Mengubah Takdir Aisyah

Mengubah Takdir Aisyah
Kupu-Kupu Cantik....


__ADS_3

Aisyah kembali kedalam ruangan kamar tidurnya dan saat kedua kakinya berpijak turun kearah lantai bawah muncul cahaya terang yang cerah diseluruh permukaan lantai kamar. Ia melihat seluruh kamarnya berubah menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.


Mulai dari ranjang tidurnya berubah menjadi ranjang baru seperti tempat tidur para puteri raja dan lantai kamar yang awalnya dari ubin biasa sekarang berganti menjadi marmer mengkilap yang sangat cantik sekali. Jendela-jendela kamar Aisyah juga dihiasi oleh tirai-tirai yang cantik terbuat dari sutera tipis halus dengan sulaman tangan mewah dan kamarnya dihiasi oleh temaram lampu kristal yang menjuntai indah diatas atap kamar.


Aisyah memandangi seluruh ruangan kamar tidurnya dengan terkagum-kagum dan ia melihat seluruh perabot kamarnya berubah menjadi baru dan tampak mewah sekali. Kamar Aisyah tampak indah seperti kamar seorang puteri raja didalam sebuah dongeng.


"Wouw !? Ini sesuai harapanku !", pekik Aisyah terkejut dengan mulut menganga lebar. Ia bersorak gembira tatkala kamar tidur pribadinya dirumah berubah bak kamar seorang puteri raja.


Ternyata perubahan yang terjadi sekarang membawa perubahan dalam kehidupan nyata Aisyah. Mata Aisyah tampak berbinar-binar membelalak bulat menyaksikan pemandangan yang sangat indah itu dan ia melompat riang sangat senang-gembira ketika melihatnya.


"Nona Aisyah !!", sapa jam antik kuno terkejut melihat perubahan yang terjadi lagi pada Aisyah.


"Apa kabar wahai jam antik kuno !?", kata Aisyah menyapa lembut pada jam antik kuno yang sedang melayang terbang diatasnya.


"Kenapa nona berubah berkali-kali ? Dan sekarang muncul sepasang sayap yang cantik sekali berwarna pelangi dari punggung nona !", kata jam antik kuno terkagum-kagum.


"Nona sangat cantik sekali sekarang !", pekik jam antik kuno seraya berputar-putar mengelilingi Aisyah yang sedang berdiri sambil mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi.


"Apakah kamu senang melihatnya wahai jam antik kuno ?", kata Aisyah lalu terbang melayang sembari mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah.


"Nona seperti seekor kupu-kupu yang terbang diatas langit !", kata jam antik kuno tertawa riang.


"Kupu-kupu ???", kata Aisyah bergumam pelan seraya mengepakkan sayapnya pelan.


"Benar sekali nona, hamba rasa ini perubahan metamorfosis dari kekuatan seekor kupu-kupu ketika nona berendam didalam kolam air susu tadi !", kata jam antik kuno.


"Kupu-kupu !? Aku sekarang seekor kupu-kupu ?", kata Aisyah lalu terbang berputar-putar diatas ruangan kamar tidurnya.


Aisyah tertawa gembira ria dan melesat keseluruh ruangan kamar tidurnya seraya mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah.


"Lihatlah wahai jam antik kuno ! Aku sekarang telah berubah menjadi seekor kupu-kupu yang cantik !", kata Aisyah berseru gembira. "Bayangkan ! Aku menjadi Kupu-kupu !", sambungnya tertawa-tawa riang.


Jam antik kuno hanya menimpali dengan tertawa kecil dan ikut terbang melayang diatas atap kamar tidur Aisyah, mereka menari-nari berputar penuh keriangan.


"Bagiamana jika pergi keluar wahai jam antik kuno dan mencoba kekuatan baru dari kupu-kupu ini !", kata Aisyah berseru keras pada jam antik kuno yang ikut bersamanya terbang.


"Hamba rasa sebuah ide yang sangat baik nona Aisyah ! Bagaimana kalau kita pergi sekarang !", kata jam antik kuno.


"AYOOOO...!!!! Mari kita terbang bebas wahai jam antik kuno !", ucap Aisyah berseru penuh semangat.


"Baik nona Aisyah !", sahut jam antik kuno lalu terbang melayang.


"Yahuiiiiii !!!", teriak Aisyah lalu melesat terbang keluar rumah secepat kilat.


"OHohohohoho....!!!", seru jam antik kuno memgikuti Aisyah terbang bersamanya.


Mereka terbang bagaikan seekor kupu-kupu dan cahaya yang melesat kilat tak terlihat, melayang dilangit yang luas.

