
Aisyah tersentak kaget dari lamunannya ketika ia melihat sosok wanita berparas ayu dengan kerudung dikepalanya berjalan mendekat kearah dirinya, tenggorokan Aisyah terasa sangat tercekik saat wanita itu mulai berjalan lebih dekat kearahnya berdiri. Ia menahan nafasnya dalam-dalam ketika wanita itu menatap lembut padanya dan menyunggingkan senyumannya kearah Aisyah.
Tatapan mata Aisyah menjadi sendu saat ia melihat wanita itu menatap lembut kearah dirinya. Tanpa sadar Aisyah mengangkat tangannya kedepan dan berusaha menyentuh wajah wanita itu.
Sebuah cahaya terang dari luar jendela ruang makan masuk menyeruak menerangi seluruh ruangan. Sinarnya yang hangat membuat tubuh Aisyah yang menegang menjadi lebih santai. Ia tercengang saat wanita itu melewati tubuh Aisyah, wanita itu menembus badan Aisyah yang berdiri didepan ruang makan.
"Ibu...", ucap Aisyah termenung.
Aisyah membalikkan badannya menghadap kearah wanita yang tengah berjalan membelakangi dirinya. Kali ini Aisyah merasakan jika ini adalah sebuah fatamorgana tapi bukan, ini kenyataan karena ia kembali kemasa lima tahun yang lalu tepat semua peristiwa di lima tahun yang lalu kembali terulang dan ini juga bukan mimpi.
Kejadian yang sedang Aisyah alami adalah suatu peristiwa yang pernah ia lalui, ini bukan mesin waktu tapi sesuatu yang ada didalam ruangan pintu ketiga.
"Apakah ini ujian didalam ruangan pintu ketiga !?", kata Aisyah. Lalu apa hubungannya dengan kejadian dilima tahun yang lalu.
Langkah kaki Aisyah terhenti ketika ia melihat kearah wanita itu sedang membuka pintu lemari diruang makan. Wanita berkerudung putih itu lalu menaruh sesuatu diatas lemari ruang makan yang tergantung didinding ruangan, kemudian wanita itu menundukkan kepalanya kearah bawah.
Tiba-tiba Aisyah merasakan waktu berputar cepat disekitarnya dan sesuatu menarik dirinya keras kearah belakang. Ia tersentak kaget ketika tubuhnya tertarik kebelakang dengan sendirinya.
"WUUUUSSSSSHHHH...!!!", terdengar suara mirip hembusan angin disekitar Aisyah saat dirinya menghilang dari ruangan makan.
Tubuh Aisyah berlahan-lahan masuk kedalam lingkaran cahaya terang kemudian cahaya itu berpencar-pencar keluar dari dalam cahaya terang itu.
Dan ia melihat dirinya berada didalam ruangan kamar tidur pribadinya dan ia terduduk kembali diatas tempat tidurnya.
Aisyah melihat kearah sekeliling ruangan kamar tidur pribadinya, ia lalu turun dari atas tempat tidur dan berjalan pelan menuju kejendela kamarnya. Ia melihat kearah tirai kamarnya yang tampak sama seperti pertama kali ia datang.
Kali ini ia tidak melihat dirinya memegang bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning itu lagi ditangannya.
"Kemana perginya bingkai foto itu ?", kata Aisyah lalu memandang kearah sekitar kamar tidurnya.
Aisyah tampak kebingungan ketika ia melihat dirinya berada kembali kedalam ruangan kamar tidurnya. Ia tampak berlari keluar menuju keruang tengah dan mendekat kearah lemari. Ia membuka lagi laci lemari serta mengacak-acak isi laci itu lagi dan ia menemukan foto dengan bingkai ukiran bunga Tulip kuning didalam laci lemari setelah ia berhasil menyingkirkan semua benda yang ada diatas bingkai foto dengan sebuah foto lama didalamnya.
__ADS_1
Tampak Aisyah berlari kearah jalan menuju ruang makan tempat keluarga besarnya biasa berkumpul. Ia kembali lagi keawal dirinya datang semula dan dengan cepat Aisyah membalikkan badannya menghadap kearah belakang, wanita berkerudung putih itu kembali terlihat lagi dan berjalan menuju kearah Aisyah.
"Ini sama seperti yang tadi aku alami !", kata Aisyah seraya melangkahkan kakinya kearah wanita itu lalu mencoba memeluknya tapi tidak bisa ia lakukan karena sosok wanita itu hanya berupa seperti sebuah bayangan yang dapat menembus dirinya meskipun ia berusaha memegangnya.
