu bergerak berputar sangat cepat.
"Ehk !? Ada apa ini ? Apa yang terjadi sekarang ?", kata Aisyah yang tengah kebingungan. Ia merasakan rasa pusing yang teramat dikepalanya akibat putaran yang disebabkan oleh topi berwarna merah menyala diatas danau merah.
"Selamat datang nona Aisyah didalam dimensi waktu pintu ketiga ! Bagaimana kabarmu ?", terdengar suara dari ruangan topi yang menggema keras.
"Apakah kamu Sistem Kabut Istana Awan Putih itu ?", kata Aisyah terbengong kebingungan.
"Tebakan anda tepat sekali nona Aisyah ! Aku telah kembali lagi, bagaimana keadaan nona disini ?", tanya suara sistem didalam ruangan topi berwarna merah menyala itu.
Sebuah benda yang mirip tablet komputer yang sangat tipis muncul mengelilingi seluruh ruangan didalam topi merah itu lalu menyala bersamaan dan berbicara pada Aisyah.
Aisyah yang melihatnya tampak sangat bingung sekali ketika seluruh ruangan topi dikelilingi oleh layar tablet komputer yang sangat tipis. Ia melihat kearah layar, topi merah miliknya ini tengah berputar-putar masuk tenggelam kedalam danau merah dengan sangat cepat sekali.
Perut Aisyah terasa sangat mual dan hampir ingin muntah karena pening sekali. Ia berpegangan kencang ditepi-tepi kursi yang terbuat dari baja berwarna merah lalu memejamkan kedua matanya rapat-rapat.
"Aduuuhhh ! Tidak bisakah topi ini bergerak pelan ? Aku sangat pusing sekali dan ingin muntah !", kata Aisyah.
"Sistem Kabut menjawab perkataan anda ! Topi akan bergerak pelan sesuai permintaan nona Aisyah !", sahut suara dari layar tablet komputer yang sangat tipis itu.
Topi berwarna merah menyala itu lalu bergerak lebih pelan dari sebelum masuk kedalam danau merah.
Aisyah tidak merasakan lagi rasa mual dan pening akibat putaran yang disebabkan oleh topi berwarna merah menyala itu. Ia bahkan tidak merasakan apapun lagi didalam ruangan topi ini. Ia merasa sangat nyaman serta damai saat berada didalam topi besar ini.
__ADS_1
Pandangan Aisyah beralih dengan memandangi kearah sekitar ruangan didalam topi merah menyala itu dengan sikap lebih santai dan lebih tenang. Ia kini bisa duduk dikursi baja berwarna merah didalam topi dengan perasaan yang sangat damai. "Hmmm....!?", gumam Aisyah senang.
Kesejukan datang menyeruak kedalam hati Aisyah yang tengah duduk dikursi baja berwarna merah tersebut.