__ADS_1


Aisyah mengepakkan kedua sayapnya dengan cepat tampak kelap-kelip berterbangan disekitar sayapnya yang berwarna pelangi indah sekali. Mereka terbang bebas diatas langit dengan penuh keriangan dan kebahagiaan.


"Lihatlah wahai jam antik kuno, awan-awan putih itu !", kata Aisyah senang.


"Iya nona ! Hamba melihatnya !", kata jam antik kuno ria gembira.


"Menarik sekali bukankah demikian wahai jam antik kuno ?", kata Aisyah lalu meliuk-liukan tubuhnya diatas langit.


"Menarik ! Menarik ! Sangat menarik sekali nona Aisyah !", kata jam antik kuno terus terbang mengikuti Aisyah yang terbang melayang diatas langit.


"Kita tidak perlu lagi naik keatas bunga Tulip kuning raksasa itu lagi wahai jam antik kuno !", kata Aisyah.


"Ha...Ha...Ha...Ha...!!!", tawa jam antik kuno.


"Karena aku sudah bisa terbang sendiri tanpa harus menaiki bunga Tulip kuning raksasa itu lagi wahai jam antik kuno !", kata Aisyah seraya tersenyum kecil bahagia.


"Tapi bunga Tulip kuning raksasa itu masih berfungsi untuk kita semua nona Aisyah !", kata jam antik kuno.


"Hmph...! Iya kamu benar sekali wahai jam antik kuno !", kata Aisyah seraya tersenyum simpul dan terbang menukik melayang diatas langit.


Terlihat Aisyah yang terbang melayang layaknya seekor kupu-kupu yang cantik diatas langit dengan penuh keriangan. Kelap-kelip bintang bertebaran diseluruh tubuh Aisyah saat ia melesat cepat bagaikan cahaya terang.


Aisyah melewati kumpulan awan-awan putih diatas langit dan terbang dengan meninggalkan serpihan cahaya penuh kelap-kelip ketika ia terbang.


"Kamu tahu wahai jam antik kuno jika aku merasakan sesuatu yang aneh ! Apakah kamu tahu itu !?", kata Aisyah lalu mendaratkan kedua kakinya diatas kumpulan awan putih yang melayang dilangit.


"Aku merasa perubahan-perubahan yang terjadi selama perjalanan waktu ini berhubungan dengan sesuatu yang nanti akan kita hadapi wahai jam antik kuno !", kata Aisyah lalu berdiri tegak diatas awan putih.


"Apakah nona berniat melanjutkan perjalanan waktu kita lagi kemasa lalu ?", kata jam antik kuno.


"Benar yang kamu ucapkan wahai jam antik kuno, aku berniat melanjutkan perjalanan waktu ini kembali !", kata Aisyah lalu menatap kearah bawah.


"Tapi hamba telah menerima secara ikhlas kutukan ini nona Aisyah dan aku rasa kita tidak perlu melanjutkan lagi perjalanan kemasa lima ratus tahun yang lalu !", kata jam antik kuno pasrah.


Aisyah lalu meraih jam antik kuno itu ditangannya dan tersenyum kecil pada jam antik kuno. Ia menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya keluar pelan.


Wajah Aisyah berubah menjadi sangat serius sekali. Ia memandang kearah jam antik kuno lekat-lekat tanpa berkedip.


"Sepertinya kita telah disiapkan untuk menghadapi kekuatan yang sangat besar wahai jam antik kuno !", kata Aisyah.


"Kekuatan besar !?", sahut jam antik kuno bertanya heran.


"Tidak sadarkah dirimu jika kita akan menghadapi tuan agung itu tapi ada kekuatan yang lebih besar yang tersembunyi dari itu semua !", kata Aisyah.


"Bukankah tujuan kita hanya menemukan asal usulku agar hamba kembali kewujud asliku lagi sebagai bangsa jin dan berusaha untuk tidak terlibat kontak fisik secara langsung dengan tuan agung itu !?", kata jam antik kuno bingung.


"Benar yang kamu ucapkan itu wahai jam antik kuno tapi selain kita akan menghadapi tuan agung itu ada sesuatu yang aku rasakan lainnya lagi !", kata Aisyah.

__ADS_1


"Hamba tidak mengerti nona Aisyah dengan yang anda ucapkan sekarang ini ?", kata jam antik kuno.


Aisyah membuka kedua telapak tangannya agar jam antik itu bisa leluasa terbang secara bebas diudara. Ia menatap kearah jam antik kuno itu lagi-lagi dengan ekspresi wajah serius.