Aisyah tersentak untuk beberapa saat ketika melihat kejadian yang ada dihadapannya itu terulang lagi sama persis seperti ia datang kerumahnya dimasa lima tahun yang lalu.
"Apa ini ? Dan Apakah ini ?", kata Aisyah kebingungan.
Aisyah melihat sosok wanita itu melangkah menuju kearah lemari yang tergantung didinding ruangan makan dan seperti sebelumnya wanita berkerudung putih itu meletakkan sesuatu diatas lemari.
"Ja-ja-ngaaaan !", ucap Aisyah berusaha mencegah wanita berkerudung putih itu melakukannya.
Ketika wanita berparas ayu itu telah meletakkan sesuatu didalam lemari. Hal kembali terjadi pada dirinya yaitu sesuatu menarik tubuh Aisyah dengan sangat keras lalu menghentak-hentakan tubuhnya sangat kasar didalam sebuah runagan gelap tanpa udara didalamnya.
Tubuh Aisyah kembali berputar-putar melayang diudara dan seberkas cahaya menarik tubuh Aisyah kedalam lingkaran cahaya lalu membuatnya lenyap hilang tak berbekas.
"AAAAAAAAAA.....!!!", terdengar suara teriakan Aisyah didalam ruangan tanpa cahaya.
Ini sudah ketiga kalinya kejadian ini terulang lagi, ia kembali datang dan pergi dari rumahnya kelima tahun yang lalu dari pintu ketiga untuk ketiga kalinya setiap saat ia melihat sosok wanita berkerudung putih itu yang mirip sekali dengan wajah ibunya. Kejadian itu terulang sebanyak tiga kali dan ia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
Pertama saat ia muncul dari pintu ketiga kerumahnya dimasa lima tahun yang lalu, kedua saat ia bertemu wanita berkerudung putih itu kemudian kejadian itu terulang lagi untuk ketiga kalinya setiap ia melihat sosok wanita berkerudung putih itu membuka pintu lemari diruang makan dan meletakkan sesuatu disana. Aisyah pasti akan kembali lagi mengalami kejadian serupa itu lagi.
"Tapi, kenapa kali ini agak berbeda ? Bingkai foto dengan ukiran bunga Tulip kuning itu sekarang tidak lagi berada didalam laci lemari melainkan telah tertata diatas meja dekat jendela kamarnya", kata Aisyah seraya menatap kearah meja tersebut dengan sangat serius.
Aisyah mengerutkan alis tanpa berani menyentuh barang yang ada didalam ruangan kamar tidur pribadinya.
"Aku tidak akan menyentuhnya lagi ! Jika aku menyentuhnya maka aku pasti akan kembali lagi mengalami kejadian serupa ini lagi !?", kata Aisyah gelisah.
Gadis berwajah bening itu tampak sangat berhati-hati dengan menjaga sikapnya diruangan rumahnya sendiri. Ia merasakan jika ini bukan rumahnya dikehidupan nyata melainkan seperti ilusi yang tiada habisnya dan tidak berujung, apabila ia melakukan sebuah kekeliruan maka bisa saja Aisyah akan terjebak didalam ilusi yang diciptakan pintu ketiga yang membuatnya seolah-olah kembali kemasa lima tahun yang lalu dikehidupan sebelumnya.
"Aku harus keluar dari ruangan pintu ketiga ini ! Karena ini bukan kejadian yang sebenarnya tapi ini seperti ilusi dan membuat orang yang ada disini merasakan jika ia mengalami de javu !", kata Aisyah seraya melangkahkan kakinya menuju kearah luar kamar tidurnya pelan-pelan.
__ADS_1
Aisyah berdiri terdiam didepan pintu ruangan, pikiran Aisyah sangat sibuk berpikir untuk memilih langkah selanjutnya setelah tiba diantara ruangan rumahnya, haruskah ia kembali keruang tengah atau haruskah ia memilih langsung ruang makan tempat keluarga besarnya biasa berkumpul.
Ini semua bukan hal yang mudah untuk Aisyah lakukan karena ia harus memilih salah satu ruangan untuk memecahkan teka-teki dipintu ketiga ini dan itu bukanlah hal yang mudah bagi Aisyah. Karena menurut Aisyah ini bukan rumahnya dikehidupan nyata lima tahun yang lalu melainkan sebuah gambaran yang diciptakan oleh pintu ketiga sebagai ujian dari menyelesaikan misi-misinya diistana awan putih.