"Ketika kita menghadapi tuan agung besar itu dan mendapatkan rahasia bagaimana cara agar kamu kembali kewujud asalmu, maka kita akan mengahadapi sesuatu kekuatan yang lebih besar dari itu !", kata Aisyah.


"Kekuatan besar apa yang nona maksudkan ? Hamba benar-benar tidak mengerti sama sekali nona Aisyah ?", kata jam antik kuno terbang melayang.


"Aku sendiri tidak mengetahuinya wahai jam antik kuno tapi itu yang tengah aku rasakan saat ini, rahasia tersembunyi yang berkaitan dengan perjalanan waktu ini !", kata Aisyah lalu menghela nafas panjang.


"Benarkah itu nona Aisyah !?", kata jam antik kuno lalu berhenti bergerak dan hanya terbang melayang-layang.


"Benar wahai jam antik kuno, setelah kita memulai perjalanan waktu ini dan menemukan rahasia dari tuan agung besar itu maka kita akan mengahadapi sesuatu yang lebih menakutkan !", kata Aisyah seraya menatap lurus kebentangan langit yang luas didepannya.


"Kekuatan besar yang menakutkan ??? Apakah itu nona Aisyah ???", kata jam antik kuno kebingungan.


"Entahlah wahai jam antik kuno ! Tapi kita secara tidak langsung telah dipersiapkan untuk mengahadapi kekuatan besar itu !", kata Aisyah.


"Jangan membuatku ketakutan nona Aisyah !", kata jam antik kuno lalu bergetar pelan.


Aisyah tertawa kecil lalu berkata, "Apakah kamu merasa takut ? Bukankah kamu adalah makhluk ghaib yang ajaib dan sangat hebat wahai jam antik kuno ? Lalu apa yang kamu takutkan ?"


Jam antik kuno itu lalu berputar melewati tubuh Aisyah dan berkata pelan, "Tidak ada yang hamba takutkan dimuka bumi ini nona Aisyah tapi dalam hati kecil hamba yang paling dalam jika hamba tidak menginginkan sebuah pertempuran besar terjadi !"


"Mungkin itu yang kamu inginkan yaitu menghindari pertempuran besar terjadi tapi tidak dengan kekuatan besar yang tersembunyi itu wahai jam antik kuno !", kata Aisyah.


"Hamba benar-benar tidak mengerti nona Aisyah !", ucap jam antik kuno lagi.


"Tenanglah ! Kita hanya perlu mempersiapkan diri mulai dari sekarang wahai jam antik kuno tapi kamu tidak perlu takut untuk mengahadapinya sendiri karena ada aku bersamamu !", kata Aisyah lalu tersenyum lembut kearah jam antik kuno.


Aisyah lalu terbang melayang diudara dan berputar-putar kencang sembari berseru riang seraya meliuk-liukan tubuhnya melewati kumpulan awan putih yang melayang dilangit.


Terdengar tawa Aisyah menggema diseluruh atas langit. Ia memutar badannya dan melesat lurus cepat keatas langit sambil mengepakkan kedua sayapnya yang berwarna pelangi indah dengan kuat kemudian kembali terbang melayang dan meninggalkan taburan cahaya terang warna-warni yang berkelap-kelip diarah belakang tubuh Aisyah.


"Ha...Ha...Ha...Ha...!!! Bagaimana wahai jam antik kuno, apakah kamu senang terbang diatas langit ini ?", kata Aisyah seraya meletakkan rantai jam antik kuno pada lehernya dan membawanya terbang melesat kilat.


"Iyaaa nonaa Aisyah !!! Hamba sangat menyukainya dan sangat senang sekali nona !!!", kata jam antik kuno berteriak keras seraya tertawa riang penuh bahagia.


"Kalau begitu wahai jam antik kuno, mari kita terbang tinggi dilangit secara bebas !! Yahuiiii...!!!", seru Aisyah riang.


"Baik nona Aisyah ! Mari kita terbang bersama nona Aisyah !", sahut jam antik kuno.


"Gunakanlah sihir ajaibmu wahai jam antik kuno !!!", kata Aisyah berseru penuh semangat.


"BHALAZAAM !!!", teriak jam antik kuno.


Mereka lalu terbang tinggi melayang diatas langit yang tertinggi dengan kecepatan penuh layaknya kilat dan hampir tak terlihat oleh mata, meninggalkan berkas cahaya pelangi yang berkelap-kelip indah disetiap jejak yang mereka tinggalkan dan semburat cahaya sangat cantik yang bertebaran diseluruh langit.

__ADS_1


__ADS_2