Apabila Aisyah salah melangkah lagi kemungkinan besar kejadian dirumah ini akan kembali terulang lagi terus-menerus tanpa hentinya sampai ia sebdiri berhasil menemukan cara untuk keluar dari ruang pintu ketiga.
"Aku hampir lupa jika aku saat ini berada diruangan pintu ketiga didalam sistem layar besar yang bernama sistem kabut dari istana awan putih", kata Aisyah seorang diri.
Aisyah melihat dua jalan yang menghubungkan dua ruangan yang berbeda didalam rumahnya, yaitu satu jalan mengarah keruang tengah keluarga dan jalan yang satunya menuju keruang makan tempat keluarga besarnya biasa berkumpul. Ia juga tidak melihat kehadiran baba dirumah ini, biasanya baba akan selalu ada diruangan tengah rumahnya untuk sekedar membaca buku atau koran atau hanya menonton program televisi kegemaran baba.
Lama Aisyah terdiam mematung lalu ia melanjutkan langkah kakinya tapi ia masih saja kembali berjalan menuju kearah ruangan tengah rumahnya bukan menuju kearah ruangan makan.
"Aku akan mencobanya sekali lagi, apakah aku akan kembali lagi mengalami kejadian serupa itu lagi dirumah ini ataukah aku dapat kembali pulang kemasa lima tahun kedepan ?", kata Aisyah lalu masuk kedalam ruangan tengah rumahnya.
Aisyah mengedarkan pandangannya kearah sekeliling ruangan tengah rumahnya dan melangkahkan kedua kakinya perlahan-lahan tanpa menimbulkan suara sedikitpun agar ia tidak terbaca oleh sistem kabut istana awan putih.
"Foto dengan bingkai ukiran bunga Tulip kuning itu sudah terletak diatas mejaku dikamar tidur, haruskah aku bergerak menuju kelaci meja diruangan tengah ?", kata Aisyah memalingkan muka kearah televisi yang terletak diatas meja tersebut.
Pelan-pelan Aisyah melangkahkan kedua kakinya menuju kearah meja yang ada diruangan tengah rumahnya. Lalu ia menghentikan langkah kakinya.
"Aku akan mencobanya lagi dan membuka laci lemari untuk melihat apakah kejadian dipintu ketiga ini akan kembali terulang lagi ataukah aku akan dapat keluar dari ilusi ciptaan pintu ketiga ?", kata Aisyah kemudian mengobrak-abrik isi laci lemari itu asal.
Ketika ia memindahkan semua benda yang ada didalam laci lemari, Aisyah tidak menemukan apa-apa disana tapi kali ini ia melihat sosok wanita berkerudung putih itu masuk kedalam ruangan tengah dan menatap lurus kearah Aisyah tanpa berkedip sedikitpun.
Aisyah termenung ketika melihat wanita itu berdiri dihadapannya, ia kaget bukan kepalang saat wanita berkerudung putih itu berlari kearah Aisyah hendak menyerangnya.
"Astaga ! Apakah aku harus bertarung menghadapi wanita berkerudung putih itu yang mirip sekali dengan ibuku ?", kata Aisyah tersentak dan duduk terjatuh diatas lantai ruangan tengah rumahnya dengan kedua mulut terbuka lebar.
Aisyah hanya melihat kearah wanita berkerudung putih itu berlari kearah Aisyah dengan raut wajah garang dan penuh emosi. Seakan-akan dirinya adalah musuh yang sangat dibenci oleh wanita berkerudung putih itu dan itulah yang membuat Aisyah tidak dapat bergerak dan berkutik sama sekali. Tapi Aisyah kembali berpikir bahwa wanita itu tidak akan bisa menyentuh dirinya karena wanita berkerudung putih itu hanya sebuah objek bayangan yang bisa menembus benda-benda yang ada diruangan rumah ini.
Hampir saja Aisyah melupakannya jika ia sedang berhadapan dengan sebuah bentuk ilusi berupa bayangan semu yang diciptakan oleh pintu ketiga dari istana awan putih, dan ia baru ingat jika ia berada diruangan pintu ketiga untuk menyelesaikan misi-misi yang diberikan oleh Sistem Kabut Istana awan putih.
__ADS_1